
...•Malam Hari•...
...Kota Larden Atas...
...Reruntuhan Kota Larden...
Malam terlihat sangat indah, padang pasir membentang dan banyak sekali bintang bersinar seperti memberi sebuah semangat.
Bersamaan dengan cahaya bulan yang menyinari malam menciptakan suasana yang sangat memanjakan mata.
Terlihat diantara tempat itu seorang pria berambut oranye yang dengan gesit dan lincahnya bertarung dengan ratusan.... tidak, bahkan puluhan ribu pasukan tengkorak.
Tinjunya yang berdarah-darah akibat pertarungan, cara berdirinya yang sudah seperti orang kelelahan, tatapan dari matanya yang sudah mulai kabur, serta keringatnya yang sudah membasahi seluruh pakaian rusak yang dikenakannya.
Dari kejauhan nampak sesosok pria berambut hitam dan berjubah hitam dengan motif merah, sedang memperhatikan pria yang bertarung itu dari atas batu besar, sambil tersenyum kecil.
•Altares Larden
Sudah empat hari berlalu, dan sejak saat itu dia berlatih seperti ini, sebuah samsak tinju yang bisa menyerang, dan bertulang keras.
Stamina pria ini juga mengerikan, dari pagi hingga malam, dan tanpa istirahat dia terus bertarung dengan mereka.
Aku menggunakan metode latihan ini agar dia bisa membangkitkan inti sihir miliknya ketingkat yang sangat tinggi, umumnya akan berwarna merah atau hijau.
Namun jika inti sihir itu diasah secara terus menerus tanpa henti, warna itu akan berubah kearah unik, aku sengaja tidak memberitahunya agar dia bisa berusaha dengan keras.
Kurangnya pengalaman dan pemahaman membuatnya berubah kebentuk dasar, gembok yang mengunci warna itu bisa dihancurkan dengan kekuatan dan kegigihan serta keberuntungan dari Dewa dan Dewi.
Akan tetapi pria ini sungguh mengerikan, tanpa sedikitpun rasa ragu, dia menerima latihanku yang bagaikan neraka.
Hmph! Jika dia pingsan akibat kelelahan, aku tidak akan menyalahkan dirinya, namun jika dia menyerah aku akan langsung membunuhnya dan menjadikannya seorang undead.
Nampaknya dia sudah sampai batasnya, aku bisa melihat dengan jelas ekspresi wajahnya yang....... apa? Kenapa dia tersenyum? Apakah dia menikmatinya? AHAHAHAHAHA! Warlen Lilith Eirini, kau benar-benar pria yang akan menjadi seekor monster dimasa depan.
Kuharap kau bisa melihatnya, Marie. Seorang anak dari keturunan pahlawan dan iblis, hanya saja pria ini matanya benar-benar mirip dengan ibunya, Amber Lilith.
Aku tau pasti disuatu tempat kau sedang melihatnya dan tersenyum, HAHAHAHAHA!
Terlihat dari kejauhan Warlen benar-benar sangat menikmati hal ini, dia tersenyum lebar dan merasa sangat semangat dengan latihan ini.
...•Malam Hari•...
...Kota Larden Bawah...
...Kedai Makanan...
Nampak seorang wanita bertubuh kecil dan berbadan ramping, juga berambut perak dengan senjata rapier dipinggangnya.
Sedang duduk diantara pengunjung kedai, pakaiannya yang glamour, sambil menikmati secangkir teh didalam gelas mewah gaya bangsawan.
...The Girl...
...
Pict From Google...
Nampak seluruh mata pengunjung tertuju padanya, karena sangat jarang sekali seorang bangsawan, apalagi seorang wanita bangsawan datang pergi ke kota bawah tanah.
'Tak kusangka selera tempat tinggalnya ditempat seperti ini.' Kata batin wanita itu sambil memeriksa keadaan sekitar, liriknya seperti sedang mencari seseorang.
Terlihat ada Valkyrie yang sedang memesan Parfait Buah Berinya, dan segelas bir di kedai itu, bersamaan dengan Garm yang memesan Susu Almond kesukaanya.
Mata wanita itu kelihatannya seperti mengenal sosok Garm, dia berusaha mengingat-ingatnya, dalam pikirannya.
