Pahlawan Dunia / Heroes Of The World

Pahlawan Dunia / Heroes Of The World
BAB 15 (R) : Hubungan


__ADS_3

...Kota Larden...


...Kamar Freya...


•Warlen/Kentaro POV


Dimana aku.... ah, ya.. Orland memukulku sampai aku tak sadarkan diri, aku melihat cahaya dari lampu minyak berwarna kuning yang berada dilangit-langit.


Aku mendapati diriku sepertinya sedang berbaring diatas tempat tidur, ini tidak mungkin kamarku, aku ingat kamarku sudah hancur saat itu.


TCH! Tubuhku benar-benar mati rasa, sepertinya Orland tidak menahan dirinya saat itu, aku mendengar suara dari dalam tubuhku saat aku mencoba untuk bergerak.


Sepertinya ada beberapa tulang rusukku yang patah, nafasku cukup berat, kenapa aku tidak bisa menggunakan kemampuanku... Ah tidak, itu tidak benar.


Aku hanya tidak ingin menggunakannya, itu semua hanya alasanku yang berkata tidak aktif, hahahaha...


Aku mengerti alasan dari perbuatan Orland, tapi tetap saja hatiku terasa sangat sakit melihat Freya menangis saat itu, diriku ini benar-benar pria yang menyedihkan.


Tanpa sadar aku berkata-kata kejam seperti itu kepada Orland, hahaha.. aku pengecut yang selalu menyalahkan situasi sampai saat ini.


Sejujurnya, aku sama sekali tidak tertarik menjadi pahlawan, sejak awal pertama kali aku bertemu dengan Michael, perasaanku benar-benar menolak semuanya.


Semakin aku mendekat dengan jawaban yang kucari, kehancuran selalu mengekor padaku, apakah aku benar-benar layak menanggung gelar pahlawan?


Selama ini hanyalah diriku yang palsu yang bermain diatas permukaan tubuhku, ekspresi ceriaku, sikap bodohku, semua itu hanyalah bualan belaka.


Awalnya aku berfikir mungkin saja aku akan mengerti apa yang harus aku lakukan setelah mendengar perkataan Alexander saat itu.


Namun sedikit demi sedikit semua itu berbubah setelah aku mendengar perasaan Freya yang sesungguhnya.


Aku masihlah sangat lemah, ya itu benar.. pahlawan terlemah dari yang terlemah, seorang pria yang tidak jelas asal-usulnya yang dikontrak oleh dewa untuk menghancurkan iblis dan itulah aku sekarang...


Belajar untuk tidak menyerah? Orland.


Apa yang kau tau dari diriku, kau ingin aku membagi bebanku dengan kalian? Jangan bercanda.


Aku tidak ingin kehilangan siapapun lagi, aku tidak ingin kalian mengorbankan nyawa bagi pecundang seperti diriku lagi.


Kalian menaruh harapan yang besar terhadapku? HAHAHAHA! Baiklah akan kukabulkan semua harapan kalian.


Jika memang kalian membutuhkan seseorang yang menjadi monster untuk melindungi benua ini, maka aku akan menjadi monster bagi kalian semuanya.


" 'Return' " Ucapku.


Terlihat secara tiba-tiba tattoo di tangan kanan milik Warlen bercahaya, sebagai tanda bahwa Valkyrie telah kembali kedalam tangan miliknya.


"APA YANG KAU LAKUKAN!?" Teriak Valkyrie dengan nada marah di dalam kepalaku.


Aku mengerti dengan apa yang Valkyrie rasakan, tapi dia tidak akan mengerti dengan apa yang kurasakan.


"Diamlah!" Balasku membentaknya.


Aku ingin dia berpisah denganku saat ini, aku tidak mungkin bisa menahan semua beban yang akan kupikul jika aku harus terus-menerus bergantung padanya.


"Putuskan kontrak pahlawan milikku dengan dirimu, SEKARANG!!!" Bentakku sekali lagi.


Aku juga tidak ingin dia menjadi salah satu orang yang meninggalkanku nantinya, walaupun dirinya seorang malaikat, tetap saja ada kemungkinan untuk mati.


Selama aku masih lemah, bagiku sebuah kasih sayang hanya akan mendatangkan malapetaka.


•Valkyrie POV


Aku bisa melihat tatapan dan ekspresi wajahnya yang mulai dipenuhi kebencian, auranya benar-benar berbeda dari biasanya, aku merinding dibuatnya.


