
Pertempuran kelompok Freya berlangsung cukup lama. Helena dan Audelia bekerja sama untuk menyerang Pasukan dari Jendral Mopelina yang berada ditengah hutan itu.
Helena menggunakan Ballista Stance salah satu kemampuan andalannya sama seperti saat dulu melawan Pasukan Kerajaan Zealos sekaligus Jorgan.
Posisinya seperti layaknya sebuah ballista, fleksibilitas tubuhnya dan tumpuan kedua kakinya yang kuat. Membuat dirinya mampu untuk melakukan posisi ini.
Dengan Senjata Suci Artemis miliknya yang melengkung horizontal. Dia menarik tali busurnya sampai ketengah dada dan membuat tiga buah anak panah yang terbentuk dari angin berkobar api.
Serangan dari satu anak panahnya dapat memecah diri menjadi seukuran jarum yang berjumlah seratus bagian. Berisikan element api padat didalam masing-masing bagian jarum, sekaligus membakar tubuh musuhnya yang tertusuk tertanam serangannya dari dalam.
Tak butuh usaha yang berarti bagi Helena untuk menghabisi Pasukan Kerajaan Zealos yang berjumlah ratusan itu. Dia menyerang mereka semua layaknya seorang manusia yang sedang menghabisi koloni semut.
Audelia juga sama kuatnya, dia berlari kesana kemari bersembunyi memantau mangsanya layaknya seperti seekor serigala yang sedang kelaparan. Pergerakannya yang cepat tak bisa diikuti dengan mata telanjang.
Pengelihatannya yang tajam membuatnya dapat memantau pergerakan musuhnya dengan cermat. Pendengarannya yang sensitif membuatnya sangat sulit untuk diserang dalam serangan jarak dekat ataupun jarak jauh.
Cakarnya yang terlapisi oleh bagian tajam dari rapiernya membuat dirinya mampu untuk mengoyak, menyobek, dan menghancurkan zirah dari pasukan Zealos yang rapuh.
Namun yang berbeda adalah perasaan didalam hatinya. Dia yang tak tega membunuh pasukan dari kerajaannya sendiri menjadi kelemahan terbesarnya.
Akan tetapi dia tetap menyerang mereka dengan cara memotong mencabik bagian dari otot-otot musuhnya, yang membuat mereka tidak dapat bergerak tanpa membunuhnya.
Mereka berdua terus menerus menyerang seluruh pasukan Zealos yang dipimpin oleh Jendral Mopelina itu.
Sampai-sampai disatu waktu, tiba-tiba saja Helena melihat adanya salah satu anak panah yang bukan miliknya menyerang menargetkan pergelangan kaki dari Audelia.
Beruntung Helena yang juga memiliki kekuatan Eagle's Eye seperti Warlen berhasil menangkis serangan anak panah itu sesaat sebelum mengenai kaki Audelia dengan reflek yang luar biasa cepatnya.
Dia mengambil anak panah di Quivernya, menarik tali busurnya, membidik targetnya dan menembaknya kurang dari satu helaan nafas. Tak disangka ternyata dia menargetkan anak panah yang bukan miliknya itu sebagai sasaran tembaknya.
TRANG! Bunyi dari kedua anak panah yang berbenturan, dan nampak Audelia sedikit terkejut dengan suara yang muncul disekitar dirinya.
Namun dengan perasaannya yang mengatakan kalau Jendral Mopelina sudah muncul kehadapan mereka. Membuatnya kembali ketempat Helena untuk meningkatkan persentase kemenangan mereka.
Terlihat dari balik kerumunan pasukan itu terdapat seorang wanita yang menembus mereka kedepan seiringan dengan tindakan penghormatan yang dilakukan oleh Prajurit Zealos itu padanya.
"Jendral Mopelina! Selamat datang!" Sahut salah satu prajurit Zealos padanya.
...General Mopelina...
...Pict From Pinterest...
Mopelina tak memperdulikan hal itu, namun terus berjalan dengan pelan menuju kearah Audelia dan juga Helena.
"Apakah aku harus menyerangnya cebol?" Tanya Helena pada Audelia seraya menatap kearah Mopelina dengan mata yang waspada.
"Aku juga tak tahu, tapi yang pasti tadi dia benar-benar mengincar pergelangan kakiku. Terima kasih sudah menahannya, bahkan aku tak dapat mendengar asal dari anak panahnya." Balas Audelia seraya menatap Mopelina dengan penuh waspada.
