
Urutan :
Freya 6 hari lebih awal tiba di Goddess Temple.
Helena dan Audelia lebih lambat 1 hari dari Freya, saat tiba di Kota Taris.
Warlen, Garm dan Maurer lebih lambat 2 hari dari Freya, saat tiba di Kerajaan Grizel.
...<<><><><><><><><><><><><><><><><>>...
Satu hari berlalu setelah Freya baru saja tiba di Goddess Temple dan belum melewati ujian di Goddess Temple.
Terlihat Helena dan Audelia baru saja tiba diujung jembatan penghubung Kota Taris, mereka datang kesini dengan tujuan untuk mencari orang yang disebutkan sebagai pandai besi terbaik di Benua Elzia, Yun-Yun.
"Omong-omong idemu yang tadi cukup bagus Tuan Putri Helena, menggabungkan Element Angin dan Api milikmu untuk mendorong sekoci, dan Element Tanah milikku sebagai baling-baling kapal, jika kau tidak ada mungkin aku sudah mati." Puji Audelia sambil Helena dengan senyuman.
"Jangan merendah begitu Tuan Putri Audelia, jika kau tidak menambahkan Element Api milikmu ke Element Api-ku, kita tidak akan berhasil, lagipula jika tidak ada wanita cebol yang mengira itu adalah sebuah pulau kita tidak perlu repot-repot untuk melakukan semua itu, Hohoho~" Balas Helena sambil tertawa mengejek Audelia.
Nampak Audelia yang kesal-pun membalas Helena, "Kau benar juga, jika tidak ada wanita Plin-Plan yang tertipu 10 Keping Koin Emas hanya untuk membeli sekoci kecil, kita tidak perlu repot-repot untuk mendayung selama 7 hari untuk sampai sini, Hohohohohoho~" Balas Audelia dengan tawa yang mengejek.
"Brengsek...." Jawab Helena kemudian mereka berjalan bersebelahan, tak henti-hentinya Audelia menertawakan Helena yang tertipu karena membeli sekoci kecil dengan harga 10 Keping Koin Emas.
(1 Koin Emas : Rp. 10.000.000)
......Pict From Google......
"Apakah ini benar-benar sebuah kota?" Tanya Audelia pada Helena sambil mengerutkan keningnya menatap Kota Taris yang megah itu, "Nanti saja bicaranya, ayo kita masuk kedalam, tujuan kita untuk adalah bertemu dengan Yun-Yun."Jawab Helena.
Mereka-pun mulai berjalan diatas jembatan yang mengarah ke Kota Taris, nampak Helena terus memperhatikan Audelia seiring dengan langkah kaki mereka, "Apa?" tanya Audelia.
"Tidak, hanya saja kau mirip sekali dengan Valkyrie, matamu yang berwarna merah dan rambut perakmu itu, kalian benar-benar mirip" Jelas Helena pada Audelia.
"Kenapa baru mengatakannya sekarang? Bukankah dia itu benar-benar berbeda?" ucap Audelia sambil memegang dadanya kemudian berkata "Boing-Boing" pada Helena.
"Pfft~ HAHAHAHAHAHAHA!" Tawa Helena yang melihat Audelia dengan tatapan yang lucu, "Dulu dia sama seperti dirimu, Tuan Putri Audelia, kecil....." Jelas Helena sambil memegang dadanya kemudian berkata "Boing-Boing".
"Brengsek....." ucap Audelia dengan wajah cemberut, mereka-pun berjalan beriringan dan nampak Helena terus-menerus menertawakan dada Audelia.
Beberapa saat kemudian, mereka pun tiba didepan Gerbang Kota Taris.
Nampak ada dua orang penjaga kota yang sedang berjaga di Depan Kota Taris, "Selamat siang, nona-nona, bisa tunjukan tanda pengenal kalian?" ucap salah satu Penjaga yang menghampiri mereka.
'Tanda pengenal? sebelumnya aku tidak pernah memiliki itu.' ucap Helena dalam benaknya, kemudian terlihat Audelia mengeluarkan 1 Keping Koin Emas dari sakunya, dan memberikan ke Penjaga Gerbang itu.
Helena terlihat menyedihkan saat melihat Audelia memberikan kepingan emas itu, dan nampak penjaga itu melongo melihat perlakuan Audelia.
"Hmph!" ucap Audelia kemudian dia mulai berjalan untuk melewati gerbang itu, GREP! suara dari baju Audelia yang ditarik penjaga itu, kemudian "Penyuapan tidak diperbolehkan." ucap Penjaga itu tersenyum sambil mengeluarkan sebuah kayu yang seperti borgol.
Ceklek! Terlihat borgol itu sudah terpasang ditangan Audelia.
