
NOTE : Kentaro \= Michi / Warlen.
Spoiler :
Nama asli dari Sakamichi Kentaro adalah Warlen Lilith Eirini.
_____________________________________________
...Masih dikamar Istana Duskford...
Terlihat Kentaro yang mengenakan baju tidurnya sudah tertidur lelap, bersamaan juga dengan Valkyrie yang tertidur didalam rumah pribadinya.
Waktu dijam lemari kayu antik yang berada disebelah tempat tidur Kentaro masih menunujukkan pukul dua pagi dini hari, lalu tiba-tiba terdengar suara dari kamar pintu Kentaro. Tok! Tok! Tok!
"Michi! Ini Aku! Helena! Cepat buka pintunya!" Ucap Helena yang panik sambil mengetuk pintu. Tok! Tok! Tok! Tok!
Karena mendengar suara ketukan pintu dan Helena yang berisik akupun terbangun dari tidurku dan ingin membuka pintu kamarku.
'Ada apa sih sebenarnya.. Hoaaam~' Ucapku yang masih melamun sambil melihat kearah pintu kamarku.
TOK! TOK! TOK! TOK! "Michi!! CEPAT BUKA PINTUNYA!!" Teriak Helena yang marah.
Aku yang mendengar Helena berteriak seperti itu langsung beranjak dari tempat tidurku lalu berlari kearah pintu, tak disengaja aku melihat kearah cermin dan menemukan dirinku hanya menggunakan ****** *****.
"Tunggu sebentar Helena! Aku sedang berganti pakaian!" Balasku pada Helena sambil berteriak kecil.
Setelah beberapa saat Kentaro sudah mengenakan pakaiannya dan mulai membukakan pintu untuk kamarnya.
"Helena, ada apa?! Apa yang membuatmu kekamarku pagi-pagi buta begini?!" Tanyaku pada Helena sambil menatapnya cemas.
"Ikut Aku!" Jawan Helena dengan wajah yang sangat serius kemudian diapun mulai menarik tanganku dan berlari menyusuri lorong istana kerajaan dengan cepat.
"Aku tak mengerti maksudmu, Helena. Ada apa sebenarnya?" Tanyaku padanya sambil mengenggam tangannya.
Aku bisa melihat dari raut wajah Helena yang panik dan juga sedih, seakan-akan dia tidak ingin membicarakannya saat ini. Akupun mulai mengikuti Helena tanpa banyak bicara.
Namun Helena tidak melepaskan genggaman tangannya padaku dan aku akhirnya digandeng olehnya menyusuri lorong istana, dilorong istana ini juga ada jendela-jendela yang berbaris menghadap langsung ke Kota Kerajaan Dusford.
Tapi ketika aku melihat kearah Kota Duskford, Banyak sekali kobaran api yang sangat besar menyelimuti rumah-rumah, banyak orang berlarian kesana kemari untuk memyelamatkan dirinya dari sekumpulan monster-monster.
Aku yang terkejut melihat semua kejadian ini sontak langsung melepaskan gandengan Helena dari tanganku. Aku berhenti dan menatap kearah jendela. "Apa yang terjadi sebenarnya, Helena. Kenapa ada Minotaur disini?" Tanyaku padanya sambil memandangi Kota Duskford yang berubah menjadi tempat pembantaian.
Helena yang melihatku bersikap seperti itu mulai menarik tanganku sekali lagi dengan paksa. "Kumohon ikuti saja aku sekarang." Ucap Helena sambil berlinang air mata.
Selama perjalanan kami menyusuri lorong istana, Aku menyadari ada sesuatu hal yang janggal, tak ada satupun penjaga maupun pelayan yang seharusnya sedang bertugas ditempat ini.
'Sebenarnya... Apa yang terjadi.' Ucapku dalam benakku sambil melihst kearah Helena yang terus saja berlari seakan-akan sedang menyelamatkan diri.
...______________________________________...
...[Suasana Kota]...
Dibawah bulan purnama yang bersinar terang dan hawa panas dari api yang melahap rumah penduduk, darah-darah dari mereka yang gugur sudah menggenangi jalanan.
Terdengar bunyi logam yang saling berbenturan bersamaan dengan teriakan para prajurit.
Terlihat banyak mayat pria dan wanita bergeletakan dijalan dengan bagian tubuh yang tidak utuh.
Para goblin yang ikut menyerang juga memenggal dan melempari orang-orang dengan kepala rekan-rekan mereka.
Banyak wanita yang saat ini sedang diperkosa hingga mati, ada juga yang sedang melarikan diri dari kejaran para iblis, bisa terlihat salah satu dari wanita yang diperkosa itu bunuh diri dengan menggigit lidahnya hingga putus dan tewas kehabisan darah,
Anak-anak yang tertangkap menjadi santapan para iblis. Kepala mereka dicabut paksa hingga putus lalu dijadikan sebagai bola yang ditendang kesana kemari, badan tanpa kepala mereka diangkat terbalik lalu dibelah dua dari tengah kelamin sampai semua organ tubuhnya yang berceceran mulai disantap oleh iblis.
