
...•Pagi Hari•...
...Kota Zealos...
...[Gerbang Selatan]...
Situasi yang mereka hadapi saat ini benar-benar buruk, recana mereka telah gagal total, variabel yang sama sekali tak pernah diperhitungkan kini muncul dihadapan mereka, Jorgan Vinziala Eirini.
Kondisi tubuh Freya sudah tak dapat menanggung beban luka hingga membuat dirinya tak sadarkan diri, organ perutnya hancur, dan detak jantungnya semakin lemah.
Valkyrie yang pada saat itu masih terikat kontrak dengan Freya hanya bisa terdiam tak berkata-kata, mental, tekad, dan bahkan semangat hidupnya kini seketika hilang.
Valkyrie masih terus mengingat kejadian yang baru saja menimpa rekannya, Orand. Dirinya masih memiliki trauma berat dengan darah setelah melihat isi kotak kado merah waktu lalu.
Miresk nampak terus-menerus mencoba berbagai macam jenis sihir penyembuhnya ke tubuh Freya, namun sayang hampir semua sihir miliknya tak ada yang berhasil.
Hanya untuk beberapa saat Miresk dapat menghentikan darah Freya yang terus menerus mengalir keluar, akan tetapi tetap saja hal itu tak dapat menyelamatkan nyawa mantan Ratu Duskford tersebut.
Sementara itu disisi lain, Audelia masih terlihat ketakutan dan merinding ngeri ketika menatap musuhnya, dirinya tetap tak menyangka akan berhadapan dengan pahlawan legendaris, Jorgan.
"AUDELIA! APA YANG KAU LAKUKAN!?" Teriak Miresk dengan keras memanggil Audelia yang masih mematung tak bergerak.
Miresk juga menyadari pria yang ada dihadapannya adalah lawan yang terburuk dari yang terburuk selain Lucifer, sambil terus-terusan menahan luka Freya dengan sihirnya, dia meneriaki Audelia.
'Fre..Freya akan mati, Freya akan mati...' kata-kata itu terus terulang didalam pikiran Valkyrie yang ketakutan, dia tidak tau apa yang harus dia perbuat, dia benar-benar panik dengan keadaan yang berada diluar dugaan ini.
Miresk yang masih berpikir jernih kemudian berlari kearah Audelia dengan cepat, menarik bajunya dan melemparnya jauh kebelakang.
"Pergilah!! Kau tidak bisa melakukan apa-apa disini!!" Bentak Miresk sambil merapalkan beberapa mantra dan juga membuka buku berjudul Book of The Angel.
Muncul sebuah lingkaran sihir-sihir kecil yang sedikit-demi-sedikit mulai menyatu dan membentuk perisai besar berwarna emas dengan sayap-sayap malaikat dikedua sisinya.
Nampak juga terlihat banyak ada sebuah cahaya berkat yang tiba-tiba saja turun dari langit dan menerangi tubuh Miresk, kemudian sebuah aura emas seperti manik-manik muncul melapisi tubuhnya.
' Jadi inikah kekuatan seorang ArchBishop. Perisai emas itu pasti Kyrie Elesion, dan aura itu... kalau tidak salah namanya Assumptio. ' Ucap batin Jorgan sambil menatap memperhitungkan kekuatan Miresk.
"Perisai yang dapat menahan serangan dari segala arah, tak peduli darimana serangan itu akan datang. Ditambah lagi kau memberkati dirimu sendiri menggunakan sihir yang akan menambah kekuatan fisikmu 100 kali lipat." Ucap Jorgan yang berjalan perlahan kearah Miresk sambil menatap tajam mata Arch Bishop itu dengan tekanan kuat.
"Kau.. masih tidak layak." Lanjut Jorgan yang kemudian mulai mengeluarkan tekanan kuat disekitarnya, bahkan membuat seluruh Kerajaan Zealos ikut berguncang merasakan kengerian dari inti sihirnya.
"Kita lihat saja.. Gravitation!" Ucap Miresk sambil menyerang Jorgan menggunakan mantra sihirnya, nampak muncul sebuah lingkaran sihir berwarna putih diatas Jorgan.
DUM! Terdengar suara nyaring dari tekanan gravitasi yang menekan tubuh Jorgan dengan kuat, namun dapat dilihat dengan jelas Jorgan masih berdiri tegak walaupun pijakan kakinya dijembatan itu mulai hancur akibat sihir tekanan Miresk.
