Pahlawan Dunia / Heroes Of The World

Pahlawan Dunia / Heroes Of The World
BAB 50 : Hampir Lepas Kendali


__ADS_3

Malam masih panjang, beberapa saat telah berlalu. Warlen yang baru saja tiba ke Hutan Ivory, tak banyak pikir dan langsung menghajar habis raja naga itu tanpa ampun.


Namun ada beberapa hal yang membuat rekan-rekan lamanya sedikit khawatir, sebab tekanan kekuatan Warlen yang dirasakan oleh mereka, sungguh berbeda dengan tekanan dari kekuatan Warlen yang biasanya.


Nafas mereka terasa berat, perasaan mereka takut, bahkan seluruh tubuh mereka kaku tak dapat bergerak.


Mereka hanya bisa menatap sesosok bayangan iblis hitam dengan mata merah menyala yang sedang menyelimuti rekan seperjuangannya itu.


...•••...


Warlen melepas segel milik Altares yang berada dipunggungnya, mengencangkan kepalan tangannya. Menghajar tak memberi ampun Raja Naga itu, ia mendengar suara teriakan yang menyakitkan, diiringi dengan pukulan keras yang dilancarkannya.


BUAGH! BUAGH! BUAGH! BUAGH! BUAGH! BUAGH! BUAGH! BUAGH! BUAGH! BUAGH! BUAGH! BUAGH! BUAGH! BUAGH! BUAGH! BUAGH!


Warlen terus menerus melancarkan serangan tinjunya yang tanpa henti sambil menggunakan kekuatan element air, api, tanah, petir, dan angin yang terus melapisi seluruh serangannya.


Warlen mengganti-ganti seluruh element yang berada pada kepalan tinjunya, dirinya terus memukul wajah pria naga itu hingga taringnya lepas, menghantam tubuh raja naga itu hingga memuntahkan darah, dan yang terakhir dia mencekik Azgav dengan tangan kanannya.


Warlen mengangkat tubuh orang yang sudah melukai temannya itu keatas, mematahkan tanduk yang menjadi simbol kebanggaan musuhnya.


Kemudian ia melancarkan pukulan tangan kirinya yang bercampur dengan seluruh elementnya, api, air, angin, tanah, dan petir. Dia memukulnya dengan teknik one inch punch kearah perut dari Sang Raja Naga itu.


BUUUUUMMMMMMMMM!!!


Pukulan dari tangan kiri pahlawan kesepuluh itu, membuat tekanan udara disekitarnya berubah, hempasan anginnya amat kuat, hawa panas bercampur dingin, debu bercampur angin topan dan petir yang keluar dari tinjuannya.


Ledakan itu bahkan sampai harus membuat semua seluruh rekannya yang berada cukup jauh harus melindungi diri dari ledakan serangan itu.


"B-B-B*jing*n!!!" Teriak Pria naga itu yang ternyata masih dalam keadaan tercekik, dia tak menyangka akan ada orang yang kuat seperti Jorgan.


"Jadi.. Kau masih hidup ya..? Balas Warlen dengan nada yang mengerikan, diiringi oleh perubahan matanya yang merah menyala seperti berlian.


Nampak sangat terlihat Warlen benar-bensr sengaja menggunakan kekuatan mata itu dihadapan Azgav. Diamond's Eye.


Azgav tentu terkejut tak terkira, hal yang sangat tak terduga terjadi dihadapan matanya. Dia merinding ngeri menatap kedua mata mantan pahlawan kesepuluh itu.


Namun siapa sangka, Raja Naga itu meludahi wajah Warlen dengan darah yang terkumpul dimulutnya.


"Siapa.. yang memberikanmu izin untuk memukulku?" Ucap Azgav dengan nada yang marah tekanan udaranya menguat, ia tau saat ini nyawanya terancam.


Namun dia juga tak pikir panjang, dia langsung menggunakan kakinya untuk menyerang Warlen dengan sekuat tenaga rundhouse kick-nya.


BUAGH!!!


Tendangan itu membuat Warlen harus melepaskan cekikannya pada Azgav, kaki raja naga itu nampak tepat mengenai wajah dari pahlawan itu, membuatnya terpental jauh kebelakang.


Nampak dari kejauhan Warlen membalikan tubuhnya sekaligus menahan dorongan tendangan Azgav dengan kedua kaki dan tanganya yang terbenam ketanah hingga menyeretnya cukup jauh.


"Kau dan Jorgan, kalian berdua sama-sama br*ngsek." Geram Azgav yang pada saat ini terlhat sedang memfokuskan kekuatan untuk menyembuhkan dirinya.


Nampak Warlen sama sekali tidak terganggu dengan perkataan itu, ia hanya menatap raja naga itu dengan tatapan sinis, selagi berpose seperti seorang petarung tanpa senjata.


