
POV Mia.
Hari ini hari ulang tahun Audrey. Acara yang dihadiri anak-anak komplek yang diundang langsung oleh Audrey.
Jumlahnya sekitar 40-an anak. Dari anak berusia 3 tahun, teman seumur sampai anak-anak yang usianya lebih besar dari Audrey.
Putriku benar-benar sudah berubah lebih ceria dibanding sebelumnya saat masih serumah dengan si kampret Sarah.
Lihatlah, saat satu persatu teman Audrey tiba, Audrey tanpa dikomando langsung menyambut mereka, senyum dan keceriaan tak lepas padahal aku tidak mengajarinya, ini langsung dari inisiatif putri tunggal ku! Audrey anak memang begitu ramah hingga anak-anak sekitar ruko nyaman dan berteman baik dengannya, dan itu memerlukan waktu cukup cepat yakni satu bulan!
Dan untuk meriahkan suasana, aku sudah mengundang beberapa ibu-ibu sekitar komplek yang sekiranya bisa hadir di acara ultah Audrey yang ke 7 tahun. Tidak tahunya dari sekitar 20 ibu-ibu, malah 25 ibu-ibu yang datang. Semuanya sangat bersuka cita menghadiri acara ulangtahun Audrey.
__ADS_1
"Terlebih dahulu saya selaku orangtua Audrey sangat berterimakasih sebesar-besarnya karena semua orang sangat bersemangat menghadiri ulangtahun putri saya. Saya juga tidak menyangka dan bersyukur para ibu-ibu, adik-adik sekalian bisa hadir dalam acar ulangtahun putri saya. Untuk itu, saya ucapkan selamat datang dan selamat menikmati acara ulangtahun putri saya. Sekian, terimakasih." Begitu kalimat yang kucapkan sebagai kata sambutan.
Sengaja melama-lamainya, karena banyaknya orang yang hadir. Awalnya kupikir acara ulangtahun ini akan sederhana. Jadinya memesan kue yang kecil. Tapi karena banyak yang datang, Ayra selaku seksi acara tidak ingin ada yang kecewa, memutuskan membuat satu loyang kue besar untuk dicicipi kurang lebih 70-an orang yang hadir di ruko ini.
Kak, sudah siap. Begitu kata Ayra setelah ku ucapkan kata sambutan.
Kue berdiameter 100 cm dan tinggi yang sama itu dihias dengan bunga-bungaan kesukaan Audrey. Sederhana saja, karena mepet!
Segera kubantu Audrey memotong kue. Tapi sepasang tangan lain muncul yang membuatku terkejut.
'Mas Dimas? Kenapa dia bisa ada di sini?'
__ADS_1
Ingin rasanya kuhentikan semua ini untuk sekedar bertanya kenapa mas Dimas bisa tahu aku tinggal di sini. Tapi masa menghentikan acara sepenting ini hanya sekedarnya bertanya? Akhirnya kulanjutkan. Aku Audrey dan mas Dimas.
"🎶Suap Papanya, suap Papanya~" Ayra mengajak peserta yang lain bernyanyi dengan melakukannya terlebih dahulu.
Terlihat wajah Audrey senang bukan main karena Papanya ada bersamanya di hari penting seperti ini. Bahkan setelah menyuap mas Dimas, Audrey mencium pipi Papanya dan memeluk Mas Dimas sangat erat.
Acara yang dikoordinasi oleh Ayra berjalan dengan baik. Semua orang dapat mencicipi kue buatan tangan Ayra langsung, dan mendapat bingkisan berupa barang-barang random yang biasa kujual di online shop. Tidak masalah jika rugi, bagi-bagi pada mereka cukup membahagiakan, apalagi Audrey begitu menikmati acara ulangtahunnya. Ya meski, ia lebih fokus digendong mas Dimas.
"Pa aku mau gendong!" begitu kata Audrey setelah acara potong kue.
Meski begitu aku masih bingung, kenapa mas Dimas menghadiri acara ulangtahun putrinya setelah kami tidak serumah? Bukankah biasanya lebih fokus pada Sarah. Tapi, di mana Sarah sekarang?
__ADS_1