...Didepan Gerbang Istana...
Terlihat seorang pria dan wanita dengan posisi siap tempur sedang menunggu didepan gerbang istana kerajaan, mereka sedang dikelilingi oleh beberapa monster yang menunggu untuk menyerang.
__ADS_1
...Raja Alexander Duskford...
...Fate/Grand Order Male Arthur...
...Pict From Google...
...Ratu Freya Duskford...
...Pict From Google...
Disekitar mereka nampak sekumpulan tubuh dari prajurit kerajaan maupun iblis yang tergeletak kaku tak bernyawa. banyak darah-darah yang menggenangi area itu.
...Kota Duskford...
...
......Pict From Google......
Pria itu tersenyum sambil menatap lurus kedepan. 'Akhirnya datang juga ya.' Ucap pria itu dalam benaknya seakan melihat sesuatu didepannya. "Apakah kau siap Ratu Freya?" Tanya pria itu pada wanita yang berdiri disampingnya.
Freya yang mendengar perkataan pria itu seketika tertawa kecil padanya kemudian tersenyum menatap tajam lurus kedepan. "Hahaha! Kapanpun aku siap jika bersamamu. Suamiku, Raja Alexander Duskford."
Setelah percakapan mereka usai mendadak seluruh kota mulai berguncang, tekanan udara juga ikut berubah seperti duri-duri tajam yang menusuk kulit yang panas, dan darah dari para prajurit yang gugur disekitar mereka mulai menguap.
Clap! Clap! Clap! Mendadak muncul suara tepuk tangan dari belakang pasukan monster yang mengepung mereka. "Luar Biasa! Bravo-bravo!" Ucap seseorang dari belakang monster itu.
Sontak Alexander yang merasa mengenal suara ini langsung terkejut. 'Suara ini, tak salah lagi.' Ucap Alexander dalam benaknya seraya menatap kearah belakang monster-monster itu.
Freya yang tersulut emosinya karena tepuk tangan mengejek itu langsung meneriaki orang yang ada di belakang monster itu. "KELUAR KAU PENGECUT!!" Teriak Freya yang marah sambil mengangkat pedangnya.
Muncul seseorang dengan tubuh dan kepala yang ditutupi oleh zirah hitam bercorak warna api, dengan mata merah menyala serta kedua bilah pedang kembar yang digenggam kedua tangannya.
...Devil's Form / Mode Iblis...
...Cursed Hero (Yamada Kentaro/Jasper)...
...Pict From Google...
Alexander yang mengenal suara ini tampak sedikit cemas dengan anaknya Helena, yang saat ini bersama dengan Kentaro.
'Kuharap Daren berhasil datang ketempat Kerajaan Zealos tepat waktu' Harap Alexander dalam hatinya.
"Dari suara ini kau pasti adalah Yamada Kentaro atau bisa kubilang Jasper Eiríni" Ucap Alexander menatap pria berzirah hitam itu.
"Wah-wah, sepertinya kau masih mengingatku Raja Alexander Duskford yang terhormat. Sepertinya Ratu Freya Duskford juga bertambah cantik. Mungkin aku bisa mencicipi dan menggunakan tubuhnya sebagai mainan prajuritku." Ucap Jasper sambil menatap Freya.
Freya yang mendengar kata-kata Jasper, sontak langsung tersulut emosinya dan berlari menerjangnya. "COBA SAJA KALAU KAU BISA KEPARAT!!!!" Teriak Freya yang marah sambil berlari menerjang Jasper.
Namun beruntung Alexander yang sadar dan paham akan sifat istrinya, langsung berlari kearahnya dan menangkap menghentikan Freya sambil berbisik padanya. "Jangan terpancing, Freya." Bisik Alexander lembut.
Jasper yang melihat Alexander menangkap Freya, langsung bersiul menggoda kearah mereka. Piwiit~ "Kalian memang pasangan yang serasi sejak dulu. Tapi maaf, aku tidak bisa berlama-lama disini. Jadi bisakah kita mulai pestanya?" Ucap Jasper menatap mereka sambil mengangkat kedua pedangnya.
Alexander merasa dirinya tidak sebanding dengan kekuatan Jasper yang saat ini sudah menjadi Cursed Hero. Alexander akhirnya memutuskan untuk tidak mengambil resiko, dia lebih memilih untuk menyelamatkan orang yang paling dia cintai seumur hidupnya, Freya.
Tiba-tiba saja Alexander memeluk dan mencium bibir Freya kemudian berkata "Maafkan aku dan terima kasih. Aku menyayangimu seumur hidupku, Freya." Ucap Alexander sambil menatap Freya yang terkejut dengan sikap Alexander.
...Kissing Scene...
__ADS_1
...Mirai Nikki / Future's Diary...