Nampak jelas kekuatan pengekang Azgav Diamond's Force mulai aktif kembali, Warlen kelihatan akan sedikit dirugikan saat keadaan memaksa dirinya harus melakukan serangan jarak dekat.


Walaupun Warlen tak dapat menggunakan kekuatan penuhnya ketika berada didalam jangkauan sihir pengekang itu, dirinya juga memiliki Diamond's Eye.


Jorgan sempat bertemu Warlen sebelum dirinya sampai ditempat ini, dan berkat kekuatan itu juga, Warlen dapat mengekang kekuatan milik Raja Naga itu.


Keadaan kini seimbang, sebab keduanya memiliki kekuatan masing-masing untuk mengekang sihir satu sama lain, sebab itu mereka berdua terpaksa harus beradu pukulan tangan kosong.


Namun Azgav terlihat akan lebih diunggulkan karena dirinya memiliki tubuh dan juga ingatan dari Jorgan yang mengingat banyak teknik bela diri.


Kondisi yang dimiliki Warlen kurang lebih akan sama, pasalnya pada saat berada dibumi dia adalah seorang master dari taijutsu, sejenis ilmu bela diri tangan kosong.


Kali ini keduanya sama-sama bergerak kearah satu sama lain dengan kecepatan tinggi, mereka beradu pukulan, kecepatan reaksi, kecerdikan, teknik dan ketahanan tubuh.


Mereka berdua terlihat sama kuat, namun tak disangka-sangka Azgav memiliki pertahanan yang lebih kuat dari Warlen, tubuhnya sekeras berlian. Membuat pukulan bertubi-tubi dari pahlawan kesepuluh itu kurang efektif.


Sampai akhirnya.


BUAGH!!!!! DUM!!!

__ADS_1


Terdengar suara pukulan keras yang melayang ketubuh Warlen, bahkan hentakan kaki dari raja naga itu menimbulkan getaran yang meretakkan sekitarnya.


Pukulan itu menghancurkan zirah besi hitam milik Warlen dan mengenai tubuhnya, membuatnya terpental jauh kebelakang dengan kuat bersamaan dengan darah yang keluar dari mulutnya.


Azgav yang tak ingin kehilangan momentum langsung melesat mengejar Warlen yang masih terhempas diudara, dia menendang perutnya lagi kebelakang hingga membentur, menembus, dan menumbangkan pepohonan sampai jauh.


BRAK!!! BRAK!!! BRAK!!! BRAK!!! BRAK!!! BRAK!!! BLAAAAARRRRR!!!!


Dapat dilihat pria berambut coklat itu berhenti saat menabrak bebatuan besar dengan sangat keras, mulutnya terbuka memuntahkan darah, badannya terasa sakit saat menabrak dinding bukit, dan parahnya organ dalam tubuhnya rusak.


...•••...


"SIAPA YANG MEMBERIKANMU IZIN UNTUK MENGGUNAKAN BOLA MATA MILIKKU!?" Teriak marah pria naga itu dari kejauhan dengan posisi bersiap-siap untuk melesat kearah Warlen.


Namun tiba-tiba saja dia malah mendapatkan pukulan sekaligus tendangan keras yang bertubi-tubi mengarah tepat sekujur tubuhnya dari atas kepala sampai kaki.


BUAGH!!! BUAGH!!! BUAGH!!! BUAGH!!!


Azgav terkejut tak menyangka akan ada pukulan yang dilancarkan secara beruntun dari kejauhan, dia memandang dalam-dalam kearah hutan sekaligus memperhatikan datangnya serangan itu.


Namun anehnya, seketika itu juga serangan beruntun itu berhenti seiringan dengan hembusan angin yang amat kencang, meniup daun-daun hijau hingga berterbangan kesana-kemari.


"KAU TAK BISA BERSEMBUNYI SELAMANYA!!!" Teriak raja naga itu yang marah, kemudian dia mendengar hembusan angin yang datang kearahnya, matanya melirik kekanan dan kekiri, mencari keberadaan pahlawan kesepuluh itu.


...•••...


Nampak saat ini Azgul sang raja serigala sudah siuman, namun tubuhnya mengecil bahkan dirinya harus dibopong oleh seorang gadis kecil berbaju bangsawan putih dan seorang wanita berambut oranye.


Didampingi juga dengan seorang wanita berzirah putih dan seorang gadis kecil berbaju bangsawan hitam, mereka semua baru saja tiba dipinggiran kawah itu menemui wanita berambut hitam dan biru, bersama dengan pria bercodet.


Mata mereka semua sekarang sedang melirik cemas dan kebingungan kearah rekan mereka, yang saat ini sedang bertarung dengan raja naga itu.


