
Pada saat itu, pagi menjelang siang. Masih ditempat kelompok Warlen, pertempuran pun tak bisa dihindari.
Dengan kemunculan seorang Cursed Hero lagi yang berasal dari Pahlawan Kedelapan, membuat situasi mereka berlima semakin memburuk.
Warlen, dibantu adiknya Zarin. Bersamaan dengan Garm yang berlari menyerang menerjang kearah Jasper.
Nerine dan Yun-Yun yang harus menghadapi Rize Griffith sekaligus beberapa Jendral Iblis Lucifer yang dibawa olehnya.
Membuat mereka semua semakin kesulitan.
Dengan telepati unik milik Garm, mereka semua saling terhubung satu sama lain.
...••Telepati••...
^^^__________^^^
^^^Garm^^^
^^^Nerine! Kau bisa mendengarku!?^^^
__________
Nerine
Ya.. Aku bisa mendengar suaramu.
^^^__________^^^
^^^Warlen^^^
^^^Pergilah dari sana! Bawa Yun-Yun!^^^
__________
Yun-Yun
Aku tak mau pergi dari sini!
^^^__________^^^
^^^Zarin^^^
^^^Situasinya buruk! Jangan keras kepala!^^^
__________
Yun-Yun
DIAM!!!!
...••Putus••...
Mendengar itu sontak mata mereka semua terbuka lebar-lebar langsung memandang kearah Yun-Yun.
"Kalian lihat kemana?" Tegur Jasper yang tiba-tiba muncul dihadapan Garm dan Warlen.
BUAGH!! Jasper memukul kepala Warlen kebawah membentur tanah BLAR!! dan DUAK!! menendang tubuh Garm keatas langit Wush!!
Tak berhenti sampai sana. Jasper masih terus merapalkan mantra yang membuat kedua tangannya muncul kobaran api dan pusaran angin yang besar menyerupai pedang.
"Phobos!" Ditangan kanannya muncul pedang merah nyala yang berbeda dari sebelumnya dan terbakar oleh api.
"Deimos!" Ditangan kirinya muncul pedang merah nyala yang berbeda dari sebelumnya dan terlapisi oleh angin.
Jasper yang memilih untuk membunuh Garm terlebih dahulu. Dia menguatkan otot kakinya bersiap untuk melompat kearah Garm yang sedang berada diudara.
Namun tak disangka-sangka, Warlen yang sedang terbaring didekatnya langsung menyerang dirinya dengan sabit besar yang digenggamnya.
Dirinya berhasil menghentikan pergerakan Jasper. Tapi sayang Jasper berhasil menghindari serangan dadakan itu dan melompat kebelakang.
Drap! "Tak kusangka putraku dan putriku begitu licik." Ucap Jasper seusai melompat kebelakang.
"GARM! SEKARANG!" Teriak Warlen seakan memberi isyarat.
Terlihat disisi sebelah kanan Garm yang sedang berada diudara itu, tiba-tiba muncul sebuah claymore berukuran raksaksa yang terbentuk dari es.
Dia menarik tali busurnya sekuat tenaga yang tidak ada anak panah itu, membidik kearah Jasper sambil berucap. "ENDOTIA SONIDA!"
WOOOSH!!!! Terdengar suara lesatan claymore raksaksa itu kearah Jasper dengan cepat. Tak berhenti sampai sana.
Garm menambahkan sebuah pusaran angin besar disekeliling Endotia Sonida miliknya yang membuatnya berputar dengan cepat. "Endotia Uzan."
Warlen yang tak ingin kehilangan kesempatan untuk menghabisi ayahnya sendiri, juga bergerak dan tak tinggal diam.
"Hundo!" Ucap Warlen yang kemudian dengan cepat berpindah tempat kehadapan Jasper, belum selesai. Warlen menggunakan tiga elemet miliknya, dan dua element milik adiknya yang tergabung didalam dirinya.
AIR.
Dia melapisi sisi sabitnya yang tajam dengan air bertekanan tinggi. "Water Sytche."
LISTRIK.
Dia melapisi sekeliling tubuhnya dengan listrik hitam dan petir yang berwarna merah terang. "Zarin's Vanguard"
ANGIN.
Dia menarik Jasper kearahnya dengan memanfaatkan gaya gravitasi yang kuat seperti magnet. "Gravitation Force."
API.
