
Singkat cerita Warlen sudah tiba dibagian Barat Pohon Drasilius, dirinya sekarang didalam goa sekaligus sedang melihat-lihat sekitarnya dengan seksama.
Warlen terlihat cukup heran oleh pemandangan matanya, sebab dia merasa aneh karena adanya sebuah cahaya terang benderang tepat diujung atas Goa Pohon Drasilius ini.
Warlen yang tidak percaya dengan gambaran matanya beranjak mendaki sedikit keatas goa, sebab jalan didalam pohon ini menanjak keatas dan juga dialiri oleh aliran air deras.
...Drasilius Cave...
"Apa itu?" Tanya Warlen sambil memandang keatas kearah cahaya itu dengan mata yang menyipit, dan perasaan herannya.
Warlen juga sempat merasakan adanya hawa asing yang tidak bersahabat didalam goa ini, sebab itu dia menjadi sedikit waspada.
Warlen nampak turun dari tempatnya berdiri lalu langsung berjalan kearah cahaya itu, dia juga terkadang melihat kearah bawah demi memastikan dirinya tidak menginjak sesuatu.
Warlen terus berjalan dan juga mendaki menanjak keatas, keanehan yang dialami dirinya tidak berhenti sampai disitu.
Warlen merasa kekuatan element miliknya tiba-tiba saja menghilang saat berada didalam goa ini, sekaligus menjadikannya lebih lemah.
Kekuatan Warlen tidak hilang sepenuhnya, dirinya masih mempunyai bebeberapa kemampuan yang cukup untuk membantunya dalam perjalanannya.
Seperti kekuatan yang telah dia peroleh selama kurang lebih dua tahun ini berkat Inti Sihir Tingkat Empat-nya. Contohnya ; Superhuman Strength ; Superhuman Durability ; Superhuman Agility ; Superhuman Reflect ; Superhuman Speed.
...•••...
...FISIK INTI SIHIR TINGKAT 4...
...<>...
...Terlepas dari kekuatan Element....
Superhuman Strength
Berkat kemampuan inti sihirnya yang sudah menjadi tingkat akhir, dan karunia fisik serta darah iblis sekaligus gelar pahlawan. Warlen bisa melancarkan beberapa serangannya dalam sekali gerakan tanpa disadari oleh orang normal pada umumnya.
A/N : Hanya Warlen dan Jorgan yang bisa melakukannya. Pemilik Inti Sihir tingkat empat yang lain hanya bisa melancarkan serangannya sekali dalam satu gerakan.
Superhuman Durability
Menahan serangan kuat ataupun brutal dengan tubuhnya tanpa cedera sedikitpun, kecuali lawannya setara atau lebih tinggi dari dirinya.
Superhuman Agility
Melompat lebih tinggi dari manusia normal, bahkan bersalto dan berputar disaat yang bersamaan. Pada tahap ini Warlen mampu melompat setinggi saluran listrik udara (Sutet).
Superhuman Reflect
Mempunyai reflek super yang melebihi manusia normal. Banyak juga dari pemilik Inti Sihir tingkat empat lainnya yang memiliki kekuatan sama, dan pada tahap ini Warlen mendekati kesempurnaan. Namun dirinya yang selalu sembrono, membuat kekuatan refleknya terkadang menumpul.
Superhuman Speed
__ADS_1
Berlari melebihi kecepatan manusia normal ataupun lebih cepat dari sebuah peluru, pada tahap ini Warlen hanya mampu berlari secepat motor yang melaju kencang.
A/N :
Setiap pemilik Inti Sihir tingkat empat cenderung mempunyai kemampuan spesialnya masing-masing, akan tetapi hanya Warlen yang memiliki kekuatan mendekati sempurna.
•Superhuman Strength
•Superhuman Agility
•Superhuman Reflect
...•••...
Terlihat Warlen semakin mendekati cahaya itu, dia merasa sedikit aneh dengan keadaan sekitarnya. Dirinya seakan sedang diperhatikan oleh seseorang, akan tetapi disaat dia menoleh untuk melihat sekelilingnya.
