Pasti Lebih Bahagia Setelah Dicerai

Pasti Lebih Bahagia Setelah Dicerai
43. Sedikit Serangan


__ADS_3

"Kenapa kamu datang lagi ke sini?" tanya Dimas dengan nada kesal. Samuel yang berwajah blasteran, tampak lebih tampan dan tinggi darinya itu sukses membuat seorang Dimas menjadi ilfeel.


"Hanya sekedar melindungi Mia-ku dari pria sepertimu," balas Samuel cuek.


"Seharusnya aku yang melindunginya. Karena dia istriku," ucap Dimas menegaskan.


"Mantan istri," balas Samuel lagi memperingatkan. "Tapi seharusnya mutiara semahal Mia jangan kau sia-siakan apalagi demi sebutir pasir yang berpura-pura menjadi permata."


Seketika Dimas menggenggam erat boneka besar pesanan Audrey, menutup matanya dan berusaha bersabar. Kamu tidak boleh membuat gaduh yang berakibat menghilangkan kepercayaan putrimu,' batin Dimas memperingati dirinya.


"Itu masa lalu, sekarang aku berusaha berubah," gumam Dimas membalas.


"Sudah cukup delapan tahun yang lalu kamu mencuri Mia dariku. Bukankah pada akhirnya kamu sendiri yang mengecewakannya dengan beristri lebih dari satu? Sekarang sudah waktunya aku mengambil Mia setelah kau mengkhianati perasaannya," jawab Samuel tidak ingin kalah. Emosinya sudah meletup letup ingin dikeluarkan, tapi masih mengingat norma yang baik ketika bertemu wanita impian.


Belum Dimas menjawab, terdengar pintu dibuka.


“Siapa?” suara Mia yang kali ini terdengar lebih lembut dan manis, sukses membuat kedua pria yang sebelumnya berseteru kini teralihkan dan memuji dalam hati, betapa cantiknya Mia dengan rambut bergelombang dan daster khas ibu rumah tangga. Apalagi wanita berusia 30 tahun itu baru selesai mandi.

__ADS_1


“Mia?” tanpa dikomando, Dimas dan Samuel berbicara dan membelalakkan mata.


“Kenapa kalian datang ke sini?” tanya Mia, meski wanita itu sudah cukup jengah dihadapkan dengan dua orang pria dari masa lalunya yang terus mendatangi rumahnya terutama sehabis pulang kerja, tetap saja ia harus berlaku baik dengan bertanya sesopan mungkin.


"Hem gini, Mia. Audrey memintaku membelikan boneka ini untuknya."


Alis Mia terangkat, "Kapan dia menginginkannya? Audrey sudah memiliki 3 lusin boneka besar seperti itu di kamarnya," jawab Mia yang memiliki arti terselubung pergi saja untuk hari ini! Aku lelah melihat kalian berdua.


Mia ingat, semalam dan hari-hari sebelumnya, perasaan dan hatinya tidak tenang karena ada dua orang pria yang selalu mendatangi rumahnya.


Beruntung para tetangga tidak ada yang julit. Mia begitu beruntung berada dalam lingkungan orang-orang yang tidak terlalu mengurusi urusan orang lain.


"Baiklah kalau begitu. Sini bonekanya, aku akan memberinya pada Audrey setelah dia pulang dari rumah Tante Ayra."


Atas ucapan Mia, membuat Dimas ternganga tidak percaya, "Kamu, mengusirku?"


Mia menghela nafas kemudian mengangguk. "Cukup selalu datang ke rumah ini dan mengganggu ketenangan ku. Jujur saja ya, aku mau hidup tenang tanpa pria yang menghantui. Sekarang kalian pulang lah. Aku yakin kalian memiliki kesibukan sendiri selain mendatangi rumah ini."

__ADS_1


Segera setelah berbicara dari hatinya yang terdalam, Mia menutup folding gate sehingga Dimas mulai menatap tajam Samuel.


"Semua karenamu!" katanya menyalahkan.


"Lah, kok karenaku? Jelas saja Mia menolak kehadiranmu, bukan aku. Kau sudah menyakiti hatinya, sudahlah awalnya mencuri Mia-ku, merusak hatinya yang lembut, sekarang tanpa dosanya kembali dengan alasan putri kalian yang perlu ayah! Pria macam apa kau ini!"


Dimas menggeram mendengar penghinaan pria blasteran ini. Jadinya, tanpa basa-basi, ia meninju tubuh Samuel, hanya saja bukan Samuel yang kesakitan, justru Dimas sendiri.


"Aduh!" Dimas mendesis karena dia seperti memukul batu. "Kau memakai batu di baju ya?!" tuduh Dimas emosi.


Samuel berdecak merendahkan. "Lelaki bodoh, dan lemah sepertimu, seharusnya sadar diri. Dibanding aku, kau bahkan bukan apa-apa." Samuel hanya mendorong dada Dimas dengan dua jarinya. Tapi lelaki itu sudah mundur dengan rasa malu dan marah yang mencampur jadi satu.


"Aku akan kembali! Jangan lupakan kita masih bermusuhan!" kata Dimas seperti penjahat dalam film kartun anak kecil.


Melihat itu, Samuel hanya bisa menggeleng merasa miris. "Tidak sepantasnya dia mendapat hati dan tubuh Mia-ku."


Membayangkan betapa beruntungnya Dimas si lelaki 'tolol' itu mendapat keperawanan Mia karena selama Mia berpacaran dengan Samuel, Samuel sangat menghormati Mia dan rencananya akan unboxing setelah menikah. Eh, tau-taunya malah dicuri Dimas melalui perjodohan.

__ADS_1


"Sebenarnya apa sih kelebihan manusia goblok yang satu itu?" pikir Samuel dalam hatinya.


__ADS_2