Pahlawan Dunia / Heroes Of The World

Pahlawan Dunia / Heroes Of The World
BAB 4 (R) : Pengkhianatan


__ADS_3

Aku bisa melihat dirinya menatapku dengan penuh dendam sambil sesekali melirik kearah busurnya yang berada ditanganku kemudian berteriak "CIH! BUNUH SAJA AKU! DASAR MONSTER!"


Tentu saja aku benar-benar sangat marah terhadap perkataan dirinya yang seperti itu, seakan-akan menganggap aku akan melakukan hal yang buruk padanya, "HENTIKAN OMONG KOSONGMU ITU!" teriakku yang membentaknya dengan penuh amarah.


Aku bisa melihatnya yang terkejut mendengar perkataanku lalu, tiba-tiba saja dia mengambil anak panah yang berada didalam Quiver yang terletak dipunggungnya.


Kemudian dia mendadak mengarahkan anak-panah yang sudah diambilnya itu kearah batang lehernya sambil berkata "Lebih baik aku mati saja! Dari pada diperkosa oleh monster pengkhianat sepertimu!"


^^^Quiver adalah tempat untuk menaruh amunisi anak panah, bisa juga disebut Quiver of Arrows.^^^


Tak butuh waktu lama bagi diriku, sontak saja aku langsung melucuti anak panahnya lalu menancapkan pedangku ke-tanah yang berjarak hanya sekitar 1milimeter dari wajahnya.


"Hey, leb----" belum selesai aku berbicara dia malah menangis dihadapanku. "Ayolah.. Aku hanya berusaha meyakinkanmu.' Pikirku yang kemudian menganggap wanita ini sangat cengeng.


 


...✦Telepati antara Kentaro dan Valkyrie✦...


"Hey Valkyrie, apakah menurutmu aku berlebihan?" Tanyaku pada Valkyrie sambil menggaruk-garuk kepalaku.


Valkyrie malah menjawabku dengan jawaban yang ketus "PIKIRKAN SAJA SENDIRI!"


Aku tidak paham kenapa Gadis Loli ini tiba-tiba marah kepadaku.


...✦*Selesai*✦...


 


Akupun mulai duduk bersila dihadapannya "Hoi, maafkan aku." Ucapku sambil mengulurkan tanganku.


Aku melihat wanita ini tidak mendengarkanku, masih saja menangis.


"Kau tidak ingin mendengarkan penjelasanku dulu?" ucapku sambil memasang wajah jengkel.


'Kenapa wanita begitu menyebalkan sih.' Pikirku saat melihatnya menangis.


 


Aku menunggunya beberapa saat sampai dia kembali tenangm dan berhenti dari tangisannya, aku menopang wajahku dengan tanganku sambil meluruskan kesalah pahaman dirinya.


Pertama-tama aku mulai menjelaskan siapa diriku dan darimana asalku, bersamaan dengan itu aku juga memperkenalkan Valkyrie yang seorang malaikat.


 


Mengetahui keberadaan seorang malaikat didunia adalah sebuah berkah tetapi juga sebuah petaka.


Lucifer adalah orang yang sangat waspada, dan siapapun yang menemukan malaikat akan diculik untuk disiksa hingga mereka memberi tahu lokasi malaikat tersebut dan memusnahkannya, kata Valkyrie sih begitu.


 


Jadi pada akhirnya aku berpikir untuk menunjukan Valkyrie, menurutku ini adalah cara yang terbaik untuk mendapatkan rasa percayanya.


Aku juga mengatakan padanya bahwa aku tidak mengenal soal Cursed Hero, berikut juga tentang kejadian yang terjadi antara dirinya dan ayahku.


 


Menurut penjelasan wanita ini Cursed Hero adalah seorang pahlawan yang terjatuh dalam kegelapan serta melayani iblis dan biasanya mereka akan mulai terlihat disekitar perbatasan wilayah antara ras aliansi dan ras iblis.


Hanya saja terkadang seorang Cursed Hero akan menjadi liar lalu menyerang desa-desa kecil hanya untuk keserakahan mereka.