'A-apa yang terjadi!? Megapa dia tidak tertekan sama sekali!?' Ucap batin Miresk terkejut sambil melihat Jorgan yang masih berdiri tegak, dan tak bergeming dibawah tekanan sihir gravitasi.
Miresk yang sadar akan perbedaan kekuatan miliknya dengan Jorgan, mulai merasa cemas terhadap Audelia dan Freya yang sedang berada tepat dibelakang dirinya berdiri.
Namun nampak terlihat ketika Miresk melihat kebelakang, dia sangat terkejut ketika matanya memandang ke arah Audelia yang masih saja diam membatu tak bergerak.
"APA YANG KAU LAKUKAN AUDELIA!? CEPAT PERGI DARI SINI!" Teriak Miresk yang terus menerus berusaha menyadarkan Audelia dari rasa takutnya.
"HOLY BLESSING!" Ucap mantra sihir Miresk yang kemudian memunculkan sebuah lingkaran sihir putih tepat diatas kepala Audelia dan memberkatinya.
Seketika setelah berkat itu turun pada Audelia, dirinya langsung tersadar dari rasa takutnya dan menatap kearah wajah Freya yang terus-menerus mulai membiru.
Audelia secara cepat menghampiri Freya dengan air mata yang mulai menetes mengenai wajahnya sambil berharap Freya dapat diselamatkan.
"BERTAHANLAH! KUMOHON FREYA!" Teriak Audelia yang panik sambil menekan luka diperut Freya yang terus saja menerus mengeluarkan darah.
'Reverse Time!' Ucap mantra sihir Valkyrie yang kemudian membuat semua darah yang sudah keluar dari luka Freya mulai kembali mengalir kedalam lukanya.
'Andai.. saja.. aku tidak takut..' Ucap Valkyrie dalam batinnya sendiri dengan rasa bersalah yang besar terlihat dari tangisannya.
Nampak terlihat Freya berangsur-angsur mulai mengembalikan kesadarannya walau masih dalam kondisi yang sangat lemah.
"Su..dah cukup.. Au..delia dan... Val...kyrie" Ucap Freya terbata-bata karena darah yang sudah memenuhi tenggorokannya.
"Kumohon bertahanlah... kumohon... ini salahku... aku tidak tau... aku tidak mengerti kenapa orang itu ada disini... " Jawab Audelia yang semakin meneteskan air matanya.
'Maafkan aku Nona Freya... aku terlalu takut... aku minta maaf.. aku minta maaf...' kata Valkyrie dalam batin Freya.
"Sudah..lah... lagi..pula... i..ini... salah...ku sen..diri..." Ucap Freya yang semakin melemah, dia tak punya kekuatan lagi untuk menahan kesadarannya.
'Reverse Time! Reverse Time! Reverse Time!.....' Valkyrie terus menggunakan kekuatannya untuk memutar balik waktu kepada Freya, terus dan terus menerus.
"Apakah kalian sudah selesai?" Ucap Jorgan yang memperhatikan ketiga orang itu dengan tatapan dingin.
"Diamond's Eye" Nampak mata milik Jorgan sedikit-demi-sedikit mulai berubah menjadi seperti berlian, setelahnya lingkaran sihir serangan dan pertahanan milik Miresk tiba-tiba saja hancur. (Gravitation dan Kyrie Elesion)
"Ke-Kenapa!?" Ucap Miresk yang terkejut tak percaya sambil menatap Jorgan dengan perasaan waspada.
'Apa yang terjadi dengan lingkaran sihirku? Benar-benar monster, hal ini mustahil dilakukan bahkan untuk seorang pahlawan sekalipun.' Tanya batin Miresk dengan perasaan heran saat melihat lingkaran sihirnya tiba-tiba saja hancur.
"Kelihatannya kau sedikit bingung, tapi tak apa, lagipula kau akan segera mati." Ucap Jorgan yang mulai melompat dan melesat kearah Miresk dengan cepat.
DASH! Groa!! Blar! Blar! Suara dari hentakan kaki Jorgan yang melompat membuat tekanan luar biasa sampai-sampai jembatan gerbang selatan itu mulai runtuh.
"MIRESK!!!!" Teriak Audelia yang melihat sahabat kecilnya akan mati, dia juga melihat Jorgan menendang belakang tombak miliknya, sehingga senjata tombaknya mulai melesat lebih cepat dari pergerakannya.
__ADS_1
Miresk hanya bisa terdiam tak bereaksi saat Jorgan menendang tombaknya dengan memutar.
Wush! Suara dari tombak yang melesat melewati Miresk, dan melesat kebelakangnya.