'Warna mata seperti semangka, kuping panjang, pria yang cantik, atau lebih tepat kecantikannya mengalahkan wanita, rambut hitam ponytail berpony, kulit putih susu, dan pakaiannya yang serba hitam seperti pelayan. rasanya aku pernah melihatnya.. hm.. tapi dimana..?' Belum sempat selesai berfikir.
Sepertinya Garm menyadari kehadiran wanita ini dan kemudian dengan cepat berjalan kearah wanita itu untuk menyapanya.
"Yahoo~" Tegur Garm sambil menepuk pundaknya kemudian berfikir.
'Apa yang dia lakukan di sini? Lagipula ini sudah malam. Apakah ada yang terjadi di Zealos? Atau mungkinkah...' Pikir Garm.
__ADS_1
Valkyrie yang melihat kejadian itu sempat berpikir 'Kenalannya? Mungkin?' Kemudian Valkyrie menghampiri Garm dan bertanya "Kenalanmu?" Tanya Valkyrie sambil menepuk pundak Garm dan melirik kearah wanita itu.
Wanita itu yang melihat Valkyrie langsung terkejut, 'Siapa gadis cantik dengan 'lemak' yang mengejutkan ini ini?' Ucapnya dalam hati sambil memperhatikan lekuk tubuh Valkyrie dari atas sampai bawah dengan tatapan tajam, Stareeeeee~
Garm pun memperkenalkan kepada Valkyrie kalau wanita ini adalah Audelia Zealos Eirini, atau bisa dibilang adik perempuan Daren, namun Garm merasa ada hal yang aneh dengan kedatangan Audelia.
Valkyrie nampak terkejut dengan tindakan Garm yang selalu saja santai, namun dia malah tidak bisa memperhatikan situasinya 'Garm! Dia itu Putri!' ucap otak Valkyrie sambil menarik Garm dan berbisik "Dia itu Tuan Putri!"
Dengan santainya Garm menjawab Valkyrie "Haiyaa~ Jangan terlalu serius, Nona Malaikat~" Jawab Garm sambil tersenyum ke arah Valkyrie.
Audelia sepertinya sudah ingat dengan kepala pelayan utama keluarga Duskford (Garm).
'Tempo hari elf ini yang menyampaikan pesan pada Ratu Freya dan Putri Helena, (Pesan dari Warlen)' Ingatnya sambil memperhatikan wajah Garm.
Dengan gaya bangsawan Audelia berkata "Maafkan atas ketidak sopananku. Namaku Audelina Zealos Eirini, seorang Putri dari Kerajaan Zealos dan adik Pangeran Daren. Sebelum aku berkata-kata, bisakah kita berpindah tempat?" Tanya Audelia sambil melihat sekelilingnya.
Nampak banyak sekali orang dikedai dan diluar kedai, yang memperhatikan mereka.
beberapa saat kemudian...
...Kota Larden Bawah...
...Kamar Garm...
Terlihat tembok yang terbuat dari batu, sangat berantakan, ada beberapa bra yang tergeletak diantara tumpukan baju, dan hanya ada satu tempat tidur yang terbuat dari kayu.
Dengan penerangan lampu minyak diatas meja dekat pintu, terdapat juga beberapa busur dan anak panah, namun ada salah satu busur yang nampaknya berbeda, busur itu berwarna biru mengkilap seperti es dan lebih panjang dari busur yang lainnya.
Awalnya Valkyrie nampak cukup terkejut melihat bra yang ada, kemudian dia sekarang menyadari adanya saingan baru dalam kasus percintaanya, namun dia melewatkan pemikirannya yang seperti itu.
Rute Garm belum unlock
Audelia hanya merasa 'berantakan sekali orang in- (melirik bra), sudah kuduga dia ini perempuan' Kata batinnya sambil melihat-lihat ruangan Garm.
Nampaknya Audelia menyadari busur panjang milik Garm, terlihat dari raut wajah Audelia sedikit terkejut.
Garm pun menyuruh kedua wanita itu untuk keluar dari kamarnya sesaat sebelum mereka mulai berbicara.
"Aku lengah, kuharap putri itu tidak melihat busurku. Jika dia berkata sepatah apapun tentang hal itu, aku akan langsung membunuhnya saat itu juga." Ucap Garm dengan wajah yang sangat mengerikan dan mengancam.
Terlihat kamar Garm yang sudah rapi, dan busur panjang itu juga sudah disembunyikan entah dimana, mereka pun sudah duduk dilantai kamar, kecuali Audelia yang duduk dikasur Garm.
