Pahlawan Dunia / Heroes Of The World

Pahlawan Dunia / Heroes Of The World
BAB 59 : Musuh Baru?


__ADS_3

Masih di dalam Hutan Golbum, hari pertama. Pada malam itu Warlen memakai kemampuan barunya yang dia dapat selama berlatih menggunakan kekuatan sejatinya di Istana Langit.


Death Guardian merupakan salah satu kekuatan sejati iblisnya saat Warlen dulu masih tinggal di Benua Elzia, selama perjalanan dalam waktu yang cukup panjang, kini dirinya mampu menggunakan kekuatan ibunya sampai ketahap tertinggi.


Warlen melesat kearah monster-monster yang saat ini sedang mengelilinginya dengan sangat cepat, dia mengayunkan pedangnya keseluruh bagian vital musuh-musuhnya tanpa kesulitan.


Warlen tak perduli dengan ukuran dari seluruh monster yang saat ini mengelilinginya, besar, sedang, kecil, bahkan sampai ke ukuran raksaksa setinggi saluran listrik udara (Sutet).


Memakai kekuatan Death Guardian yang Warlen dapat saat membangkitkan kekuatan sejatinya, dia menghabisi monster berukuran raksaksa itu tanpa harus bersusah payah.


Death Guardiannya menebas kepala dari monster raksaksa itu dengan mudahnya, seperti sedang memotong kue. Warlen terus berpindah-pindah tempat kehadapan monster itu dalam sekejap, menghabisi mereka tanpa kesulitan yang berarti.


Warlen mulai merasa dirinya akan hilang kendali karena darah, senyumnya melebar, perasaannya menggebu-gebu, sklera matanya menghitam, gigi taringnya memanjang, dan tanduk dikepalanya mulai tumbuh.


Sampai akhirnya dengan cepat Warlen berpindah tempat ketengah-tengah mereka, kemudian dia mulai membentuk simbol segitiga dengan kedua tangannya memakai jemari.


"Maaf saja, aku tak punya banyak waktu untuk bermain-main." Ucap Warlen dengan mata berkeliling memperhatikan monster-monster yang saat ini sedang berlari kearah dirinya.


"Umbra." Ucap Warlen kemudian diantara dan ditengah-tengah segitiga jari jemari tangannya, muncul tembakan aliran sihir besar yang sangat dahsyat berwarna merah ruby bercampur dengan seluruh elementnya.


Tembakan sihir Warlen bahkan membuat dirinya sedikit terseret mundur, sampai menghilangkan seluruh mahluk hidup atau apapun yang ada didepannya tanpa meninggalkan jejak ataupun bekas sedikitpun.


"Fyuh.." Ucap Warlen yang kemudian menoleh kebelakang sambil melihat keadaan sekitarnya, dan mendapati kalau seluruh musuhnya sudah ditebas habis oleh Death Guardiannya.


"Nampaknya kau cukup berguna juga." Lanjut Warlen sambil kemudian mengulurkan telapak tangannya yang terbuka kearah Death Guardiannya itu.


"Release." Perintah Warlen yang melepaskan kekuatan Death Guardiannya, kemudian dapat terlihat mahluk raksaksa panggilan pahlawan kesepuluh itu mulai menghilang ditelan gumpalan sihir merah, dan masuk kedalam tangan Warlen.


"Sepertinya aku terlalu berlebihan.." Ucap Warlen sambil menoleh kebelakang melihat sisa-sisa bekas tembakan sihirnya.


Warlen mendapati adanya yang sebuah tanah lapang seukuran tiga kalinya lapangan sepak bola, tepat berada ditengah-tengah Hutan Golbum.


Warlen bertanya-tanya dalam hati sambil memikirkan kekuatannya, dia merasa kalau dirinya terlalu banyak menggunakan kekuatan iblisnya sampai-sampai hampir hilang kendali.


Warlen yang sebelumnya tersesat didalam Hutan Golbum akhirnya memutuskan untuk menyusuri tanah lapang bekas tembakannya itu.


Namun sebelum Warlen mulai berjalan, dia sontak langsung mundur beberapa langkah kebelakang karena dikejutkan dengan pandangan matanya.


Warlen melihat tempat yang tadinya merupakan tanah lapang luas itu, berubah kembali menjadi sebuah pepohonan hanya dalam sekali kedipan matanya.


Warlen yang terkejut mulai bersikap waspada dengan sekitarnya, saat ini keadaan sangatlah mencekam, seakan semuanya kembali seperti sedia kala saat pertama kali Warlen masuk kedalam Hutan Golbum ini.


Warlen merasakan aura intimidasi dan mencekam berwarna hitam yang sangat besar keluar dari balik pepohonan rindung kesegala arah, dan mendadak berkumpul ditempatnya berdiri sekarang.


