
Hallo, author baik lagi. Tapi dengan nama salah satu tokoh yang sedikit berubah ya. Kalian lihat saja yang mana yang berubah.
...Happy reading 🤩...
"Teman lama?" Kata Audrey membeo. "Kenapa Audrey tidak tahu, Ma?" lanjut Audrey bingung.
"Mama dan Om Sam sudah lama tidak pernah bertemu, apalagi setelah Mama menikah dengan Papa. Bahkan sampai Audrey lahir. Makanya Kamu tidak pernah melihat om Sam," balas Mia menjelaskan. "Ya sudah kalau begitu, kalian kenalan dulu ya," pinta Mia yang segera diangguki Audrey.
"Hallo, nona kecil. Siapa namamu?" tiba-tiba Samuel berbicara dengan penuh senyuman. Dia juga mengulurkan tangan yang segera dibalas Audrey.
"Namaku Audrey Muara Kaina, Om."
Mata Samuel membulat lebar, "Wah, nama yang cantik, secantik orangnya," kata Samuel senang. "Oh ya, perkenalkan nama om, Samuel. Salam kenal Kiana." Samuel begitu semangat kali ini.
"Salam kenal juga om. Tapi nama aku bukan Kiana, tapi Audrey."
Deg! Samuel jadi malu sendiri.
"Oh ya?" tanya Samuel sambil tertawa kecil guna menyamarkan perasaan malunya.
__ADS_1
"Iya, Om. Namaku Audrey. Om ga lihat nama pertama Audrey tadi? AUD-DREY," balas Audrey menekankan nama Audrey.
"Tapi menurut om, nama Kiana bagus juga. Gimana kalau om buat panggilan istimewa untukmu, Kiana."
Samuel tahu akan terlihat cukup aneh jika seorang yang baru berkenalan langsung memiliki nama panggilan istimewa.
Tampak Audrey menatap Mamanya, dia tidak berbicara. Tapi matanya seolah berbicara kalau ia bingung dan meminta saran sang Mama.
"Tampaknya putriku tidak nyaman, Sam. Jangan terlalu berlebihan," kata Mia memperingatkan.
"Tapi kurasa dia tidak keberatan dipanggil Kiana," jawab Samuel enteng. "Iya kan, Kiana?" tanya Samuel pada Audrey.
Untuk itu Mia menghela nafas panjang, serta berkata dengan pasrah, "Ya sudahlah. Terserah kamu saja."
Setelah bersenang-senang di panti, kemudian mereka berganti pakaian. Mia, Audrey dan Samuel keluar dari area pantai.
"Kebetulan aku membawa mobil untuk datang ke sini, bagaimana kalau kita satu kendaraan?" tawar Samuel.
"Hem, tidak Sam. Kami membawa motor," tolak Mia mentah-mentah.
__ADS_1
Sejenak Samuel terdiam, berusaha memikirkan kalimat yang tepat untuk membujuk kekasih masa kuliahnya itu.
Ya, mereka kekasih. Tapi Mia mengaku hubungan mereka hanya sebatas teman pada Audrey supaya gadis kecil itu tidak merasa Samuel adalah masalah untuk perkembangan hubungan papa dan mamanya yang telah berpisah.
"Apa tadi tidak ingat, kamu hampir mati tenggelam tadi. Tubuhmu masih lemah, tidak baik membawa kendaraan apalagi motor. Aku akan meminta bawahanku untuk mengantar motormu ke rumah, sementara kamu dan Kiana naik mobil bersamaku," tawar Samuel.
Mia melihat Audrey, memastikan apakah anak gadisnya itu mau ikut dengannya. Takut Audrey masih kesal karena namanya diganti, kemudian marah-marah. Walau memang sih, Mia tahu anaknya tidak seperti itu. Mia hanya mewanti-wanti.
"Kamu mau om Sam bawa kita ke rumah pake mobilnya?" tanya Mia memastikan.
"Karena mama baru tenggelam, Audrey mau ikut semobil sama om Muel," jawab Mia.
"Om Muel?" Sebelah alis Mia terangkat. Ia merasa aneh dengan sebutan itu.
"Memangnya Audrey harus panggil siapa, Ma? Om Muel tidak apa kan?" Audrey memastikan.
"Hem itu …"
"Aku suka sebutan itu, Mia. Jangan terlalu hiraukan." tiba-tiba Samuel menyaut.
__ADS_1
Mia mengangguk paham.