 


Mereka menculik para prajurit bersamaan juga dengan para petualang untuk mencari informasi tentang malaikat ataupun seorang pahlawan yang muncul.


Para wanita yang masih belia atau gadis-gadis biasanya dijadikan sebagai budak pemuas nafsu mereka.


Anak-anak akan menjadi makanan mereka, namun wanita ini berkata bahwa cerita itu sudah diturunkan sejak dulu, disimpulkan seperti sebuah paradoks.


^^^Paradoks situasi penyataan benar ataupun salah pada saat bersamaan.^^^


 


Setelah mendengarkan penjelasannya aku sedikit mengerti situasi dirinya. "Jadi kau mengira aku adalah salah satu dari mereka?" Tanyakuu tegas.


Kemudian wanita ini mengangguk seperti orang yang ketakutan.


"Ah, dengar ya aku tidak ingin memperkosamu. Lagipula kalau aku memang benar ingin melakukannya pasti sudah kulakukan daritadi."


Aku melihatnya hanya menundukkan kepalanya kebawah seperti seseorang yang merasa bersalah.


 


Jujur saja aku sedikit kesal dengan sikapnya, akan tetapi mau bagaimana lagi, kalau aku jadi dirinya pasti aku juga akan melakukan hal yang sama.


"Siapa namamu? Kenapa kau sangat membenci ayahku? Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanyaku dengan lembut.


 


Beberapa saat kemudian. . .


 

__ADS_1


Aku sedikit mentransfer kekuatan sihirku pada dirinya agar dia bisa bergerak, dia mulai duduk dengan kaki yang menyamping dihadapanku.


Wanita ini memperkenalkan dirinya sebagai Helena Duskford Eirini yang juga berasal dari Kerajaan Duskford, sebuah kerajaan yang didominasi oleh manusia.


Terletak tepat ditengah-tengah Benua Elzia serta menjadi bagian dari aliansi ketiga ras. (Dwarf, Elf, & Manusia)


Dia menjelaskan kalau sebenarnya ayahku adalah seorang pahlawan yang membelot pada iblis, atau lebih tepatnya terjatuh dalam kegelapan.


Helena merupakan seorang saksi hidup yang menyaksikan pengkhianatan dari ayahku saat mereka melancarkan serangan untuk menyegel Dark Portal.


 


...Dihari itu sekitar 15 tahun yang lalu...


Dibawah komando ayahku yang dijuluki The Sun Heroes, seluruh ras yang berhasil selamat dari pemerintahan kejam Lucifer, mulai membentuk aliansi untuk menghancurkan kerajaannya yang juga disebut sebagai Tartarus, sekaligus menggagalkan rencananya untuk pergi ke dunia lain atau bumi.


Tepat seperti yang dikatakan Archangel Michael, Lucifer masih memasuki masa tidur panjangnya dan hanya akan bangkit saat Fajar Tiba, pasukan dari Lucifer tengah melemah akibat yang serangan dilancarkan oleh pahlawan sebelumnya Rize Griffith Eirini.


Pahawan yang juga seorang wanita dan berasal dari Ras Elf, namun pahlawan sebelumnya tewas akibat menahan serangan dari Lucifer yang hampir meledakkan sebagian Benua Eliza.


 


Bagi ketiga ras, ini adalah sebuah kesempatan emas untuk membasmi ras iblis yang selama ini berkuasa dengan penuh kekejaman, bersamaan dengan ayahku membentuk beberapa regu.


Regu Helena dikomandoi oleh ayahku saat itu, bisa dibilang ini adalah perang terbesar yang kedua dalam sejarah Benua Elzia, setelah perang besar pertama yang terjadi beberapa ratus tahun lalu saat Michael datang ke Benua Elzia, atau disebut sebagai Holy War.


 


Langit terlihat sangat gelap, air hujan membasahi tubuh, teriakan prajurit menjelang kematiannya dan juga tangisan-tangsian pilu terdengar dimana-mana, area peperangan berwarna merah tergenangi oleh darah dari mereka yang gugur.


