Pahlawan Dunia / Heroes Of The World

Pahlawan Dunia / Heroes Of The World
BAB 31 : Cobaan Kedua!


__ADS_3

...Gate of Goddess Palace...



Terlihat Freya baru saja sampai dijembatan yang melayang-layang diatas langit itu, tak banyak pikir Freya terus saja berjalan menuju ke arah bangunan yang berada diujung jembatan tersebut.


Tap.. Tap.. Tap.. Suara langkah kaki Freya yang terus maju menuju bangunan itu.


'Tempat ini berada diatas langit, sekelilingku juga hanya ada awan-awan yang mengitari tempat ini, aku juga tidak bisa melihat daratan dari atas sini, benar-benar seperti dongeng.' ucap benak Freya sambil berjalan kearah tempat itu dengan perlahan.


Kruyuk~ Growl~ Bunyi dari perut Freya yang keroncongan.


Freya memegang perutnya dengan wajah cemberut, "kenapa... harus sekarang..." ucap Freya pada dirinya sendiri yang sedang menyesal, Freya-pun merogoh-rogoh kantungnya.


"Pyrios sialan, setidaknya biarkan makananku tetap dalam keadaan utuh." ucap Freya kesal yang sedang melihat makanan didalam kantungnya gosong tak ada sisa, hanya debu.


Dengan perut yang keroncongan, dan rasa haus yang sangat membuatnya menderita, Freya terus berjalan kearah bangunan itu.


Beberapa menit kemudian. . .


Akhirnya Freya sampai didepan bangunan itu, dia berdiri sambil menatap sebuah pintu gerbang tanpa gagang dan juga tertutup berwarna abu-abu, 'Kenapa tidak ada orang sama sekali disini?' ucap benaknya.


Tiba-tiba diatas bangunan yang paling tinggi itu terlihat ada sesosok pria dengan sayap emas dan tombak ditangan kanannya serta perisai ditangan kirinya, sedang berdiri memperhatikan Freya yang sudah berada didepan pintu itu.



......Pict From Google......


"Freya Duskford Eirini" ucap pria itu kecil sambil melihat kearah Freya, kemudian dia membentangkan sayapnya yang besar itu dan terbang menuju ketempat Freya dengan sangat cepat


Freya yang merasakan kehadiran seseorang dengan sangat cepat kearahnya langsung menggunakan kemampuan milik Valkyrie,


"Time Dilation" ucap Freya kemudian dengan sangat cepat juga dia bergerak menjauhi pintu dan pria bersayap yang turun dari atas bangunan itu.


Drap! Sret! bunyi dari gesekan sepatu zirah besi Freya yang menyeret tanah saat menjauh dari sana.


"Sama seperti laporan Pyrios." ucap Pria itu kemudian dia memperhatikan Freya dari ujung rambut atas sampai ujung kaki.


'Siapa orang bersayap ini, salah satu Dewa?' ucap benak Freya sambil memperhatikannya.


"Freya Duskford Eirini, seorang keturunan pahlawan yang memiliki inti sihir berwarna oranye dan pengguna element petir. Aku adalah Carneus seorang dewa yang akan menjadi pengujimu yang kedua." Jelas Carneus sambil menatap Freya.


Freya yang mendengar itupun langsung terdiam waspada, dia melihat sekelilingnya, memperhatikan pergerakan sekecil apapun yang ditamplikan oleh pandangan matanya.


"Krendelnig" ucap Carneus itu, kemudian tiba-tiba dari pijakan tempat Freya berdiri muncul sebuah lapisan sihir berwarna hitam logam lalu mengurung seluruh tubuh Freya sampai habis.


^^^Seperti bola seukuran manusia atau Human Hamster Ball.^^^


...Penghakiman Darah...


"Tempat apa ini? aku tidak bisa melihat apa-apa." ucap Freya sambil meraba-raba sekelilingnya dengan telapak tangannya, tapi tiba-tiba saja ada yang menyentuh tangan Freya.


Freya yang terkejut dengan sentuhan tangan itu langsung berusaha untuk mengambil pedangnya yang diikat dipinggangnya, 'Kemana!? Senjataku dimana!?' kata batin Freya yang terkejut tidak bisa menemukan senjatanya.


"Lightning Expolsion!" ucap Freya yang berpikir untuk menggunakan kekuatannya, Freya menyadari dia tidak bisa merasakan inti sihir yang terletak diantara dadanya itu.


"Ini.. tempat apa ini?" kemudian, berangsur-angsur ada sedikit cahaya berwarna merah dari atas langit yang mulai menerangi tempat itu.


Tak disangka-sangka Freya sangat terkejut ketika melihat sekelilingnya dipenuhi oleh keluarga, kerabat dan bahkan rekan-rekannya yang masih hidup ataupun yang sudah mati.