Warlen yang merasa adanya tanda bahaya langsung melompat jauh beberapa meter kebelakang dengan cepat dari tempatnya berdiri, sambil berputar diudara.


CPLAK! Terdengar suara dari pendaratan kaki Warlen yang mendarat diatas genangan air diatas dataran hutan itu.

__ADS_1


"Apalagi sekarang.." Gumam Warlen yang sebal seraya melihat kearah gumpalan aura hitam itu yang sedikit-demi-sedikit mulai membentuk tubuh, dan menyerupai sosok seorang wanita cantik nan menggoda.


Rupa dari wanita itu benar-benar menawan, dia berambut hitam panjang sampai ke pinggang, kupingnya lancip, matanya bulat hitam, hidungnya mancung, bibirnya merah merona, serta dia juga memiliki tanduk dan mahkota dikepalanya.


Dia juga memikiki tubuh yang sangat ideal bagi seorang wanita, kulitnya putih mulus, dirinya mengenakan selendang yang sangat minim berwarna hitam dengan corak emas kekuningan pada bagian depan, dan sedangkan untuk bagian belakangnya tertutupi jubah panjang.


Dia juga menggenggam tombak panjang bermata dua bersamaan dengan seekor ular hitam yang melingkar dari tangan kirinya sampai kebagian tengah dadanya, sekaligus dia juga memiliki sepasang sayap besar berwarna hitam dipunggungnya.


Warlen hanya menatap tajam dengan perasaan waspada kearah wanita itu sambil bertanya-tanya keheranan pada dirinya sendiri. 'Siapa wanita ini? Lawan atau kawan?' Ucap benaknya.


"Siapa kau?" Tanya Warlen sambil bersiap siaga untuk pertempuran, dia tahu betul wanita yang saat ini sedang berada dihadapannya bukanlah wanita sembarangan.


Warlen hanya mendapati pertanyaannya dijawab dengan senyuman kecil yang tertampil diwajah wanita cantik itu, setelahnya tiba-tiba saja wanita itu menghilang seakan ditelan bumi ketika Warlen mengkedipkan matanya.


Warlenpun merasa semakin waspada sambil menatap sekelilingnya, kedua matanya melirik mencari keberadaan wanita itu, dapat terlihat Warlen menghela nafas panjangnya sebagai pertanda dirinya tak ingin terlibat pertarungan.


"Ini merepotkan." Gumam Warlen dengan perasaan sebalnya seraya mulai merubah gaya bertarungnya dengan berkuda-kuda layaknya seorang petarung tangan kosong.


Kemudian tiba-tiba saja muncul sebuah aura hitam kecil sekecil gundu, dan kemudian membesar sebesar bola sepak yang terlihat diantara kolong kaki Warlen.


Dari dalam aura itu muncul ujung tombak tajam yang sebelumnya digenggam oleh wanita itu, lalu menyerang Warlen secara tiba-tiba dengan cepat.


Namun sayangnya Warlen sudah menyadari datangnya serangan mendadak itu, langsung dengan sigapnya mencengkram tombak wanita itu menggunakan element tanah miliknya.


GREP!!! Terdengar suara cengkraman kuat tanah yang menggenggam ujung tombak wanita itu, dan kemudian menariknya keluar WUSH!!!


BUAGH!!!! Terdengar pukuran keras dari Warlen yang nyaring mengenai perut dari wanita itu, membuat wanita itu terhempas kebawah dengan kuat BLAR!!!


"Kutanya sekali lagi.. Siapa kau sebenarnya?" Tanya Warlen sambil menghentakkan kakinya ketanah dan kemudian, muncul sebuah ruangan pelindung yang mengelilingi Warlen sekaligus wanita itu, Diamond's Room.


Pelindung itu berbentuk kotak serta berdinding berlian berwarna merah ruby, kotak itu cukup besar dimana didalamnya cukup untuk ditiduri 15 orang dewasa secara berjejeran, dan tingginya setinggi 3 kalinya orang dewasa pada umumnya.


"Blue Flame." Ucap Warlen yang kemudian dikeempat sudut kotak ruangan itu muncul api berwarna biru, dan lalu menerangi ruangan itu, dapat dilihat wanita itu tiba-tiba menghilang lagi.


"Aku sudah mendengar tentang dirimu, pahlawan kesepuluh~" Jawab wanita itu yang kemudian mulai memunculkan dirinya melalui gumpalan aura hitam dihadapan Warlen, diikuti dengan hawa intimidasi kuat sampai menusuk kulit.


"Kau ingin tahu siapa aku? Hmm~" Ucap wanita itu dengan menggoda dan kemudian tiba-tiba saja dia menyerang kearah Warlen. "Aku adalah orang yang akan mengambil nyawamu!" Lanjut wanita itu.


TRANG! Terdengar bunyi gesekan antara tombak dan zirah besi milik Warlen.