Dia mendorong tubuhnya dengan api yang berkobar di telapak kakinya. "Bullet."
TANAH.
Dia mengikat kedua kaki dan tangan Jasper dengan rantai yang terbentuk dari tanah. "Chain Lock."
"Warlen!? Apakah kau sudah gila!? Inti sihirmu akan terkuras habis!" Teriak Garm yang melihat Warlen cemas.
'Kakak!! Kekuatanmu belum bangkit sepenuhnya!! Jangan paksakan dirimu!!' Ucap Zarin cemas dalam benak Warlen.
Namun Warlen nampak tak memperdulikan perkataan adiknya dan Garm. Dia terus saja maju menerjang kedepan.
__ADS_1
Kemudian BLAR!!!!! DUAR!!!!! Muncul kabut tebal seusai serangan bertubi-tubi dari Warlen dan Garm yang mengarah pada Jasper.
Kabut itu menutupi pandangan Nerine dan juga Yun-Yun yang menyaksikan pertempuran mereka berdua.
Nampak Jasper keluar dari kabut tebal itu lebih dulu dengan cara terhempas jauh hingga membentur dinding bukit.
Kondisinya saat ini benar-benar tersudut. Dia tak menyangka kelompok dari anaknya akan jadi lebih kuat dari dirinya serta menjadi penghalang terbesar untuk tujuannya.
Wajahnya berlumuran darah akibat sayatan air yang mengenai dahinya.
Tangan kanannya patah akibat berusaha untuk lepas dari cengkraman tanah itu.
Zirahnya hancur sebagian akibat serangan Endotia Sonida milik Garm.
Dan tulang rusuknya remuk akibat dorongan gravitasi yang kuat, sekaligus tendangan dari Warlen akibat dari serangan sabitnya yang gagal memotong kepalanya.
"Hanya segini saja?" Ucap Warlen dengan mata yang bersinar merah tajam dari kabut tebal itu menatap Jasper.
Drap! Garm yang sebelumnya masih berada diudara turun kesamping Warlen beriringan dengan kabut tebal yang kian menghilang.
Jasper yang merasa kondisinya buruk langsung mundur meninggalkan tempat itu dengan portal yang dibuatnya.
"Kalian semua. Jangan sombong dulu. Aku bahkan belum menggunakan kekuatan penuhku." Ucap Jasper yang kemudian meninggalkan mereka semua.
Nampak Warlen ingin mengejarnya namun ditahan oleh Garm.
"Jangan lupakan tujuan kita, Pemimpin." Ucap Garm sambil menggelengkan kepalanya.
"Ya.. kau benar.. Release." Balas Warlen sambil melepaskan kekuatan adiknya yang sedang dalam mode bertempurnya.
"Omong-omong, bagaimana keadaan Yun-Yun dan Nerine." Ucap Zarin seusainya berubah wujud menjadi gadis remaja.
Sontak mereka berdua terkejut dan langsung melihat kelokasi Yun-Yun dan Nerine. Namun sayang inti sihir milik mereka hampir terkuras habis sekaligus membuat ketiganya menjadi sangat lelah.
"Menggunakan kelima element secara bersamaan dan mempertahankan adikku dalam bentuk sabitnya. Benar-benar menguras energiku." Ucap Warlen dengan keringat yang mengucur deras dan nafas yang terengah-engah.
Sementara itu beberapa saat yang lalu ditempat Nerine dan Yun-Yun.
Dengan pedang suci yang digenggam Yun-Yun, dia merapalkan beberapa mantra yang membuat tubuhnya tumbuh semakin dewasa dan udara di sekitar dirinya semakin terasa dingin.
...Yunziana Yunzi...
...Pict From Google...
"Aku Yunziana Yunzi Eirini, mantan Tuan Putri dari Kerajaan Larden. Menyatakan bahwa dirimu adalah orang yang harus aku bunuh dengan tanganku sendiri." Tegas Yun-Yun mengacungkan ujung Senjata Suci Wyvern Birunya kearah Rize.
Nampak Rize hanya menatapnya dengan perasaan senang sambil tersenyum jahat.
"Cobalah aku, bocah kerdil." Balas Rize dengan lantang.
Dengan amarah, dan duka yang menyayat perasaannya. Dia menerjang kearah Cursed Hero wanita yang ada dihadapannya dengan cepat. DRAP! DRAP! DRAP! DRAP!