Mereka semua mulai berjalan kearah Freya secara perlahan seperti mayat hidup, mata mereka berwarna merah darah, wajah mereka penuh dengan noda tanah yang hitam, dan cakar tangan mereka yang tajam juga panjang.


Freya melihat sekelilingnya dan mendapati dirinya sedang berada sangat dekat dengan bulan yang berwarna merah dan juga bintang-bintang, dia menggunakan awan sebagai pijakannya.



......Pict From Google......


Dari permukaan bulan yang berwarna merah darah itu keluar banyak sekali tubuh penduduk dari Kerajaan Duskford dan Vinziala.


Freya yang tak percaya dengan keadaan ini mulai merasakan ketakutan yang membuat tubuhnya gemetar dengan sangat hebat, jantungnya berdegup sangat kencang seakan-akan dia dihadapkan dengan kematian.


Orang-orang yang sebelumnya beralan kearah Freya mulai mengelilinginya membentuk lingkaran dan mulai mencaci maki dirinya, mereka semua menyalahkan Freya atas kematian mereka, terus dan terus-menerus menyalahkan Freya.

__ADS_1


Freya yang mendengar itu mulai merasa ketakutan, dia terus menerus membantah omongan mereka, sampai akhirnya Freya dikejutkan dengan penampakan Alexander diantara orang-orang itu.


"Ti...Tidak.. Mungkin.." ucap Freya sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya, matanya yang mulai berkaca-kaca, dan perasaan di hatinya yang sangat tidak bisa dijelaskan oleh kata-kata.


Freya mulai meneteskan air matanya, perasaan rindunya-pun pecah, dia mulai berlari kearah Alexander, sampai akhirnya tinggal selangkah lagi Freya bisa memeluk Alexander, namun tiba-tiba saja, 'Gungnir' ucap seseorang dari belakang Alexander, JRASH! Suara dari tombak yang menembus tubuh Alexander, dan kemudian orang itu menghilang ditelan awan.


Alexander yang tertembus tombak-pun mulai terjatuh.


brug.. suara dari Alexander yang terjatuh.


"A..Alex.." ucap Freya yang mematung karena terkejut, air matanya semakin mengalir deras, dia menghampiri tubuh Alexander, merangkulnya dengan tangannya, kemudian memeluknya sambil berkata "Maafkan Aku"


Akan tetapi, tak disangka-sangka pujaan hatinya malah mengatakan hal yang sebaliknya, "Kenapa kau tidak mati saja? Freya?" ucap Alexander dengan nada memerintah.


"A...Apa yang kau katakan Alex?" Tanya Freya yang terkejut mendengar perkataan Alexander.


"Kau adalah kegagalan terbesarku." ucap Alexander dengan nada yang marah.


Freya yang masih tak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Alexander pun menanyakan hal yang sama.


"Kau gagal melindungi penduduk yang aku lindungi, kau menelantarkan mereka dan malah pergi ke makamku setiap hari, saat ini mereka sudah mati karena kegagalanmu sebagai ratu yang seharusnya memimpin mereka.


Kau pergi ke makamku untuk menangis dan tiba-tiba saja Warlen melihat hal itu, lalu memutuskan kontraknya dengan Valkyrie, kemudian Orland pergi ke Lembah Logam.


Valkyrie membuat kontrak dengan dirimu dan kemudian dia tewas, Helena kehilangan senjata sucinya, Identitas Garm yang diketahui oleh Kerajaan Zealos, Miresk yang kehilangan nyawanya karena menolong Audelia, dan Warlen yang kehilangan sayapnya.


KAU PIKIR KAU BENAR!? FREYA?!"


Jelas Alexander sambil menatap wajah Freya dengan penuh amarah, Freya yang mendengar hal itu seketika diam mematung, dan kemudian tiba-tiba saja Alexander membuka mulutnya.


JRASH! Gigit Alexander pada tubuh Freya,


Freya yang terkejut mulai berlari meninggalkan Alexander, dia berlari sekuat tenaga, dia pergi meninggalkan mereka semua dengan perasaan ketakutan dan wajah yang menangis pilu.


Na-as Freya terkepung oleh mereka semua, kemudian semua mayat hidup yang berada disekelilingnya menangkapnya dan mulai memakan dan menggerogoti tubuhnya hidup-hidup.


Mereka menyobek sedikit demi sedikit tubuh milik Freya, menariknya dengan sekuat tenaga, mereka memutuskan kakinya dengan cakarnya, mereka memutuskan tangannya dengan cakarnya, mereka mencungkil mata kanannya, dan sampai akhirnya memenggal kepala Freya.


