
NOTE : MASIH DALAM PERBAIKAN.
________________________________
...Suatu Tempat Dalam Kota...
45 menit sebelum penyerangan
Terlihat dua orang yang tertutup bayangan sedang bercakap. "Kelihatannya tidak berjalan sesuai rencana. Tak kusangka Hans akan datang ketempat ini, melihatnya saja sudah membuatku merinding." Ucap Pria A
"Aku sudah melakukan semua yang kau minta. Aku sudah menunggu selama 15 tahun untuk ini, cepat serahkan benda itu." Balas Pria B
"Khu..khu..khu.. tidak usah terburu-buru bocah" Balas Pria A.
"Bukankah ini kesepakatannya!?" Ucap Pria B kesal.
"Tenanglah.. selama kau tidak mengecewakanku.." Balas Pria A lalu menghilang.
'BANGSAT!!! Tidak.. Tenanglah semua ini kulakukan demi dirinya.' Ucap pria B dalam benaknya sambil menatap kearah tubuh prajurit wanita.
...Digerbang Timur Kota Kerajaan...
Suasana terlihat cukup tegang ada beberapa prajurit yang meninggalkan Kota Duskford menuju kearah timur. Alexander telah memerintahkan beberapa prajuritnya untuk menyelamatkan penduduk Vinziala yang saat ini sedang berlindung di Birdiela.
Beberapa Komandan Pasukan juga sudah dikerahkan oleh Alexander untuk mengawal perjalanan dan sebelumnya Daren berpamitan kepada Alexander untuk pergi menemui Helena.
Terlihat Seorang Pria dengan tubuh kokoh penuh luka baru saja turun dari langit BLAM! Suara dari pijakan kakinya.
...Hans De Brofed...
...Pict From Google...
"Alexander." Ucap pria itu.
Alexander sangat terkejut seakan sedang melihat hantu saat melihat pria gagah itu, begitu juga dengan para prajurit yang melihatnya.
'Mustahil! Ini tidak mungkin.' Ucap benak Alexander. "Rambut itu, luka itu tidak mungkin HANS!?" Cetus Alexander yang terkejut.
Para prajurit yang mendengar nama 'Hans' seketika semuanya langsung menarik pedang mereka kearah pria itu.
"Hans!? Sang Pembunuh Naga!? Satu-satunya manusia yang bisa bertarung menandingi Jorgan Eirini dan Naganya!?" Gaduh para Prajurit.
'Seharusnya dia sudah mati saat penyerangan ratusan tahun yang lalu. Apa yang terjadi!?' Kata Hati Alexander yang bingung menatap Hans.
"Alex.. Aku hanya akan memperingatkan-mu satu kali. Tujuan mereka hanya yaitu Warlen Eirini dan ada seorang pengkhianatan disekitarmu." Ucap Hans sambil menatap Alexander tajam.
"Bukankah itu aneh jika mereka menghancurkan Kerajaan Vinziala tanpa sebab." Lanjut Hans, kemudian muncul kabut tebal dan menghilang.
Terlihat Helena dan Daren baru saja tiba ditempat Alexander, DRAP! Kemudian. "Ayaaaah! Apakah semua berita itu benar!?" Tamya Helena cemas pada Alexander.
Alexander yang tak punya pilihan akhirnya menjelaskan seluruh situasi yang terjadi pada Helena dan sebaliknya. Seusai mereka berdua bertukar informasi Alexander dikejutkan tentang penjelasan Helena.
'Siapa yang memberi tahunya?? Cursed Hero sedang datang kesini?? Sial! Aku sudah memasuki jebakan mereka!' Ucap benak Alexander dengan raut wajah kesal.
"Siapa yang memberi tahumu tentang hal ini, Helena?" Tanya Alexander dengan raut wajah cemas.
"Visca, patroli penjaga. Apakah ada yang salah, ayah? Tanya Helena menatap heran Alexander.
'Mustahil.. tidak mungkin patroli penjaga bisa mengetahui hal ini.' Ucap benak Alexander setelah mendengar jawaban Helena.
"Tidak-tidak ada yang salah.. dimana Sak- Warlen sekarang?" Tanya Alexander pada Helena sambil tersenyum.
