
Jauh sebelum sepuluh tahun lalu, aku sudah menyukai Vernon dan selalu mengingat perkataannya yang ingin menikah denganku. Aku selalu menganggap ia akan melakukannya ketika kami dewasa.
Hubungan La Nostra dengan Camorra sempat membaik saat diriku dan Vegard akan dijodohkan. Akan tetapi sepertinya sejak dulu Wynetta tidak menyukaiku sehingga ia yang dikenal dengan gadis baik membuat semua orang membenci padaku.
Begitupun dengan Vernon. Sejak kemunculan Wynetta dulu, Vernon lambat laun jadi membenciku dan lebih dekat dengan Wynetta. Aku tidak pernah mempermasalahkannya karena sewaktu kecil walaupun aku menyukai Vernon tidak ada yang bisa dilakukan oleh gadis sekecil diriku. Itu yang membuat semakin hari Vernon semakin menjauh dariku.
Akan tetapi diriku tidak bisa menerimanya ketika mengetahui secara langsung saat Wynetta bercinta dengan Vegard. Banyak hal yang membuatku marah saat ini. Selain karena Vegard yang sudah dijodohkan denganku, ketika mereka bercinta, mereka melakukannya di kamar kakakku Arthur yang mana hari itu adalah hari pertunangan Arthur dan Wynetta. Serta kenyataan kalau ia mengkhianati Vernon dengan bercinta dengan Vegard serta ditambah dengan rencana dirinya yang ingin pergi bersama dengan pria Asia membuat aku marah.
Seminggu sebelum acara ulang tahunku yang keempat belas aku mengetahui berapa buruknya Wynetta sehingga dengan tidak memikirkan apapun, aku mengambil senjata laras panjang milik ayah dan menghujani Wynetta dan Vegard yang sedang bercinta. Hal itu menyebabkan Wynetta terkena salah satu tembakan di pundaknya.
Aku mengatakannya pada Arthur mengenai kejadian tersebut, dan meminta kakakku tercinta untuk membunuh gadis itu namun sepertinya Arthur tidak memedulikannya karena pada dasarnya ia tidak mencintai tuangannya tersebut. Sejak dulu kakakku dan Renata yang merupakan teman di sekolah menengah atas sudah saling mencintai, dan Vernon tahu itu.
Seberusaha apapun aku memberitahu hal tersebut pada Vernon, namun aku tidak tahu seberapa kuat rasa benci Vernon yang dipupuk oleh Wynetta padaku. Karena hal itu satu katapun yang keluar dari mulutku tidak ada yang ia percaya. Yang Vernon tahu hanyalah diriku yang membenci Wynetta karena rasa iri pada gadis tersebut. Padahal yang terjadi adalah sebaliknya. Aku yang selalu mendapatkan semua keinginanku membuat Wynetta sangat iri padaku. Itulah alasan kenapa wanita itu menjadikan aku kambing hitam dalam segala rencananya.
Tepat di hari ulang tahunku sebelum acara perayaan, Wynetta bersama dengan Olivia membawaku yang sebelumnya dicekoki dengan minuman keras masuk ke mobil. Aku yang masih setengah sadar awalnya diajak Wynetta berkeliling untuk mencari udara segar dengan memintaku menyetir. Aku yang setengah sadar menurutinya hingga semua berjalan seperti yang dikehendaki Wynetta.
Ketika berada di atas tebing Wynetta mulai mengganggu diriku yang mabuk, beruntung saat ini Arthur menghentikan laju mobil yang aku kendarai dengan menabraknya sebelum terjun ke laut.
Selanjutnya semua berjalan seperti yang direncanakan Wynetta.
Sayangnya ingatanku menghilang karena kecelakaan tersebut. Dan hubungan antara La Nostra dan Camorra kembali memburuk karena mereka semua menganggap yang terjadi adalah kesalahanku. Olivia menjadi lumpuh karena ulahku. Itulah yang membuat Vernon semakin membenciku dan meminta Arthur membuat perjanjian penebusan dosa tersebut.
Sedangkan alasan kenapa keluargaku tidak ingin membuat ingatanku kembali karena mereka merasa hilangnya ingatanku mengenai kejadian buruk itu akan membuat diriku lebih baik. Itulah yang diminta Arthur agar tidak ada satupun orang yang memberitahu mengenai semua kejadian tersebut padaku.
Sejak dulu setelah aku mendengar satu kalimat dari seorang anak laki-laki yang mengatakan 'Tidak ada yang bisa kau lakukan hanya dengan menangis' membuat diriku selalu melakukan sesuatu dari pada hanya meratapi semua yang terjadi dengan tangisan. Namun hal itu yang membuat siapapun melihat diriku seperti gadis yang selalu berbuat sesukanya. Itulah yang menyebabkan rasa iri Wynetta padaku muncul.
Satu tahun kemudian...
"Bangunlah Viv." Seru Vernon.
Dengan rasa mengantukku aku enggan membuka mata. Akhir-akhir ini aku menjadi kurang beristirahat.
"Kita harus melakukannya sebelum mereka berdua terbangun dan mencarimu." Vernon yang memelukku dari belakang mencium cuping telingaku untuk membuatku terbangun.
__ADS_1
"Tidak Vern, aku masih ingin tidur. Kau tahu sendiri bagaimana aku kurang istirahat akhir-akhir ini." Jawabku tanpa membuka mata.
