
POV Mia.
"Jadi benar Mama benaran tidak berniat memisahkan Audrey dari Papa?" tanya Audrey berharap.
Ini membuatku mengusap kepala Audrey. "Sudah sebulan sejak kami berpisah, sayang. Selama itu juga Audrey kan selalu bersama Papa, di antar jemput Papa tanpa ada halangan dari Mama. Kecuali tidur bersama."
"Ternyata begitu ya Ma?"
"Iya sayang. Ya sudah, kamu pasti sudah lapar kan? Kita makan yuk, tapi setelah masak. Kamu bantu Mama ya?"
"Oke, Ma."
Beberapa waktu kemudian aku dan Audrey selesai memasak. Meletakkan alat makan, dan masakan yang kami buat. Baru beberapa suap, terdengar pintu yang diketuk.
"Siapa itu, Ma?" tanya Audrey penasaran.
"Mungkin tamu, sayang." Tidak terlintas dalam kepalaku jika Mas Dimas yang datang. Saat kubuka pintu, ternyata mas Dimas di depan pintu.
"Mas Kenapa datang?" tanyaku bingung.
"Maafin mas ya, Mia? Mas tadi pergi ke luar untuk tanya-tanya tentang permintaan Audrey."
__ADS_1
Belum aku menjawab, Audrey berlari menuju Papanya.
"Papa …"
"Sayaaaang." Kulihat mas Dimas menggendong Audrey.
"Kita makan ya? Tadi Audrey bantu Mama memasak loh, Pa," kata Audrey sambil bergelayut di tubuh mas Dimas.
"Seharusnya seperti itu. Kamu harus pandai masak seperti Mama ya?" kata Mas Dimas menyemangati.
"Audrey akan berusaha, Pa!"
Kami makan bersama. Keheningan benar-benar menguasai. Hingga suara Mas Dimas berbunyi. "Oh iya. Papa baru ingat. Nanti malam Papa akan tidur bersama kamu dan Mama di Kamar ya?"
Audrey yang sedari tadi menatapku, seolah bingung dengan maksud sang Papa.
"Kata Mama, kita tidak bisa tidur bersama, Papa," kata Audrey.
Segera kulihat Mas Dimas menampilkan keterkejutannya, kemudian menatap ke arahku. Tatapannya itu seolah mengatakan, 'Kamu sudah memberitahu semuanya?'
"Bersama Papa boleh sayang, tapi tanpa Mama," kataku tetap mengizinkan. Meski rada khawatir juga sih, Audrey kan perempuan meski masih kecil, dan mas Dimas pria dewasa. Siapapun pasti tahu maksudku.
__ADS_1
"Audrey mau sama Mama aja deh. Maafin Audrey ya, Pa. Tadi sempat minta yang aneh-aneh," kata Audrey menyesal.
"Tidak apa sayang. Papa senang selalu bisa ada bersama kamu. Setelah makan, Papa langsung pulang ya, Audrey."
Audrey menyunggingkan senyum tipis.
Setelah makan, mas Dimas benaran pulang. Ku tatap Audrey yang jelasnya masih merindukan sosok Papa.
Tapi apa mungkin Audrey mengatakan ingin bersamaku karena tidak ingin kehilangan salah satu dari kami? Maksudku, jika Audrey bersikeras mungkin aku akan marah dan menghancurkan hubunganku dengan mas Dimas yang berakibat fatal pada Audrey juga.
Kupeluk Audrey setelah menutup pintu. "Kita belajar ya sayang," kataku membujuk anakku.
"Oke Ma." Audrey menjawab, meski mata nya terus terfokus pada pintu seolah berharap pintu itu akan terbuka kemudian Mas Dimas akan memeluknya dan berkata, 'Papa akan menemani Audrey malam ini.'
Huh.
Segalanya semakin berat. Aku paham perasaan putriku yang merindukan sosok Papa dan ingin bersamanya 24 jam!
"Audrey … Mama harap kamu bersabar dan jangan bersedih seperti ini. Mama akan secepatnya memutuskan meminta Papa menikahi Mama kembali jika Mama merasa Papa benaran sudah berubah. Tanpa Sarah, tanpa pilih kasih."
"Tapi Ma, Papa kan sudah perhatian sama kita. Tidak ada Mama Sarah juga kan?" Audrey segera menjawab dan menatap ku penuh harap.
__ADS_1
"Mama merasa belum pas saja sayang. Audrey tunggu saja waktu nya."
****Like dan komentar ya ^_^