"Mungkin saat ini sedang berada dikamarnya." Jawab Helena.
Terlihat Alexander sedang berpikir tentang perkataan Hans dan merangkai kejadian ini.
'Mereka mengetahui tentang keberadaan Warlen? Tapi darimana? Siapa yang berkhianat? Jika dia ingin melemahkan pasukanku kenapa harus Kerajaan Vinziala, kerajaan kami lebih lemah dari mereka. Ada apa disana?' Pikir Alexander yang merangkai semua kejadian yang ada.
'Patroli penjaga bagian barat? Memberitahu Helena? Daren pergi untuk bertemu Helena? Sebenarnya apa yang terjadi? Aku masih belum mengerti tentang semuanya, tapi aku yakin ini sebuah jebakan.' Lanjut Alexander yang meyakinkan dirinya bahwa ini adalah jebakan.
Seusai Alexander menyadari ini adaah jebakan. Diapun memberikan perintah pada mereka semua.
"Daren.. aku ingin kau pergi menemui ayahmu di Kerajaan Zealos, pergilah bersama Orland sebagai pengawalmu. Beritahukan bahwa saat ini mungkin penduduk kami dan Vinziala akan berpindah kesana, bawalah ini 'memberikan sihir lokasi teleport.' "
"Helena, bawa Sakamichi dan Garm pergi dari sini. bawalah ini 'memberikan sihir teleportasi khusus ketangannya Helena'. gunakan ini kepada seluruh penduduk yang dievakuasi dihalaman istana."
"SELURUH PRAJURIT DUSKFORD, EVAKUASI SEMUA PENDUDUK YANG SAAT INI BERADA DI KOTA!! KUMPULKAN MEREKA KE HALAMAN ISTANA!!
PERKETAT KEAMANAN SELURUH GERBANG KOTA!!
Ucap Alexander pada mereka semua.
"Ayah, ada apa secara tiba-tiba? Aku tidak bisa menggunakan sihir teleportasi sebesar ini." Ucap Helena cemas.
"Putriku, lakukan saja perintahku dan serahkan sisanya kepada ayahmu yang keren ini!" Balas Alexander sambil tersenyum.
Terlihat Helena mencemaskan ayahnya dan memeluknya. "Ayah, berjanjilah satu hal..." Ucap Helena sambil memeluknya.
"Hoo..? Apa itu..?" Tanya Alexander yang tersenyum lembut kearah putrinya.
"Kumohon cepatlah kembali" ucap Helena sambil menangis.
"Putriku yang manis. Aku tak menyangka kau akan menangis seperti ini.. hahahaha.. Percayalah pada ayahmu." Balas Alexander sambil mencium keningnya.
"Dan aku mendukung pilihan suamimu nanti. Hahaha!" Lanjut Alexander menggodanya.
Terlihat Helena menangis sekencang-kencangnya di dada ayahnya. Pelukannya semakin erat dia menyadari betapa berat beban yang dipikul oleh ayahnya, akan tetapi dia memilih untuk bungkam tak berkata-kata.
Beberapa saat kemudian. . .
"Ayah! Jangan lupakan janjimu itu!" Ucap Helena sambil memukul pelan dada ayahnya.
"Baiklah! Ini sebuah janji ya!" Jawab Alexander sambil tersenyum lembut dan mengelus kepala Helena.
"Oh ya, temui ibumu. Sampaikan semua berita yang aku perintahkan dan jangan halangi tindakannya. Satu lagi ini 'memberikan sihir teleportasi pada Helena' sentuh zirah ibumu saat kau bertemu dengannya." Ucap Alexander.
"Aku menyayangimu, Helena." Ucap Alexander yang berusaha untuk tersenyum menatap putri kesayangannya.
...Alexander Smile...
...Pict From Google...
Helena pergi meninggalkan ayahnya walau dengan hati yang pedih. Akan tetapi dia mengerti dan paham bahwa itu adalah perintah terakhir dari ayahnya yang juga seorang Raja Duskford, kemudian Helena mulai melaksanakan tugasnya.