Apa ini semua karena Freya? Aku tidak mengerti, eh.. kenapa aku meneteskan air mata untuknya, hatiku terasa sangat menyakitkan.


Aku belum mengerti dengan perasaan hatiku saat ini dan tanpa sadar aku malah keluar dari tattoo kecil yang berada ditangannya dan berdiri disebelahnya.

__ADS_1


Aku memperlihatkan wujud fisikku padanya lalu menyembuhkan seluruh luka yang berada ditubuhnya.


" 'Arch Healing.' " Ucapku sambil menyentuh perutnya dengan lembut.


•Sakamichi/Warlen


"Siapa yang memerintahkan mu un-" belum selesai bicaraku, aku melihatnya menyembuhkan lukaku, aku melihat air matanya yang membasahi wajahnya.


Mengapa dia menangis, apa yang terjadi dengannya? Apakah aku terlalu berlebihan? Tidak! Ini harus dilakukan.


Aku harus meninggalkannya apapun yang terjadi, aku tak ingin kehilangannya, dikemudian hari.


"Hentikan Valkyrie, sudah cukup." Ucapku yang melihatnya semakin meneteskan air mata.


"SUDAH CUKUP!" Teriakku yang membentaknya .


Aku melihat dirinya terkejut mendengar suaraku yang semakin mengeras, dia terdiam membisu tanpa sedikit suarapun yang terdengar dari mulutnya.


Tubuhnya gemetaran, aku tau dia ketakutan terhadapku, tapi kutetapkan sekali lagi, aku ingin menjadi lebih kuat dan lebih kuat lagi, agar bisa melindungi kalian semua.


Kemudian tubuhku pun membaik setelah disembuhkan olehnya, kemampuan penyembuhan ini benar-benar hebat.


Aku beranjak duduk dan melihat sekelilingku, kemudian ada satu tempat tidur lagi disampingku, kamar siapa ini?


"Batalkan kontrak pahlawan milikmu, sekarang." Perintahku Valkyrie.


Tak lama berselang, aku melihatnya mulai merapalkan beberapa mantra, kemudian muncul cahaya dari tangan kananku, dan tattoo milikku menghilang.


Bersamaan dengan itu aku merasa kekuatan 'Time Dilation' dan 'Time Stop' miliknya ditarik keluar dari tubuhku.


Aku tahu resikonya, dengan kehilangan tanda pahlawan itu berarti kekuatanku akan menurun drastis. Aku juga merasakan inti sihir dalam tubuhku mulai sedikit berkurang.


"Apa yang kau lakukan disini, cepat pergi!" Perintahku membentaknya.


Seusainya aku melihat dirinya pergi dari kamar ini dengan berlinangan air mata, dan tanpa sepatah kata sedikitpun.


Aku berencana untuk pergi keluar dari Kota Bawah Larden ini menuju ke Altares yang berada di Reruntuhan Kota Larden, instingku berkata aku harus pergi kesana.


Aku menggunakan baju hitam itu, namun kelihatannya ukurannya cukup kecil bagiku.


Apakah ini milik Valkyrie? Sepertinya bukan, dia selalu mengganti pakaiannya dengan sihir.


Ini benar-benar pakaian milik wanita, ternyata bajunya tidak menutupi pusarku, yasudahlah... saat ini hanya ada pakaian ini.


Entah kenapa pakaian ini kelihatannya terbuat dari bahan yang cukup mahal, dari kelenturan dan kelembutannya sudah terasa.


Aku juga sempat melihat ada sebuah kantung berisikan beberapa koin emas disebelah kanan bantal kepalaku. Apakah Valkyrie yang meninggalkannya disini?


Siapapun yang meninggalkan kantung berisi emas ini, Terima Kasih. Aku juga sempat menulis surat dan menaruh tiga keping koin emas sebelum meninggalkan kamar ini.


Tak kusangka ada sebuah meja mewah yang berada tepat disebelah kanan pintu keluar kamar ini, sepertinya pemilik kamar ini adalah orang kaya.


Setelah semuanya selesai akupun mulai pergi meninggalkan ruangan ini.


Mulai dari saat ini aku bertekad untuk menjadi lebih kuat agar bisa melindungi mereka semua, walau harus menjadi monster sekalipun.


...Kedai Makanan...


