
"Cepat kancingi pakaianmu!!" Seru Vernon yang sedang memakai pakaiannya menoleh padaku sesaat.
Karena rasa sakit masih terasa di perutku aku hanya diam saja, tak ada niatan untukku mengancingi kemeja yang kancingnya dilepas oleh Vernon tadi.
"Kakakmu akan datang, apa kau ingin dia tahu apa yang baru saja aku lakukan padamu?" Tatap Vernon yang sudah selesai memakai celana dan kemeja hitamnya.
Sama sekali aku tidak bergeming dan masih tidak ingin menanggapi perkataan Vernon. Aku tidak peduli jika Arthur datang dan melihatku seperti sekarang ini, bahkan aku ingin kakakku yang bodoh itu tahu jika karena kesalahannya aku jadi terjebak di rumah ini bersama dengan musuhnya. Dan entah apa tujuannya sekarang datang ke rumah ini.
Vernon duduk di sisi tempat tidur menghadapku yang masih berbaring. Aku membuang mukaku dari tatapannya karena masih merasa sangat marah padanya. Namun tanpa aku duga Vernon malah mengaitkan kancing pakaianku dan bahkan, dia juga memakaikan celana padaku. Hal itu membuatku kembali menatapnya.
"Kau harus mendengar semua perkataanku." Seru Vernon tanpa menatapku saat selesai.
Aku menunggu Vernon melanjutkan perkataannya namun dia hanya diam saja. Entah memang karena tidak ada yang ingin dia lanjutkan atau karena dia sedang menimbang-nimbang apa yang akan keluar dari mulutnya.
"Tuan?" Terdengar suara anak buah Vernon dari balik pintu keluar.
"Masuklah." Seru Vernon yang langsung menciumku.
Ketika pintu kamar terbuka, Vernon melepaskan ciumannya padaku. Arthur berdiri di ambang pintu dengan tatapan dingin, di belakangnya ada Alec bersama dengannya. Mereka berdua melihat kalau baru saja Vernon menciumku.
Vernon langsung bangkit dari duduknya untuk menyambut kehadiran kakakku yang sudah melangkah masuk ke kamar ini.
"Akhirnya kau datang juga, Art. Aku kira kau tidak akan mau menerima penawaranku." Seru Vernon menyeringai.
Sejenak Arthur melihat ke arahku yang masih berbaring dengan tatapan datar, tatapan yang selalu diperlihatkan dirinya pada semua orang. Lalu dia mengalihkannya pada Vernon.
"Bagaimana sekarang? Apa kau akan menyingkir dari Genoa? Di sana bukan saja kekuasaan La Nostra, Sacra Unita pun menghalangi langkahku karena itu aku meminta padamu untuk menyingkir dari sana." Ujar Vernon.
"Kau salah, aku datang bukan untuk mengikuti rencanamu. Aku tidak akan menyingkir dari Genoa. Yang harus kau lakukan adalah menyingkirkan Sacra Unita dari sana. Jika kau bisa melakukannya, aku akan membiarkanmu mengambil daerah kekuasaan Sacra Unita di Genoa."
Vernon tertawa mendengar perkataan Arthur. Namun tidak berapa lama dia kembali menyeringai menatap Arthur yang tidak sedikitpun merubah ekspresinya.
"Jadi kau ingin aku yang menyingkirkan Sacra Unita?" Tanya Vernon dengan tawa kecil. "Kau tahu? Mereka juga menawarkan hal yang sama padaku. Mereka malah akan menyerahkan seluruh Genoa padaku jika aku berhasil menyingkirkan La Nostra dari sana."
"Vern, itu tidak mungkin. Mereka pasti menipumu. Sacra Unita memiliki pemasukan terbesar dari bisnis gelapnya di Genoa, tidak mungkin akan memberikan seluruh Genoa padamu." Ujar Alec yang berdiri di samping Arthur.
"Ya, kau benar Alec, karena itu aku tidak langsung menerima tawarannya." Jawab Vernon. "Dan tawarannya barusan Art sepertinya itu bukan ide yang buruk. Akan tetapi aku ingin 80 persen wilayah Genoa berada dalam genggaman Camorra."
"Vern, itu berlebihan." Seru Alec.
__ADS_1
"Baiklah, akan aku berikan sesuai dengan yang kau katakan namun seperti yang aku bilang sebelumnya... Kau harus berpisah dari Vivian." Ucap Arthur dengan dingin.
Mendengar perkataan Arthur aku sondak kaget. Dia meminta Vernon untuk berpisah denganku dengan memberikan 80 persen wilayah Genoa? Aku merasa senang mendengarnya, rasanya aku ingin berlari dan memeluk kakakku tercinta saat ini. Ternyata Arthur tidak sebodoh yang aku kira.
"Bagaimana?" Tatap Arthur pada Vernon.
Vernon menoleh padaku dengan tatapan serius. Dia terlihat sedang berpikir sejenak. Aku berharap dia akan menerimanya, agar aku bisa bebas darinya sekarang.
"Kau bisa membawanya, aku akan menyingkirkan Sacra Unita untukmu." Jawab Vernon kembali menatap Arthur.
Rasanya aku ingin berteriak saat mendengar jawaban Vernon. Akhirnya aku bisa terlepas dari pria seperti Vernon. Ya, penawaran yang diberikan Arthur padanya tidak mungkin dia tolak, bagaimana pun Vernon masih harus membuktikan kemampuannya pada pamannya agar dirinya benar-benar dipercaya memimpin Camorra. Sudah pasti dia akan menerima penawaran tersebut walau harus berpisah dariku.