"Tunggu! Yun-Yun!" Teriak Nerine yang melihatnya berlari semakin cepat.
Melihat situasi seperti ini. Nerine juga sebenarnya ingin membantu Yun-Yun, namun kondisinya cukup tak memungkinkan, dirinya harus berhadapan dengan pasukan Lucifer.
Nerine sangat mengerti dengan perasaan Yun-Yun, sebab dirinya juga pernah merasakan perasaan saat kehilangan orang yang dicintainya menghilang.
TRANG!! BZZT!! Muncul suara dari gesekan antar senjata yang salah satunya adalah Claymore milik Nerine disertai dengan listrik berwarna ungu yang mengalir disekitarnya.
"Jangan pernah menyerangku dari belakang." Tegas Nerine dengan raut wajah marah menatap seseorang yang menyerang dirinya, dan kemudian matanya berkeliling sekitarnya.
Dia mendapati sekitarnya ada beberapa orang lagi yang menyerang dirinya secara bersamaan, dirinya yang merasa sedikit terpojok langsung merapalkan beberapa mantranya.
Dia mengeluarkan percikan-percikan kecil listrik ungu disekitar dirinya, memposisikan genggaman kedua tangannya pada claymorenya seakan sedang bertahan.
"Electricity Bringer of Destruction." Tiba-Tiba saja percikan kecil itu meledak disekeliling tubuhnya BLAR!! dan membuat hempasan angin yang kuat menerjang beberapa musuh yang mendekatinya.
Bzzt! Bzzzt! Bzzzt! Saat ini di sekitar tubuhnya sudah terlapisi oleh listrik-listrik kecil yang membentuk bola ungu mengelilingi dirinya.
"Kemarilah kucing-kucing kecil." Ucap Nerine yang melihat sekelilingnya mendapati ada dua orang Jendral iblis dan ratusan anak buahnya.
"Wajah cantiknya itu, seakan membuat diriku ingin merobeknya sampai hancur." Ucap salah satu Jendral itu.
"Tidak.. Biar aku saja yang membakarnya sampai hangus, Asmodeus." Celoteh dirinya pada Asmodeus.
"Lakukan semaumu, yang penting kita harus membunuhnya, Zagan." Balas Asmodeus padanya.
Pasukan iblis yang mengelilingi Nerine tak tinggal diam. Mereka langsung menyerangnya tanpa peringatan sedikitpun.
Namun ternyata Nerine sudah bersiap dengan serangan yang mendadak yang menghampiri dirinya, dengan Bola Darah Lilith yang ada di tengah-tengah senjatanya.
Dia melumuri seluruh bagian claymorenya, mengayunkannya, dan menyipratkan tetesan-tetesan darah itu kesekelilingnya hingga mengenai musuh-musuhnya. "Blood Splash!"
Belum selesai sampai sana. Dia merapalkan beberapa mantra lagi dengan mata menutup yang kemudian, dari tetesan darah yang disebarkannya. Muncul percikan-percikan kecil listrik ungu yang menyambar keseluruh tubuh musuhnya dan mengahuskan mereka hingga menghitam. "Electro Shockwave."
Tak berhenti disitu, Nerine terus merapalkan mantra ketiganya, claymorenya mulai bersinar berwarna ungu bersamaan dengan munculnya percikan listrik ungu disekitarnya.
Mendadak saja dari claymorenya muncul seekor naga raksaksa yang terbentuk dari listrik ungu miliknya, mengayunkan claymorenya dan menyambar kearah kedua jendral iblis itu dengan cepat. "Electro Dragon's Roar."
Disituasi itu kedua Jendral iblis yang terkejut akan serangan itu, langsung merapalkan mantra untuk menepisnya. Mereka berdua memanggil api dari Tartarus untuk membuat dinding menghalau serangan yang kuat itu.
BLAR!!! Ledakan luar biasa akibat benturan serangan Nerine dan kedua jendral itu, menyebabkan kedua Jendral itu terhempas cukup jauh dari tempat mereka sebelumnya.
Tak disangka-sangka ternyata Nerine sudah berlari kearah mereka berdua dengan cepat sambil membuka penutup mata bagian kirinya.
"Electro Dragons Eye" Yang kemudian nampak mata kirinya bersinar merah ruby dan berubah menyerupai mata seekor naga. Seketika itu juga sambaran listrik miliknya yang sebelumnya berwarna ungu berubah menjadi merah ruby.