Vernon membalikan tubuhku hingga mengarah padanya. Aku membuka mata dan melihat raut wajah kesalnya menatapku.
"Aku akan pergi ke Genoa selama sebulan untuk mengurus kepindahan kita. Dan sejak dua minggu kita tidak bercinta karena tidak memiliki waktu berdua. Kau selalu tertidur saat malam." Ujar Vernon.
"Ya, itu hukuman untukmu karena membuat aku lelah selama satu tahun ini." Jawabku dengan menyunggingkan senyum.
Tiba-tiba Vernon langsung menyambar bibirku dan melu*matnya dengan tangan yang mulai bergerak ke tubuhku. Aku mendorongnya agar berhenti karena saat ini aku tidak ingin melayaninya, dan ingin tidur.
"Aku tidak akan membiarkanmu berbuat sesukanya terus menerus!" Kesal Vernon langsung menarik tubuhku hingga berada di atas tubuhnya yang berbaring.
Mendengarnya aku tertawa kecil, namun tanpa aku duga Vernon bangun dari posisinya hingga aku menjadi berada di atas pangkuannya dengan saling berhadapan.
"Kau bisa bercinta dengan wanita lain saat di Genoa. Aku mengijinkannya." Ucapku dengan melingkarkan lenganku ke lehernya.
Vernon mendengus mendengarnya.
"Bocah itu akan langsung menembakku. Aku tahu alasanmu dengan meminta Esteban mengikutiku kemanapun." Jawab Vernon tangannya meremas bokongku yang hanya memakai lingerie tipis.
Sejenak aku menatap tubuh Vernon yang sejak awal sudah tidak memakai sehelai benangku. itu membuat tato yang ada di tubuhnya terlihat. Tato yang semula hanya huruf W di modifikasi dengan menambahkan nama Vernon dan aku dengan membelah huruf tersebut.
"Cepatlah!" Seru Vernon.
"Kau benar-benar tidak sabar." Ucapku dengan tawa.
"Nyonya, nyonya si kembar terbangun." Tiba-tiba terdengar suara Gloriana dari arah luar bersamaan dengan suara-suara bayi.
Vernon menghela napas dengan kesal karena niatnya bercinta denganku harus tertunda kembali.
"Ini semua karena kau tidak langsung mau melakukannya." Kesal Vernon saat aku turun dari atas tubuhnya dan dari tempat tidur.
"Ya, sudah aku bilang aku tidak mau." Jawabku tertawa sambil memakai bathrobe dan berjalan ke pintu sedangkan Vernon menutupi dirinya dengan selimut.
__ADS_1
"Kenapa lama sekali kau membukanya?" Ujar Renata yang ternyata juga berada di depan pintu dengan membawa salah satu anakku.
"Sepagi ini kau berada di sini?" Tanyaku sambil mengambil anakku yang satunya dari Gloriana dan berjalan masuk kamar, Renata mengikuti.
"Aku ingin melihat kemenakan-kemenakanku sebelum pergi berbulan madu besok." Jawab Renata. "Vern, seharusnya kau sudah berada di Genoa saat ini. Art sudah kembali dari sana semalam."
Vernon tidak menjawab. Ia masih menatapku dengan wajah kesal dengan masih berada di atas tempat tidur ketika kedua anak kembar kami aku dan Renata taruh di atas tempat tidur di samping dirinya.
"Baiklah, aku sudah melihat mereka, aku akan pergi sekarang." Ujar Renata. "Hai kedua ponakan bibi yang cantik dan tampan, bibi kalian ini pergi dulu ya." Renata berbicara pada kedua anak kembarku.
Ternyata benar apa kata Darla, aku mengandung anak kembar dan melahirkan mereka empat bulan lalu.
"Kalian mencari mama?" Aku duduk di sisi tempat tidur dengan menatap kedua putra dan putriku.
"Kalian berdua tidak membiarkan kami bersama lebih lama." Gumam Vernon melihat pada kedua anaknya.
Kami memiliki anak kembar laki-laki dan perempuan. Kami memberikan nama pada mereka berdua Vincenzo Verian Sanzio dan Veronica Verian Sanzio. Nama tengah mereka adalah gabungan dari namaku dan Vernon sedangkan setelah Vernon menjadi warganegara Italia lagi, ia memakai nama keluarga aslinya, Sanzio.
"Kalian harus membiarkan mama kalian lebih lama bersama papa! Kalian mengerti?" Vernon menatap kedua anaknya.
Aku hanya tersenyum mendengarnya ditambah lirikan kesal Vernon padaku membuat aku semakin merasa puas.
...–NATZSIMO–...
Yuk dibaca juga cerita dari keturunan mereka. Dimana salah satu anak mereka akan menikah dengan seorang wanita dan memiliki dua orang anak yang salah satunya adalah ayah dari ketiga kembar Musketeers dan Melody.
Cerita ini terinspirasi dari kisah bersaudara Sanzio itu lho.
...----------------...
Terimakasih untuk para pembaca yang selalu setia membaca. Walau pada dasarnya cerita ini dipercepat tamat karena yang seharusnya bab masih panjang sekitar 30-50 bab lagi, tapi karena author mau garap karya lainnya untuk ikut lomba jadi dipercepat.
Terus dukung author dengan membaca karya lainnya ya.
__ADS_1
Terimakasih ❤