Warlen sama sekali tidak mendapati adanya satu orangpun yang sedang berada ditempat itu. "Mungkin hanya halusinasiku saja." Ucap Warlen kemudian dia memandang kearah cahaya itu dengan perasaan yang bingung.
"Kenapa cahayanya malah redup?" Tanya Warlen sambil bertanya-tanya pada dirinya sendiri, dia juga sempat mundur beberapa langkah untuk memastikan sesuatu.
"Ternyata benar ya." Ucap Warlen sambil memandang kearah cahaya itu yang semakin terang saat dirinya sedikit menjauh. Warlen juga sempat melihat kalau tempat datar seperti ruangan besar berada dibalik cahaya itu.
Warlen yang tak mau ambil pusing terlihat langsung saja berjalan kearah cahaya lagi, dan mendapati adanya sebuah gerbang batu tepat diujung ruangan besar itu.
Warlenpun berjalan kearah gerbang itu sambil memperhatikan sekelilingnya dengan seksama, dia sempat merasakan adanya hawa kehadiran yang tidak bersahabat semakin menguat.
Akan tetapi Warlen tetap terus berjalan kearah Gerbang itu dengan perasaan tidak perduli, beberapa saat seusainya berjalan. Warlen mendapati kalau tepat digerbang batu itu terdapat sebuah ukiran Pentagram Baphomet.
Disaat Warlen sedang memperhatikan bentuk dan juga ukiran dari Gerbang Batu ini, pandangan mata Warlen terhenti tepat ditengah-tengahnya.
"Apa ini?" Ucap Warlen yang sedikit bingung sambil memandang kearah batu berbentuk lempengan piringan besar dengan ukiran Kepala Kambing.
Letak dari batu itu tepat berada tertanam ditengah-tengah gerbang yang saat ini sedang diperhatikan oleh Warlen. Tidak hanya sampai disana, lempengan batu itu ternyata adalah cahaya yang sebelumnya menuntun Warlen.
Terlihat Warlen mengambil lempengan batu itu, dan mendadak saja seluruh mahluk yang bersemayam didalam Goa Pohon Drasilius mulai bermunculan kehadapan Warlen.
"Oh ya ampun.. Mengintip dan membuntuti seseorang itu tidak baik." Tegur Warlen pada mereka sambil bertolak pinggang, dan juga melihat beberapa jenis monter berbeda nan besar yang hadir dihadapannya.
Salah satu monster itu tingginya setinggi orang dewasa, memiliki empat tangan dengan cakar tajam, kepalanya dipenuhi oleh akar pohon, lapisan kulitnya ditumbuhi jamur serta diwajahnya hanya terlihat mulut besar bergigi tajam.
...Graladras...
"Graladras ya... mahluk yang pernah kubaca didalam buku Holy War. Ciri-cirinya sama persis, HEBAT!" Kejut Warlen dengan perasaan yang sedikit senang, walaupun saat ini kondisinya buruk. Tidak bisa menggunakan Element.
"Kalau tidak salah? Kau itu Cyodras kan!?" Lanjut Warlen dengan nada meninggi sambil melihat kearah mahluk bertubuh besar, dan bermata satu. Terlihat juga Warlen menunjuk kearah Cyodras sambil tersenyum mengejek.
...Cyodras...
__ADS_1
Monster-monster itu nampak kesal dan terpancing untuk menyerang Warlen, bahkan mereka sama sekali tidak memberikan kesempatan padanya untuk bergerak, mereka langsung menyerangnya tanpa ada peringatan sedikitpun.
Namun Warlen yang sigap langsung berposisi layaknya seorang petarung tanpa senjata, dirinya hanya menambahkan sedikit inti sihir pada tangan dan kakinya, untuk menambah daya serangannya.
"Oh ayolah.. Jangan ragu-ragu.." Cemooh Warlen pada musuhnya yang mendadak berhenti saat dirinya mulai mengambil kuda-kuda.
Dirinya juga sempat memanggil mereka dengan satu tangannya seperti Bruce Lee, dan berkata. "Ayo maju.. Sini-sini."
"Kalau kalian tidak mau maju biar ak-" WUSH! Belum sempat Warlen menyelesaikan kata-katanya, sontak saja Graladras langsung menyerang Warlen dengan cakarnya.