JRASH! Suara tombak dari Jorgan yang menembus perut Freya untuk kedua kalinya bahkan menghancurkan tangan Audelia yang sedang menutup luka Freya.
Nampak tombak itu tidak berhenti dan terus-terusan melesat menembus dinding batu yang berada dibelakangnya sampai jarak yang sangat jauh.
Miresk sangat terkejut dengan kecepatan luar biasa yang diperlihatkan oleh Jorgan, bahkan dia benar-benar tidak bisa melihat pergerakan dari tombak itu.
DUAK! Terdengar suara pukulan telak kearah perut Miresk, yang menghempaskan tubuhnya kebelakang dan membentur bebatuan dengan sangat keras, nampak Miresk memuntahkan darah yang cukup banyak dari mulutnya.
"Sekali tepuk tiga lalat." Ucap Jorgan sambil menatap mereka tajam.
TAP! Suara kaki Jorgan yang mendarat setelah melesat dan meninju Miresk.
Jorgan berhasil memukul tubuh Miresk, menembus perut Freya untuk yang kedua kalinya, dan juga menghancurkan tangan mungil Audelia.
Audelia terkejut dan benar-benar tak mengira akan ada tombak yang melesat dan menghancurkan tangannya, dia berteriak kesakitan karena tangannya yang hancur.
"Reverse Time!" ucap Valkyrie yang terus menerus melakukan sihirnya, tangan Audelia kembali lagi seperti semula, dan luka Freya kembali seperti saat sebelum terkena tombak untuk yang kedua kalinya, 'Kumohon! sedikit lagi! sedikit lagi!' kata batin Valkyrie.
Audelia tercengang dengan apa yang dilihatnya, dia berada diantara rasa takut dan rasa bertanggung jawab, dia tidak bisa memilih apa yang harus dia pilih, dan terus-terusan melihat kearah tangannya yang sebelumnya hancur.
Freya masih terus-terusan ditolong oleh Valkyrie, namun Freya merasa dirinya sudah tak tertolong lagi, dia melihat Audelia yang ketakutan, Miresk yang terpojok, dan Valkyrie yang panik, dia sadar ini semua karena kesalahannya sendiri, karena ulahnya yang bertindak gegabah.
'Valkyrie, sudah cukup.' Ucap Freya dalam batinnya. 'Nona Freya, aku ada rencana, tapi...' Balas Valkyrie dalam batin Freya.
Nampak Freya sedikit terkejut dengan rencana yang disampaikan oleh Valkyrie, namun kemudian Freya tersenyum, "Aude...lia... per..gilah... de...ngan... Mi...resk... A...ku... dan... Val...kyrie... a...kan me...nahan..nya..." Ucap Freya yang terbata-bata, sambil berusaha untuk bernafas.
Audelia terkejut mendengar perkataan Freya yang terbata-bata, namun dia memilih untuk diam tak berkata apapun, dia terus-menerus menekan luka Freya.
'Jika aku tidak menggunakan pertahanan fisik, pasti tubuhku sudah hancur tertembus tinjunya, ditambah lagi perisai dan sihir gravitasiku tidak mengganggunya, apa yang harus kulakukan, sihir penyembuh milikku juga tidak bekerja, apa yang terjadi?' Ucap batin Miresk sambil menahan rasa sakit disekujur tubuhnya dan memuntahkan darah.
'Mereka masih hidup ya? Lumayan.' Kata batin Jorgan sambil memperhatikan wajah mereka bertiga.
"Aku akan memberi tahumu sekali, dengarkan baik-baik, Arch Bishop." Ucap Jorgan sambil memunculkan kembali senjata tombaknya.
"Aku sudah memanipulasi aliran inti sihir milikmu dan mereka, apa kau mengerti maksudku?" Ucap Jorgan yang kemudian menatap mereka dengan tajam.
'Aliran inti sihir!? Tapi itu... apa!? Inti sihir!? Sejak kapan!? Memanipulasi inti sihir orang lain!? Ini benar-benar gawat.' Kata batin Miresk yang terkejut setelah memperhatikan aliran inti sihir milik Jorgan yang sangat rumit.
"Sudah mengerti?" Ucap Jorgan yang kemudian melesat kearah Miresk untuk membunuhnya.
'Dengan ini satu orang akan mati terlebih dahulu.' Kata batin Jorgan yang bersiap untuk menggunakan kekuatan sihirnya.
Tepat diujung tombak Jorgan muncul serpihan-serpihan tipis berkilauan dan angin-angin yang dengan tekanan kuat yang melapisi ujung tombaknya.