Terlihat Orland sudah tiba di gerbang timur, kemudian menghampiri Alexander dan berkata. "Ternyata masalahnya gawat ya. Aku sudah mendengar detailnya dari para penjaga. Terlebih lagi kau itu tidak sopan seperti biasanya, memanggilku menggunakan teleportasi."
"Ahahahaha.. Maaf-maaf..." Balas Alexander pada Orland, setelahnya Orland dan Daren berpamitan pada Alex untuk pergi ke kota Zealos.
20 menit sebelum penyerangan
...Suasana diidalam kota...
Banyak dari prajurit yang sedang mengevakuasi para penduduk, namun tak sedikit dari mereka yang berlarian karena perintah Raja Alexander yang sangat mendadak, akan tetapi situasi masih bisa dikendalikan oleh Komandan Kapten.
...Suasana dihalaman Istana...
Terlihat Garm sedang menyiapkan mantra sihir pelindung disekitar kastil, bersamaan dengannya ada beberapa Bishop yang membantu dan nampak juga sudah terlihat beberapa penduduk yang tiba disana.
__ADS_1
...Dibalkon Istana...
Drap! Suara kaki dari Helena yang baru saja tiba dibalok istana, kemudian nampak Freya menyadari kedatangan putrinya dan langsung berbicara lebih dulu.
"Tidak perlu menjelaskan, aku sudah tau apa yang akan kau katakan" Ucap Freya yang nampaknya mengetahui rencana Alexander.
"Ibu...." Balas Helena dengan nada kecil.
"Aku juga adalah seorang Ratu. Aku mengerti keputusan Alexander, akan tetapi aku juga menyayanginya. Aku hanya tidak ingin meninggalkannya disaat-saat seperti ini."
"Putri kecilku, Helena. Dulu disaat umurku 14 tahun, aku adalah Putri Kerajaan Vinziala. Putri sombong yang selalu memandang rendah orang lain."
"Banyak yang datang untuk melamarku waktu itu, hampir semua keturunan bangsawan sampai kerajaan ingin melamarku."
"Tapi aku menolak semuanya. Aku juga seseorang yang keras kepala pada saat itu, mungkin itu juga menurun padamu. Hahaha!"
"Sampai saat ayahmu datang melamarku. Dia datang hanya menggunakan baju lusuh yang compang-camping dan mengaku sebagai keturunan Pahlawan Ke 7."
"Kau juga tau kan Pahlawan Ke 7 adalah pahlawan yang terlemah diantara semuanya. Bahkan dia tidak bisa membunuh Komandan Lucifer."
"Semua orang tertawa dan menyorakinya. Bahkan
Nenekmu yang juga Ratu Vinziala mengusirnya.
Seorang anak miskin yang ingin menikahi putri kerajaan."
"Aku juga melakukan hal yang sama. Akan tetapi saat itu dia malah tersenyum kepadaku dan berkata bahwa dirinya serius ingin menikahiku."
"Awalnya aku tidak mengerti kenapa dia berkata seperti itu, mungkin karna aku masih keras kepala pada saat itu."
"9 Tahun kemudian aku mendengar kabar bahwa ada sebuah Kerajaan baru yang diperintah oleh keturunan pahlawan ke 7."
"Dan nama Kerajaan itu adalah Freya Duskford Eirini. Ayahmu menggunakan nama depanku sebagai Kerajaanya lalu melamarku dan menikahiku."
"Senyumannya begitu hangat, hanya dia pria yang bisa meluluhkan hatiku yang sangat dingin saat itu."
...Alexander Duskford...
...Fate/Grand Order Male Arthur...
...Pict From Google...
"Setelah 1 tahun aku menikah dengan ayahmu. Akhirnya aku mengandungmu Putriku Helena Duskford Eirini."
"Kau adalah buah hatiku yang sangat kucintai, maafkan ibumu yang selama ini selalu bersikap dingin kepadamu."
"Mungkin sudah terlambat bagi ibu untuk mengatakannya. Ibu ingin menemani ayahmu sampai nafas terakhirnya"
Ucap Freya sambil berjalan dan kemudian menangis memeluk Helena.
