Pasti Lebih Bahagia Setelah Dicerai

Pasti Lebih Bahagia Setelah Dicerai
10. Rencana Dimulai


__ADS_3

"Minta maaf pada nya!" mas Dimas memaksa ku. Sudah seharian setelah Sarah masuk rumah sakit, dan dokter sudah menyatakan Sarah bisa di bawa ke rumah.


Aku menatap suami ku yang semakin menjadi-jadi. Menghela nafas dan mengulurkan tangan pada perempuan setan di depan ku ini.


Di hadapan mas Dimas, si kampret Sarah pasti tidak akan berulah, dia sangat alim dan membuat skenario seolah akulah biang keladi nya.


Kalau aku tidak marah, batin ku yang sakit, tapi kalau sebalik nya, suami ku malah menganggap aku yang salah karena tidak menyukai keberadaan Sarah meski kami sama-sama istri mas Dimas.


Akting setan berwujud manusia yang satu ini, sungguh rapi. Cocok di jadikan aktor–eh, tumbal proyek pemerintah biar sekalian lenyap dari bumi. Sial-sial!


"Mas harap kalian bisa lebih akur setelah ini," kata mas Dimas seenak jidat nya.


****


Hari-hari ku lalui tanpa adanya perubahan. Sarah semakin menindas ku dan mas Dimas yang terlalu menganggap wanita sialan itu ratu.


Aku tetap bertahan bukan demi cinta ataupun Audrey lagi. Tapi harta. Aku ingin mendapatkan semua uang yang pernah ayah ku berikan untuk mas Dimas.

__ADS_1


Mengingat mas Dimas tidak pernah pelit masalah uang, ia sangat royal yang memudahkan ku.


Setelah melihat Sarah yang sudah tidak terlalu mempedulikan ku, aku mulai melakukan misi.


Mulai mendatangi mas Dimas saat Sarah sedang mandi.


"Mas, sebentar lagi kan Audrey tamat TK, aku mau deh Audrey sekolah nya di SD Permata," pinta ku berharap.


"SD Permata? Bukan nya jarak sekolah nya jauh ya? Perlu satu jam itu pun menggunakan kendaraan. Kamu saja masih jalan kaki mengantar Audrey," jawab mas Dimas penuh perkiraan.


"Itu tidak masalah, aku mau anak kita mendapat sekolah yang lebih baik, sekolah permata kan sekolah berprestasi. Apa mas tidak mau anak kita punya prestasi setidak nya di banding teman-teman nya yang bukan di sekolah permata." Berusaha membujuk, itu lah yang sedang ku lakukan.


Hanya itu yang di katakan nya? Jelas aku terkejut. Ini tidak boleh di biarkan! Aku harus membujuk mas Dimas.


"Mas. Audrey yang minta loh sekolah di sana. Mas sudah sering menyakiti hati Audrey, tapi kali ini saja. Aku memohon pada mas atas nama Audrey."


Mas Dimas menghela nafas. "Iya-iya. Mas usahakan kita daftarkan Audrey di sana."

__ADS_1


Yeay! Aku bersorak dalam hati lantaran senang. Tidak ada drama seperti memeluk Mas Dimas seperti waktu lalu. Aku sudah trauma. Jadi nya hanya tersenyum dan berkata, "Terimakasih sudah mengusahakan nya untuk Audrey."


Rencana ku selanjut nya adalah, meminta mas Dimas memberikan seluruh biaya sekolah sampai tamat SMA Audrey. Itu ku lakukan supaya mas Dimas tetap bertanggung jawab pada Audrey meski kami sudah bercerai.


Untuk itu, aku searching data biaya anak dari SD sampai SMA di sekolah Permata.


Sebenar nya selain menjadikan anak ku sekolah di tempat anak-anak pintar, sekolah permata juga sudah lama berdiri dan terdapat empat jenjang dari TK sampai SMA. Jadi tidak akan memberatkan jika Audrey naik ke jenjang lebih tinggi.


Rencana selanjut nya setelah cerai dengan mas Dimas pun, aku akan menyewa rumah di dekat sekolah SD Permata.


Setelah ku jumlahkan biaya yang keluar untuk sekolah Audrey, aku terkejut


"SD 30 jutaan. SMP 40 jutaan, sedangkan SMA, 60 jutaan. Berarti total semua nya mencapai … 130 juta! Owh, lumayan juga ya," aku tersenyum miris. Padahal yang ku hitung baru biaya pokok sekolah, belum bagian buku dan lain-lain. Makan dan biaya lainya bagaimana ya?" untuk bagian itu cukup memberatkan pikiran ku.


"Berarti aku harus meminta sekitar 300 juta untuk memenuhi semuanya."


*****

__ADS_1


Saat Audrey lulus, Aku senang karena mas Dimas juga ikut berperan dalam berfoto keluarga. Meski begitu, tampak raut ketidaksukaan di wajah Sarah. Yang membuat ku merasa sesuatu buruk akan terjadi.


__ADS_2