
Dua hari setelah pertempuran berdarah yang dilalui Freya juga Valkyrie dengan pasukan aliansi Kerajaan Zealos dan Efriot, nampak keduanya sudah mulai melakukan perjalanan panjangnya lagi menuju Kerajaan Grizel.
Sementara itu ditempat lain, nampak terlihat Helena bersama dengan rekan-rekannya sudah melewati lautan kota Taris juga untuk melanjutkan perjalanan mereka ke Kerajaan Grizel.
Pada sore hari itu, dibawah langit biru, suara rumput yang terinjak, matahari yang kian terbenam, aroma segar yang khas terbawa angin meniup rambut panjang keempat wanita itu.
Helena, Audelia, Nerine, Yun-Yun, dan Azgul saat ini sedang berjalan ditengah-tengah padang rumput yang akan dilewati mereka menuju ke selatan, Kerajaan Grizel.
...Padang Rumput...
...Pict From Google...
Sepanjang perjalanan Helena terus menerus mencemaskan kondisi dari ibunya, dia menatap senjata baru ditangannya dan merasakan kekuatan baru yang dimilikinya, membuat dirinya berkeinginan untuk melangkah dijalan yang sama seperti ayahnya.
Audelia berjalan dengan penuh rasa dendam didalam hatinya, tindakan keji kakaknya sendiri yang membuat ayahnya terbunuh, kematian masyarakat tak berdosa, dan bahkan Miresk.
Semua hal itu terekam jelas didalam ingatannya, dia meneguhkan dan juga selalu menegarkan hati disetiap langkah kakinya, dirinya bertekad untuk membalaskan dendam yang tak akan pernah padam didalam hatinya.
Azgul tidak ingin melihat kematian sia-sia seperti yang dialami keluarganya dulu, didalam hatinya dirinya berjanji akan membantu Warlen untuk membebaskan kesengsaraan di Benua Elzia.
Nerine meninggalkan gelar penguasa lautan demi bertemu dengan pujaan hatinya, didalam hatinya terdapat melepaskan rindu yang dipendamnya selama empat puluh empat tahun lamanya.
Yun-Yun mengikuti perjalanan mereka semua didasari perasaan cemas yang terus mengekor dihatinya, keberadaan ayahnya tiba-tiba saja menghilang sebulan yang lalu.
Yun-Yun yang sempat mendengar cerita Audelia tentang pengalamannya saat berada di Kota Larden membuatnya ikut tergerak pergi ke Kerajaan Grizel untuk bertemu dengan Warlen demi mencari keberadaan ayahnya.
Dalam perjalanan menuju Kerajaan Grizel mereka berempat terus bertukar cakap satu sama lain, berbeda dengan Yun-Yun yang terus khawatir dengan keadaan ayahnya, Altares.
Setelah mendengar alasan dari Yun-Yun yang mengikuti mereka, nampak terlihat Helena dan Audelia selalu berusaha untuk menghibur Yun-Yun disepanjang perjalanan.
Azgul juga selalu membuat lelucon agar Yun-Yun tertawa, namun hanya Nerine yang nampaknya terlihat sangat canggung diantara mereka berempat
Tak terasa perjalanan mereka sudah semakin malam dan sudah melewati padang rumput nan hijau itu, mereka semua akhirnya mulai memutuskan untuk beristirahat ditengah perjalanan.
Azgul menyiapkan tenda yang sudah dikemas sebelumnya, Helena yang berburu hewan, Audelia yang sibuk dengan peralatan masaknya, Nerine yang mencari kayu bakar, dan Yun-Yun yang hanya menunggu makanan sudah siap disantap.
Malam itu diwarnai dengan canda tawa mereka semua seusai menyantap makanan yang sudah dimasak, setelahnya mereka semua tertidur dan bangun untuk melakukan perjalanan lagi.
Lima haripun berlalu, sampai akhirnya mereka semua tiba di kawasan Kerajaan Grizel, untuk bertemu dengan rekan mereka, Warlen dan Garm.
