
"Harus berapa kali aku jelaskan, aku butuh waktu."
"Berapa lama lagi? Sikapmu yang begini seolah sedang mempermainkan, ku!" pekik Sandra kehilangan kesabarannya.
Bahkan Johan sendiri tak tahu, bagaimana perasaanya terhadap Sandra. di sisi lain, ia belum bisa merelakan Helen. Namun, ia juga tak tega melihat Sandra terus merengek merasa di manfaatkan olehnya.
"Kau mengatakan aku memanfaatkan mu?" Johan berdecih, ia memutar bola matanya seolah jengah. "Aku sedang berusaha, apa kau pikir ini mudah?"
"Jika bagimu ini sulit, lalu kenapa kau menjadikan diriku sebagai kekasihmu?" Sandra memburu, matanya memelotot tajam, menatap Johan dengan sorot kesal.
Lalu apa yang harus Johan katakan? Nyatanya seseorang hanya bisa menyalahkan dan menyudutkan dirinya. tanpa ingin tahu bagaimana perasaannya. Apa Johan harus kembali mengalah? berpura-pura menyesali perbuatannya, agar Sandra tidak memutuskan hubungan mereka.
Ingin rasanya Sandra menjerit melihat ekspresi pasrah yang di tunjukan oleh prianya. dalam penglihatannya, Johan sama sekali tidak menunjukan sisi kelelakiannya. pria tersebut berkesan pengecut, memikirkan diri sendiri dan tak pernah mau mengerti apa yang Sandra rasakan dan inginkan.
"Sudah aku duga, seharusnya sejak awal kita tidak perlu memulainya." Sandra tersenyum getir, dengan bersusah payah ia menahan air matanya yang pada akhirnya jatuh juga.
"Sandra kenapa kau tidak..."
"Bukan aku yang tidak mengerti, tapi kau!" Sandra berteriak, ia tak sanggup lagi untuk menahan emosinya agar tak meluap. "Apa kau pikir ini mudah? aku memiliki kekasih, tapi kekasihku terus memikirkan wanita lain. apalagi itu adalah mantan kekasihmu!"
"Untuk apa kau cemburu pada seorang wanita yang sudah mati?"
Plak... spontan Sandra menampar Johan yang juga telah kehilangan kesabarannya. Bukan itu yang di maksud Sandra. Ia hanya ingin di anggap seperti layaknya wanita, bak ratu yang selalu di layani dan di istimewakan. Sedangkan Johan? pria itu bahkan tak pernah bersikap manis dan perhatian, jika pun iya, itu artinya Sandra yang telah memaksa.
Perempuan mana yang tidak sakit, saat ia mengharapkan sesuatu dari kekasihnya. di sisi lain, kekasihnya itu malah sedang termenung dengan mata berkaca-kaca memandang foto wanita di masa lalunya.
"Sandra, tolong dengarkan aku..."
__ADS_1
"Tidak," Sandra terpejam erat, kedua tangannya ia gunakan untuk menutup daun telinganya.
"Kenapa kau sangat keras kepala?!" Johan berteriak, ia merasa seolah Sandra telah menguras habis seluruh kesabarannya.
"Bukan aku yang keras kepala, tapi kau yang sangat tidak berguna!" sahut Sandra mengeraskan nada bicaranya.
"Apa kau bilang?"
"Aku mengatakan jika kau tidak berguna, sangat tidak berguna!"
Rahang Johan mengeras, nafasnya tersenggal karena merasa tak terima mendengar penghinaan dari bibir Sandra.
"Apa? kenapa kau menatapku seperti itu? kau marah?" Renata memundurkan langkah, ekspresi wajahnya berubah memelas kala Johan terus membidiknya dengan tatapan mematikan.
Brug... tubuh Sandra sampai jatuh di atas sofa, saat langkah mundurnya terjeda oleh sebuah sofa yang menghalanginya.
Johan mendongakkan wajah Sandra perlahan. ia memperdalam tatapan dengan sorot menilai, hingga sukses membuat Sandra gugup kebingungan.
