Pasti Lebih Bahagia Setelah Dicerai

Pasti Lebih Bahagia Setelah Dicerai
40. Terbaik Pada Masanya


__ADS_3

Mia ingat, betapa Samuel adalah kekasih terbaik yang pernah ia temui. Penyayang, setia, dan romantis. Hem, setidaknya 3 kata itu menggambarkan sosok Samuel di mata Mia.


Tapi keduanya berpisah bahkan putus komunikasi setelah Mia menikah dengan Dimas. Jujur saja, orang yang merencanakan semua ini adalah almarhum Ayah tiri Mia. Beliau lebih menyukainya Dimas menjadi suami Mia ketimbang Samuel. Entah apa masalahnya, Mia tidak tahu.


Sekarang, mereka kembali bertemu. Suatu keajaiban yang luar bias bagi Mia. Ia masih menyimpan cinta sedalam itu untuk sosok Samuel. Sampai tak sadar, telah memperhatikan Samuel sejak duduk di bangku mobil pria itu.


"Apa wajahku agak berbeda sehingga kamu terus menatapku?" tanya Samuel yang cangung dengan tatapan Mia.


"Oh, hem. Tidak, tidak begitu," balas Mia gugup. "Aku hanya teringat sesuatu, jangan hiraukan," jawabnya kemudian.


"Oh ya, aku ingat 8 tahun lalu kamu hilang tanpa kabar, semuanya begitu mengkhawatirkan untukku. Tapi ternyata, kamu sudah menikah." Tiba-tiba saja Samuel berkata seperti itu. Tentu saja ingatan Mia langsung berproses mengingat masa-masa itu. Mia memang tidak memberitahu Samuel karena segalanya terjadi begitu cepat. Mia tidak dapat berbicara, sekedar menghubungi Samuel untuk mengatakan putus. Jadi bisa dikata, mereka masih berstatus pacaran hingga saat ini.

__ADS_1


"Hem ya begitulah. Nomorku tiba-tiba hilang dan nomormu bahkan tidak bisa dihubungi setelah aku ganti nomor baru," balas Mia jujur.


"Oh, berarti orang yang sering hubungi aku adalah kamu, Mia? Yah, sayang sekali." Dalam lubuk hati terdalamnya, Samuel merasa bodoh karena waktu itu mengira orang yang menghubunginya 10 kali sejam adalah orang tak dikenal. Karena jenuh, Samuel mengganti nomor pribadinya dan segalanya menghilang begitu saja.


"Aku paham, 8 tahun lalu kita masih menggunakan hp tilulit, rasa takut pasti ada," kata Mia memaklumi.


Sementara kedua orang dewasa di depannya berbicara dengan akrab, Audrey masih menyimpan sejumlah pertanyaan dalam kepalanya.


Apa sebenarnya hubungan om Muel dan Mama? Mereka seperti papa dan mama sebelum ada si penyihir Sarah. Saling bertanya selalu rindu meski tak bertemu 1 jam saja.


Termasuk ketika Mia bercerita ia sudah bercerai dengan Dimas karena sesuatu. Untuk alasannya, Mia tidak menceritakannya.

__ADS_1


Namun Samuel berpikir ia memiliki peluang besar untuk memasuki kehidupan Mia tanpa halangan. Ia senang karena saat mereka bertemu, Mia sudah berstatus janda. Tentunya akan mudah mendapatkan Mia kembali.


'Aku tidak akan melepaskan mu setelah ini!' batin Samuel bertekad. "Oh ya, Mia. Setelah berenang tadi kalian pasti lapar. Kita mampir ke restoran di sebelah sana ya?" tawar Samuel sambil menunjuk restoran 'ala pribumi' di pinggir jalan.


Mia melihat restoran itu. Seketika dia teringat restoran tempat suaminya itu.


"Tapi Sam, aku–"


"Ke sana aja om Muel! aku mau makan, lapar!" pinta Audrey tiba-tiba.


"Oke, Kiana. Kita ke sana ya," kata Samuel dengan senang karena keantusiasan Audrey.

__ADS_1


Mia melihat Audrey. Mia merasa putrinya itu sedang merencanakan sesuatu. Mia duga, 'Audrey pasti mau menyombongkan restoran miliknya!'


Mobil terparkir di zona parkir. Audrey turun terlebih dahulu, kemudian menunggu Mia untuk turun. "Ayo, Ma! Audrey udah lama ga datang ke sini!"


__ADS_2