Pelarian Karina

Pelarian Karina
Episode 72


__ADS_3

Setelah mengeringkan pakaian yang basah akibat tercebur air. Sandra dengan santai merapikan kembali kemeja Johan yang sudah kering dengan cara menyetrikanya. pria yang serang terduduk di hadapan Sandra itupun terlihat santai, tersenyum sambil memandangi wanitanya. sontak hal tersebut berhasil Sandra semakin tidak karuan.


"Johan, kau benar-benar sudah membuatku gila." gumam Sandra memelas dalam batinnya.


"Sa..."


Sandra dan Johan terperangah, pria yang sedang duduk dan hanya mengenakan sebuah boxer itupun spontan beranjak saat melihat kedatangan Ayah Sandra yang secara tiba-tiba.


"A... apa ini? berduaan dengan seorang pria yang tidak mengenakan pakaian!" sejenak pria paruh baya itu mengalihkan sorot matanya kearah sang buah hati dengan tatapan mematikan. "Sandra! apa yang kau lakukan?"


Glek... Sandra menelan salivanya, sepertinya apa yang Ayahnya lihat berhasil memicu kesalah pahaman. apalagi Sandra juga hanya mengenakan bathrobe saat itu. "Aku... aku bisa jelaskan. dia tenggelam di kolam, Ayah jangan salah paham." tukas Sandra gelagapan.


"I... iya, Tuan. kami tidak melakukan apapun, Sandra hanya sedang mengeringkan pakaian saya yang basah." sambung Johan penuh ketakutan.


Ayah Sandra tak langsung bisa mempercayainya. bagaimana mungkin, seorang pria dan wanita dalam keadaan seperti itu tidak melakukan apapun. Namun, pria yang bernamakan asli Damar tersebut mencoba untuk menekan kecurigaannya.


"Ayah tidak perlu khawatir, Dia adalah seorang ga*y. Tian juga mengenalnya. kau bisa tanya padanya, jika kau tidak percaya." ujar Sandra yang langsung membuat Johan terkejut seketika.


"Apa?" Johan menatap Sandra dengan ekspresi yang berbeda. dahinya mengerut degan tatapan yang menajam.

__ADS_1


"Be... benarkan? tidak usah malu-malu. Ayahku akan memakluminya, jaman sekarang hal tersebut sudah sangat lumrah." Sandra mengalihkan sorot matanya pada Damar, "Benar begitu kan, Yah?"


Darma terpaku, mendengar penjelasan sang buah hati saja sudah membuatnya merasa geli dan jiji. apalagi jika harus membayangkan kelainan Johan tersebut. untungnya, pernyataan Sandra tidak sampai membuat tegangan darahnya semakin tinggi.


"Ba... baik, la... lanjutkan saja." ucap Damar tersenyum kecut meninggalkan keduanya.


Setelah Damar sudah berlalu, Johan langsung mendekati Sandra sambil mengeratkan giginya penuh kekesalan. "Apa kau tidak waras? kenapa kau mengatakan hal menjijikan itu?" gerutu Johan spontan.


Sandra tersenyum kikuk, "Lalu apa lagi? memangnya kau sudah siap untuk menikahi ku jika Ayah mendesak?"


"Setidaknya berikan dia alasan yang cukup masuk akal!"


Sandra mencabut kabel setrikaan yang masih terhubung, wanita itu lantas menyerahkan kemeja Johan yang sudah rapi sambil menjawab, "Itu cukup masuk akal, Sayang. buktinya ia langsung percaya dan pergi begitu saja."


***


Singkat waktu, pihak keluarga Nicko dan Karina telah sibuk untuk mencari tanggal cantik yang akan menjadi hari pernikahan. hari dimana perjuangan Nicko akan terbayarkan dengan kebahagiaan setelah bertahun-tahun Karina menolaknya.


Kabar bahagia itu bahkan sampai terdengar ke daun telinga Arman. pria paruh baya yang hanya menghabiskan waktunya diatas ranjang dan kursi roda tersebut turut bangga akan pencapaian Karina. begitupun dengan Maria, anak pertamanya tersebut ternyata sukses mendapat seorang pengusaha dan di karuniai putri pintar yang sangat cantik, seperti Anna.

