
POV Dimas.
Setelah ku ketahui Sarah sudah berkhianat selama ini, aku mulai bersikap menyebalkan dan cuek. Tentang keaslian bayi dalam kandungannya pun sudah mulai ku ragukan. Meski hampir tiap hari kami bersentuhan, aku tidak yakin janin itu adalah milik ku. Dugaan seperti ini membuat ku berpikir, mungkin saja dokter yang sering kami jumpai adalah salah satu kaki tangan Sarah. Mengingat Sarah pernah mengatakan, "Aku kenal satu dokter. Dulunya dia temanku."
Dan Aku berasumsi, dokter itu sudah memalsukan data keberadaan bayi itu, mungkin tentang usia nya di dalam kandungan?
Untuk itu aku meminta seorang dokter kepercayaan ku untuk datang di tengah malam saat Sarah tidur.
Dokter itu menyuntikkan bius total yang membuat Sarah tidak dapat bergerak. Proses Amniosentesis dilakukan dengan cara mengambil sampel cairan ketuban melalui jarum yang dimasukkan ke dalam perut Sarah. Tes ini dapat dilakukan pada usia kehamilan 15 – 20 minggu, meski amniosentesis juga memiliki risiko keguguran.
Setelah mendapatkan sampel cairan ketuban, dokter memberi obat yang dapat mengembalikan kesadaran Sarah. Setelah itu Dokter pamit pulang.
Beberapa jam kemudian aku kembali ke kamar, ternyata Sarah sudah sadar, tapi dia tidak dapat bergerak maupun berbicara namun mata nya itu loh, menatap ku horor penuh kemarahan.
__ADS_1
"Maaf aku melakukan ini, tapi kamu sudah keterlaluan membuatku buta siapa perempuan yang benaran cinta sama aku atau hanya memanfaatkan. Aku sudah tahu juga, siapa lelaki yang sering kamu kunjungi itu, dia mantan suamimu kan?"
Terlihat mata Sarah membulat terkejut, mungkin dia tidak percaya aku bisa bergerak secepat itu.
"Dan yah, karena kamu sering mengunjungi mantan suamimu, aku yakin kamu juga sudah hamil darinya. Lihat perut mu," ku sentuh perut besar seperti balon nya itu.
"Perut mu sudah besar seperti perempuan hamil 6 bulan. Padahal kalau aku hitung-hitung kita baru menikah selama 3 bulan. Apa kalian nyicil 3 bulan sebelum memintaku menikah dengan mu?
Atau, memang kamu dan suamimu tidak pernah berselisih paham? Hanya menginginkan uang yang kalian kejar selama ini. Begitu kan?"
Untuk itu Aku tersenyum kesal melihat nya. "Karena tidak menjawab, aku akan menggugat cerai kamu setelah hasilnya keluar. Hasil bahwa kamu bukan perempuan baik-baik!"
POV Mia.
__ADS_1
Setelah mendapatkan jatah kiriman uang bulanan menjadi seller online, terlebih dahulu aku mengambil uang untuk berbelanja stok isi dapur dalam sebulan.
Bersama Audrey yang baru pulang sekolah, kami pergi ke pasar. Kali ini aku membawa motor yang ku beli dari kartu pemberian mas Dimas, sadar bahwa lokasi ruko tempat aku tinggal cukup jauh dari segala sisi. Ke pantai, pasar, dan tempat ikonik lain nya.
"Ma, Aku mau kue ini, boleh kan?"
"Boleh sayang." Aku mengizinkan Audrey mengambil segala benda keinginan nya asalkan itu masih dalam batas wajar.
Setelah sibuk berbelanja, Audrey tidak meminta pulang, anakku menginginkan berhenti sejenak untuk bermain-main.
"Ma, aku mau main yang loncat-loncat di sana."
Ku kerutkan keningku, "Main loncat-loncat? Apa itu?" tanyaku bingung.
__ADS_1
*****
Absen hadirnya di kolom komen yang masih bertahan baca sampai bab 26 ini ya😆😆