
Berbagi macam teguran pedas Karina dapati hari ini. meskipun takut, gadis itu akhirnya membulatkan tekad untuk datang menemui dosen pembimbingnya.
Karina di cecar, oleh begitu banyak pertanyaan. bahkan tidak sedikit diantara mereka yang mengklaim jika semua ini terjadi Karena Helen. citra Helen memang sudah sangat buruk di kampus. terlebih mereka juga tahu jika Karina dan Helen memanglah tinggal bersama.
Bagaimana mereka bisa menerima sikap Karina yang tidak biasa seperti ini. sebentar lagi tahun ajaran semester akhir akan datang, segala sesuatu yang Karina kerjakan akan di putuskan pada tahun tersebut. bukannya menjadi semakin baik, Karina justru kehilangan kendali dan malah memperburuk prestasinya.
Kondisi tubuh Karina sampai menurun, gadis itu kehilangan nafsu makannya secara drastis. karena masalah tersebut sudah sampai ke telinga Maria dan juga ibunya.
"Minggu depan aku akan pulang, kalian tidak usah cemas. semua masalah di kampus sudah aku selesaikan," tukas Karina pada Maria melalui ponsel.
"Gadis bodoh, sudah ibu katakan tidak perlu sejauh itu untuk mengejar pendidikan. aku jadi tidak bisa mengawasi mu, Maria juga sibuk mengurus Anna."
"Ya, Ibuku sayang. tidak usah cemas, aku bisa menjaga diriku." sahut Karina menenangkan dan langsung memutus panggilan secara sepihak.
Ibu dari Karina memang cukup cerewet. di usianya yang sudah tidak muda lagi, ia masih saja sanggup menghandle pekerjaan sebagai seorang desainer. bisnisnya tersebut cukup sukses, berbagai rancangannya laku di pasaran baik luar maupun dalam negri.
Secara keseluruhan, kehidupan Ibunya Karina cukup terlihat sempurna. hanya saja wanita tersebut tidak beruntung dalam urusan cinta. kepopuleran dan kesuksesan ternyata tidak bisa menjamin. Ayah Karina tetap meninggalkannya dan lebih memilih untuk hidup bersama wanita lain hingga tega menelantarkan Karina dan keluarga.
__ADS_1
"Aku lapar," rengek Karina memelas. gadis itu pun langsung mengirim pesan pada Nicko yang hampir selalu menuruti segala keinginan Karina.
Karina beranjak turun dari ranjangnya, wanita itu keluar dari dalam kamar mengabsen setiap ruangan untuk mencari keberadaan Helen yang sedari tadi tak terdengar suaranya. "Kemana dia?" gumam Karina bertanya-tanya.
Karina langsung meraih ponsel yang berada dalam sakunya, gadis tersebut langsung mengarahkan jari-jarinya menyentuh icon dalam ponsel untuk dapat segera menghubungi Nicko.
"Ini adalah waktu yang tepat," imbuh Karina sambil menunggu panggilannya terjawab.
"The number you are calling does not answer, please call in a moment."
Karina mengerutkan dahinya saat Nicko tak kunjung menjawab panggilannya. hal itu cukup membuat Karina kesal. berulang kali ia mencoba, dan hasilnya tetap sama.
Tidak biasanya Nicko seperti ini karena sebelumnya, pria itu selalu membalas dan menjawab panggilan Karina hanya dalam hitungan detik. padahal dua jam yang lalu Nicko dan Karina masih sempat bertukar kabar.
Pada jam-jam tertentu memang Nicko cukup sibuk. tapi sebelum hal itu terjadi, pria tersebut akan langsung memberi tahukannya pada Karina. agar tidak membuat kekasihnya cemas dan berpikir yang tidak-tidak.
Karina adalah tipe gadis pencemburu, penuh kecurigaan sampai Nicko sendiri cukup kewalahan untuk menghadapinya. semua itu hanya akan berlangsung selama beberapa menit. pada akhirnya Karina pun akan di luluhkan oleh bujuk rayu kekasihnya. dan berakhir di atas ranjang.
__ADS_1
Setiap kali mereka bertemu, Nicko memang tidak pernah bisa menahan dirinya. seolah candu, tubuh Karina sudah membuat pria itu ketagihan. Nicko sama sekali tidak bisa untuk tidak menyentuh Karina walau hanya sedetikpun. keduanya juga sudah sepakat, untuk melangsungkan pernikahan setelah Karina menyelesaikan ujian semester akhirnya.
Singkat waktu Karina sudah berada di dalam lift menuju kamar apartemen Nicko. gadis itu cukup terlihat tenang, meskipun ia masih saja mencoba menghubungi Nicko yang tak kunjung mendapat jawaban. "Aku akan memastikannya," gumam Karina melangkah keluar dari lift.
Kaki Karina bergerak cepat, ia begitu tergesa-gesa sampai harus menabrak seseorang di hadapannya. "Maaf, tolong maafkan aku." ucap Karina merasa bersalah membantu seorang pria memungut lembaran kertasnya.
"Hati-hati, jangan terburu-buru." ucap pria tersebut memperingati Karina.
Karina mengangguk canggung, ia tersenyum tipis sambil menyerahkan beberapa lembar milik pria itu sambil berkata. "Sekali lagi tolong maafkan aku," ucapnya dengan tulus.
Pria itupun mengangguk dan lantas menjauh dari Karina untuk melanjutkan kembali aktifitasnya. sedangkan Karina langsung melanjutkan tujuannya untuk menemui sang kekasih. saat gadis itu sudah berada di depan pintu, Karina mulai menekan angka password yang sudah Nicko beri tahu, dan dalam hitungan detik pintu itupun terbuka.
Teknologi sekarang memang sudah cukup canggih. semua orang sudah tidak perlu membutuhkan kunci lagi. sebab segala akses sudah bisa di nikmati hanya dengan melalui ponsel.
"Kau tidur dengan Karina? itu artinya semua hutangku impas."
"Bagaimana lagi? awalnya ia menolak. tapi aku terus memaksa dan meyakinkannya. sesuai perjanjian, seluruh hutangmu padaku, sudah ku anggap lunas."
__ADS_1
Seluruh tubuh Karina bergetar, dadanya terasa sangat sesak. ia mengenali suara wanita itu, suara yang setiap harinya selalu Karina dengar.
LIKE KOMEN DAN VOTENYA KAKAKKKKK