Kedua Jendral yang melihat keadaan itu, merasa sangat terkejut dengan pandangan yang disajikan oleh kedua mata mereka.
"T-Tidak mungkin.. Gadis ini!?" Ucap Asmodeus yang berusaha menghentikan hempasan itu dengan sayapnya.
"Aku tak percaya!! Dia memiliki mata dari Naga Peliharaan Lilith!? Dari mana dia mendapatkannya!?" Balas Zagan yang berusaha untuk menghentikan hempasan dengan tangannya.
"Yang lebih penting kita harus- JRASH! Eh?" Belum selesai Asmodeus berucap, dia merasa pandangan matanya semakin merendah saat menatap tubuh Nerine yang sudah berada didekatnya.
Duk! Duk! Duk! Glinding-Glinding...
"Matilah dan rasakanlah penyesalan karena sudah menyerangku dari belakang." Ucap Nerine sambil memandang kepala Asmodeus yang sudah terpenggal.
__ADS_1
Asmodeus yang merasa sangat ketakutan memanggil Zagan yang sedang bersama dengannya.
"ZAGAAAAN!!!!!!" Teriaknya.
"Tak perlu berteriak... Aku membawakannya untukmu..." Ucap Nerine yang kemudian melemparkan tubuh Zagan yang sudah terbelah dua tepat dihadapan kepala Asmodeus. Brugh!
"Aku.. Tak mau mati.. Kumohon kasihanilah diriku.. Gadis cantik.." Ucap Asmodeus yang mulai meneteskan airmatanya ketika melihat tubuh dari rekannya yang sudah terpenggal menjadi dua.
"Overcharge." Ucap Nerine yang kemudian menjalarkan listrik kearah kepala Asmodeus dan meningkatkan tegangannya hingga meledak didalam kepalanya. BLAR!!!
Seusainya Nerine merasakan sakit yang luar biasa pada mata kirinya. Matanya berkedut-kedut, nafasnya sesak, keringatnya mengucur deras dan kakinya lemas tak kuat untuk berdiri.
"Lagi-lagi.. Seperti ini.. Ugh! Sakit sekali!" Ucap Nerine pada dirinya sendiri sambil memperhatikan Yun-Yun yang sedang bertarung dengan Rize.
Tiba-Tiba saja BLAR!!!! Terdengar suara ledakan yang sangat besar dari arah tempat Warlen dan Garm yang saat ini sedang bertatung dengan Jasper.
Membuat kabut yang sangat tebal diiringi oleh Jasper yang terhempas keluar sampai membentur dinding hingga hancur berkeping-keping.
"A-Apa yang terjadi disana?" Ucap Nerine yang terkejut melihat kabut tebal itu.
Beberapa saat sebelum ledakan itu terjadi, kembali ke tempat Yun-Yun yang sedang bertarung dengan Rize.
Yun-Yun yang baru saja berlari meninggalkan Nerine dan berubah menjadi dewasa. Mulai ingin mendekati Rize yang saat ini sedang duduk bersantai menatap dirinya sambil tersenyum jahat.
Namun, belum sampai setengah jalan. Tiba-Tiba saja Pedang Besar Merah Rize sudah menjangkau dirinya yang sedang berlari.
Yun-Yun yang terkejut ketika menyadari adanya serangan dadakan, langsung memposisikan pedangnya kearah kanan dengan mata pedang yang melengkung, menutupi bagian kepala hingga perutnya.
TRANG!! Suara benturan kedua pedang milik Rize dan Yun-Yun.
'B-Berat!! S-Sejak kapan dia melancarkan serangannya!?' Pikir Yun-Yun yang sudah memastikan bahwa pandangan matanya sudah memperhatikan Rize yang tak bergerak sama sekali dari tempatnya.
"Boleh juga." Ucap Rize yang terus melancarkan serangannya tanpa bergerak sedikitpun dari tempatnya.
TRANG! TRANG! TRANG! TRANG! TRANG! Yun-Yun terus-menerus menangkis serangan dari Rize yang tak terlihat itu dengan insting miliknya.
BLAR!!!! Mendadak saja Yun-Yun dan Rize mendengar suara ledakan yang sangat kuat dari arah tempat rekan mereka masing-masing, yang juga saat ini sedang bertempur satu sama lain.
