Pelarian Karina

Pelarian Karina
Episode 22


__ADS_3

Malam itu Johan sedang mencuci mobilnya. rutinitas yang selalu ia lakukan, setelah itu pria tersebut akan pergi makan malam dengan Karina dan juga Helen. sejauh ini Johan memang tidak mengetahui apapun, ia menganggap segalanya berjalan dengan baik. apalagi saat Johan mengetahui jika Karina sudah kembali datang ke kampus. bagi Johan itu sudah lebih dari cukup.


"Drtt... Drrtt..." Ponsel Johan tiba-tiba saja bergetar, pria itu lantas segera mengelap tangannya yang basah. lalu meraih ponsel di dalam saku guna menjawab panggilan.


"Helen, untuk apa dia menelpon?" gumam Johan sambil menjawab panggilan. "Hallo..."


"Johan, Karina kecelakaan."


Deg... Johan langsung melempar embernya yang berisikan air sabun. tanpa berpikir panjang, Johan langsung menyelesaikan aktifitasnya lalu memasuki mobil untuk segera menemui Helen dan Karina.


Beberapa waktu sebelumnya...


"Kau tidur dengan Karina? itu artinya semua hutangku impas."


"Bagaimana lagi? awalnya ia menolak. tapi aku terus memaksa dan meyakinkannya. sesuai perjanjian, seluruh hutangmu padaku, sudah ku anggap lunas."


Seluruh tubuh Karina bergetar, dadanya terasa sangat sesak. ia mengenali suara wanita itu, suara yang setiap harinya selalu Karina dengar.

__ADS_1


"Ka... Karina," ucap Helen dengan mata membulat, saat dirinya menyadari jika Karina sudah berdiri tepat di belakang Nicko.


Nicko memalingkan tubuhnya spontan, pria itu terlihat memucat saat melihat Karina terpaku meneteskan air mata.


"Sayang, senak kapan kau disini?" tanya Nicko memucat.


"Sejak aku mendengar jika kalian sudah menjadikanku jaminan!" sahut Karina dingin penuh penekanan.


"Aku... aku bisa jelaskan." Nicko mendekati Karina, mencoba meraih tubuh ke kasihanya.


"Plak..." tamparan keras Karina layangkan tepat di wajah Nicko. mulut Karina seolah terbungkam, percakapan antara Nicko dan Helen sudah seperti hunjaman, yang menusuk relung batin gadis tersebut.


Belum sempat Helen menyelesaikan ucapannya, Karina langsung melempar sebuah alat tes kehamilan ke wajah Nicko. tanpa mengatakan apapun Karina langsung memutar badan, berlari pergi dalam keadaan terpukul.


"Karina tunggu," pekik Nicko berusaha mengejar.


"Nicko,"

__ADS_1


Langkah pria itu terhenti saat Helen memanggilnya, Nicko terlihat begitu cemas dan prustasi. terlebih saat Helen memungut sesuatu yang Karina lemparkan barusan.


"Karina hamil," ucap Helen penuh sesal sambil menyerahkan alat tes kehamilan pada Nicko.


Ternyata kesehatan Karina yang menurun ada kaitannya dengan kehamilan. Karina memang sudah mengetahui hal itu sebelumnya meskipun ia belum mengatakannya kepada siapapun. menurut Karina, orang pertama yang berhak mengetahui hal ini adalah Nicko. Namun, siapa sangka dirinya hanya di jadikan sebuah alat pelunas hutang oleh Helen. entah bagaimana Nicko dan Helen membuat perjanjian gila tersebut. kenyataannya Karina merasa sangat terhina, atas apa yang sudah kedua orang itu lakukan.


"Sia*l," Nicko berlari kencang untuk mengejar Karina. pria itu akui, caranya memang salah. akan tetapi cintanya pada Karina benar-benar tulus. semua yang Nicko katakan bukan hanya omong kosong belaka.


Siapapun akan merasa sangat terhina. Karina tidak menyangka, Nicko ternyata hanya menghargakan gadis tersebut setara dengan hutang yang Helen miliki. Karina merasa dirinya begitu bodoh. bayang-bayang masa lalu, saat bagaimana pria itu mengejar Karina kembali muncul. Usaha Nicko, perhatian, cinta dan kasih sayangnya ternyata palsu.


Penuh keputusasaan, Karina berlari tanpa memperdulikan keadaan di sekitarnya. ia menyebrang jalan tanpa melirik ke kiri dan ke kanan. bahkan Karina tak menyadari, jika dari sisi kanannya terdapat mobil yang sedang melaju kencang kearahnya.


Klakson lantas pengemudi itu bunyikan. Namun, Karina benar-benar sudah kehilangan semangat hidupnya. luka hati Karina begitu dalam sampai gadis itu tidak bisa berpikir jernih, dan menganggap segalanya sudah berakhir. ia tak bisa mendengar sesuatu. sorot mata Karina nampak kosong.


"Karina," Nicko kehilangan seluruh tenaganya. suasana begitu ramai, saat pria itu turun kejalan dan melihat bagaimana Karina sudah tergeletak dengan tubuh dipenuhi luka. "Karina," Nicko meraih tubuh Karina, ia memeluk dan mencoba menyadarkan gadis tersebut. "Karina," teriak Nicko meneteskan air mata, "Apa kalian semua buta, dia sedang hamil cepat panggil ambulan!" bentak Nicko pada seseorang yang hanya memperhatikan.


Belum sempat Nicko menjelaskan segalanya. Karina sudah mengalami hal buruk. Nicko benar-benar merasa bersalah, terlebih wanita yang ia cintai tersebut sedang mengandung bayinya.

__ADS_1


Helen terpaku, wanita itu sedikit membuka mulutnya dengan ekspresi terkejut saat ia melihat dengan jelas jika Karina sedang terluka dalam pelukan Nicko akibat mobil yang menghantamnya.


LIKE KOMEN DAN VOTENYAA...


__ADS_2