Pelarian Karina

Pelarian Karina
Episode 68


__ADS_3

Sandra terus terdiam memikirkan sikap kekasihnya yang terasa sangat begitu asing. saat pandangannya teralihkan pada Karina dan juga Nicko, gadis itu merasa sangat iri. mereka terlihat begitu manis memamerkan kemesraan di depan khalayak umum. berbeda dengan Sandra, Johan bahkan tak pernah berbicara sepatah katapun. memuji dirinya cantik, ataupun bersikap sewajarnya seperti menggandeng tangan ketika berjalan.


Demi memecah rasa kesal, Sandra akhirnya melepaskan tangan Karina dari Nicko sambil berkata. "Antar aku memilih pakaian!" katanya sambil membawa Karina menjauh dari Nicko dan Johan.


Menanggapi hal itu, sepertinya Nicko sudah mengira jika hal tersebut akan terjadi sejak awal. Nicko berjalan sejajar di samping Johan. pria tersebut menyeringai seraya berkata, "Kau benar-benar bukan pria sejati, sobat."


Johan dengan sorot mata heran melirik kearah Nicko, untuk memastikan jika Nicko sedang berbicara padanya. hubungan Nicko dan Johan memang tidak terlalu dekat, meskipun sejauh ini keduanya sama sekali tak memiliki masalah.


"Kenapa?" tanya Johan dengan ekspresi datar.


Nicko berdecih dan berpikir, ternyata Johan lebih bodoh dari apa yang Nicko bayangkan. bahkan saat Sandra secara terang-terangan menunjukan rasa kesalnya. Johan tidak mampu menyadari hal tersebut.


"Kau kenapa?" tanya Karina pada Sandra sambil memilih pakaian di salah satu gerai store ternama.


Sandra masih enggan untuk menjawab, pikiran dan emosinya justru terus tertuju pada Johan yang sama sekali tidak pernah memahaminya. sesekali Sandra juga berpikir, jika hubungan yang ia jalani sekarang adalah kesalahan. seharusnya Sandra mempertimbangkan hal ini lebih dalam lagi, sebelum gadis benar-benar semakin terperangkap.


"Sandra..." Karina menyentuh punggung telapak tangan Sandra sambil mengelus menggunakan ibu jarinya menatap intens. "katakan padaku, apa ada masalah."


Wajah Sandra memanas, matanya menggenang membalas tatapan Karina. "Aku menyesal telah menerimanya, ia terlalu jauh dari ekspetasi ku." ucapnya dengan bibir bergetar.


Ya, awalnya Sandra berpikir jika Johan akan bersikap baik padanya. karena sebelumnya, Sandra melihat Johan memperlakukan Helen dengan begitu tulus dan penuh kasih sayang. ia pikir, hal serupa akan Sandra dapatkan. Namun, kenyataanya semua itu tidak sesuai dengan harapannya.


"Aku mengerti," Karina langsung membawa Sandra kedalam pelukannya. sebagai seseorang yang sudah lebih jauh mengenal Johan. ia pun berpikir imbang, jika Johan tak akan mudah menaruh perasaan pada seseorang.


Johan memang sangat misterius. Karina juga awalnya telah tertipu oleh kebaikannya dengan beranggapan jika Johan tertarik padanya. padahal sudah sangat jelas, jika yang lebih di pedulikan adalah Helen. sampai siang dan malam pria tersebut rela datang dan bersedia membawa Helen kembali dari Bar Danger meskipun Johan tahu tempat tersebut adalah penyebab Helen terjerumus dalam dunia gelapnya.


"Sayang..."


Karina dan Sandra melepaskan pelukan, kedua wanita itu melirik ke satu arah yang sama.

__ADS_1


"Aku lapar, ayo kita makan." imbuh Nicko mengajak sang kekasih.


Karina mengangguk, ia pun langsung menarik tangan Sandra dan di tanggapi oleh gelengan kepala oleh wanita tersebut. bukan tanpa alasan Sandra menolak, ia hanya tak ingin hatinya makin terbakar saat melihat ketulusan Nicko dalam memperlakukan Karina dengan cara yang begitu manis. sedangkan Sandra, Johan bahkan ada di sebelahnya. akan tetapi pria itu sama sekali tak bereaksi.


"Ayolah, untuk lebih mengenalnya. kalian hanya belum saling terbiasa." bujuk Karina meyakinkan Sandra.


"Tapi aku..." Sandra melirik sejenak kearah Johan yang terus menatap kearahnya, "baiklah." imbuh Sandra mengiyakan dengan bibir mengerucut.


