
Audrey sudah berusaha mengulur waktu supaya mereka tetap ada disekitar restoran 'Ala pribumi'. Meminta belikan banyak mainan di mall kemudian menggunakan area bermain restoran untuk mengulur waktu. Sementara Dimas–pria yang ditunggu selama ini tidak kelihatan.
'Di mana kamu, Papa … Cepat datang ke sini! Lihat kelakuan Mama dan Om Muel! Aku tidak mau mereka terus bersama!' hati Audrey menggerutu.
Gadis kecil ini tahu Mamanya dan Samuel tidak melakukan hal menjijikan seperti bermesraan di hadapannya, namun seperti itu saja sudah berhasil membuat Audrey kesal setengah mati.
"Kamu tidak suka Om Muel ya?" tanya Mia yang menyadari perubahan wajah Audrey yang menatapnya tak suka.
Apa Mama tidak lihat wajahku dari tadi? gerutu Audrey. "Iya!" jawab anak itu ketus.
Mia menghela nafas, melirik ke arah Samuel dan menemukan Samuel terus menatapnya dengan tatapan penuh arti.
Mia jongkok menghadap Audrey. "Om Samuel hanya teman Mama, sayang, Bukan orang yang akan menggantikan posisi papa kamu," ucap Mia berbisik supaya Samuel tidak mendengarnya.
__ADS_1
Namun bukan Samuel namanya kalau dia tidak dapat mendengar seseorang meski orang itu hanya berbisik. Samuel jelas tahu ini akan terjadi, dan menarik Mia kembali ke pelukannya bukan sesuatu yang mudah.
Mungkin aku harus menjadi pria baik yang akan membantu Mia di saat sulitnya, pada mulanya memang itu pikiran Samuel mengingat ada beberapa orang di masa lalu Mia yang tentu tidak akan melepas Mia begitu saja.
Tujuh hari sudah berjalan ketika Samuel kembali mengenal Mia, Samuel menggelengkan kepalanya. Tidak disangka segalanya sesulit ini, pikir lelaki itu.
“Ini laporannya tuan.”
Di ruangan kerja Samuel, Samuel menerima berkas laporan mengenai Mia yang sebelumnya diminta kepada mata-matanya.
Terlebih dahulu Samuel membaca biodata wanita itu. Kemudian keadaan pernikahannya dan menyimpulkan hal lain.
“Wah, pernikahan yang kandas karena wanita lain. Sayang sekali Miaku harus menghadapi pria bodoh yang meninggalkan segenggam mutiara berharga demi sebutir debu yang jelas tidak ada artinya. Tapi demi putrinya yang ingin keluarganya bersatu, Mia harus tetap melihat Di–mas, hah iya Dimas. Hahahaha, manusia bodoh itu kembali pada Mia setelah mengetahui istri kedua yang sebelumnya dibangga-banggakannya hamil benih pria lain. Sialan! Apa yang harus kulakukan supaya mendapatkan kembali Mia-ku!”
__ADS_1
Sambil berpikir, Samuel berangkat dari kantor ke rumah Mia. Hari sudah gelap dan sudah waktunya pulang.
"Makan malam yang enak apa ya?" Samuel melihat warung di sebelah kiri dan kanan. Kemudian teringat masa dulu Mia paling suka bika Ambon.
"Nah, itu toko kuenya. Mudah-mudahan ada!" kata Samuel senang. Tampaknya, semesta begitu mendukungnya kali ini.
"Kak, beli satu kotak bika ambon ya."
"Akan segera disiapkan."
Samuel menerima sekotak bika Ambon dan membayar sesuai harga. Ia segera pergi dari toko itu.
Sesampainya di rumah Mia, Samuel menggerutu, lantaran seorang pria lain menggunakan sepeda motor Kawasaki ninja muncul bersamaan dengannya di depan rumah Mia. "Manusia laknat itu lagi!" gumam Samuel berusaha mengalahkan minder.
__ADS_1
Mereka baru bertemu 5 kali dalam seminggu ini. Dan tentu saja belum pernah berkenalan. Tatapan Dimas yang dinampakkan pada Samuel sangat sinis. Ini membuat Samuel tidak nyaman dan memunculkan spekulasi kalau Dimas adalah pria di masa lalu Mia.
Tapi setelah mendapatkan informasi dari mata-matanya, Samuel semakin paham kalau posisi si manusia laknat Dimas sangat kuat dalam kehidupan Mia.