Pasti Lebih Bahagia Setelah Dicerai

Pasti Lebih Bahagia Setelah Dicerai
25. Jika Saja


__ADS_3

POV Dimas.


Aku semakin tak tahan.


Sarah semakin bersikap seenak jidat nya, tidak menghormati aku sebagai suami bahkan hampir tiap hari kami bertengkar.


"Aku mau belanja Mas! Mana uangnya!" Sarah selalu berkata seperti itu meski kami baru saja bertengkar.


Tentu diri ini tidak terima, sudah dia yang memulai perdebatan, malah meminta uang sekedar shopping.


"Selama sebulan ini kamu sudah menghabiskan hampir 20 juta uang Mas loh, Sarah!" kata ku emosi.


Sarah shopping pun tidak berfaedah sama sekali. Membeli tas, kosmetik dan pakaian sesukanya. Jika tidak ingat Sarah masih mengandung anak ku, dan kandungan nya sudah menginjak 4 bulan, maka Sarah akan ku ceraikan begitu saja.


"Masa bodo!" dengan mudah nya dia mengambil uang di saku ku. Seolah tahu peletakan uang dan dia pergi begitu saja.


"Argh!" ku pukul dinding sekuat tenaga. Emosi ku benar-benar kacau akhir-akhir ini.

__ADS_1


Ku tatap cermin retak di hadapan ku. Sekurus ini kah aku?


Tidak sengaja kutatap tubuhku. Memang mengalami perubahan signifikan. Rasa menyesal itu benar-benar terasa, Sarah si pembuat masalah dalam hal terkecil itu tidak pernah merawat ku. Tidak seperti Mia. Hem, aku jadi menyesal memintanya pergi.


Jika di rumah ini ada Mia, jika semuanya bisa ku ulang maka tak kubiarkan Mia pergi dari rumah ini hanya karena Sarah yang hamil.


Tapi, apakah masih ada kesepakatan untukku? Maksudku, Sarah tidak pernah membantuku dalam karir, dia orang yang menghabiskan hampir seluruh gajiku bulan ini.


Walau masih memiliki restoran dengan tiga cabang yang tersebar di setiap sudut kota, tetap saja aku khawatir Sarah akan melahapnya tanpa kusadari.


Audrey.


Tiba-tiba aku ingat nama Audrey. Aku berfirasat, bahwa aku dan Sarah akan segera bercerai. Untuk itu, aku mengurus Audrey sebagai alih waris. 98% hartaku ku taruh atas nama Audrey. Karena Audrey adalah putriku, dia harus menikmati segala yang sudah ku kerjakan semasa muda.


"Semoga yang kulakukan adalah sesuatu yang benar."


Seminggu setelah pengurusan alih waris, aku mendengar Sarah berbicara dengan seorang pria. Untuk itu, diri ini mulai curiga. Sebenarnya siapa lelaki yang berbicara dengan Sarah.

__ADS_1


Bukan tidak ku persilahkan Sarah berdekatan dengan lelaki, tapi cara bicara mereka itu loh, kedengaran kompak sekali. Membuatku curiga besar.


Untuk itu aku berusaha menyelidiki, sebenarnya apa hubungan Sarah dengan lelaki itu.


Dengan bantuan mata-mata dan pencarianku, aku menemukan lelaki yang sering Sarah temui adalah Mantan suaminya!


Hebatnya, selama ini Sarah berusaha membebaskan pria yang sudah ku jebloskan ke penjara dengan bantuan uang yang selama diambil secara terang-terangan dari ku.


"Sebenarnya apa motifnya?"


Pikiranku sangat kacau yang mengurangi kinerjaku sebagai owner restoran 'ala pribumi', yang berakibat omset menurun hampir 5%, dan itu merupakan sebuah berita terburuk yang pernah ku ketahui.


Terutama dengan hadirnya restoran lain yang bergaya Korea seperti yang sedang melejit saat ini.


Huh, jika saja Mia masih ada di sampingku, aku bisa bertukar pikiran dengannya. Dia adalah perempuan hebat berpikiran cerdas yang selalu setia mendukung setiap langkah ku.


Tapi aku melupakan semua jasanya ketika ada Sarah, si perempuan bohay yang seolah menyihir pemikiran ku yang lemah ini.

__ADS_1


__ADS_2