"A-Ada apa?" Ucap Yun-Yun yang terkejut menatap kearah kabut tebal seusai ledakan itu.
'Begitu ya.. Jasper tidak ingin membunuh kedua anaknya sendiri dan memilih untuk mundur. Brengsek!' Ucap benak Rize yang menyadari Jasper sudah pergi meninggalkan dirinya seorang diri.
Tiba-Tiba saja Yun-Yun menarik nafasnya dalam-dalam dan berteriak sekencang-kencangnya kearah Rize. "Wyvern's Roar!!"
Dari teriakannya muncul badai salju yang dahysat mengarah untuk menyerang Rize yang sedang duduk itu.
Namun sayang, Rize hanya tersenyum sambil menjulurkan tangan kirinya kedepan dan membukanya telapak tangannya. Kemudian muncul perisai angin berwarna hijau ruby menyerupai kelopak bunga mawar yang ada didepannya. "Windshield of Rose."
Wuzzzhh! Suara dari benturan kedua sihir milik mereka, yang dimana ternyata Rize sudah terlebih dahulu bersiap untuk melancarkan serangannya lagi.
Dengan ukuran claymorenya yang berukuran sepuluh kali lipat dari dirinya, dia mengayunkannya dengan cepat seperti sedang menggenggam sebatang ranting kayu.
Kecepatan ayunan claymorenya yang super besar itu sampai-sampai tak bisa dilihat dengan pandangan mata Yun-Yun yang saat ini sudah berlari kearahnya.
Yun-Yun yang belum mengetahui serangan mendadak dari Rize itu terus saja melangkah maju dengan cepat. Dia melompat kearah Rize dengan bantuan gaya dorong tekanan air yang menambah kecepatannya ditelapak kakinya.
Namun Rize yang sudah bersiap dengan hal itu, tersenyum lebar.
TRANG!!!! Yun-Yun berhasil menghalau serangan dari Rize, tapi mendadak saja Rize membalikkan claymorenya dan menghantamkannya ketubuh Yun-Yun dengan bagian yang lebarnya. BUAGH!!!
Seketika itu juga Yun-Yun terhempas kebawah dengan sangat cepat ketanah sampai hancur. BLAR!!!
Beruntung Yun-Yun melapisi tubuhnya dengan element air miliknya, yang kemudian sedikit menahan hantaman itu. Namun tubuhnya saat ini mulai mengecil dan kembali seperti saat kanak-kanak.
Kondisinya sangat buruk. Dia tak sadarkan diri, kepalanya terbentur sangat kuat hingga darahnya membanjiri wajahnya, kakinya tertusuk besi hingga menembus keluar, dan pedang miliknya sendiri terhempas cukup jauh dari tempatnya.
"Gadis kecil. Akan ku akhiri penderitaanmu." Ucap Rize sambil menatap Yun-Yun yang tak sadarkan diri dari kejauhan.
Rize mulai mengayunkan pedangnya yang besar itu kearah Yun-Yun, namun beruntung belum sempat mata pedangnya berhasil mengenai tubuh gadis kecil yang tak berdaya itu.
Tiba-Tiba saja muncul seorang wanita dengan penutup mulut dan berkuping panjang, menepis serangan dari Rize yang membuat pedang besarnya itu terpental kebelakang. TRANG!!!
"Jangan berani kau sentuh dirinya." Ucap Wanita itu dengan hawa membunuh yang keluar disekitar dirinya.
Rize yang mengetahui hal itu hanya tersenyum kecil sambil menatapnya.
"Baiklah.. Aku akan mundur untuk sekarang, lagipula aku tidak ingin menghabisi kalian semuanya terlebih dulu. Ditambah lagi aku bisa melihat sesuatu yang sangat menarik. Dielnor Garm Efriot, Skadi's Soul dan Clidia Nerine, Electro Dragon's Eye. HAHAHAHAHA!" Ucap Rize yang kemudian meninggalkan mereka semua dengan portal yang dibuatnya.
END
_____________________________________________
Pesan Penulis :
Maaf kalo updatenya agak lambat.
...Dielnor Garm Efriot : Guardian's Mode...
...Pict From Google...
...Dota 2 Templar Assassin...
...Art By : Muju...
..._________...
...Asmodeus...
...Pict From Google...
...Queen of Pain Dota 2...
...__________...
...Zagan...
__ADS_1
...Pict From Google...
...<><><><><><><><><><><>...