'Ini berat!' Ucap benak Warlen yang kemudian mulai membentuk segel segitiganya lagi, lalu "Umbra!" Teriak Warlen saat ingin melakukan sihirnya seperti tadi.


BUUM!!! Terdengar bunyi tembakan dahsyat dari Warlen.


"Force Field!" Ucap wanita itu yang kemudian membuat gaya tolakan terhadap serangan Warlen, sehingga serangan sihir itu berbalik kearah Warlen sendiri.


BUUUM!!!! Terdengar bunyi tembakan yang lebih kuat lagi setelah wanita itu menolak tembakan sihir milik Warlen, sehingga membuat Warlen terpental menabrak dinding Diamond's Room nya sendiri hingga pecah dan menembus menghantam pepohonan.

__ADS_1


BRAK!!!!! Terlihat Warlen yang mendarat vertical dengan punggungnya terlebih dahulu, menyebabkan pepohonan dibelakangnya hancur semua.


"Wajahmu yang kesakitan itu seksi sekali~" Ucap wanita itu dengan nada menggoda sambil memainkan rambutnya memakai jemarinya.


Warlen merasa kurang baik, sebab saat ini pelindung zirah miliknya mulai hancur sedikit demi sedikit akibat serangan sihirnya sendiri yang dipantulkan, bahkan diperkuat oleh Force Field wanita itu.


Kondisinya cukup buruk, Warlen memuntahkan darah akibat benturan keras dipunggungnya, bahu belakangnya sedikit memar, zirah bagian depannya keropos, dan nafasnya mulai sesak.


"Hei... wanita jal*ng! Kutanya sekali lagi.. siapa kau.." Ucap Warlen dengan nafas yang terengah dan kemudian tiba-tiba saja wanita itu melesat kearah Warlen lalu, menghantam kepala Warlen dengan cengkraman tangan wanita itu.


BRAK!!!


"Sudah kukatakan.. Aku ini pencabut nyawamu, pahlawan.." Jawab wanita itu diiringi dengan hantaman keras yang menghantam kepala Warlen ketanah.


"Aaargh!" Suara teriak kesakitan Warlen diiringi dengan pengelihatan matanya yang semakin memburam akibat benturan itu, kepalanya seakan seperti sedang dipukul kuat oleh benda keras.


Tak berhenti sampai sana, dapat dilihat ditelapak tangan wanita itu yang mencengkram kepala Warlen mulai memunculkan cahaya gelap berwarna hitam.


"Force Void." Rapalan sihir wanita itu diikuti dengan sinar gelap yang semakin menekan kepala Warlen sampai-sampai menembus kedalam tanah, layaknya seperti gravitasi.


BLAM!! Terdengar suara benturan tanah nan menggelegar didalam Hutan Golbum, diiringi dengan kepala Warlen yang sudah berada didalam tanah berposisi tubuh terbalik vertikal keatas.


Masih belum berhenti sampai situ, wanita ini langsung mengangkat tombaknya dan kemudian menghunuskannya keperut Warlen yang saat ini masih tidak dapat bergerak.


JRASH!!!!! Dapat terlihat tombak dari wanita itu menembus perut Warlen diiringi dengan darah yang bermuncratan dari tubuh pahlawan kesepuluh itu, nampak wanita itu tersenyum lebar saat menusuk Warlen.


"Maafkan aku~ Pria tampan." Ucap Wanita itu dengan nada yang menggoda sambil menarik tombaknya dari perut Warlen, dan kemudian mulai merapalkan mantra terakhirnya.


Wanita itu menjulurkan telapak tangannya kearah tubuh Warlen lalu muncul sebuah aura hitam kecil sekecil gundu, tepat diatas telapak tangannya.


"Darkness Force." Ucap Wanita itu dan dapat dilihat, aura hitam itu mulai melapisi tubuh Warlen dari kaki sampai ke kepalanya.


Aura hitam itu terlihat sedang meremukkan tubuh Warlen dengan sangat kuat, dan akhirnya muncul tetes demi tetes darah yang keluar dari dalam aura itu.


KRAK!!!!!! Terdengar bunyi dari tubuh Warlen yang diremukkan, ditekan, dan digencet oleh aura hitam itu sampai dipenghujungnya, KRATAAAAAK!!!! Bunyi dari tubuh Warlen berubah menjadi gumpalan padat berbentuk bola sebesar gundu.


"HAHAHAHAAHAHAHA!!!!!" Tawa puas wanita itu yang menggemakan seluruh isi Hutan Golbum, dia tertawa sampai-sampai menekuk tubuhnya kebelakang dan tangannya menutup wajah.


•••


END...


LANJUTAN DI BAB SELANJUTNYA YAAAA..


...[••••••••••••••••••••••]...


...THE GIRL...

__ADS_1



__ADS_2