Nampak Helena melongo melihat kejadian yang ada didepannya, lalu Ceklek! terlihat borgol juga sudah terpasang ditangan Helena.
"Tunggu! kenapa aku juga...." ucap Helena sambil merengek, "Kau adalah rekannya..." Jelas penjaga itu, nampak Audelia melihat Helena dengan tatapan polos seakan memintanya untuk ikut bersama.
". . . . . ." Tatap Helena pada Audelia.
Beberapa saat kemudian. . .
Terlihat Helena dan Audelia sudah berada didalam salah satu sel penjara Kota Taris, dalam perjalanan ke penjara-pun mereka saling berdebat satu sama lain, dan saat ini mereka berdua sedang duduk bersebelahan.
...Pict From Google...
"ini salahmu~ dasar cebol!" ucap Helena dengan nada yang sedikit mengejek kepada Audelia sambil tersenyum jahat Smirk! dan Audelia menjawab pertanyaan Helena dengan sedikit menggerutu "Huh, padahal kita ini dulunya seorang putri, tapi searang malah dipenjara." Jawab Audelia sambil menatap langit-langit penjara.
"Tapi kenapa para penjaga itu menutupi kita dengan jubah sebelum membawa kita ya?" Tanya Helena pada Audelia, kemudian "Entahlah aku juga tidak mengerti, mungkin saja itu hanya tradisi bagi para tahanan disini?" Jawab Audelia wajah sedikit cemberut.
Tiba-tiba saja Helena mendengar bunyi dari langkah kaki seseorang yang sedang berjalan kearah mereka Drap! Drap! Drap! Drap! dan nampak terlihat ada seorang pria dengan kepala serigala tiba didepan sel penjara mereka.
__ADS_1
...Pict From Google...
"Namaku Azgul seorang werewolf yang berasal dari ras monster dan jabatanku adalah Jendral Pelindung dikota yang kecil ini, sebelumnya aku meminta maaf pada kalian karena telah mengurung kalian yang baru saja tiba disini.
Kami terpaksa melakukannya karena jika kalian adalah benar-benar Tuan Putri Helena dari Kerajaan Duskford dan Tuan Putri Audelia dari Kerajaan Vinziala, itu berarti nyawa kalian sedang terancam.
Dan tanpa mengurangi rasa hormatku pada orang yang baru saja aku temui, Jika itu benar bisakah kalian menunjukkan lambang putri dari masing-masing asal kerajaan kalian?" Jelas dan tanya Azgul pada mereka berdua dengan rasa hormat serta sedikit menundukkan kepala.
Tak disangka Audelia yang menemukan sedikit kejanggalan dengan penjelasan Azgul langsung bertanya padanya.
"Apa maksudmu yang menyatakan Taris adalah kota kecil? dari mana kau mendengar tentang perkataan tuan putri? Lalu apa yang akan terjadi jika kami adalah tuan putri? dan apa yang terjadi jika kami bukan tuan putri?" Tanya Audelia dengan rinci sambil menatap Azgul waspada.
Helena yang mendengar pertanyaan Audelia sedikit terkejut karena sebelumnya mereka sama sekali tidak pernah menyebutkan kata Tuan Putri disepanjang perjalanan.
'Aku dan Audelia selalu menggunakan kata Cebol dan Plin-Plan' Ucap Helena dalam batinnya dengan perasaan waspada sambil melihat kearah Azgul.
Nampak Azgul tersenyum mendengar pertanyaan Audelia, kemudian.
"Maafkan kelancanganku yang sebelumnya tidak mempercayaimu, akan kujelaskan detailnya nanti, sebaiknya kalian ikut denganku kerumahku yang tak jauh dari penjara ini." Jelas Azgul sambil membuka-kan sel penjara mereka.
Nampak Helena dan Audelia masih terlihat waspada dengan sikap Azgul yang seperti itu, dan tiba-tiba saja Azgul berkata "Didalam sini terdapat batu pengekang sihir... tak ada gunanya kalian melawan, percayalah padaku." celetuk Azgul sambil berjalan meninggalkan sel mereka.
Tak ada pilihan lain Helena dan Audelia akhirnya mengikuti saran dari Azgul, kemudian mereka bertiga mulai berjalan bersama dengan posisi Azgul yang berada didepan, Helena dan Audelia yang berada dibelakang memperhatikan Azgul.
"Yah, tak kusangka ternyata kau cukup cerdik Putri Helena, kau bisa dengan cepat menemukan kejanggalan dalam pertanyaanku sebelumnya. Walaupun ada yang belum tumbuh, tapi tak masalah, selera pria itu berbeda-beda, terkadang juga mereka lebih menyukai yang kecil." Ucap Azgul sambil melihat kearah Audelia.
