
[Hallo, dimohon membaca 'narasi' tanpa 'dialog' ini supaya tahu apa yang terjadi sebenarnya melalui sudut pandang Dimas]
...Happy reading!...
Lanjutan_POV Dimas.
********
Setelah ku bantu Sarah dalam menyelesaikan permasalahan nya dan suami, tidak tahu nya mantan ku ini minta ku nikahi.
Sarah mengaku takut jika suami nya mendatangi nya dan melakukan kekerasan setelah bebas.
Ya, suami Sarah sudah di penjara atas tidak KDRT yang melanggar pasal 44 ayat (1) undang-undang nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp. 15 juta.
Beberapa hari setelah Sarah mengatakan keinginan nya itu, aku berusaha berbicara pada Mia.
__ADS_1
Malam hari, beberapa jam setelah Audrey tidur, aku berusaha menjelaskan pada Mia kalau aku akan menikah lagi.
Aku tahu Mia terkejut, rasa tidak percaya pasti melingkupi nya, tapi aku berusaha membujuk nya dan di titik di mana aku kesal karena Mia belum percaya juga.
"Mas mau menikah ya terserah Mas, kalau mas tidak mau bisa saja mas nikah tanpa izin dari kamu. Sudah cukup semua sandiwara ini. Kita hanya pasangan yang di ikat perjodohan, dan mas sama sekali tidak bahagia dengan pernikahan ini. Mas muak, Mia. Muak!"
Nyatanya aku terpaksa mengatakan nya. Aku berbohong pada diri ku dan Mia. Dalam lubuk hati terdalam ku, aku sangat mencintai istri ku, tapi tidak tahu cara mengatakan nya, bahkan memperlakukan nya.
Aku sangat tahu hal ini akan menyakiti perasaan Mia. Tapi semua demi Sarah, dia juga kasihan. Sudah mengalami tindak kurang hajar oleh suami nya dan yang di butuhkan nya hanya sebuah keamanan.
Tujuan ku menikahi Sarah adalah melindungi nya, bukan sekedar mendapat kepuasan lebih meski memang, Sarah begitu hot, sangat menggayirahkan melebihi Mia.
Aku bingung dengan perubahan sikap Mia. Hingga akhir nya aku menemukan buku Diary nya. Buku yang ku ketahui sering menjadi wadah istri ku curhat setelah ku buat dia full tinggal di rumah.
Semua kejadian yang ia alami, rencana dan pemikiran nya tercantum lengkap dalam diary itu.
__ADS_1
Dan setelah membaca nya, aku terkejut, karena ternyata Sarah tidak sebaik yang selama ini ku lihat. Sarah memperalat Mia dengan menyuruh Mia bekerja keras menyiapkan segala keperluan Sarah, sementara Sarah sendiri hanya enak-enakan duduk diam.
Tapi aku berpikir, Sarah melakukan itu disebabkan ia hamil. Mual dan muntah membuat Sarah tak dapat menyiapkan makanan sendiri.
Hingga beberapa waktu kemudian aku kembali menemukan rincian rencana berpisah dan uang sekolah Audrey jika saja berpisah dengan ku.
Ku coba selidiki Mia, ternyata asal muasal semua ini karena Ayra adik ipar ku. Dia memang mengusulkan itu, tapi aku tahu betapa tidak adil nya aku dalam berpoligami.
Dan seperti nya tekat Mia untuk berpisah sudah bulat, ku lihat juga dalam diary nya, dia mulai tidak betah dengan pernikahan ini.
Maka aku berpikir akan memisahkan nya dari ku.
Dia terlalu baik dan sempurna untuk menjadi istri ku, aku juga tahu perjuangan nya selama bertahun-tahun tinggal bersama ku. Semua nya teringat dengan baik dalam memori ini.
Sampai kapan pun Mia adalah wanita tersempurna yang pernah hadir dalam hidup ku setelah almarhum ibu kandung ku yang meninggal beberapa hari setelah aku lahir ke dunia.
__ADS_1