
Sesekali Karina berpikir, apa ia harus mengatur kembali pelariannya lagi demi melupakan masa lalu kelamnya tersebut. entah apa yang terjadi jika hal ini terus saja di biarkan. bagaimanapun juga, Nicko adalah pria yang bisa melakukan demi mencapai tujuannya. sejauh ini sudah banyak hal konyol, yang Karina jumpai. mulai dari penguntitan sampai perjodohan. sepertinya, Nicko sendiri sudah mengatur semua itu dalam proses pemikiran yang matang.
"Dokter Karina," seorang wanita cantik membuka ruangan pribadi Karina sambil mengetuknya perlahan. "boleh aku masuk?"
Terlihat nampak asing, mengenakan jas putih yang serupa dengan Karina. sepertinya wanita itu juga berprofesi seorang dokter di rumah sakit yang sama. meskipun, ini adalah kali pertama Karina melihatnya.
"Si... silahkan," sahut Karina tersenyum tipis dengan mata yang menyipit.
Dokter wanita itupun melangkah masuk, ia berdiri menatap Karina dengan ekspresi datar tanpa mengatakan sepatah katapun.
"Euu... du.. duduklah," titah Karina sopan.
"Aku Renata, maaf jika kedatanganku mengejutkan mu."
Karina mengangguk, sepertinya ia pernah mendegar nama tersebut beberapa hari yang lalu.
"Jauhi, Christian." titah Renata menatap penuh luka.
Karina menelan salivanya kikuk, "Ja... jauhi? apa aku sebelumnya dekat dengan Dokter Christian?"
Renata memang tidak tahu pasti, apa hubungan Karina dengan Christian. Namun, para staf rumah sakit terus membicarakan keduanya. mereka bahkan menilai, jika Christian terlihat begitu sangat cocok dengan Karina.
__ADS_1
"Sebagai seorang perempuan, kau tentu mengerti. aku memohon padamu." ucap Renata menggenang.
Karina tersenyum getir. ia menggelengkan kepalanya kemudian menjawab. "Sepertinya kau sudah salah paham, aku dan Dokter Christian, kami tidak sedekat itu."
"Semoga saja begitu," Renata beranjak. ia menyeka setetes air matanya yang mengalir kemudian memutar badan untuk segera melangkah pergi. "Kau..." ekspresi wajah Renata berubah seketika, saat ia melihat dengan jelas pria yang ia cintai datang ke ruangan Karina.
"Untuk apa kau disini?" tanya Christian menatap dingin kearah Renata.
Renata mendorong Christian keluar ruangan dengan paksa, "harusnya aku yang bertanya! kenapa kau disini." pekik Renata kesal memecah tangisan, "Beraninya kau setelah mencampakan aku, lalu dengan mudahnya kau mendekati Dokter itu."
Karina terpaku, tangisan Renata begitu terlihat menyakitkan. sebagai seorang perempuan, Karina sendiri bisa merasakan apa yang sedang Renata rasakan.
"Tunggu, kau salah paham. aku dan..."
Semua orang yang berada di sana, langsung menatap Renata. para staf dan Dokter lainnya memang sudah mengetahui, jika Christian telah menjalin hubungan khusus dengan Renata. bahkan gosip kedekatan Karina dan Christian pun sengaja di buat-buat hanya untuk membuat Renata menyerah dan bersedia berpisah.
"Karina, Ayo." Sandra langsung menarik tangan Karina dan membawa wanita itu pergi dari sana.
Sandra sudah mengetahui jika cepat atau lambat semua ini akan terjadi. hubungan yang terus di tutupi antara Renata dan Christian pada akhirnya harus terbongkar demi membuat Renata benci pada sosok lelaki yang sangat ia cintai. hal ini sudah sering kali terjadi. Namun, Renata tidak pernah menyerah dan tetap ingin mempertahankan cintanya.
"Apa ini Sandra? kenapa Dokter Renata menyudutkan ku?" tanya Karina melepadkan tangannya secara paksa.
__ADS_1
"Maaf, seharusnya kau tidak terlibat." Sandra mendekatkan dirinya, selangkah lebih maju pada Karina. "Aku akan jelaskan, tapi sebelumnya aku ingin memberitahukan sesuatu padamu."
