PENEBUS DOSA SANG MAFIA

PENEBUS DOSA SANG MAFIA
HUKUMAN YANG SETIMPAL


__ADS_3

Hari menjelang malam ketika aku keluar dari mobil bersama dengan Renata. Akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke rumah Vernon, suamiku. Gloriana yang menyambut kehadiranku setelah turun dari mobil tersenyum melihatku.


"Tuan sedang di taman belakang, nyonya. Apa perlu aku panggilkan?" Tanya Gloriana.


"Aku akan ke sana." Jawabku langsung menoleh pada Renata yang berdiri di belakangku.


Kami berdua berjalan ke taman belakang rumah. Jaraknya cukup jauh karena luas rumah ini melebihi 5000 meter persegi. Apalagi Vernon saat ini berada di taman belakang rumah, di mana dia menaruh para peliharaannya di sana.


"Seharusnya kau tidak perlu menemuinya di sana Viv, kau bisa menyuruh pelayan untuk memanggil Vernon ke kamar." Ujar Renata yang berjalan di sampingku. "Kehamilanmu masih sangat muda, dan luka tembaknya masih belum sembuh total. Aku takut—"


"Tenanglah, Ren. Aku punya dokter terbaik yang akan mengurusku setelah ini." Potongku menyunggingkan sebuah senyum pada Renata. Dari semua keluargaku sepertinya hanya Renata yang senang pada kehamilanku saat ini. "Kau tidak perlu terlalu khawatir."


"Viv, aku senang akhirnya kau memutuskan untuk bersama dengan Vern." Renata memulas senyum indah diwajahnya yang sangat cantik. Kedua lesung pipinya terlihat membuat dirinya semakin menarik. "Semoga kau seperti ini bukan hanya karena kehamilanmu saja."


Yang diucapkan Renata membuat aku mengerti karena seperti halnya dirinya, aku pun merasa apa yang aku rasakan hanya karena pengaruh dari kehamilanku saat ini. Namun aku juga tidak ingin menampik ucapannya dengan berharap pada apa yang belum terjadi. Bisa saja aku berubah pikiran lagi setelah melahirkan. Bagaimanapun aku merasa aku tidak mencintai Vernon, aku hanya membutuhkannya saja saat ini.


Langkahku terhenti ketika memasuki taman belakang rumah di mana terdapat tiga kandang besar yang masing-masing terisi oleh hewan peliharaan Vernon. Hewan buas.


Vernon sedang memakaikan sebuah rantai pada hewan peliharaannya berjenis singa putih atau simba. Kandang tersebut berada di antara dua kandang lainnya yang terisi dengan harimau dan macan kumbang berwarna hitam.


Singa putih yang dipakaikan rantai oleh Vernon dikeluarkannya dari kandang, dan langsung mengaum pada kehadiranku, membuat Vernon menyadari akan kehadiran diriku. Sejenak Vernon menatapku yang berdiri di jarak sekitar lima meter darinya dan juga hewan peliharaannya. Dengan aba-aba dari Vernon, simba diam dan duduk melihat ke arahku.


"Untung saja Art tidak menyukai binatang apapun." Gumam Renata yang awalnya ketakutan pada simba yang mengaum sangat keras tadi. "Vern, masukan dia ke kandang."


"Dia tidak akan menggigit apalagi memakanmu, dia sangat pemilih dalam hal makanan." Jawab Vernon sedikit tertawa pada Renata. "Aku akan membawa mereka kembali ke Oslo juga besok, semoga mereka bisa bertahan di cuaca dingin di sana."


"Vern, masukan dia ke kandang." Pintaku menatap Vernon.


Tanpa kata Vernon menuruti perintahku dan langsung memasukan singa putih tersebut ke kandangnya. Setelahnya, dia berbalik dan menatapku.


"Kenapa kau kembali? Aku pikir kau akan pindah dan tinggal lagi di rumahmu." Ujar Vernon. "Apa kau berubah pikiran? Apa akhirnya kau memutuskan akan ikut denganku, Viv?"


Dari wajahnya aku bisa melihat kalau Vernon terlihat cukup bahagia dengan menatap padaku yang berdiri dihadapannya saat ini. Pasti karena dirinya berpikir kalau aku akan setuju pergi bersama dengannya, namun sejak awal aku tidak pernah punya niat meninggalkan negaraku.


"Kau salah Vern. Sudah aku katakan aku tidak mau ikut denganmu ke negaramu. Aku tidak akan meninggalkan Italia." Jawabku dengan penuh keyakinan. "Kaulah yang akan tetap tinggal di sini bersamaku."

__ADS_1


Sesaat Vernon tertegun karena apa yang aku katakan. Aku membiarkan dirinya mencerna semua perkataanku dengan tidak mengatakan apapun lagi. Wajahnya tampak bingung namun aku bisa merasakan sebuah rasa kebahagiaan ketika melihat sudut bibirnya yang tersenyum tipis dengan tatapan lekat padaku.