"Baiklah, mari kita bicara, jadi ada apa, Putri Kecil." Ucap Garm dengan nada sedikit waspada.
Nampak tangan Garm sudah menggenggam belati dari balik baju belakangnya, sambil mengamati Audelia.
"Tenang saja, Nona Die-" Belum selesai Audelia berbicara nampak Garm sudah melancarkan serangan kearah Audelia dengan belatinya.
Untungnya Audelia menyadari tentang hal itu dan berhasil menepisnya dengan Rapier miliknya sambil berkata. "Oh.. apa ini? Deklarasi perang dengan Kerajaan Zealos?" Tanya Audelia dengan menatap wajah Garm tajam.
Valkyrie yang melihat hal itu nampak terkejut dengan perubahan sikap Garm, "Garm! Apa yang kau lakukan!?" Bentak Valkyrie sambil merasa khawatir.
Garm merasa sudah membawa petaka untuk dirinya sendiri saat ini. "Katakan sekali lagi! Maka aku tidak akan segan-segan untuk membunuhmu, Putri Audelia yang terhormat!" Ancam Garm dan muncul hawa dingin berwarna biru seperti badai salju yang keluar dari tubuhnya.
Audelia juga sama, dia mengeluarkan aura lava disekitar tubuhnya yang membuat suhu ruangan itu naik dan rapier miliknya sudah mulai terlapisi oleh permata berwarna kuning dengan uap panas.
"Hoo~ Element tanah dan api, serta inti sihir yang berwarna unik. Tapi itu semua belum cukup untuk membunuhku, Tuan Putri." Ucap Garm sambil merapalkan mantra.
"Skadi!" Ucap Garm yang memunculkan serpihan-serpihan es kecil membentuk busur keluar dari dalam tubuhnya.
Tekanan udara didalam kamar itu benar-benar saling menolak, dingin dan panas.
Valkyrie yang merasa ini sudah berlebihan pun menggunakan kekuatannya untuk menghentikan mereka berdua.
"Valkyrie's Fang!" Ucap Valkyrie sambil mengeluarkan senjata pedang panjang ditangan kanannya.
"Reverse Time!" Ucap Valkyrie yang memutar balikan waktu.
"Time Lock!" Ucap Valkyrie yang menghentikan pergerakan mereka berdua.
"Bisakah kalian berhenti!?" Bentak Valkyrie yang marah melihat mereka.
Garm dan Audelia yang tak punya pilihan akhirnya menyerah.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian...
Terlihat mereka sudah kembali ke posisi semula dan mulai berbicara satu sama lain.
Audelia menjelaskan bahwa dia tidak akan mengganggu kehidupan Garm dan lagipula jika dia ingin memburunya, dia tidak perlu repot-repot datang sendirian kesini, dia hanya ingin memastikan sesuatu.
Garm yang mendengar hal itu sedikit dikejutkan dengan perkataan Audelia, namun dia masih belum mengerti dengan maksud dan tujuan dari perkataan Audelia.
Terlihat Valkyrie sedang kelelahan dan merasakan sakit dikepalanya, namun dia berusaha untuk mendengarkan pembicaraan mereka, akan tetapi dia masih terkejut dengan perubahan sikap Garm yang barusan, dia sedang bertanya-tanya didalam hatinya.
"Jadi, apa maksud semua perkataanmu..." ucap Garm sambil menatap Audelia dengan curiga, dan terkadang melihat kearah Valkyrie sambil berpikir 'hawa yang barusan itu apa, itu sangat berbeda dengan kekuatan malaikat'.
"Baiklah, akan ku ulang dari awal... Namaku adalah Audelia Zealos Eirini. Aku hadir disini dengan tujuan untuk mengajak kalian bekerja sama." Jelas Audelia.
Garm terlihat sangat bingung dengan tujuannya, begitupun juga Valkyrie.
"Apa maksudmu? Seorang putri tidak akan repot-repot datang sendiri kesini jika tidak menguntungkan. Katakan apa tujuanmu dan apa yang ingin kau sampaikan?" Tanya Garm yang menatap Audelia tajam.
Audelia menjelaskan, saat ini di Kerajaan Zealos sedang ada konflik internal, dan semua itu merupakan rencana dari Daren yang tidak lain adalah kakaknya, banyak dari petinggi-petinggi kerajaan yang tidak ingin menampung pengungsi dari Duskford dan juga Vinziala.