Kemudian, JRASH! Bunyi dari gigitan Alexander yang menggigit kepala Freya lalu membunuhnya.


Beberapa saat setelahnya. . .


Terlihat Freya yang baru saja terbangun dari kematiannya dengan tubuh yang utuh, dia pun duduk dan melihat sekelilingnya, kemudian.


"Tidak.. mungkin..." ucap Freya yang terkejut melihat bulan yang berwarna merah darah itu, Freya diam mematung menatap kearah bulan yang mulai mengeluarkan mayat-mayat hidup dari permukaannya.


Freya yang ketakutan dan terpojok-kan mulai kehilangan kesadaran dirinya sendiri, dia terjatuh karena kakinya yang lemas karena gemetar, dia mulai menutup kedua telinganya dengan tangannya, dia menyembunyikan wajahnya dengan rambutnya, dan berharap ini semua akan segera berakhir.


Kejadian yang sama-pun terus menerus terulang atau singkatnya Time Loop.


......Gate of Goddess Palace......


Terlihat Carneus mengamati perkembangan Freya dengan menggunakan sihir seperti proyektor yang muncul dilapisan luar bola itu,


"Sifat yang paling mendasar dan tertanam didalam manusia adalah rasa takut, mereka akan menjadi ganas atau melunak jika mereka merasakan perasaan itu, akan tetapi perasaan takut yang kau rasakan akan menjadi kekuatanmu. Apakah kau seorang pemangsa atau seorang yang dimangsa?" ucap Carneus kemudian terbang dan pergi meninggalkan bola hitam itu.


Empat hari-pun berlalu setelah Freya dikurung didalam Krendelnig, terlihat Carneus sedang berdiri tepat diujung tertinggi bangunan itu, sambil memperhatikan bola hitam miliknya.


Tiba-tiba terdengar bunyi retakan dari lapisan bola hitam itu, Crack! Crack! dan nampak Carneus tersenyum puas melihat hal ini,


Trang! bunyi dari pecahan bola itu.


Terlihat Freya sedang berdiri tegak menatap langit dengan tubuh penuh darah, luka bekas gigit, dan luka bekas cakaran dari mayat hidup itu.


"Freya Duskford Eirini! Aku Dewa Carneus! Mengakui-mu! Kau lulus!" ucapnya dengan nada lantang, dan kemudian pintu itu-pun terbuka.


Tak pikir panjang, dengan tubuhnya yang penuh luka, baju zirahnya yang hancur Freya tetap berjalan menuju kepintu itu, namun tiba-tiba Carneus turun dari atas bangunan itu kehadapan Freya.


Freya nampak tidak terkejut dan memandang pria itu, Freya mengacuhkannya laku berjalan melewatinya, "Freya Duskford Eirini... aku ingin memberimu satu saran, terus-lah berpegang teguh dengan tujuanmu" ucap Carneus kemudian terbang pergi meninggalkan Freya.


Freya yang.nampaknya tidak memperdulikan perkataan Carneus mulai berjalan dan terus berjalan kearah pintu itu, kemudian tiba-tiba saja tubuh Freya terhisap kedalam pintu itu.


'Begitu ya, dia lulus bukan hanya karena keberuntungan, ternyata ada orang yang menamparnya saat didalam sana, dan itu menyadarkannya lalu menghajar seluruh mayat hidup itu sampai habis.' ucap Carnus dalam benaknya yang sudah berdiri kembali di paling atas bangunan itu.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian. . .


Terlihat Freya yang terpidahkan ke sebuah lapangan luas berbentuk lingkaran beserta dengan bangku-bangku kosong yang biasanya akan dipenuhi oleh penonton, seperti colloseum.


'Ugh... kepalaku sedikit pusing' ucap Freya dalam benaknya sambil memegangi kepalanya dan memperhatikan sekelilingnya untuk memeriksa keadaan 'tempat apa lagi ini?' .


"Freya Duskford Eirini, seorang perempuan yang sangat tangguh dari ras manusia, datang ketempat ini, Asgard. Untuk bertemu dengan Dewi Freyja yang juga seorang Valkyrie, hati yang kuat dan tulus ada padanya! Aku Odin! Dewa dari segala Dewa yang juga penguasa Asgard! memerintahkan tiga ribu pasukan prajurit untuk menjadi penguji akhirmu. Kuharap kau dapat bertahan dari serangan mereka, dengan begitu kau dapat kembali bersama dengan Freyja." Jelas Odin.


'Suara dari langit? pasukan prajurit?' tanya Freya dalam benaknya sambil memegang senjatanya ditangan kirinya, tak lama berselang Freya melihat banyak sekali prajurit yang muncul dari segala sisi arah lapangan itu.