Namun tak disangka-sangka Mopelina malah terus berjalan dengan santainya kearah mereka tanpa menghunuskan senjatanya sedikitpun. Dia berjalan layaknya mereka adalah rekannya.
Beberapa saat pun berlalu, akan tetapi tak ada tanda-tanda dari dirinya yang menyerang mereka berdua. Seakan dia sedang menjaga jarak dengan prajuritnya.
Sampai akhirnya mendadak saja, dia mengangkat busurnya dan menembaknya kearah prajurit yang dipimpin oleh dirinya sendiri. Namun anehnya tak ada sama sekali suara sedikitpun dari tembakan anak panahnya.
__ADS_1
JRASH! JRASH! JRASH! JRASH! Tiba-tiba ada sebuah lubang yang menembus beberapa kepala dari prajuritnya yang berderet sampai kebelakang.
Tentu saja kejadian itu membuat mata mereka termasuk Helena dan Audelia yang juga terbuka lebar-lebar memandang kearah Mopelina karena tindakannya yang diluar perhitungan.
"A-APA!? YANG KAU LAKUKAN!?" Teriak Helena dengan perasaan yang sangat marah pada sikap Mopelina yang kemudian terus berjalan kearah mereka seusainya menembak anak panah itu.
Tak disangka Mopelina menerjang melesat dengan kecepatan tinggi kearah mereka berdua, seiringan dengan kehadiran seseorang diatas bukit dibelakang Helena dan Audelia yang menggenggam tombak seraya berkata.
"Oxiomus." Ucap orang itu kecil yang kemudian melemparkan tombak dari atas sana melesat kearah Helena dan Audelia dengan cepat.
Beruntung ketiganya menyadari serangan dadakan itu Helena menahan dengan tembakan anak panah sinar hijau, dibantu dengan Audelia yang menggunakan Magma Wallnya bersamaan juga dengan Mopelina yang menembakkan anak panah bersinar abu-abu.
TRANG! BLAR!!!! Bunyi benturan dari keempat kemampuan mereka.
"Ooh.. Apa ini? Mopelina? Kau bersekutu dengan mereka?" Tanya seorang pria dengan wajah yang tertutupi kegelapan dan sinar mata seram yang berwarna kuning menyerupai seekor naga.
DEG! Bunyi detak jantung Helena dan Audelia yang mengenal suara ini seraya menatap kearah bukit tinggi itu.
"Ya.. Aku tak ada niat untuk bekerja sama dengan Kerajaan Iblis." Jawab Mopelina seraya menatap kearah pria diatas bukit itu.
"Apakah itu berarti Kerajaan Zealos juga termasuk?" Tanya pria itu seraya memetik bunga Lily disekitarnya.
"Ya, Jorgan." Balas Mopelina seraya mengangkat busurnya bersiap untuk menembak Jorgan.
"Oooh.. Sungguh menarik." Balas Jorgan seraya menyeringai jahat menatap bunga Lily ditangannya.
...Jorgan Vinziala Eirini...
...Pict From Pinterest...
Mopelina menembakan anak panahnya dan mengenai, menghancurkan bunga Lily yang sedang digenggam oleh jorgan hingga berterbangan kemana-mana.
Jorgan nampak sangat marah ketika kelopak bunga yang terpecah itu berterbangan kesegala arah seraya menatap kearah mereka bertiga dengan mata yang terbuka lebar-lebar seram.
"Tunggu aku Althea, aku akan membawakan banyak Bunga Lily kesukaan dirimu nanti." Ucap Jorgan seraya melesat kearah ketiga wanita itu dengan kecepatan tinggi.
BLAR!! Suara dari hancurnya tanah yang dihantam oleh Jorgan.
Namun beruntung ketiganya mampu menghindar dari serangannya yang sangat cepat tanpa bersusah payah.
Helena saat ini merasakan hawa kengerian dari Jorgan yang sangat besar hingga menusuk kulit. Audelia masih memiliki perasaan takut didalam hatinya mengingat dirinya yang sempat dibunuh Jorgan. Mopelina nampak hanya diam menatap kearah Jorgan seraya berjalan menghampiri Audelia.
Tak disangka ternyata Mopelina menepuk pundak Audelia seraya menatapnya tajam dan memperingati dirinya untuk pergi dari tempat ini sebelum kakaknya datang.