Terlihat Audelia yang sedikit kesal dengan salah paham itu.
Azgul mengira Helena adalah Audelia, dan sebaliknya.
"Dan untuk Putri Audelia sebaiknya kau mencontoh Putri Helena yang sangat cekatan dalam menjawab pertanyaanku, meskipun kau kurang bisa mengambil keputusan, walaupun bagianmu sudah tumbuh.
"Akan tetapi itu akan jadi masalah jika nanti kau sudah berkeluarga, kau akan sangat sulit mengambil keputusan nantinya." Ucap Azgul yang melihat kearah Helena dengan tatapan seperti memberi saran.
Terlihat Helena yang mendengar itu langsung menatap Azgul dengan tatapan jengkel sekaligus ikut kesal seperti Audelia.
'Entah kenapa mereka menatapku seakan ingin membunuhku, dan kenapa situasi disini menjadi dingin sekali ya, brrr~' Ucap benak Azgul sambil berjalan menuju keluar penjara.
Terlihat Audelia dan Helena menatap Azgul dengan hawa membunuh dan tatapan dingin.
Beberapa saat kemudian. . .
Terlihat mereka bertiga baru saja sampai dirumah Azgul, kemudian Helena dan juga Audelia duduk bersebelahan disofa dengan bantal-bantal berwarna itu bersamaan dengan Azgul yang duduk dihadapan mereka.
...Pict From Google...
"Jelaskan padaku? Kenapa kau mempercayai kami? Bisa saja kami hanya berpura-pura." Tanya Audelia sambil menatap Azgul dengan penuh curiga.
Helena yang mendengar pertanyaan Audelia juga ikut bertanya pada Azgul "Kenapa kami harus memakai jubah yang menutupi diri kami saat perjalanan dari luar penjara sampai kerumahmu?"
Namun nampak Audelia sepertinya sedikit terkejut dengan pertanyaan Helena 'Pertanyaanmu benar-benar tak ada bobotnya.' Pikir Audelia kemudian #Facepalm.
Azgul yang melihat mereka seperti itu ikut tersenyum dan mulai menjawab pertanyaan Audelia terlebih dahulu.
"Baiklah, aku percaya pada kalian. Lagipula tak mungkin ada orang yang berpura-pura berani mengikutiku sampai tempat ini." Jelas Azgul.
"Untuk Putri Audelia tentu saja aku tidak ingin identitas kalian diketahui oleh para penduduk." Jawab Azgul sambil menatap Helena.
Azgul masih salah paham tentang kedua orang ini.
"Tunggu dulu! Tuan Azgul, aku yang berambut oranye kemerahan dan pakaian hijau adalah Helena, dan Cebol yang ada disebelahku ini namanya Audelia." Jelas Helena pada Azgul.
"Itu benar! Putri plin-plan yang ada disebelahku ini bernama Helena, dan rambutku yang perak serta mata yang berwarna merah adalah Audelia." Jelas Audelia pada Azgul.
Nampak Azgul yang kaget, dan sedikit kurang percaya dengan perkataan mereka berdua mulai tertawa lagi.
"AHAHAHAHA! Kalian benar-benar cerdas, tak mungkin Putri Helena mempunyai bagian yang tumbuh sebesar itu, dan tak mungkin Putri Audelia secerdas ini." Ucap Azgul sambil tertawa mendengar perkataan mereka.
__ADS_1
"HAHAHAHA.. HAHAHA... HA..... .........Baiklah aku percaya pada kalian." Ucap Azgul yang melihat tatapan dari mata mereka berdua yang sangat kesal.
'Sepertinya mereka ingin membunuhku sekaligus mengulitiku, entah kenapa mereka berdua ini menyeramkan, Brrr~' Ucap batinnya.
Beberapa saat kemudian Azgul-pun menceritakan masalah yang sedang melanda Kota Taris.
"APA!? Jadi kakakku melakukan sayembara perkepala kami dengan hadiah 1000 Keping Koin Emas!? Seluruh prajurit Kerajaan Zealos juga sudah disebar ke berbagai kota untuk membunuh kami!?" Ucap Audelia yang kaget setelah mendengar penjelasan Azgul.
"Ya, itu benar Tuan Putri Audelia, kami sudah mendengar berita beberapa hari yang lalu tentang penyerangan kalian dan rekan-rekan kalian di Kerajaan Zealos, kalian dikatakan sebagai pemberontak yang ingin menjatuhkan Raja baru Zealos yaitu Daren" Jelas Azgul pada mereka.