Namun Warlen yang lebih unggul dalam hal kecepatan dan reflek, membuatnya dengan mudah menghindari serangan dari Graladras.
"Lamban.." Ejek Warlen seusainya menghindar, dan mundur beberapa langkah kebelakang. Terlihat juga tepat diatas Warlen sudah ada Cyodras yang melompat untuk menimpa Warlen dengan tubuh besarnya.
BUM!!
Terdengar suara menggelegar yang menggema didalam Goa Pohon Drasilius itu. Nampak juga terlihat Warlen dengan santainya sudah berdiri tegak tepat diatas kepala Cyodras.
"Hei kawan, tidak baik jika tidur didalam Goa." Ejek Warlen sambil bertolak pinggang membungkukan badannya, dan juga berbisik tepat disebelah kanan kepala Cyodras.
Terlihat juga Warlen tersenyum lebar dan juga menginjak-injak kepala Cyodras, tidak berhenti sampai disana. Nampak Cyodras yang lain berlari kearah Warlen sambil mengepalkan tangannya bersiap meninju tubuh Warlen.
DUM! DUM! DUM! DUM! Terdengar langkah kaki besar yang menggema dari Cyodras, distertai jeritan-jeritan keras gambaran kemarahan para monster pada pahlawan kesepuluh itu.
CTRASH!! CRAT!!!
"Kalian yakin?" Tanya Warlen sambil menyeringai jahat kearah monster-monster disekelilingnya, dan juga diiringi hancurnya kepala dari satu Cyodras yang diinjak Warlen karena hentakan kakinya.
Nampak terlihat para Cyodras yang melihat kejadian itu sempat berhenti sejenak, namun sepertinya mereka tidak perduli dengan ucapan Warlen dan langsung berlari kearahnya.
Monster bermata satu itu mengepung sekaligus menyerang Warlen dengan tinjunya secara serentak. Akan tetapi nampak Warlen hanya terlihat berdiam diri, dan sedikit menggerakkan tangan serta kakinya.
Anehnya, dapat dilihat seluruh serangan dari Cyodras itu tidak berhasil menjangkau tubuh Warlen. Terlebih lagi nampak sekali tepat diujung kepalan tangan monster-monster itu, terlihat banyak sekali memar-memar kebiruan.
BLAR!!! Terdengar suara menggelegar bahkan sedikit mengguncang Goa Pohon Drasilius, diikuti juga dengan banyaknya Cyodras disekitar Warlen yang terlempar kebelakang hingga membentur dinding goa.
Terlihat juga mayat dari Cyodras yang sebelumnya sudah diinjak kepalanya oleh Warlen sampai ikut terpental cukup jauh dari tempatnya berdiri.
"Aku tak masalah kalau kalian ingin mencari teman bermain, tapi.. lihat dulu siapa lawanmu." Tegur Warlen dengan mata seram yang merah menyala, kemudian dia berucap seraya melihat kearah beberapa Glaradras. "Kenapa? Kalian takut?"
Nampak sekali gerombolan dari Glaradras itu tidak ingin berakhir seperti Cyodras. Mereka langsung lari terbirit-birit, dikarenakan Cyodras jauh lebih kuat dari Glaradras.
Warlen sedikit kesal oleh tindakan pengecut para Glaradas. Tidak ingin memberikan kesempatan pada mereka, Warlen langsung bergerak dengan sangat cepat sambil menghajar seluruh monster-monster itu.
Dapat dilihat Warlen tersenyum lebar saat menerjang kearah monster-monster itu, dia berlari secara zig-zag sambil mengejek sekaligus melancarkan beberapa pukulan dan tendangan dalam satu kali kedipan mata.
Singkat cerita saat ini Warlen nampak sudah menghabisi seluruh Glaradras dan juga Cyodras. "Fuuuh~" Ucap Warlen yang lega sambil mengelap keringat didahinya, terlihat juga banyak sekali ratusan mayat dari para monster-monster itu disekitar Warlen.
•••
Lanjut di NEXT EPISODE!!
__ADS_1