__ADS_1
Mereka semua menatap heran dengan bentuk dan rupa dari gerbang Kerajaan Grizel yang unik, dengan bentuk hati ditengahnya dan warna pink yang menghiasi pintunya.
Dengan lambang seorang Tuan Putri Duskford dan Tuan Putri Zealos yang ditunjukan pada penjaga gerbang, mereka semua berhasil masuk kedalam Kerajaan Grizel dengan sambutan baik.
Sementara itu ditempat lain, di halaman rumah megah dan mewah bagai istana, nampak terlihat ada sekelompok orang yang sedang berbincang satu sama lain.
"Semua yang kukatakan adalah kebenaran." Ujar seorang wanita berambut putih panjang terikat, dengan warna mata biru ruby, zirah putih dan sebuah pedang suci dipinggangnya.
"Baiklah.. Aku mengerti, Freya." Balas seorang pria dengan rambut berwarna hitam kecoklatan, dengan warna mata merah terang, zirah coklat dan juga sebuah sabit besar ditangannya.
"Warlen! Jadi sabit itu, Zarin!?" Tanya seorang wanita remaja berambut putih panjang terurai, dengan warna mata merah darah dan pakaian bangsawan berwarna hitam yang dikenakannya.
"Hei! Jangan menunjuk-nunjuk diriku! Valkyrie wanita perebut kakakku!!" Tegur sabit itu yang kemudian berubah menjadi seorang wanita remaja berambut hitam twintails, dan kedua tanduk kecil dikepalanya serta mata yang berwarna merah gelap.
"Hei, kalian berdua jangan bertengkar terus." Ucap seorang wanita berambut hitam ponytail berpony dengan mata berwarna semangka dan kuping yang panjang.
"Kau diam saja! Garm!" Bentak Valkyrie dan Zarin bersamaan.
"Jadi, pada intinya saat ini kalian semua diincar oleh Kerajaan Zealos dan Hutan Efriot yang beraliansi?" Ujar seorang pria yang berambut hitam ponytail dan pakaian putih jendral.
"Ya... Itu benar, Maurer." Balas Freya dengan rasa cemas akan putrinya dan rekan-rekannya.
Tiba-tiba saja ada yang meneriaki mereka dari kejauhan. "HOOOI!!! KALIAN!!!!!!! LAMA TAK BERJUMPAAAA!!!!" Teriak seorang wanita remaja yang mirip dengan Valkyrie, namun menggunakan pakaian bangsawan putih.
"A-Audelia!?" Ucap Warlen yang menatap heran kearah dirinya yang tiba bersama dengan seorang gadis kecil dengan rambut biru keunguan.
"M-Mana yang lain? Dan siapa ini?" Tanya Warlen sambil menatap gadis kecil itu keheranan.
"Tenang saja! Mereka sedang membeli beberapa bahan makanan untuk persiapan makan malam!" Balas Audelia yang semangat.
"Dan dia ini adalah Yun-Yun, anak dari gurumu, Altares. Terlebih lagi.. Bisakah kalian membukakan pintu pagar ini?" Lanjut Audelia dengan perasaan kesal.
Tak lama kemudian, rekan-rekan dari Warlen yang sebelumnya terpisah dengan mereka, mulai datang satu persatu, namun hanya Nerine yang belum tiba ditempat itu.
"T-T-Tuan Warlen!! Kau ingat aku!? Azamante Gulag!" Ucap Azgul dengan kebahagiaan dihatinya yang membuat ekornya berkibas kencang.
"Azamante?? Kau!? Serigala rak-" Belum sempat Warlen menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba saja Audelia mengarahkan pedangnya ke lehernya dengan tatapan matanya yang seakan berbicara 'Jangan kau sebut itu.'
Warlen yang mengerti dengan perkataanya langsung mengangguk dan menelan ludah, sambil berucap dengan tawa diwajahnya yang dipaksakan. "Y-Ya.. Aku mengingatmu, Azgul! Hahaha!"