Pertempuran itu terjadi selama tiga hari tiga malam tanpa istirahat, banyak jiwa yang gugur, banyak jasad-jasad dari manusia dengan keadaan mengenaskan, tanpa kepala, tubuh yang terkoyak, dan bahkan tak meninggalkan sisa.


 


Dikarenakan manusia adalah yang paling mendominasi dibenua ini dalam hal jumlah, namun ras manusia adalah yang terlemah tapi juga yang terkuat, oleh karena itu hampir 80% populasi manusia punah akibat pertempuran ini.


Akan tetapi pada akhirnya mereka berhasil memukul membinasakan banyak dari pasukan iblis, akan tetapi tidak ada satupun jendral iblis yang mati dalam pertempuran itu, para jendral iblis hanya mundur dan masuk kembali kedalam Tartarus.


 


Saat itu regu Helena sedang menuju ke Dark Portal terakhir-nya setelah menyegel beberapa buah sebelumnya, mereka bertemu dengan pasukan dari salah satu Jendral Raja Iblis Dullahan.


Beberapa orang didalam regu yang dikomandoi oleh ayahku merasa sangat ketakutan begitu-pun Helena, mereka merasakan aura membunuh yang sangat kuat hanya dari melihat tatapan mata Dullahan.


 


Suasananya sangat mencekam, udaranya terasa sangat panas seperti membakar kulit, nafasnya terasa sangat berat, kakinya terasa lemas, semangat juangnya seketika sirna, tubuhnya menggigil ngeri dan pikirannya hanya berkata untuk pergi berlari sejauh mungkin.


"Saat itu, aku seperti dihadapkan oleh kematian." ucap Helena sambil menggigil-ngeri.


Akupun mulai mengelus-ngelus kepalanya sambil tersenyum lembut.


"Tenanglah, Helena... tidak akan kubiarkan seseorang-pun menyakiti dirimu." Ucapku padanya dengan lemah lembut.


Helena yang terkejut langsung menepis tangan Kentaro. "Lepaskan tanganmu, bagaimanapun aku lebih tua darimu." Ucapnya dengan nada ketus.


Helena melanjutkan ceritanya, alih-alih berperang ayahku malah melewati seluruh pasukan Dullahan dengan santai, tanpa menghunuskan senjata ditangannya sedikitpun.


Saat itu Helena berpikir ayahku terkena semacam sihir dan bukan seorang pengkhianat, bagi seseorang yang sangat menaruh hormat terhadap ayahku, maka dia berpikiran seperti itu.


"Aku ingin mematahkan sihirnya dengan 'Dispell' milikku dan mulai berlari kearah dirinya dibantu rekan-rekanku yang membukakan jalan untukku berlari." ucap Helena sambil membuka bajunya.


^^^Dispell sejenis penangkal sihir debuff.^^^


Aku sedikit terkejut melihatnya membuka baju, akupun langsung memalingkan tatapanku dari dirinya, "Kalau kau benar-benar menginginkannya aku tidak keberatan." Ucapku sambil menggaruk-garuk pipiku dengan telunjuk tangan kananku karena grogi.


"Bukan seperti itu! Menjijikan!" sambil melemparkan bajunya kearahku, dan mendarat tepat diatas kepalaku.


'Sebenarnya aku hanya ingin sedikit menghiburnya.' Kata batinku sambil menutup wajahku dengan bajunya. Setelahnya aku mendengar tawa kecil darinya, kemudian dia mulai melanjutkan ceritanya.


Helena berhasil menyentuh pundak ayahku dan menggunakan 'Dispell' miliknya. Helena mengira ayahku akan berbalik dan berkata terima kasih pada dirinya.


Tetapi petaka yang sebenarnya baru saja dimulai, ayahku mebalik badannya sekaligus menatap Helena tepat dimatanya dengan tatapan yang tajam lalu menyeringai.


Tak disangka-sangka orang yang paling dikagumi oleh Helena berbalik mengayunkan pedang untuk membunuh dirinya, namun beruntung serangan tersebut berhasil dihalau oleh rekannya yaitu Daren, yang juga satu regu dengan Helena.


Helena yang melihat kejadian itu menjadi ketakutan, dan bingung dengan apa yang terjadi sekaligus melihat rekannya Daren yang bertarung sengit dengan ayahku.