Terlihat para Prajurit itu hanya bersenjatakan tombak dan pisau, Drap! Drap! Drap! Drap! Drap! suara dari langkah kaki prajurit yang berlari dan menyerang Freya dari segala arah.


"Dynamic Lightning Field" ucap Freya kemudian muncul bola kecil petir oranye itu, lalu Freya mulai menyerang mereka dan juga memotong motong tubuh mereka dengan pedangnya.


Para prajurit itu menyerbu Freya dengan membabi buta tanpa rasa takut sedikit-pun, dikarenakan kondisi Freya yang masih buruk akibat pertarungan sebelumnya, berdampak pada pertarungan-nya yang sekarang dan membuat dirinya lengah.


Freya mengalami luka tusuk dari tombak yang menembus tangan kirinya, namun tak pikir panjang Freya terus-menerus bertarung dengan mereka, kemudian.


'Aku baru saja mendapatkan kekuatan in setelah pertarunganku dengan para mayat hidup itu, kuharap ini berhasil' ucap Freya dalam benaknya sambil mengangkat pedangnya dengan tangan kanannya, seperti posisi seorang ksatria yang memberi hormat.


"Overcharge" ucap Freya kemudian muncul sebuah aliran petir oranye yang terletak dan berkumpul menjadi satu diujung pedangnya, kemudian memanjang keatas.


Freya pun mulai menyerbu keremununan prajurit itu seoang diri, tanpa pikir panjang dia terus mengayunkan pedang Overcharge-nya , tanpa rasa ragu dan takut Freya terus maju.


Pertempuran terus berlanjut dari sore hari hingga ke tengah malam.


Terlihat Freya berhasil melewati itu semua, dan sedang tertidur dikubangan darah prajurit itu, baju zirah miliknya hancur, darah dari para prajurit yang dibunuh olen Freya membasahi seluruh pakaiannya yang berwarna hitam, seluruh tubuhnya dipenuhi darah, dan rambutnya yang berwarna putih kini berwarna merah.


"Kau Lulus.." ucap Odin dari langit Asgard.


Tiba-tiba muncul lingkaran sihir yang berada dibawah tubuh Freya, dan mentelportasinya.


Beberapa saat kemudian. . .


...•Tengah Malam•...


...Goddess Temple...


Terlihat Freya yang sedang tertidur pulas didepan perisai pelindung yang berwarna kuning itu, dan nampak juga Pyrios yang sedang melindungi Freya dari serangan monster dan juga iblis-iblis itu.


Namun tiba-tiba muncul seorang wanita dengan rambut perak panjang dengan mata yang merah sedang duduk memperhatikan Pyrios yang bertarung, "Butuh bantuan?" ucapnya.


"Lebih baik kau minum saja bir-mu dan makan Parfait Buah Beri kesukaanmu, padahal sebelumnya kau merengek agar bisa keluar dari Asgard, permintaanmu ditolak oleh pemimpinmu dan lalu kau kabur ke surga. Bertemu dengan Michael, mendapatkan kontrak pahlawan, dan sekarang kau menjalin kontrak dengan wanita ini (Freya). Ditambah lagi kau cukup curang Freyja, meninggalkan kekuatan Valkyrie pada orang ini, BOCAH!" Jawab Pyrios padanya dengan nada yang mengejek sambil melihat kearah tubuh Freya.


"Yah... aku menyukai teman-temanku, dan lagipula aku tidak bisa terus-menerus berlindung di Asgard, suatu saat Surtur pasti akan menyerang Benua Elzia yang saat ini dikuasai oleh penguasa Lucifer, dan jangan pernah lagi panggil aku Freyja, panggil saja Valkyrie." Jawab Valkyrie yang sedang duduk dipinggir itu.


Terlihat Pyrios terkejut dan sedikit kecewa melihat Valkyrie, "Ternyata memang benar, setelah kematian tidak hanya dirimu yang menyusut, bagian lain-pun ikut menyusut, aku sedikit kecewa, mau bagaimana lagi, seorang bocah tetaplah bocah...." ucap Pyrios sambil menggelengkan kepalanya.


"Masih sama ya, aku ingin memukul wajahmu yang berbulu itu sekali saja, BOLEH KAN!?" ucap Valkyrie yang kesal sambil menatap wajah Pyrios yang mulai membuka helm Armornya.


...



Pict From Google...


"Coba saja kalau kau berani, Bocah!" ucap Pyrios yang menatap kearah Valkyrie dengan senyum mengejek.


...



Pict From Google...


_____________________________________________


BAB VIII PART 5 : THE PAST


Pesan Penullis :


Jika ada kesalahan kata saya mohon maaf, semoga kalian menikmati cerita saya.


Terima Kasih

__ADS_1


__ADS_2