Cup... Tanpa memberi peringatan, Johan langsung meraup bibir Sandra. mata Sandra sampai membulat lebar, begitu merasakan sengatan hangat dari pusat bibir Johan penuh kelembutan.
Lantas, apa yang harus Sandra lakukan? ia bahkan bingung harus membalas ataupun menolak ciuman yang Johan berikan. sedangkan sebelumnya, pria ini sangatlah kaku dan tidak pengertian.
Tunggu-tunggu, Dahi Sandra mengerut, ia mang masih belum membalas kecupan Johan yang semakin dalam. Namun, ini berbeda. ciuman ini terasa sangat begitu liar, tangan Johan bahkan bergerak membuka satu-persatu kancing kemeja ketat yang Sandra kenakan.
"Mmmm..." Sandra memalingkan wajah, melepaskan penyatuan. "A... apa yang kau lakukan?" tanyanya tanpa menghilangkan ekspresi heran.
"Bukankah ini yang kau inginkan?" Johan mengelus wajah cantik Sandra, pria itu langsung menin*dih tubuh kekasihnya. Tidak hanya itu, Johan bahkan langsung kembali memulai aksi nakalnya, dengan meninggalkan jejak-jejak kepemilikan di area sekitar leher dan dada Sandra yang sudah terbuka.
__ADS_1
"Tidak, bukan ini maksudku, Johan!" Sandra memukul bahu Johan dengan sekuat tenaganya, mencoba menghentikan tindakan pria tersebut yang terus saja mencumbuinya.
Ini bukan Johan yang Sandra kenal. Apa ada yang salah dengan ucapannya? Sandra hanya ingin di perlakukan dengan wajar, layaknya seperti pasangan. bahkan bagi Sandra, tindakan Johan sekarang sudah sangat berlebihan.
Tak bisa di pungkiri, Sandra kini memang telah menyimpan perasaan terhadap Johan yang baik dan sopan. untuk pertama kalinya, Johan bertindak nakal terhadap Renata. karena sebelumnya, pria tersebut benar-benar baik, lembut dan tertata.
Sesekali, Sandra meraih wajah Johan. menatap wajah tampan pria itu dengan ekspresi nanar. benarkah dia Johan? pria yang selalu Sandra marahi dengan berbagai macam alasan. Rasanya Sandra sendiri tak percaya, jika Johan mampu melakukannya.
Awalnya Sandra takut. Namun, hati kecilnya berkata jika ia menginginkannya. Cinta memang mampu membutakan segalanya, akses jalan pikiran Sandra bahkan terblokir begitu merasakan sensasi nikmat yang Johan berikan.
"Johan..."
Samar-samar suara nan jauh terdengar. Johan mengabaikannya, ia tetap terus melanjutkan aktivitas bercintanya dengan Sandra. Wajah Sandra sampai merona, tubuhnya menegang hebat, dengan dada yang mengeras padat.
"Johan..."
Tubuh Johan melemah, ia mengerjap, menarik diri menjauhi Sandra sejenak.
"A... apa? kenapa..." Sandra merapatkan dadanya, wajah polosnya kembali terekspos begitu melihat ekspresi frustasi Johan yang sering pria itu tunjukan.
Johan memijat kepalanya yang tidak pusing, pria itu terduduk sambil memegangi kemejanya yang sudah terlepas.
"Kenapa kau diam? katakan sesuatu kau kenapa?"
"Kita tidak seharusnya melakukan hal ini? sebaiknya kau pulang saja."
Apa Sandra bisa menerimanya? setelah melakukan hal itu yang sudah berjalan selam setengah perjalanan. Johan justru mengusir Sandra tanpa alasan. Tentu ini sangat tidak adil. Sandra sudah merasa ada di atas awan, tapi Johan seolah benar-benar sudah mempermainkan.
__ADS_1
KOMEN LIKE DAN VOTENYA YG BANYAK. BISR UPDATENYA LANCAR. SEKALI LAGI SAYA TEGASKAN, PELARIAN KARINA SUDAH TERKONTRAK DI MANGATOON. JADI GAK BISA PINDAH KEMANAPUN!