Daren bisa menghalau hampir seluruh serangan ayahku, walaupun menerima beberapa sayatan ditubuhnya, karena dirinya adalah seorang Royal Guard.


Bisa dikatakan dia adalah orang yang cukup kompeten untuk melawan ayahku dipertarungan satu lawan satu, namun tetap saja kekuatannya tidak cukup untuk menghentikan ayahku.


Melihat Daren bertarung dengan ayahku, Helena semakin cemas dan berteriak sekuat tenaga berharap ini semua adalah kebohongan, bersamaan dengan itu rekan-rekannya yang lainpun mulai membantu Daren.


Akan tetapi naas seluruh rekannya meninggal akibat serangan yang dilancarkan oleh ayahku,


bahkan sekumpulan anak-anak yang tidak sempat dievakuasi oleh mereka pun dibunuh oleh ayahku


Mungkin ayahku tidak ingin ada saksi mata, begitulah pikir Helena.


Disaat-saat terakhir setelah mengalahkan seluruh anggota kelompoknya sendiri, ayahku mendekati Helena dan berkata "Terima Kasih, berkat kalian rencanaku berjalan dengan lancar"

__ADS_1


Kemudian STAB! pedang yang berlumuran darah rekan-rekannya pun ikut menembus tubuh Helena, dia mengalami luka tusuk yang fatal dibagian perutnya.


Helena yang terkena serangan itu-pun mulai kehabisan tenaga, dan hanya bisa melihat langkah kaki ayahku menuju kearah Dullahan, dan dia sempat melihat perbincangan ayahku dengan Dullahan.


Akan tetapi Helena tidak bisa mengetahui apa yang mereka bicarakan, kemudian ayahku meninggalkan Elzia melewati sebuah portal yang dibuat olehnya dirinya sendiri, lalu Dullahan menutup Dark Portal milik Lucifer.


Helena kehilangan banyak darah dengan luka besar yang ditinggalkan ditubuhnya, sampai akhirnya tak sadarkan diri.


Akan tetapi rekannya Alice yang juga seorang Arch Bishop berhasil menukarkan nyawanya dengan Helena.


Alice merasa luka pada tubuhnya sudah tidak dapat disembuhkan lagi, dan memutuskan untuk menolong Helena, tak lama kemudian setelah Helena tersadar.


Helena melihat tubuh Alice yang sudah tak bernyawa lagi itu berada disampingnya meninggal dalam posisi berdoa dengan luka di bagian jantungnya.


Helena beranjak berdiri dengan kaki yang sedikit gemetar.


"Hey, lihatlah ini hasil dari perbuatan ayahmu." Ucapnya sambil melihat luka yang ada ditubuhnya.


Akupun mulai mengambil baju Helena yang masih ada dikepalaku, dan menaruhnya di pergelangan tanganku.


Terlihat bekas luka tusuk yang cukup besar diperutnya.



...Pict From Google...


Aku yang pada awalnya merasa sangat bimbang mendengar kebenaran yang terjadi saat ini mulai mengerti dengan perkataan dari Michael. Aku ingin kau mencari jawabannya sendiri, Sakamichi.


Tanpa sadar tiba-tiba saja Aku memeluk Helena dengan erat. 'Perasaan trauma didalam hatinya sudah sangat menyiksa, dia menanggung beban seberat ini dengan tubuh kecilnya.' Kata batinku setelah mendengar penjelasannya.


Akupun menatapnya dan membulatkan tekadku untuk melindunginya bahkan dengan nyawaku sekalipun, walaupun aku yang masih tidak mengerti kebenaran apalagi yang akan kuhadapi nantinya.


Tiba-tiba saja Helena mendorongku, agar kami menjauh. "Apa yang kau lakukan dasar menjijikan." ucapnya sambil menutupi bagian intimnya, seperti wanita pada umumnya yang malu.


"Ah, iya maaf ini bajumu." Ucapku sambil melirik kearah lain, aku menyerahkan bajunya yang ada ditanganku.