"A... apa?"
Sandra kembali menarik tangan Karina dan membawa wanita tersenut masuk kedalam ruangannya. gadis itu terlihat begitu tergesa-gesa. setelah menyuruh Karina duduk, Sandra nampak langsung membongkar laci meja kerjanya lalu mengeluarkan sesuatu di dalam sana.
"Apa itu, Sandra?" Karina menajamkan tatapannya dengan dahi yang mengerut begitu melihat sebuah amplop berwarna coklat yang Sandra tunjukan.
"Aku menemukannya di bawah bantal, Nyonya Helen. sepertinya ini sebuah surat wasiat, ada tiga lembar. dan masing-masing dari amplop ini memiliki nama." ucap Sandra menjelaskan penuh kekhawatiran.
"Hah?" Karina langsung merebut itu dari Sandra lalu membaca setiap nama yang tertera, "Aku, Johan dan," Karina menghentikan ucapannya melirik kearah Sandra dengan sorot mata bingung, "Kau?"
Sandra mengangguk cemas. pertama kali dalam hidupnya, wanita itu diberikan sebuah surat wasiat dari orang yang sudah meninggal. kesan Sandra cukup buruk untuk Helen. Dokter cantik itu sempat di anggap sebagai seorang jalang. lantaran keseriusannya dalam membicarakan penyakit yang Helen derita dengan Johan yang memicu kesalahpahaman
"Bagaimana jika isi surat adalah ungkapan kebencian Nyonya Helen padaku. rasa kesal, rasa cemburu, kemarahan yang belum Nyonya Helen lampiaskan?" sejenak Sandra mengubah ekspresi wajah paniknya menjadi memelas, "Tidak. aku tidak sanggup untuk membukanya." rengek Sandra ketakutan.
Karina tidak begitu menanggapi apa yang sedang Sandra khawatirkan. ia begitu tidak sabar ingin membaca surat yang Helen tinggalkan. perlahan Karina merobek ujung amplop, lalu melebarkan kertas yang terlipat dan mulai membaca setiap kalimat yang tertulis menggunakan tinta hitam di atas kertas putih tersebut.
"Untuk Karina sahabatku, aku tak tahu. apa sebutan itu masih patas atau tidak untuk aku tujukan kepadamu. saat kau sedang membaca surat ini, aku mungkin sudah berada jauh bersama tuhan. caraku mungkin terlalu klise. Namun, aku tak ingin membawa beban penyesalan atas apa yang sudah aku lakukan padamu. tindakan ku begitu sangat jahat, hingga aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri. satu hal yang aku sesali adalah, membawamu terlibat dalam pergaulan buruk yang terus aku lakukan. aku akan menjelaskan ini secara singkat, Johan mencintaiku. awalnya aku berpikir, jika dia tertarik padamu. Namun, kebaikan Johan sukses menipuku. aku cukup tahu diri, dan merasa itu semua tidak mungkin. akan tetapi, sebelum aku menderita sakit, Johan terus memaksa ingin menikahi ku. meskipun aku terus menolaknya. aku titipkan dia padamu, pastikan jika dia tidak jatuh pada orang yang salah. dan, maafkanlah Nicko, ia tulis mencintaimu. kau harus tahu ini. setiap jam 12 malam, Nicko akan memposting foto cantikmu di media sosial miliknya, disana ia menuliskan. jika kau adalah wanita yang sangat ia cintai, kau sudah memblokir seluruh aksesnya. itu sebabnya aku memberi tahukan hal ini padamu. kali terakhir aku meminta sesuatu darimu, aku mohon."
"Hah?" Sandra menegaskan pandangannya kearah mata Karina yang berlinang, "Apa yang Nyonya Helen tuliskan? kau menangis? apa dia menyuruhmu untuk membunuhku?"
__ADS_1
Bibir Karina bergetar, tatapannya kosong. bagaimana mungkin Karina bisa memenuhi keinginan Helen yang terakhir, sedangkan keinginan tersebut adalah luka untuk Karina. menjaga Johan atau yang lainnya, bisa Karina iyakan dengan sangat mudah. Karina sudah bersumpah, jika Nicko adalah pengecualian untuk dirinya
LIKE KOMEN DAN VOTE...