
"Pi,apa menurut papi semua akan baik-baik saja"Tantri berkali-kali menghela nafas panjang menatap langit-langit kamar dirumah mertuanya itu,rasanya seperti mimpi,mimpi buruk yang ingin segera dia akhiri
"Mi,sudahlah jangan terlalu difikirkan,semua sudah berlalu,dan berakhir dengan semestinya,mahkluk halus apalah itulah namanya tidak akan menemui Zakia lagi,kalau perlu setelah ini kita kirim Zakia kuliah keluar negri supaya dia jauh dari kota ini kalau perlu dari negara ini"Andi memiringkan badannya dan memeluk istrinya supaya istrinya itu tenang
"Ya pi,sepertinya itu ide bagus,kita akan menjual semua aset-aset kita dinegara ini,kita akan memulai hidup baru di negara yang baru,lagi pula meskipun Zakia sedikit nakal tapi dia murid yang berprestasi,mami yakin dengan mudah dia bisa diterima disalah satu universitas ternama diluar sana"Tantri optimis,ya meskipun Zakia suka kelayapan dan juga clubing dia perlu mengakui anak perempuannya itu IQnya diatas rata-rata,tentu saja beberapa olimpiade fisika,kimia,matematika dan lainya dia selalu menjadi pemenangnya,terbukti ratusan piala berjejer dirumahnya.
"Kenapa harus menjual aset mi,apa mami tak ingat apa kata Ibu tadi,Kia mendapatkan 1000 keping emas batangan 1 kgan,Emas 24krt sekarang/gram saja berapa,bayangi mi ini KGan,putri kita akan menjadi trilyuner dalam sehari,Gak salahkan kita arahkan dia untuk mengelola keuangannya"
"Ih papi,apa papi gak takut tiba-tiba nanti mami mati karena jadi tumbal pesugihan itu"Tantri mulai berfikir yang tidak-tidak lagi
"Dih mami,ini bukan pesugihan ya,papi juga ogah ngorbanin keluarga kita,bukankah pak ustad aja udh bilang tidak apa-apa digunakan asal untuk kebutuhan Zakia,itu adalah mahar Zakia jadi dia berhak menggunakannya"
"Ya udah terserah papi aja kalau gitu,mami ngikut aja apa kata papi"Tantri memeluk suaminya erat,akhirnya mereka menutup kegiatan galau-galaunya mami dengan acara bikin adek untuk Zakia.
Keesokan paginya mereka kembali kekota,hari-hari keluarga itu kembali ceria,bahkan mereka sudah melupakan kejadian yang terjadi pada anaknya,setelah beberapa bulan Zakia lulus,mereka mempersiapkan semuanya untuk kepindahan mereka ke luar negeri,semua emas Zakia sudah dijual oleh papinya dan dimasukkan ke rekening Zakia pribadi,
Setelah menimbang-nimbang pilihan mami adalah kota london,sedangkan Zakia sudah diterima di Faculty of Law, University of Oxford,fakultas hukum terbaik nomer dua setelah harvard,lagian jarak london ke Oxford tidak terlalu jauh sekitar 1 jam setengahan,
Hari ini mereka tiba dirumah baru Zakia dan keluarga,rumah itu lumayan luas dan cantik menurut Zakia,Zakia menyukainya.