Terlihat Freya sedang mendengar perkataan Valkyrie tentang kejadian yang dialaminya barusan, Garm juga duduk disebelah Valkyrie sambil meminum Susu Almondnya.


•Freya POV


Rupanya malaikat ini cukup keras kepala juga ya, aku sudah berusaha membujuknya untuk ikut bersamaku menemui Warlen, namun tetap saja dia menolak.


Sepertinya aku harus pergi sendirian, Garm juga menyarankanku agar tidak bertindak gegabah saat berbicara dengannya, aku masih tak bisa percaya, dia berada disana saat itu 'Makam Alexander'.


'Anak remaja memang sulit diatur, sebenarnya apa yang sedang kau rencanakan Warlen' Ucap batin Freya sambil berdiri dari kursinya, kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


•Garm POV


Terlihat Garm berusaha menenangkan Valkyrie yang menangis sambil mengelus-elus rambutnya dengan lembut.


Kurasa Parfait Buah Beri tidak bisa meningkatkan semangatnya, tapi apakah mungkin jika Warlen menyukai Freya? Lalu bagaimana dengan Helena? Valkyrie? dan mungkin nanti aku juga akan disukai oleh dirinya, menjijikan.


Kurasa yang benar-benar mengetahui kalau diriku adalah seorang wanita hanyalah ibuku, tidak-tidak mungkin Alexander atupun Orland mengetahui hal ini, hmm.... mungkin aku terlalu memikirkannya.


Tunggu.. sebenarnya apa yang dia rencanakan setelah memutus hubungannya dengan Valkyrie? Aku masih tidak mengerti, namun yang kupahami saat ini, nona malaikat ini benar-benar patah hati.


Dia ini, tidak ada henti-hentinya menangis, Warlen.. kau benar-benar pria yang 'brengsek'..


Dengan senyum lembut Garm berusaha untuk menenangkan Valkyrie dalam pelukannya.


...Kamar Freya...


Nampaknya Freya sedikit terlambat, dia melihat beberapa helaian balutan perban yang sudah tersobek-sobek diember sampah miliknya, kemudian.


•Freya POV


Jadi begitu ya, dia sudah pergi dari sini, aku memperhatikan sekililingku, mendapati baju tidurku yang sudah tidak ada diatas meja, dan kantung koin emas yang sengaja kuletakkan disebelahnya juga sudah tidak ada.


Aku mulai membalikkan badanku untuk pergi dari kamarku, namun sekilas aku melihat tiga keping koin emas dan pesan tulisan berada tepat diatas mejaku.


Tulisan siapa ini kenapa jelek sekali, pikirku pertama kali melihatnya.


_____________________________________________


Kepada siapapun pemilik kamar ini, terima kasih telah merawatku, siapapun dirimu aku pasti akan membalas hutang budiku padamu.


Maafkan aku yang tidak bisa berterima kasih dan berpamitan langsung padamu, saat ini aku ada tugas mendadak yang harus kulakukan sendirian.


Aku juga sempat meninggalkan tiga keping koin emas diatas pesan ini, mungkin kantung emas itu milikmu, sementara aku pinjam dulu, nanti akan kukembalikan saat kita bertemu.


Aku hanya ingin menjadi lebih kuat agar bisa melindungi kalian semua.


Valkyrie - Aku minta maaf atas sikapku barusan, jika tidak kulakukan kau akan bersikeras menolaknya.


Freya - Aku berjanji tidak akan mengecewakan Alexander.


Orland - Aku minta maaf atas sikapku waktu lalu.


Garm - Aku tau kau adalah seorang wanita, Alexander memberitahuku.


Helena - Aku minta maaf tidak


mengunjungimu akhir-akhir ini.


^^^Terima Kasih^^^


^^^Warlen Lilith Eirini^^^


^^^_____________________________________________^^^


"Bodoh" Ucapku sambil tersenyum kecil.


Sekarang aku mengerti kenapa dia meninggalkan kami, sepertinya aku harus menjelaskan semuanya kepada Valkyrie dan Garm.


'Alexander, aku tidak mengerti dengan pemikiran pahlawan ini.' Kata hatiku sambil memandang secarik pesan ini.


Terlihat Freya meninggalkan kamarnya sambil membawa surat yang ditulis oleh Warlen.


END. .


______________________________________


Pesan Penullis :

__ADS_1


Jika ada kesalahan kata saya mohon maaf, semoga kalian menikmati cerita saya.


Terima Kasih


__ADS_2