__ADS_1


Arman sama sekali tak pernah melewatkan kabar informasi mengenai kedua putrinya. meskipun ia harus menelan pahitnya kekecewaan, lantaran kedua putrinya tersebut benar-benar sudah melupakannya.


"Apa aku sudah sangat keterlaluan pada Ayahku?" Karina menyentuh bahu Nicko yang sedang berdiri memunggunginya, memandang pemandangan kota sambil menghirup udara segar pagi di atas balkon.


Ya, beberapa hari terakhir Karina memang terlihat gelisah. meskipun Nicko terus menonjolkan kemenangan dirinya atas Karina yang berhasil ia taklukan.


"Aku sangat mencintai Ayahku. entah jika aku ada di posisimu. mungkin aku sudah melakukan hal serupa," sahut Nicko lembut sambil memalingkan tubuhnya membelai wajah cantik Karina.


Wanita itu tersenyum getir, ia memperdekat jarak dengan Nicko sambil menyandarkan wajahnya sebagai dada Nicko yang menjadi tumpuan.


"Apa menurutmu aku adalah pendendam yang hebat?" dengan bola mata menggenang, Karina menatap wajah Nicko intens. "Semua orang terus menilai ku begitu? apa aku salah jika aku membenci orang-orang yang menyakitiku?" lirih Karina meloloskan setetes air matanya.


"Kau tidak seburuk itu, Sayang. baik tidak selalu di miliki oleh mereka yang bersikap polos dan lugu, kau cukup tegas dan berprinsip. caramu cukup unik untuk membuat orang-orang yang menyakitimu merasa terhukum." Nicko mengecup pucuk kepala Karina singkat, "sejahat apapun mereka melukaimu, tapi kau tidak pernah membalas apa yang sudah orang lain perbuat terhadapmu. kau hanya membencinya. dan itu adalah hal yang wajar." imbuh Nicko meyakinkan.


Mungkin apa yang baru saja Nicko katakan adalah keunggulan Karina yang berhasil membuat pria itu semakin menggilainya. Karina tak pernah sekalipun merugikan orang yang sudah membuatnya kecewa. bahkan saat Arman di haruskan menjalani operasi darurat, Karina dengan senang hati mengenyampingkan ego dan rasa sakit hatinya dengan alasan profesionalisme pekerjaan. padahal Nicko sendiri tahu benar, jika tindakan tersebut tidaklah mudah untuk sang empu.


"Aku juga sudah menutup mata dan hatiku, saat berulang kali kau meyakinkan jika di antara kita masih ada rasa cinta." Karina mengeratkan pelukannya, saat deraian air matanya mulai menetes deras. "Kenapa, Nicko? kenapa kau tidak menyerah saja! kenapa kau sangat yakin jika hari ini akan terjadi?" tanya Karina sambil memukul halus bahu kekasihnya.


Sungguh, Nicko tak bisa menjawab pertanyaan yang baru saja Karina lemparkan. semua itu mengalir begitu saja. ia juga tak menyangka, jika lima tahun tak terasa telah berlalu. setiap kali Nicko melihat Karina, entah itu dimana pun. Nicko selalu saja merasakan perasaan yang sama. saat dirinya mulai menaruh rasa.

__ADS_1


Pria yang ambisius. mungkin itu adalah julukan yang tepat untuk Nicko. berkeyakinan tinggi dengan profesi dan kepribadiannya yang memang cukup saling mendukung.


REGULASI BARU SEMAKIN MEMBUNUH, AKU GAK JANJI BAKALAN UPDATE RUTIN. TOLONG PENGERTIANNYA :') DOMPET JUGA BUTUH ISI UNTUNG MENUNJANG KEHIDUPAN. SINGKATNYA, MAAF SEPERTINYA AKU JUGA BAKALAN PINDAH KE PLATFORM LAIN.


__ADS_2