Singkat waktu, mereka sudah berada di sebuah restauran korea yang terletak di dalam mall. Nicko sebagai pria yang mengepalai mereka semua mulai memesan beberapa hidangan dan yang paling utama adalah bulgogi.


"Ayolah, kenapa kau membawaku kesini. kau tahu aku tidak bisa menggunakan sumpit dengan baik," gerutu Karina pada sang kekasih.


Dengan penuh kelembutan, Nicko membelai rambut Karina mesra seraya berkata. "Itulah gunanya aku berada di sampingmu sayang. kau penyuka daging, dan aku akan senang hati menyuapi mu."


Bagi sebagian orang, pernyataan Nicko memang terdengar seperti seorang pria sejati. Namun, tidak untuk Sandra. sepertinya Nicko sedang sengaja memamerkan kemesraannya guna membuat Sandra semakin kesal.


"Sia*l." batin Sandra mengeratkan giginya.


"Aku tak bisa membuat kekasihku yang cantik bosan. disini banyak pria yang terus menatapmu dengan sorot nakal." celetuk Nicko menyindir Johan.


Sandra kembali melirik kearah Johan, setelah mendengar pernyataan Nicko. apa ini? bahkan semua orang di sana tahu jika Nicko sedang menyentil Johan melalui ucapannya. Namun, Johan masih saja terlihat santai dan tak memberikan reaksi apapun.


"Keterlaluan!" Bruak... Sandra menggebrak meja menatap Johan dengan ekspresi marah.


Semua orang di sana tersentak. termasuk Johan, Nicko, dan Karina.


"Ke... kenapa?" tanya Johan datar menatap Sandra.


Sandra mengepalkan tangannya penuh kekesalan. sejenak gadis itu melirik keadaan sekitar. semua orang memperhatikannya, lalu Sandra meraih tas kecilnya dan berlalu meninggalkan Johan begitu saja.

__ADS_1


"Sudah ku duga," celetuk Nicko dengan suara pelan.


"Sandra tunggu..." Johan beranjak mengejar kekasihnya, meskipun ia tak mengerti. apa yang memicu kemarahan Sandra tersebut.


Karina terperangah, sedikit membuka mulutnya menatap Nicko. "A... apa ini semua sengaja kau lakukan?"


"Tentu saja, aku pandai membaca situasi. Johan adalah pria yang tidak jantan. bahkan aku tidak yakin, apa dia bisa memuaskan wanita di ranjang." sahut Nicko santai sambil memanggang bulgogi.


Spontan Karina langsung menyentil bibit Nicko dengan mata yang melotot tajam. "Jaga bicaramu. bagaimana jika semua orang mendengar!"


Nicko merangkul Karina lalu mendaratkan ciuaman singkat pada pipi kekasihnya. "Dengan bangga, aku akan mengatakannya. pacar ku ini adalah wanita tercantik. jika aku lengah, kau bisa di incar oleh hidung belang."


"Benarkah?" Karina tersipu, setiap pujian yang Nicko berikan sukses membuatnya kegelian.


Nicko terus saja menghujani Karina dengan cinta dan kasih sayang. untuk kedua kalinya, setelah lima tahun berlalu. Karina kembali merasa sangat beruntung, meskipun sebelumnya ia pernah Nicko kecewakan.


Di tempat lain, Sandra berjalan cepat keluar mall. Johan terus saja mencoba menghentikannya. Namun, sepertinya semua itu sia-sia. karena Sandra sudah cukup kehilangan kesabarannya.


"Sandra tunggu, Sandra..." Johan meraih tangan Sandra meskipun Sandra berulang kali mendorong dan menepisnya.


"Lepas!" tegas gadis tersebut dengan mata yang menggenang.


"Apa yang terjadi? setidaknya tolong katakan sesuatu." pekik Johan merasa heran.


Sandra tersenyum getir, ia memalingkan tubuh menatap Johan seraya berkata. "Kau masih bertanya kenapa?" sejenak Sandra menghela nafas kasar, lalu mengerjap. "Aku ingin mengakhiri hubungan ini!" hingga sukses membuat Johan terperangah.


"Ta... tapi..." belum sempat Johan menyelesaikan ucapannya, Sandra langsung menghentikan taksi yang melintas lalu pergi menaikinya meninggalkan Johan. "Sandra tunggu, Sandra. jangan seperti ini Sandra..." Johan mengetuk pintu taksi dengan penuh kekhawatiran.


"Jalan pak," ucap Sandra pada sopir taksi tak memperdulikan.

__ADS_1


LIKE KOMEN PANJANG UNTUK MENAMBAH POPULARITAS DAN VOTENYA...


__ADS_2