"Ya, pilihanmu tepat." Ujar Arthur sambil berjalan melewati Vernon ke arahku.
Sebuah senyum ku berikan pada kakakku yang sangat aku sayang. Arthur mengangkat tubuhku ke gendongannya, aku memeluk tubuhnya dengan rasa kegembiraan.
"Aku menyayangimu, Art." Ucapku membuat Arthur tertawa kecil mendengarnya.
Arthur akan membawaku kembali ke rumah sekarang. Ketika dia melewati Vernon yang berdiri melihat pada kami, aku menyunggingkan sebuah senyum mengejek padanya. Aku tidak akan mau melihatnya lagi setelah ini.
"Art." Panggil Vernon membuat langkah Arthur yang hampir keluar dari pintu terhenti namun dia tidak menoleh pada Vernon.
"Sepertinya kau juga harus ingat sesuatu." Ujar Vernon. "Aku tidak akan mengingatkannya sekarang. Aku akan menguasai Genoa ketika aku berhasil menyingkirkan Sacra Unita dan aku rasa kau tidak akan bisa berbuat apapun nanti. "
"Kita lihat saja, semoga saja kau tidak terbunuh nanti." Jawab Arthur yang langsung berjalan keluar meninggalkan kamar yang sudah menjadi kamarku.
Vegard melihat padaku ketika kami berjalan hendak keluar dari pintu rumah ini. Wajahnya tampak bingung dan aku hanya melambaikan tanganku dengan perasaan yang sangat senang saat ini.
Dengan perlahan Arthur menurunkan aku ke mobil dan kami duduk bersama di kursi belakang. Rasanya hatiku sudah sangat merasa bebas sekarang. Semua beban berat karena merasa terkurung menjadi lega saat ini.
"Kau baik-baik saja, Viv?" Tanya Arthur yang duduk di samping kananku. "Kau terlihat pucat."
Walau kebahagiaan terasa begitu besar dihatiku namun memang rasa sakit luka tembak di perutku terasa begitu sakit setelah serangan Vernon tadi. Namun aku tidak ingin merasakannya, aku sudah tidak sabar ingin kembali ke diriku yang dulu. Bisa pergi kemanapun dan kapanpun sesuka hatiku.
"Viv, kau tidak apa-apa, kan?" Tatap Arthur agak menundukan tubuhnya untuk menatapku yang tidak langsung menjawab kecemasannya.
"Aku baik-baik saja. Art, aku sangat menyayangimu." Jawabku dan langsung memeluk Arthur kakakku tersayang. "Aku tidak sabar ingin kembali seperti dulu."
"Aku akan mengirimmu ke Kanada. Kau akan tinggal di sana." Ujar Arthur.
__ADS_1
"Apa yang kau katakan?" Aku melepas tubuh Arthur yang aku peluk. "Kenapa aku harus ke Kanada?"
"Sacra Unita akan mencarimu karena saat ini kau masih istri Vernon. Vernon akan menyingkirkan mereka. Pasti saat ini mata-mata mereka sudah memberitahu kabar tersebut pada Sacra Unita." Jawab Arthur sambil mengambil handphone-nya dan mencoba menelepon seseorang. "Nomernya sedang sibuk. Sudah aku duga." Gumam Arthur saat orang yang diteleponnya sedang melakukan telepon lainnya.
"Siapa yang kau telepon?" Tanyaku.
"Alec." Jawab Arthur. "Dia pasti sibuk mengurus pernikahannya."
...–NATZSIMO–...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...PENGUMUMAN...
GIVEAWAY AWAL TAHUN 2023 AUTHOR NATZSIMO
SALDO SHOPEE RP. 100.000 UNTUK 2 ORANG PEMBACA SETIA.
BERIKAN ULASAN MENGENAI SALAH SATU NOVEL FAVORIT KALIAN KARYA AUTHOR (SEMAKIN PANJANG SEMAKIN MENARIK).
ULASAN TERSEBUT BOLEH BERUPA APAPUN SEPERTI KRITIK DAN SARAN, KESAN DAN PESAN ATAU HAL YANG MENARIK YANG TERDAPAT DI NOVEL FAVORIT KALIAN..
ULASAN DIKIRIMKAN MELALUI EMAIL natzsimo@gmail.com DAN BERIKAN RATE JUGA DI NOVEL DENGAN BINTANG 5 (MAKSA) DENGAN ULASAN TERSEBUT.
PALING LAMBAT TANGGAL 6 JANUARI 2023.
WAJIB MASUK GRUP CHAT AUTHOR M911TTM KARENA PENGUMUMAN PEMENANG AKAN DIUMUMKAN DI GRUP CHAT TERSEBUT YA.
WAJIB FOLLOW AUTHOR JUGA YA.
2 ORANG DENGAN ULASAN MENARIK AKAN MENDAPATKAN MASING-MASING 100K SALDO SHOPEE.
UNTUK SESAMA AUTHOR AKAN ADA TAMBAHAN HADIAH BERUPA GIFT KOPI.
CANTUMKAN JUGA USERNAME DI NOVELTOON DAN NOMER HANDPHONE DI EMAIL YA.
DITUNGGU ULASANNYA YA PARA PEMBACA SETIA.
...❤❤❤❤❤...
__ADS_1