Namun dari seluruh ceritanya aku tidak bisa menemukan keberadaan ibuku didalamnya, bahkan Helena tidak pernah ingat kalau ayahku memiliki seorang istri.


Tak lama kemudian, Helena memandangku dengan sedikit sinis. "Hei, kau tidak memiliki tempat tinggalkan?" Tanyanya ambil bertolak pinggang.


Aku menjawab pertanyaannya dengan mengangguk, ternyata dia menawarkan sebuah tempat tinggal dan pekerjaan di Kediamannya Kota Duskford.


Aku yang tidak memiliki pilihan lain-pun setuju dengan penawarannya, bayangkan saja kau datang ke negara lain tanpa membawa persiapan.


Bertahan hidup didunia yang berbeda ini tanpa pengetahuan dan uangpun sama saja seperti mati secara perlahan, namun aku merasa aneh. kenapa bahasa yang kami pergunakan itu sama?


Akhirnya kami memutuskan untuk keluar dari goa yang sudah mulai runtuh, akibat serangan dahsyat yang dilancarkan oleh Helena sebelumnya, Arrow of Artemis.


Tidak ada jalan keluar lagi, jalan utama juga sudah tertutup oleh bebatuan yang besar, jika kami menghancurkannya lagi, kemungkinan besar goa ini akan langsung rubuh.


Pada akhirnya kamipun sepakat melewati celah bekas anak panah yang kuhindari, aku bisa melihat sisi-sisi dinding yang terkena gesekan panahnya mencair dan mengeluarkan hawa yang sangat panas seperti magma.


"Helena tempat apa ini sebenarnya dan sedang apa kau disini?" Tanyaku sambil menggendong Helena 'Wah, tubuhnya sangat ringan' Kata hatiku sambil melompat melalui celah-celah tersebut.


Helena mengatakan bahwa tempat tadi adalah Area Latihan miliknya dan saat dia sedang berlatih tiba-tiba saja dia bertemu denganku.



......Pict From Google......


Sesampainya diluar, ternyata tempat ini sungguh aneh, segalanya hanya ada padang pasir, pancaran sinar mataharinya juga menusuk kulit, udaranya sangat panas, banyak sekali tulang-tulang hewan bahkan tengkorak manusia juga ada disini.


"Sepertinya kita keluar disisi yang salah, ditambah lagi seharusnya kita pergi kearah utara, dan cepat turunkan aku." Ucap Helena sambil menunjuk kearah belakangku.


Akupun langsung menjatuhkannya, dan melihatnya lalu tertawa, Brsss! suara tubuh helena yang terjatuh kepasir.


"Hei! Apa yang kau lakukan? Kemana perginya sikapmu yang lembut itu?" Ucap Helena sambil memegangi kepalanya.


"Bukankah kau minta diturunkan?" Tanyaku padanya sambil menatapnya dingin.


"Cih!!! Menyebalkan" Helena berjalan meninggalkanku kearah selatan.


"Hei, bukankah kau mengatakan kita harusnya kearah sini." mengangkat tangan kiriku dan menunjuk kearah belakangku dengan jempol.


Dia yang sudah berjalan agak terlalu jauh pun terhenti, dan berjalan menghampiriku, "AKU JUGA TAHU ITU, BODOH!" Teriaknya didepan wajahku, lalu meninggalkanku menuju arah utara.


Aku hanya memandang punggungnya yang berjalan menjauhiku dan tersenyum kecil sambil melihatnya berjalan menjauhiku.


...✦Telepati antara Kentaro dan Valkyrie✦...


"Hey, sebenarnya kau khawatir dengannya kan?" Tanya Valkyrie dengan nada yang menggodaku, "Diamlah, kau merusak suasana." Jawabku kesal.


...✦Selesai✦...


Aku yang melihat Helena mulai menjauh dari tempatku-pun berteriak "Hei! Tunggu aku HELENA!" Teriakku sambil menyusulnya dengan berlari.


_______________________________________


BAB II PART III : SUDDEN ATTACK! END (REVISION)


Pesan Penulis :

__ADS_1


Jika ada kesalahan kata saya mohon maaf, semoga kalian menikmati cerita saya.


Terima Kasih


__ADS_2