"Arthur memberikan Genoa padamu, Vern." Ucap Renata yang mewakili diriku memberitahukan kabar tersebut. "Datanglah besok menemuinya, dia akan menarik semua bisnis La Nostra dari sana, dan kau bisa mengambil alih. Sepenuhnya Genoa milik Camorra."


"Semua?" Tatap Vernon heran pada Renata.


"Maksudku 80 persen milikmu dan sisanya adalah milik Vivian." Jawab Renata.


Vernon menoleh padaku dengan tatapan heran. Sama sekali aku tidak bereaksi dengan tatapannya dan aku juga tidak ingin mengatakan apapun padanya. Aku hanya berdiri dengan diam sambil berusaha menahan senyumku karena semua berjalan sesuai dengan yang aku inginkan.


Sejak awal aku sudah berniat untuk meminta Genoa pada Arthur karena aku tidak ingin meninggalkan negaraku dan juga aku tidak ingin berpisah dari Vernon. Hanya itu satu-satunya cara agar kedua hal itu aku dapatkan. Dan lagi, aku sangat yakin kalau Arthur akan memberikan semua yang aku inginkan. Ya, aku adalah adik kesayangannya.


"Baiklah, aku akan pulang sekarang. Jangan lupa besok datanglah menemui Art, Vern." Seru Renata. "Viv, aku pulang dulu. Beristirahatlah, kau terlalu banyak berjalan hari ini."


Aku menyunggingkan sebuah senyum menjawab Renata. Sekarang aku mengerti mengenai perkataan Renata kemarin, dia yang memberitahuku sebelumnya mengenai kemarahan paman Vernon. Dia pasti mengatakannya padaku agar aku melakukan sesuatu.


Vernon terus menatapku menungguku mengatakan sesuatu setelah kepergian Renata.


"Aku akan meninggalkanmu saat sesuatu yang buruk terjadi padamu." Ucapku mengulangi perkataanku waktu itu.


"Kau benar, saat hal buruk terjadi padamu, itu juga akan terjadi pada hidupku." Ucapku menyunggingkan sebuah senyuman. "Setidaknya hingga aku melahirkan anakmu."


"Ya, kau benar." Vernon mengembangkan senyumnya menatapku. "Tapi sejujurnya aku lebih ingin kembali ke negara asalku. Sayangnya, aku tidak bisa kembali kesana sekarang..."


Vernon menghentikan perkataannya dan berjalan mendekatiku. Tanpa aku duga dirinya mengangkatku dalam gendongannya dengan kedua tangan dan berjalan memasuki rumah, hendak membawaku ke kamar.


"Seharusnya kau tidak berjalan dan tidak turun dari tempat tidur." Ucap Vernon saat menggendongku.


Aku hanya menatapnya dengan melingkarkan kedua tanganku ke lehernya. Perasaanku menjadi senang saat melihat Vernon tersenyum padaku.


"Kau tau apa yang akan aku lakukan padamu sekarang?" Tanya Vernon menunduk menatapku.


"Apa yang akan kau lakukan padaku?"


"Aku akan menghukummu." Jawab Vernon dengan tatapan berubah dingin. "Kau mempermainkanku dengan tidak mengatakan semuanya padaku, bahkan kau tidak ingin ikut denganku. Kau membuatku kesal sekarang. Aku harus menghukummu."

__ADS_1


"Menghukumku? Apa yang bisa kau lakukan padaku? Dalam kondisiku saat ini kau tidak bisa melakukan apapun padaku. Kau ingin menghukumku bagaimana?" Tanyaku tertawa kecil saat melihat senyum skeptisnya. "Baiklah, kau bisa menghukumku selagi aku tidak bisa berbuat apa-apa seperti waktu itu."


"Itu pasti. Aku akan memberikan hukuman yang setimpal padamu." Jawab Vernon yang menurunkan aku ke tempat tidur dan langsung meraup bibirku dengan bibirnya.


...–NATZSIMO–...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...PENGUMUMAN...


Giveaway Awal Tahun 2023 Author Natzsimo


Saldo Shopee Rp. 100.000 untuk 2 orang pembaca setia.


Berikan ulasan mengenai salah satu novel favorit kalian karya author (semakin panjang semakin menarik).


Ulasan tersebut boleh berupa apapun seperti kritik dan saran, kesan dan pesan atau hal yang menarik yang terdapat di novel favorit kalian..


Ulasan dikirimkan melalui email natzsimo@gmail.com dan berikan rate juga di novel dengan bintang 5 (maksa) dengan ulasan tersebut.


Paling lambat tanggal 6 januari 2023.


Wajib masuk grup chat author M911TTM karena pengumuman pemenang akan diumumkan di grup chat tersebut ya.


Wajib follow author juga ya.


2 orang dengan ulasan menarik akan mendapatkan masing-masing 100K saldo Shopee.


Untuk sesama author akan ada tambahan hadiah berupa gift kopi ke salah satu karyanya.


Cantumkan juga username di Noveltoon dan nomer handphone di email ya.


ditunggu ulasannya ya para pembaca setia.


...❤❤❤❤❤...

__ADS_1


__ADS_2