Kemudian Jorgan menghentikan langkahnya dengan posisi melempar tombaknya, seperti lempar lembing.
°
GREP! Suara dari tangan kanannya yang mengencangkan pegangan pada tombaknya.
°
DUM! Suara dari hentakan kakinya saat menghentikan langkah.
°
DUASH! Suara dari lemparan tombaknya.
°
DUAR! Suara dari bangunan jembatan yang terkena angin dari lesatan tombaknya.
"Holy Bell!" Ucap Miresk, kemudian muncul sebuah lonceng suci berbentuk emas, untuk mengurung serangan tombak yang dilemparkan Jorgan didalamnya.
DONG! DONG! Terdengar suara nyaring benturan tombak milik Jorgan yang berada didalam lonceng itu, dan juga menahannya.
"Oxiomus." Ucap Jorgan bersamaan dengan lemparan tombak kedua yang dihempaskan menggunakn tangan kirinya.
DUASH! Terdengar suara lemparan tombak dari Jorgan.
'APA!? DUA!?' Nampak Miresk sangat terkejut melihat satu tombak lagi yang melesat kearahnya dengan cepat. 'aku tidak bisa bergerak, apakah aku akan mati...' Ucapnya dalam hati.
"AUDEL-" Belum sempat Miresk meneriakkan namanya, dia melihat Audelia berlari kedepan dirinya, dan merapalkan Mantra.
"Magma Wall!" Muncul sebuah tembok yang terbuat dari magma untuk perisai lapis pertama.
"Yellow Diamond's Shield!" muncul permata berwarna kuning panas yang berposisi sebagai perisai lapis dua.
"Purple Flame Barrier!" muncul sebuah pelindung api ungu yang membungkus Magma Wall dan Yellow Diamond's Shield.
"Purple Incendary!" Rapier milik Audelia mengeluarkan api berwarna ungu.
"Rapier's Barrage!" Muncul dua puluh empat rapier dari dimensi ruang, membentuk lingkaran seperti garis pada angka jam.
BAM! Bunyi dari lemparan tombak kedua milik Jorgan yang menabrak pelindung Purple Flame Barrier.
__ADS_1
"Diamond's Eye" Ucap Jorgan sambil menatap kearah Purple Flame Barrier milik Audelia.
Terlihat jelas Jorgan hanya menjentikkan jarinya, tiba-tiba pelindung api itu menghilang dan tombaknya menabrak dinding magma milik Audelia.
"Apa yang terjadi!?" Ucap Audelia yang terkejut melihat pelindung apinya menghilang.
"Pria ini memiliki kemampuan yang sangat rumit, rasanya dia seperti monster didalam monster." Terang Miresk.
"Apa maksudmu?" Tanya Audelia dengan wajah terkejut.
"Matanya, mata miliknya bisa menghancurkan inti sihir dan lingkaran sihir dengan mudah." Jelas Miresk.
Terlihat tombak milik Jorgan sudah menembus pelindung magma Audelia, dan mulai menabrak pelindung permata kuning milik Audelia.
Krrk! Trrk! Tombak Jorgan mulai terlihat sedikit demi sedikit menembus pertahanan permata Audelia.
Nampak Audelia mulai merapalkan sebuah mantra, dia memposisikan Rapier ditangannya ketengah-tengah lingkaran Rappier's Barrage miliknya, lalu
Yellow Diamond's Rapier nampak seluruh senjatanya terlapisi berlian berwarna kuning.
High Temperature nampak senjatanya mulai mengeluarkan uap panas.
Ziror! nampak seluruh tubuhnya mengeluarkan uap panas.
Zan Fury! kemudian dia mengambil kuda-kuda untuk melompat, terlihat dikakinya api berwarna ungu sudah menyala.
KRANG! Bunyi dari pecahan pelindung permata kuning milik Audelia, yang tertembus tombak.
"Purple Diamond Thrust!" Ucap Audelia yang melompat dan melesat dengat kecepatan tinggi melewati tengah-tengah Rappier's Barrage.
Dirinya juga menciptakan lingkaran sihir berwarna ungu sebagai pelontar tepat ditengah-tengah sekumpulan pedang rapier yang membentuk garis lingkaran jam.
Terlihat kecepatan gerak Audelia benar-benar bertambah tinggi setelah melewati Rappier's Barrage miliknya, dirinya juga berhasil membelah tombak milik Jorgan yang pada saat itu masih menabrak dinding permata miliknya.
"MATILAH KAU JORGAN!!" Teriak Audelia yang masih melesat dengan cepat kearah Jorgan dengan posisi menusuk.
