Pelarian Karina

Pelarian Karina
Episode 60


__ADS_3

Desas-desus kebangkrutan rumah sakit mulai terdengar. para staf pekerja terus saja saling melempar rumor akibat pengunduran diri Christian. yang paling santer terdengar adalah Christian sedang di mabuk cinta oleh Renata. sehingga memilih untuk membangkang Ayahnya dan meninggalkan keluarga.


Rumor tersebut di perkuat oleh Renata yang turut mengundurkan diri bersama Christian. kini kedua pasangan itu telah menjadi buah bibir lantaran mereka sudah tak pernah terlihat berada di rumah sakit.


"Memangnya kenapa kalau Christian mengundurkan diri? aku juga akan menyusul mereka berdua. entah gosip seperti apa yang akan aku terima?" gumam Sandra sambil berjalan dan tak sengaja mendengar pembicaraan para perawat.


"Benarkah itu Dokter?"


Sandra membuka sedikit mulutnya dengan mata yang membulat. wanita cantik tersebut lantas memalingkan tubuhnya menghadap ke sumber suara.


"Luar biasa, semalam aku melihatmu bersama pria yang sering menemani kekasihnya yang meninggal beberapa minggu lalu."


Sandra langsung menutup mulut perawat tersebut dengan tangannya. "Apa kau tidak waras? bagaimana jika ada yang mendengar!"


Lisa, perawat usil tersebut melepas paksa tangan Sandra yang menempel menutup bibirnya. "Ku rasa pasien itu benar, kalian memang menjalin hubungan. pantas saja, sebelum meninggal ia terlihat begitu marah."


"Kau ingin mati?" Sandra berdecak sebal sambil meraih beberapa lembar uang lalu menyerahkannya pada Lisa, "untuk menyumpal mulutmu!"


Seringai licik Lisa tercipta, perawat itu langsung mengambil dengan cepat uang yang Sandra berikan.


"Astaga, bola matamu hampir keluar setelah melihat uang." celetuk Sandra menyindir.


"Uang adalah nutrisi, semua orang menyukainya bukan?" sahut Lisa santai memasukan uang kedalam sakunya. "baiklah, kita lihat sampai berapa lama uang ini akan menutup mulutku."


"What?"


Lisa berlari cepat menjauhi Sandra setelah berhasil memainkan emosi Dokter cantik tersebut.


"Hey, jika hal itu sampai bocor. aku akan meminta kembali uang itu dan menganggapnya sebagai hutang. aku akan menginfus mu menggunakan kuah sup, kau dengar itu?" pekik Sandra penuh kekesalan. "Sia*l," Sandra mengumpat mengeratkan giginya sambil mengepalkan tangan.

__ADS_1


"Sandra kau..." Karina yang tak sengaja bertemu dengan Sandra pun langsung menghampiri dan menyapanya.


Sandra melirik kearah arlojinya setelah melihat penampilan Karina yang sudah melepas jas kedokterannya. "Baru pukul 3, kau mau kemana?"


"Dua janjiku dengan pasien sudah di batalkan, jadi aku pulang cepat hari ini." sahut Karina santai.


"Kenapa?"


"Entah, mereka bilang ingin menggantinya dengan hari lain." tukas Karina memberi penjelasan.


Sandra mengangguk, wajahnya masih terlihat kesal akibat Lisa yang sudah membodohinya.


"Ada apa?"


"Aku di rampok!" celetuk Sandra memelas yang sukses membuat Karina terkejut.


Sandra melepaskan Karina dan memundurkan langkah wanita cantik tersebut. "Sudahlah, ayo kita berbelanja." ucap Sandra mengajak.


"Tapi, bukankah kau baru saja di rampok?" Karina menajamkan tatapannya dengan sorot heran.


"Anak pemilik rumah sakit tidak akan pernah kekurangan uang. jika perlu, aku akan meminta perampok lain untuk merampokku." celetuk Sandra menyombongkan diri.


Karina terlihat begitu geli setelah mendengar pernyataan menyebalkan Sandra, "Aku sudah ada janji." ujar Karina menolak halus.


"Dengan kekasihmu?"


Karina cepat menjawab cepat, "Dengan Johan."


"Hah?" Bibir Sandra terasa kelu, "U... untuk apa kau menemuinya? janji apa yang kalian buat." bola mata Sandra membulat, "Kalian berselingkuh?"

__ADS_1


"Jangan sembarangan, Nicko akan menjemputku." tukas Karina sambil bergegas, lalu berpamitan. "Aku pergi dulu."


"Aku ikut!" pekik Sandra menghentikan langkah Karina.


"Untuk apa?" Karina mendekati Sandra kembali.


Seketika Sandra langsung terlihat kikuk. tenggorokannya terasa tercekat. sejenak gadis itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal, mencoba mencari alasan. "Aku... aku..."


Karina mengintimidasi Sandra, sungguh. sikap Sandra benar-benar terlihat mencurigakan hingga Karina berpikir, jika kemarahan Helen adalah kebenaran. bisa saja Johan dan Sandra pernah terjebak dalam situasi yang membuat Helen sangat marah hingga kekacauan waktu itu tak bisa dihindarkan.


"Kau benar-benar mencurigakan."


"Apanya? aku hanya aku..."


"Atau jangan-jangan, rumor itu benar. kau dan Johan..."


Sandra mengerjap dengan gigi yang mengerat. "Cukup, Karina! aku hanya..."


"Hanya apa?" Karina mengerutkan dahinya penasaran.


Sandra memilih bungkam. bayang-bayang semalam langsung menghantui kembali pikirannya. suhu tubuhnya seketika meningkat, wajahnya merona setiap kali dirinya mengingat sesuatu yang terjadi bersama Johan.


"Terserah kau saja," celetuk Sandra sambil bergegas menghindari Karina.


Bukan tanpa alasan, hanya saja. Sandra tak cukup memiliki keberanian untuk menjawab semua pertanyaan yang Karina berikan. apa yang akan orang lain pikirkan tentangnya? Sandra tak kuasa membantah rumor tersebut. karena, ia rasa itu semua percuma.


"Ayo..." pekik Karina mengiyakan.


"Kau saja, aku sibuk." tolak Sandra sambil melangkah pergi.

__ADS_1


__ADS_2