Dalam hati Helena 'Ibu. Maafkan aku.... Aku tidak tau apa yang kulakukan ini benar atau salah, tapi aku sudah berjanji pada ayah.' Ucap Helena dalam benaknya sambil menempatkan mantra sihir pada ibunya.
Beberapa saat kemudian. . .
Terlihat Helena pergi berpamitan kepada Freya untuk menjemput Kentaro, dan Freya pergi ke Halaman Istana untuk membantu Garm serta pasukan lainnya untuk menyiapkan sihir teleportasi.
'Tunggu aku! Alexander, seusai aku membantu mereka. Aku akan langsung menuju ketempatmu.' Ucap benak Freya sambil berlari.
Sementara itu ditempat lain. . .
...Didalam Kota Duskford Selatan...
Suasana sedang ricuh, banyak prajurit dan jendral sedang berusaha untuk menyelamatkan penduduk yang tinggal di Kota Duskford bagian selatan.
Lalu tiba-tiba BUUUUUUUM! Terdengar bunyi ledakan yang sangat keras sampai-sampai menimbulkan awan jamur dan dampak dari ledakannya menerbangkan para penduduk dan prajurit serta puing-puing rumah.
Terlihat banyak orang berlarian kesana kemari. Suasana kota yang tadinya ricuh menjadi semakin tak karuan bagaikan neraka, rumah-rumah yang terbakar hingga mayat para korban yang sudah tidak utuh.
...Dead Body Scene...
...Beginning After The End...
...Pict From Google...
Tapi untungnya Kastil Kerajaan Duskford berhasil selamat dari ledakan itu berkat pelindung yang dibuat oleh Garm dan beberapa Bishop.
Dibalik ledakan itu muncul sesosok bayangan hitam sambil menggenggam pedang ganda dikedua tangannya, bersamaan dengan matanya yang merah menyala.
Dan dari belakang bayangan itu muncul banyak monster iblis yang menyerbu penduduk. "Mari kita mulai permainannya anakku, Warlen." Ucap bayangan itu.
...Gerbang Timur Kota Duskford...
Alexander merasakan tanah berguncang menggetar serta tekanan udara dan angin bertiup kencang terasa sampai tempatnya seiringan dengan awan jamur besar yang semakin terlihat.
Banyak puing-puing bagian rumah penduduk bersamaan dengan anggota tubuh yang sudah terurai ikut berjatuhan dari langit dan turunnya hujan darah dari mereka yang menjadi korban.
Betapa terkejutnya Alexander melihat hal itu dengan rasa sakit pedih dan marah.
"Perfect Vision!" Ucap Alexander.
...Alexander Right Eye...
...Gif From Google...
Terlihat mata kanannya yang berwarna hijau berubah seperti mata kucing serta, dia sedikit meneteskan air mata dan melesat dengan kecepatan tinggi menuju gerbang istana dimana orang-orang yang sedang dilindunginya berada disana.
...Dihalaman Istana Duskford...
Terlihat Garm yang sedang menahan dampak dari ledakan itu menggunakan sihirnya bersamaan dengan beberapa Bishop membantunya, serta nampak juga Kentaro sekaligus Helena sudah ada disana.
Kemudian Garm menggunakan kekuatan sihirnya untuk menghubungi Alexander seperti telepati jarak jauh.
...•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••...
Garm : ALEX!! KAU BISA MENDENGARKU!?
´
Alexander : Ya.. aku bisa mendengarmu Garm.
´
Garm : Alexander, maaf.... Kami tidak bisa mengumpulkan seluruh penduduk saat ini.
´
Alexander : Aku mengerti, bagaimana keadaannya sekarang?
´
Garm : Para Monster sudah berada digerbang kastil, mereka akan menembus pelindungku saat ini. Freya sedang berada didepan Gerbang Istana sambil mengulur waktu, ledakan tadi melemahkan pelindung kami.
´
Alexander : Apakah lingkaran sihir teleportasinya sudah siap?
__ADS_1
´
Garm : Kami butuh sekitar 2 menit untuk mengulur waktu.
´
Alexander : Bisa hubungkan aku dengan Orland?