Nampak Jorgan tidak menghindari serangannya, dan memposisikan tangan kirinya kebelakang bersiap untuk memukul Audelia yang melesat kearahnya, sambil menarik nafas Jorgan berkuda-kuda.
GREP! Suara dari kepalan tangan Jorgan yang menguat.
BUM! Suara dari hentakan kakinya.
Lalu dia melancarkan tinjunya kearah Rapier Audelia yang melesat dengan cepat.
'A-apa.. dia menyerahkan tangannya sendiri!?' kata batin Audelia.
'Diamond's Eye' kemudian terlihat Jorgan mematahkan seluruh pelindung sihir milik Audelia, dan rapiernya berangsur kembali normal.
"Gaw-" BUAGH! Tinju dari Jorgan yang mengenai pundak kanan Audelia, nampak tulang-tulang milik Audelia retak dan tergeser kebelakang hingga menembus kulitnya, JRASH! Suara dari tulang yang menembus
Terlihat kepalan tangan dari Jorgan masih tersangkut didalam tubuh mungilnya, kemudian Jorgan melemparkan tubuh Audelia kearah bebatuan dan mendarat tepat disebelah Miresk.
"Sudahkah kalian selesai?" Ucap Jorgan yang kemudian berjalan kearah meraka dengan perlahan, 'Bagaimana rasanya? Kehilangan orang yang kau sayangi? Arch Bishop.' Pikir Jorgan sambil menatap tajam kearah Miresk.
Nampak Audelia sudah tak bernyawa akibat pukulan kuat Jorgan yang menghancurkan tulang dan daging tubuhnya, sampai-sampai menembus kebelakang.
Miresk menatap Audelia sudah tak bernyawa, dirinya langsung berlari kearahnya sekuat tenaga sambil mengucapkan mantra penyembuhan tertinggi yang dimilikinya.
ARCH HEALING! ARCH HEALING! ARCH HEALING!" Ucap Miresk dengan air mata yang menetes diwajahnya, namun sayang tidak terjadi apapun, semua sihirnya dipatahkan oleh Jorgan.
Dari kejauhan nampak terlihat kedua mata Jorgan terus-menerus mematahkan seluruh sihir milik Miresk.
Miresk yang tak punya harapan mulai memeluk tubuh Audelia yang sudah dingin tak bernyawa, dia terus menerus memanggil nama Audelia, dia terus menerus melihat darah yang mengalir dari punggungnya, dan terus menerus mencium keningnya.
"Aku selalu berkeinginan untuk melindungimu layaknya seorang pria, namun pada akhirnya dirimu yang selalu melindungiku, kenapa-kenapa!? Padahal aku sangat mencintaimu! KENAPA!?" Teriak Miresk dalam tangisnya.
"Aku lemah, aku tau, kau yang sudah mengajarkanku untuk menjadi kuat, kau selalu menjadi harapanku, aku berusaha sekuat tenaga untuk menjadi seorang Arch Bishop demi melindungimu layaknya seorang pria, tapi kenapa kau tidak pergi saat kuperintahkan Audelia, kenapa-kenapa-kenapa-KENAPA!?" Teriaknya dan terus meneriakkan nama Audelia sekencang-kencangnya, dia berlutut dan menangis dengan memeluk tubuh mungil Audelia, dia ingin mengatakan kalau dirinya mencintai Audelia.
"Bukankah lebih baik jika kalian mati bersama?" ucap Jorgan menatap mereka.
KRANG! Bunyi dari lonceng milik Miresk yang pecah, kemudian nampak tombak Jorgan masih melesat kearah Miresk.
Terlihat Miresk tidak dapat melakukan apa-apa, dia melihat tombak itu melesat kearah dirinya dan tubuh Audelia.
"GUARDIAN ANGEL!" Teriak Freya dari belakang mereka, nampak tombak dari Jorgan ditangkap oleh Freya dan dihempaskan kearah langit.
'Oh.. Menarik.' Ucap Jorgan dalam hatinya sambil tersenyum kecil menatap Freya yang pada saat itu berubah menjadi malaikat.
...•••...
Sementara itu, ditempat lain nampak terlihat Warlen melesat dengan kecepatan penuh menggunakan sayapnya.
'Semoga saja masih sempat!' Ucap Warlen dalam hati sambil menggendong Garm.
______________________________________
Pesan Penullis :
__ADS_1
Jika ada kesalahan kata saya mohon maaf, semoga kalian menikmati cerita saya.
Terima Kasih