Bahkan banyak dari masyarakat Zealos yang ingin menendang keluar mereka, sudah banyak sekali kerajaan yang hancur karena serangan iblis.
Namun kondisi Kerajaan Duskford sedikit berbeda dari mereka, karena saat itu pahlawan ke sepuluh sedang berada di Kerajaan Duskford, serta Cursed Hero datang menyerang secara tiba-tiba dari dalam kota.
"Apakah keberadaan seorang Cursed Hero yang datang ke Kerajaan Duskford hanya suatu kebetulan saja?" Tanya Audelia dengan tatapan tajam kearah Garm.
Mendengar perkataan Audelia, Garm sedikit teringat perkataan Warlen setelah berbicara dengan Alexander, saat waktu ingin berteleportasi ke Zealos. "Sepertinya ada seseorang yang pandai bersembunyi."
Namun saat itu Garm benar-benar tidak memperhatikannya, karena terlalu lelah akibat penggunaan inti sihir yang sangat besar. (Sihir Pelindung)
"Dari mana kau dapat informasi tentang Cursed Hero yang datang dari dalam kota?" Tanya Garm dengan tatapan curiga kearah Audelia.
"Aku adalah seorang Putri Kerajaan. Tentu saja mendapatkan informasi seperti itu sangatlah mudah, ada seseorang yang menjadi saksi saat sebelum penyerangan dari dalam kota Duskford itu dimulai. Tapi dia juga terbunuh dimalam itu." Jelas Audelia sambil menyilangkan tangannya.
"Jelaskan padaku, semuanya.." Balas Garm dengan nada sedikit memerintah.
Audelia menceritakan apa yang dilihatnya pada malam itu, sepulangnya dari rapat dewan kerajaan tentang masalah pengungsi.
Dia sedang berjalan dilorong menuju kamar Helena untuk memberi semangat padanya, karena suatu saat dia akan menjadi kakak iparnya.
Sesampainya didepan kamar, dia tak sengaja mendengarkan percakapan Daren dan Helena mereka bertengkar hebat, dia yang merasa penasaranpun menguping pembicaraan mereka.
Tak disangka-sangka ternyata Daren yang tak lain adalah kakaknya yang merencanakan penyerangan itu dan mendesak Helena untuk menikah dengannya.
Jika tidak Daren akan membunuh Freya yang tak lain adalah ibu dari Helena dan juga mengusir seluruh pengungsi dari kotanya.
Daren juga mengatakan bahwa dia adalah orang yang membunuh Visca (Penjaga Gerbang Barat Duskford), karena telah melihat dirinya yang berbicara dengan seorang Cursed Hero.
"Itu tidak menjawab pertanyaanku. Dari mana kau mengetahui semua informasi internal milik Duskford? Bahkan kami saja tidak mengetahuinya dan apa bukti keaslian dari informasimu itu." Cetus Garm yang semakin curiga.
Audelia memberikan secarik kertas pesan dengan Stempel Prajurit Penjaga Gerbang Kerajaan Duskford Barat kepada Garm.
"Seorang penjaga gerbang tidak mungkin tidak memiliki laporan resmi. Mungkin saat itu Daren mengira saksi matanya sudah dilenyapkan, namun aku melakukan penyelidikan ke Reruntuhan Kota Duskford seorang diri. Aku ingin memastikan kebenaran kata-kata kakakku." Jelas Audelia.
Garm yang melihat tulisan itu mulai merasa geram dan sangat marah terhadap Daren.
"Apa ada lagi yang kau ketahui?" Tanya Garm dengan nada mengancam.
"Sebelum itu. Apakah kau akan menerima tawaranku untuk bekerja sama?" Balas Audelia dengan tegas.
Tanpa pilihan lain Garm pun menyetujui persyaratan Audelia.
"Jadi.. informasi apalagi yang kau sembunyikan?" Tanya Garm dengan rasa curiganya yang semakin besar.
"Darenlah yang telah membunuh Alexander." Ucap Audelia dengan nada serius dan tatapan tajam.
END. .
______________________________________
Pesan Penullis :
Jika ada kesalahan kata saya mohon maaf, semoga kalian menikmati cerita saya.
__ADS_1
Terima Kasih