´
Garm : Baiklah
´
Alexander : Orland! Apakah kau sudah sampai!?
´
Orland : AH! ALEX JANGAN BERTERIAK! Jantungku hampir copot!!
´
Alexander : Aku tidak berteriak, apakah kau sudah sampai?
´
Orland : Sebentar lagi Aku dan Daren akan sampai ke Zealos.
´
Alexander : Baiklah. Aku akan membantu Freya
´
Alexander : Garm, hubungkan aku secara personal dengan Sakamichi.
´
Terlihat Garm memanggil Kentaro dan kemudian menyentuh kepalanya.
´
Alexander : Halo, nak. Mungkin ini pertama kalinya bagimu mendengar suaraku, maafkan aku yang tidak bisa menyambutmu dengan baik, dan ini hanya pembicaraan singkat. Tapi dengarkanlah.
´
Kentaro : Ba-Baiklah.. Raja.. Tuan.. Alexander
´
Alexander : Ahahahaha.. Tidak usah formal kepadaku. Aku mengenal ibumu.
´
Kentaro : Apa.. ibuku..!?
´
Seusai penjelasan Alexander yang diketahuinya nampak Kentaro bergeming mendengarnya
´
Kentaro : Baiklah, terima kasih. Yang Mulia Raja Alexander.
´
Alexander : Jagalah putriku dan istriku. Aku percayakan padamu.
´
Sakamichi : Disaat seperti ini. Anda masih berkata santai ya… Anda tidak berencana untuk mati bukan?
´
Alexander : Ahahahaha.. kau pria yang menarik. Warlen Eirini………
...•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••...
Terlihat kekuatan sihir yang dipakai oleh Garm melebihi batas karena jarak dari mereka terlalu jauh dan membuatnya pingsan, seketika itu sambungannya pun terputus.
...Didepan Gerbang Istana Duskford...
Terlihat Freya sedang bertarung dengan beberapa monter dan iblis sambil menunggu kedatangan Alexander, kemudian Drap! Suara langkah kaki seseorang.
"Kau terlambat." Sapa Freya seusai menebas salah satu monster didepannya.
"Ayolah.. tadi aku sedikit sibuk." Jawab Alexander dengan senyum kecil diwajahnya.
"Sesaat kau sampai disini, sebelumnya salah satu penyihir bilang padaku kalau mantranya sudah siap. Serta Orland sudah sampai di Zealos." Jelas Freya.
"Baiklah, 'LARGE PORTAL ELEPORTATION!!' " Ucap Alexander menggunakan mantranya.
...Di Halaman Istana...
Terlihat sebuah lingkaran sihir besar mengelilingi orang-orang yang berhasil dievakuasi. Ada juga Garm, Kentaro, dan Helena didalamnya.
Aku bisa melihat tangisan Helena yang menyakitkan sebelum kami berteleportasi, dia sungguh menyayangi ayahnya. Yang Mulia Raja Alexander, dia orang yang sungguh luar biasa.
...•Telepati antara Kentaro dan Valkyrie•...
Valkyrie nampak khawatir dengan semua kejadian yang terjasi seusai aku menjelaskan semuanya padanya.
"Apkah ini baik-baik saja?" Tanya Valkyrie cemas.
"Kuharap begitu." Jawabku singkat padanya.
...•Selesai•...
ZAP! Mereka yang berada dilapangan itupun menghilang dan terpindah ke Kota Zealos.
...Gerbang Istana...
Terlihat Freya dan Alexander bertarung mati-matian dengan monster dan pasukan iblis.
Freya melihat punggung Alexander sambil berkata dalam hatinya. 'Helena.. apakah kau tau kenapa Pahlawan ke 7 itu yang terlemah? Yah. Itu karena kebaikan Hatinya yang luar biasa.'
"Mari menggila.. Freya.." Ucap Alexander sambil menatap tajam kedepan.
...Alexander Stance...
...Fate/Grand Order Male Arthur...
...Pict From Google...
END..
______________________________________
Pesan Penullis :
__ADS_1
Jika ada kesalahan kata saya mohon maaf, semoga kalian menikmati cerita saya.
Terima Kasih