...Gif From Google...
Seusai Alexander mengatakan apa yang ada dihatinya, dia merapalkan sebuah mantra lalu "Full Barrier Protection" Ucap Alexander lalu seketika itu juga ada dinding pelindung sihir milik Alexander, berbentuk segi empat biru transparan yang mengelilingi Freya dari ujung kaki hingga rambut dan mengurung dirinya.
Freya terlihat sangat terkejut dengan pelindung sihir mikik Alexander yang tiba-tiba mengurung dirinya. Dia mencoba mendobrak pelindung sihir itu berkali-kali dengan memukul-mukulnya dengan pedang dan menabrak-nabrakkan dirinya ke pelindung itu.
Jaspser yang hilang kesabaran mulai melesat menerjang kearah Freya yang dia rasa akan pergi dari tempat ini menggunakan sihir unik dari Alexander.
Alexander yang sadar dengan serangan mendadak Jasper, langsung saja menahan kedua pedang yang dihunuskan oleh Jasper dengan cepat.
TRANG! Terdengar suara benturan pedang milik Jasper dan Alexander tepat dihadapan Freya.
"Seluruh pasukan dan jendralmu sudah mati, pendudukmu sudah mati dan kau masih ingin melawanku?" Tanya Jasper yang menahan pedang dari Alexander sambil menatapnya tajam.
"Perfect Vision." Ucap Alexander yang masih menahan pedang Jasper, kemudian mata sebelah kanan Alexander berubah menjadi seperti mata kucing yang berwarna kuning.
Freya menangis pilu merasakan sakit yang teramat sakit didalam dadanya saat dia melihat Alexander menoleh kebelakang. Freya berteriak sekencang-kencangnya memanggil nama Alexander.
"Maafkan aku. 'Teleportation.' " Ucap Alexander dengan senyum lembut menatap Freya sambil meneteskan sedikit air mata.
Freya menyadari kalau itu adalah ucapan terakhir yang akan didengar oleh orang yang benar-benar mencintainya, dia menangis mendobrak pelindung itu sekuat tenaga dan terus-menerus meneriakkan namanya.
Setelahnya muncul lingkaran sihir dengan cahaya putih yang berada dibawah kaki Freya, cahaya putih itu sedang memproses tubuh Freya untuk dikirim ketempat lain.
"ALEX!!!! ALEEEEEEEX!!!! ALE---" Ucap Freya yang menangis menatap punggung orang yang paling dia cintai.
Tak butuh waktu lama cahaya itu akhirnya memproses tubuh Freya seutuhnya.
...Kota Kerajaan Zealos...
...
Pict From Google...
Terlihat Freya mendapati dirinya sedang berada di Kerajaan Zealos yang terletak diwilayah utara Benua Elzia, bersamaan dengan itu nampak juga beberapa penduduk sekaligus prajurit dari Kerajaan Duskford dan Vinziala sedang terbaring lemas karena terluka.
Nampak juga Helena, Kentaro dan Daren sedang mengobati beberapa orang yang terluka, Garm dan Orland juga terlihat sedang membantu beberapa prajurit dari Kerajaan Zealos yang memberikan makanan kepada pengungsi yang selamat dari serangan itu.
Freya yang melihat ini semua benar-benar terkejut bukan main, dia tak pernah menyangka suaminya akan benar-benar menyelamatkan mereka semua.
'Terima kasih, Alexander' Ucap Freya dalam benaknya, kemudian dia mulai menangis sejadi-jadinya karena kehilangan orang yang paling dicintainya, Raja Alexander Duskford Eirini.
Helena yang terkejut melihat ibunya, Freya. Langsung berlari kearahnya dan ikut menangis menumpakan semua perasaanya sambil memeluk tubuh ibunya yang bergetar pilu.
...Gerbang Istana Duskford...
Terlihat mereka Alexander dan Jasper yang saling menatap tajam satu sama lain seraya menggenggam senjatanya masing-masing, nampak juga beberapa monster yang sebelumnya mengelilingi Alexander sudah mati.
"Tak kusangka Alexander yang dulunya adalah guruku akan berbuat sejauh ini demi orang lain" ucap Jasper sambil menatap Alexander tajam.
"Seorang raja harus siap melindungi harapan orang-orang yang mengikutinya bahkan bila harus kehilangan nyawanya sekalipun." Jawab Alexander dengan lantang.
"AKU RAJA ALEXANDER DUSKFORD EIRINI YANG JUGA KETURUNAN DARI PAHLAWAN KETUJU AKAN MEMBUNUHMU DISINI!" Teriak Alexander yang membakar semangat serta amarahnya sambil menhunuskan pedangnya kedepan.
____________________________________________
BAB III PART 2 : KING SACRIFICE (REVISION)
Pesan Penulis :
Jika ada kesalahan kata saya mohon maaf, semoga kalian menikmati cerita saya.
Terima Kasih
__ADS_1