Namun tak disangka-sangka, mereka hanya dapat melihat seorang pria dengan tanduk patah yang saat ini sedang sendirian berteriak-teriak kearah pepohonan tumbang didepannya.


"D-Dimana Warlen?" Ucap seorang wanita berzirah putih itu sambil melihat kesekelilingnya dengan raut wajah yang keheranan.


Nampak teman-temannya yang lain juga sedang bertanya-tanya dalam benak mereka masing-masing, dengan perasaan yang panik, gelisah, dan takut.


Siapa sangka, mereka semua terkejut saat melihat raja naga itu meningkatkan pertahanannya, dan kemudian melesat kearah mereka semua.


...•••...


Azgav yang sepertinya sudah memperhitungkannya langsung mengubah posisinya kedalam mode bertahan maksimum sekaligus bersiap menahan serangan Warlen.


Namun tak ada yang menyangka, dirinya kalah cepat dengan kecepatan Warlen yang bahkan terlihat sudah berada tepat dihadapan matanya sambil bersiap meninju wajahnya.


Kerugian itu membuatnya kembali terkena tinju dari Warlen yang keras, menghempaskan tubuhnya hingga jauh terseret kearah kawah itu dan membentur tengahnya.


BLAR!!!


Diiringi dengan suara hancurnya tanah itu, Warlen yang tak ingin berhenti nampak mulai melesat kearah Azgav dengan kecepatan yang lebih tinggi.


Dalam keadaan terbaring Azgav yang tak dapat bergerak, melihat kedua tangannya tertahan lutut musuhnya, dan tubuhnya yang diduduki oleh Warlen bersamaan dengan tinju beruntun yang mengarah tepat kewajahnya berulang kali.


Warlen yang benar-benar geram terus menghajar wajah dari Raja Naga itu sampai membuat kedua kepalan tangannya membiru dan berdarah.


Walaupun dia merasakan sakit di sekujur kepalan tangannya, dirinya tetap melancarkan serangannya bertubi-tubi sampai pada akhirnya Raja Naga itu terlihat tak sadarkan diri.


Keadaan itu membuat membuat kekuatan pengekang milik Azgav Diamond's Force tak lagi aktif disekitar dirinya, Warlen yang nampak masih terselimuti kegelapan tetap terus menerus melancarkan serangan beruntunnya.


Dia mematahkan leher Azgav dengan tinjunya, meremukkan tengkorak kepala pria naga itu dengan kedua tangannya, dan yang terakhir dia mengumpulkan seluruh inti sihir dan seluruh element ditangan kirinya.


"Jangan tidur, naga kecil." Ucap Warlen seraya menghantam bagian tangan kanan dari Azgav.


BUMMMM!!!!


Kali ini pukulannya lebih kuat dari yang pernah dilancarkan Warlen sebelumnya, bahkan dampak ledakan dari pukulan tangan kirinya membua tangan kanan dari Azgav terputus sehingga membuat raja naga itu siuman.


Pria naga itu tersadar dengan raut wajah yang ketakutan, perasaan didalam hatinya terus meneriakkan untuk berlari sejauh mungkin ketika matanya bertemu dengan mata Warlen.


Dalam keadaan itu juga dirinya terus menahan rasa sakit dari tangannya yang terputus bersamaan juga dengan kucuran keringat dingin keluar diwajahnya.

__ADS_1


"Sssst.. Jangan berteriak. Aku baru memutuskan satu tanganmu, kulakukan itu karena kau sudah menyentuh teman-temanku." Ucap Warlen dengan nada yang lembut, seraya tersenyum menatap kearah raja naga yang ketakutan itu.


BUUUUM!!!!!


Sekali lagi terdengar Warlen mengeluarkan pukulan kekuatannya, dan kali ini dia memukul raja naga itu dengan tangan kanannya, membuat tangan sebelah kiri raja naga itu menghilang.


Dapat dilihat raja naga itu ingin berteriak kesakitan, namun mulutnya langsung ditutup oleh Warlen bersamaan dengan wajahnya yang mendekat mengerikan.


Warlen sempat menoleh dan melirik kearah teman-temannya yang sedang menunggunya diatas kawah.


"Sssst.. Sudah kubilang, jangan berteriak. Kalau kau berteriak, nanti teman-temanku akan menganggapku sebagai pria yang kejam." Ucap Warlen yang sedikit demi sedikit berubah menjadi seekor iblis, tanduk dikepalanya mulai keluar, matanya merah ruby menyala menatap kedua bola mata milik Azgav dari jarak dekat.


"Bagaimana rasanya? Sakit kan?" Tanya Warlen dengan nada kejam bersamaan nafasnya yang mengeluarkan asap mengerikan.


CRAT!!!!!!!