"Aku bukan anak kecil lagi!" Bentak Audelia pada Mopelina yang marah karena dirinya selalu diperlakukan seperti anak-anak.
"Terlebih lagi. Kenapa kau membantuku? Mopelina?" Tanya Audelia seraya menatapnya curiga.
"Sebelumnya aku dan para Jendral yang lain memang sudah bersepakat untuk meninggalkan Kerajaan Zealos. Namun itu akan membahayakan nyawa kami, jika kami terang-terangan melawan Raja Daren. Terlebih lagi keenam Jendral yang lain selain kami bertiga sudah dieksekusi mati karena menentang kenaikannya." Jelas Mopelina seraya menatap Audelia dengan rasa bersalah yang ada dihatinya.
•••
Beberapa saat kemudian, ditempat lain. Nampak Azgul sudah tidak dalam Agni's Transformnya dan saat ini sedang bertarung bersama dengan Jendral Lark menghadapi pasukan Kerajaan Zealos yang terakhir.
__ADS_1
"Kenapa kau membantuku?" Tanya Azgul seraya menatap curiga Lark yang saat ini sedang membunuh pasukannya sendiri.
...General Lark...
...Pict From Pinterest...
"Dengan ini yang terakhir!" Ucap Lark seraya membunuh prajurit terakhir yang ada dihadapannya. JRASH!
"Hah!? Kau bicara apa!?" Tanya Lark dengan nada sebal ketika menoleh melihat Azgul seraya mengorek-ngorek isi perut prajuritnya sendiri. Crat! Crat! Crat!
"Kenapa kau membantuku!? Telingamu sudah rusak ya!?" Tanya Azgul sekali lagi menatapnya dengan perasaan sebal.
"Aku hanya tak ingin diperintah oleh Raja menyebalkan yang tak tahu rasa berterima kasih." Balas Lark seraya merasakan hawa membunuh yang kuat berasal dari bagian pasukan Jendral Mopelina.
"Hei! Serigala! Dimana Tuan Putri Audelia saat ini!?" Tanya Lark seraya menoleh kearah hutan sebelah kirinya.
Azgul yang sepertinya juga merasakan hawa kehadiran yang mencekam datang dari bagian tengah hutan juga ikut menoleh kearah yang sama.
"Dimana pun dia berada, yang pasti saat ini dia sedang dalam bahaya." Ucap Azgul yang kemudian melesat kearah hutan bagian tengah diikuti dengan langkah kaki dari Lark.
•••
Sementara itu ditempat lain hutan bagian kanan terdapat Freya yang masih dalam Goddess Modenya bersama dengan Valkyrie.
Keduanya sedang memandang heran dengan tingkah laku dari Jendral Gerina yang saat ini menyemburkan airbah kearah Pasukan Zealosnya sendiri.
Bahkan dia sempat tersenyum menggoda sambil memohon maaf kepada seluruh pasukannya yang tenggelam dibawah airnya.
...General Gerina...
...Pict From Pinterest...
"Yosh! Dengan ini sudah semuanya! Kyaa~ Sekali lagi aku minta maaf sudah membunuh kalian!" Ucapnya seraya membungkukkan badan kearah pasukan prajurit yang sudah tak bernyawa.
"Ada apa dengan orang ini sebenarnya?" Ucap Freya dan Valkyrie yang bersamaan seraya menatap Jendral Gerina dengan raut wajah yang bingung.
Tiba-tiba saja wajah bingung Freya berubah drastis menjadi sangat waspada bersaman dengan hawa mencekam yang datang dari hutan bagian tengah.
"Kau merasakannya juga ya? Sepertinya Cursed Hero yang kau bilang sudah datang." Cetus Gerina seraya menggunakan element air miliknya untuk mendorong dirinya seperti rocket kearah hutan bagian tengah.
Freya dan Valkyrie yang khawatir juga ikut menggunakan kekuatan miliknya.
"Time Dilation!" Ucap Freya yang menjadi lebih cepat selama 0,3 detik seperti cahaya dan kemudian menggunakan kekuatan petir dikakinya untuk melesat seperti kilat ke area hutan bagian tengah. "Giel!"
•••
END. . .
...___________________________________...
Pesan Penulis : Update akan dipercepat kembali. Terima Kasih.
__ADS_1