"Lalu kenapa kau membantu kami?" tanya Audelia dengan tatapan curiga dan penuh waspada, "Sebelumnya kota ini adalah bagian dari 2 Kerajaan Vinziala dan Duskford, akan tetapi setelah kami mendengar tentang kedua kerajaan itu hancur, maka secara logika saat ini yang memegang kendali adalah Kerajaan Zealos, bahkan Sang Kaisar juga menyetujui hal itu." Jelas Azgul pada mereka.
"Sang Kaisar?" Tanya Helena pada Azgul, kemudian "Sang kaisar ratu api Gremory Elzia orang yang bahkan lebih kuat dari Jorgan, akan tetapi dia tidak pernah muncul dibenua ini, tidak diketahui asal-usulnya dan dia sangat jarang ikut andil dalam keputusan antar kerajaan." Jelas Audelia pada Helena.
"Aku juga pernah mendengar tentang rumornya yang tinggal Istana Awan Gunung Berapi yang berpusat ditengah-tengah mata angin benua ini." Jelas Azgul pada Helena.
"Baiklah, lalu kenapa kau bilang saat ini Taris adalah Kerajaan yang kecil? dan apa alasanmu membantu kami?" Tanya Audelia pada Azgul.
"Saat ini Taris adalah kerajaan yang sangat kecil, jika dilihat dari luar memang terlihat sangatlah megah, akan tetapi penduduk kami semakin berkurang.
"Semua itu karena Pemerintahan Zealos yang semakin kejam, pajak yang terlalu tinggi dan juga prajurit kami yang semakin hari semakin diambil oleh Kerajaan Zealos." Jelas Azgul pada mereka dengan wajah yang marah.
"Kau masih belum menjawab pertanyaanku tentang alasanmu membantu kami." Tegas Audelia pada Azgul.
Nampak Helena yang masih memikirkan tentang Gremory Elzia-pun mulai merasa curiga "Apa hal yang paling berharga di Kota ini?" Tanya Helena pada Azgul.
"Pertama, Aku ingin membantu kalian agar aku bisa membalaskan dendamku pada Raja baru yang keji itu. Aku ingin mengabdikan diriku pada kalian." Ucap Azgul.
"Ini karena Istriku serta anakku yang masih kecil dibunuh oleh Prajurit Zealos, mungkin aku tidak cukup kuat dibandingkan dengan kalian tapi aku ingin mengikuti kalian." Lanjut Azgul.
Nampak Audelia dan Helena menatap wajah dari Azgul seakan mengerti, sebab sebelumnya mereka sempat melihat foto yang menempel didinding rumahnya, disana ada foto keluarga Azgul bersama istri dan anaknya.
"Aku tak perduli selemah apapun dirimu, selama kau punya tekad yang kuat aku yakin dirimu akan menjadi lebih kuat." Ucap Helena sambil mengulurkan tagannya kearah Azgul.
"Ada dua tipe orang didunia ini, seorang petarung yang akan terus maju atau seorang pengecut yang akan menyerah sebelum bertarung." Tegas Audelia sambil berpose Oke! kearah Azgul.
Tak lama kemudian Azgul-pun resmi menjadi pengikut mereka. . .
"Jadi apa yang paling berharga di kota ini?" Tanya Helena pada Azgul.
Azgul-pun menjawab pertanyaan mereka dengan sebuah nama "Yun-Yun." ucapnya.
Mendengarnya sontak membuat Audelia menyadari maksud dari perkataan Azgul.
"Jangan-Jangan, para penduduk yang dibawa oleh mereka, dipaksa untuk memberitahukan lokasi Yun-Yun?" Tanya Audelia pada Azgul.
"Jadi dengan kata lain mereka semua mengincar senjata suci?" Tanya Helena yang mulai memahami situasinya.
Nampak Azgul yang tersenyum karena tak menyangka mereka akan menebak semua hal itu dengan benar.
"Sebaiknya kita juga segera berangkat nona-nona." Ucap Azgul yang kemudian berdiri dari tempat duduknya.
"Kemana?" Tanya Helena dan Audelia serempak.
"Ketempat Yun-Yun yang berada diatas Aspidochelone." Jawab Azgul dengan senyuman.
Terlihat mereka berdua yang mendengar nama itu langsung melongo menatap kearah Azgul.
"Ada apa dengan kalian?? Nona-Nona?" Tanya Azgul yang bingung sambil clingak-clinguk menatap mereka berdua.
^^^^^^Aspidochelone Kura-Kura raksaksa yang sebelumnya ngejar Helena sama Audelia.^^^^^^
_____________________________________________
BAB VIII PART 6 : THE PAST (END)
NOTE : Mungkin updatenya bakal melambat, lagi ngerevisi bab-ban sebelumnya.. maaf ya.
Pesan Penullis :
Jika ada kesalahan kata saya mohon maaf, semoga kalian menikmati cerita saya.
__ADS_1
Terima Kasih