Kali ini Warlen mencongkel kedua mata dari Azgav dengan jemarinya, dia mengambil kedua bola mata itu dengan senyuman, seakan ingin memakannya. Namun lagi-lagi dia melihat Azgav ingin berteriak lalu.


PLAK!!!!!


"Sudah kubilang, jangan berteriak. Raja Naga Pertama~ Kuambil bola matamu, agar kau merasakan penderitaan dari gadis berambut hitam itu." Ucap Warlen dengan yang terlihat bahagia nampak terlukis di wajahnya, dan juga kedua tanduk dikepalanya semakin membesar memerah.


"BUN-" Dengan cepat Warlen langsung menyumpal mulut Azgav dengan kedua bola mata yang baru saja diambilnya. Dia tersenyum lebar menatap raja naga itu memakan bola mata nya sendiri.


PLAK!! PLAK!! PLAK!! PLAK!!


Beberapa tamparan keras melayang kepipi Azgav, membuat darah dikedua matanya yang bolong itu memuncrat keluar. Warlen benar-benar menikmati pemandangan mengerikan ini, ia merasa sangat bahagia. Semua itu disebabkan karena, sebagian dari dirinya adalah keturunan dari iblis.


"Gigit.. Kunyah.. Rasakan.. Jangan pernah menelannya, sebelum aku memerintahkanmu untuk menelannya." Ucap Warlen seraya membuka kedua kelopak mata Azgav yang sudah bolong berisi darah sambil menjilatnya.


Azgav nampak sangat menderita dan ketakutan, dia harus menggigit bola matanya sendiri, mengunyahnya dengan beberapa giginya yang masih tersisa, merasakan hal yang menjijikan dari organ tubuhnya sendiri, dan harus menunggu diperintahkan untuk menelannya.


"Bagus.. sekarang.. telanlah.." Ucap Warlen yang tersenyum lebar dengan sayap dipunggungnya, yang sedikit demi sedikit sudah mulai muncul.


"Apakah rasanya enak? Bagaimana perasaanmu menelan bola matamu sendiri?Bukankah sudah kubilang.. Aku akan membunuhmu dengan kejam? Aku akan menyelesaikan penderitaanmu sekarang." Ucap Warlen yang menoleh sedikit kebelakang dia mendapati rekan-rekannya saat ini sedang menuju kearah dirinya.


BUUUM!!!!


Terdengar suara pukulan yang lebih kuat lagi, dia mengarahkan kedua tangannya kearah leher dari Azgav, membuat organ kepala raja naga itu pecah berhamburan kemana-mana.


Diiringi dengan leher dari tubuh tanpa kepala itu yang menyemburkan banyak darah membasahi tanah disekitarnya.


"Yang ini.. kulakukan karena kau telah menusuk Azgul dengan kepalamu.." Ucap Warlen yang tersenyum menatap kearah tubuh raja naga itu, kemudian dia membakar tubuh Azgav sampai hangus tak tersisa.


Warlen bangkit dari sana, namun anehnya dia tak lagi menganggap orang yang berada dihadapannya sebagai temannya, namun dia menatap kearah rekan-rekannya sebagai santapannya.


Tiba-tiba saja ada kedatangan seorang pria berambut hitam panjang dengan tubuh kekar yang turun dari langit, dia melesat, memukul, dan menghantam Warlen dengan satu pukulan.


Nampak Warlen yang tak siap dengan serangan itu membuat dirinya pingsan sekaligus terlihat tubuhnya berangsur-angsur kembali menjadi manusia.


Mata dari rekan-rekan pahlawan kesepuluh dan ketiga jendral itu, terbelalak menatap kedatangan pria itu yang tiba-tiba.


Beruntungnya mereka tidak melihat perubahan tubuh dari Warlen yang sebelumnya hampir menjadi iblis, akan tetapi mereka diherankan dengan kedatangan seorang Jendral masa lalu Hans De Brofed.


...Hans De Brofed...



...Pict From Pinterest...


...Ragnarok Online Shura...


...•••...


Malam itu dilewati dengan kemalangan, kesedihan dan bahkan perasaan bersyukur, mereka semua selamat, Azgul mulai bangkit dari tidur abadinya karena Bola Jiwa.


Mopelina sudah siuman dengan kedua mata dan tangan yang masih bisa digunakan, mereka semua termasuk ketiga jendral itu menatap dengan penuh harapan kearah Sang Pahlawan Benua Elzia yang baru, Warlen Lilith Eirini.


Namun tidak dengan Hans De Brofed, ia masih merasa waspada dengan kekuatan dari Pahlawan Kesepuluh itu yang belum terbangun sepenuhnya.


...__________________________________________...

__ADS_1


Pesan Penulis : Jika ada kesalahan, saya minta maaf yang sebesar besarnya.


Update akan dipercepat.


__ADS_2