Rumah dengan dua lantai,ada beberapa pembantu yang mereka bawa dari indonesia,itu semua karena mami lebih merasa nyaman bila artnya orang indonesia tak ribet dengan bahasa inggris yang mami Zakia belum terbiasa menggunakannya,ternyata papinya sudah memulai bisnis restoran dan perhotelan disini,jadi kehidupan mereka semakin mapan,oh iya mami sekarang lagi hamil anak kedua lho,walau awalnya Zakia protes karena merasa sudah terlalu besar untuk mempunyai adik,tapi setelah papinya menjelaskan kalau mereka pasti akan kesepian saat Zakia sibuk kuliah,akhirnya dia mengerti,setelah dua hari berada dilondon dia diantar papinya ke apartement mewahnya deket kampusnya di oxford,papinya juga memberikan satu buah mobil sport warna merah kesukaan putrinya,buggaty chiron untuk dia beraktivitas
__ADS_1
"Kamu baik-baik kuliah ya,jangan nakal kalau tidak papi akan pindahkan kamu kuliah di negara terpencil"Ancam papinya
"Nakal dikit bolehlah pi,asal tau aturan aja"Zakia menanggapi papinya dengan nyengir kuda
"Pokoknya hati-hati dan kalau ada apa-apa.hubungi papi segera,ya sudah papi balik dulu ya,kasian mamimu lagi hamil muda suka kangen berlebihan kalau gak ada papi"ucap papi narsis dan memeluk juga cipika cipiki dengan putrinya,
"Iya pi...byeeee......"Setelah menutup pintu apartemennya Zakia mendengus kesal,papinya benar-benar tega bagaimana mungkin papi gak ngasih gue pelayan barang satu orangpun minimal untuk beres-beres apartement aja,katanya supaya gue jadi mandiri,sangat menyebalkan bukan,Zakia mulai menata barang-barangnya dilemarinya,saat dia tengah asyik suara bel diapartementnya berbunyi
"Huh pasti papi,ketinggalan sesuatu ini...dasar kebiasaaan,papi ketinggalan apa siiii..?"Dia ngoceh tanpa melihat siapa yang datang,saat dia menatap tamunya itu,sejenak dia terbengong-bengong
"Oh sure,wait mr........?(tentu..,tunggu tuan...)"
"Gue Damian,gue baru saja datang dinegara ini"Damian mengulurkan tangannya sedikit tersentak saat Kia menjabat tanganya
"Aih loe orang indo yang bermuka bule,gue Kia,Gue jg baru datang koq,masuk aja,tunggu bentar gue ambilin pisaunya"
"Loe tinggal sama siapa disini Ki?"Damian bertanya sambil berkeliling melihat apartement Zakia
"Gue?gue sendiri sih disini,tapi Bonyok gue tinggal di london"jawab Zakia sambil memberikan pisau ke Damian,
__ADS_1
"Gue tinggal pas disebelah unit loe,kalau loe kesulitan dan butuh apa-apa loe jangan sungkan panggil gue"Damian sok akrab
"Beresss,emang loe mau pake apa pisaunya?"
"Buat masakin loe makanan"
"Garing loe hihihi,tau aja gue belom makan,tapi gue mau keluar sih sekalian mau beli sabun dan perlengkapan yang lain"
"Tar gue anter sekalian nebeng,gue juga mau beli perlengkapan mandi dan baju musim dingin"Damian berlalu pergi tanpa menunggu persetujuan dari Zakia,
"*A*neh sekali padahal baru kali ini aku melihatnya tapi kenapa aku merasa sudah lama mengenalnya,tapi dimana dan kapan ya?ah mungkin hanya perasaanku saja,karena dia mudah sekali akrab denganku"Zakia lali mandi dan berganti baju dia akan peegi membeli beberapa keperluan dan stok makanan
Saat dia keluar dari pintu apartementnya ternyata damian sudah ada didepan pintu apartemen miliknya juga sudah rapi,dan seperti janjinya tadi,dia akan menemani Zakia belanja,
"Sepertinya loe punya telepati mr.damian hingga bisa siap saat gue keluar dari apartement gue,atau jangan-janga loe naruh CCTV di unit gue"ledek Zakia
"Ya anggap saja begitu"Damian menjawabnya santai dan mengikuti jalan gadis itu...
"Maksud loe?loe beneran pasang camera tersembumyi diapartement gue?"
"Helooo loe tu udik banget sih,ini apartement mewah esklusif,mana bisa gue pasang dikamar loe,kalau gue mau liat loe tinggal datang aja langsung kali"
"Iya juga ya....eh sialan loe enak aja"Kia memukul-mukul manja lengan Damian,mereka bercanda riang hingga pusat perbelanjaan,mereka lebih mirip sepasang kekasih yang sedang berbelanja,akrab dan manis sekali,tawa cantik Zakia membuat Damian berkali-kali terpesona olehnya.rasanya dia ingin menghentikan waktu saat melihat Zakia tersenyum&tertawa menatapnya.manis sekali.
__ADS_1