"Omong-omong, dimana Nerine?" Bisik Helena pada Audelia sambil melihat-lihat sekelilingnya.
__ADS_1
"Sepertinya dia sedang mempersiapkan diri." Balasnya.
Helena yang sedikit merasa sedih akhirnya memilih untuk mengubur perasaannya pada Warlen dalam-dalam, dan nampak Garm menyadari hal itu, namun memilih untuk diam dan menghibur Helena.
Beberapa saat setelahnya. . .
Warlen mengatakan kalau sebagian dari ingatannya sudah kembali berkat adiknya, Zarin, orang yang selama ini sudah bersemayam didalam tubuhnya selama bertahun-tahun.
Dan oleh karena itu juga Valkyrie yang sebelumnya ingin mentransfer kekuatannya pada Warlen terhalang oleh Zarin, sebab itu juga saat ini mereka berdua tidak akur.
Namun mereka semua menganggap pertengkaran antara Zarin dan Valkyrie, adalah jalan agar keduanya semakin dekat dan mengerti satu sama lainnya.
Mereka semuapun mulai berbagi informasi dan masalahnya masing-masing pada Warlen, serta melepas rasa rindu yang selama ini sudah terpendam diantara mereka.
Freya dan Helena yang saling berpelukan, Azgul dan Yun-Yun yang memperkenalkan diri kepada mereka semua, Audelia yang memamerkan senjata suci barunya pada Garm, Warlen dan Maurer yang saling bertukar pikiran, serta Valkyrie dan Zarin yang bertengkar layaknya anak kecil.
Nampak seorang wanita dengan penutup mata sedang memandang memperhatikan mereka semua dari kejauhan, sampai akhirnya dia menemukan orang yang selama ini dirindukannya selama empat puluh empat tahun lamanya.
Dia yang sebelumnya memikirkan hal apa yang akan disampaikan pada orang itu seketika sirna, kepalanya kosong, pandangannya buram karena air mata, hatinya merasa bahagia, dan menggigit bibir bawahnya.
Dengan sekuat tenaga dia berlari meninggalkan kantung belanjaan yang dibawanya, dia tak percaya pada pandangan matanya, orang yang dilihatnya adalah orang yang sama saat dulu menyelamatkan kehidupannya.
Dia melewati mereka semua dengan cepat, dia melompat kearah orang itu, menjatuhkannya dan memeluknya dengan erat. Dia menangis di dada orang itu melepaskan segala kerinduan yang ada dihatinya, dan dia tak mampu berkata-kata.
"Menangislah, terkadang air mata adalah satu-satunya cara bagaimana mata berbicara dan ketika bibir tak mampu untuk menjelaskan perasaanmu. Aku juga sangat merindukanmu, Clidia." Ucap Warlen yang meneteskan air mata sambil tersenyum dan mengusap kepalanya dengan lembut.
Helena yang sebelumnya sudah mempersiapkan diri untuk mundur dari perang perasaan ini, mulai meneguhkan hatinya kedepan dan juga merasa bahagia atas pertemuan mereka.
Nampak juga Azgul dan Audelia yang tersenyum saat menyaksikan kejadian hangat itu, terlihat Audelia sempat cemas ketika melirik kearah Helena yang sedang memaksakan senyum diwajahnya.
Garm, dan Freya nampak sedang menahan Valkyrie dan Zarin untuk menarik Nerine dari pelukan Warlen, sedangkan Maurer hanya dapat menatap hangat kejadian didepan matanya.
Sementara itu, dapat terlihat jelas Yun-Yun yang kebingungan juga turut mewarnai pertemuan dari dua orang yang sudah terpisah itu.
Malam itu terlewati dengan isak tangis perasaan dari seorang mantan Perompak Penguasa Lautan dan juga mantan Kapten dari Bajak Laut Warner, Clidia Nerine.
END
_____________________________________________
Jika ada kesalahan saya minta maaf ya.
__ADS_1
Author : Ardenata.