
"Berani kau maju selangkah lagi,aku akan menggiggit lidahku sampai mati"Zakia berteriak histeris kearah Andrew
"Jadi kau lebih memilih mati daripada melayaniku,asal kau tau wanita jala**,aku lebih bisa memuaskanmu dari pada gendruwo sialanmu itu,kalau bukan demi keturunanku akupun tak sudi menyentuhmu.kau fikir kau bisa mati begitu saja hah?"Andrew berusaha meredam emosinya ketika mendapat penolakan dari Zakia,tentu saja dia tak bodoh membiarkan wanita itu mati.ketika dia sedang berfikir bagaimana melumpuhkan Zakia,seorang pengawalnya masuk dan membisikkan sesuatu ketelinganya membuat dia mengukir senyum penuh arti."Rupanya kekasih sialanmu itu sudah menantang mautnya,mari kita lihat seberapa kuat lelaki pujaanmu itu,setelah membereskannya aku berjanji akan membuatmu mengerang dibawahku sampai kau tak bisa menyombongkan dirimu lagi jala**"Andrew berlalu pergi dari kamar Zakia dikurung dengan diikuti pengawalnya.
Dengan langkah tergesa Andrew berjalan mantab ke ruang utama istananya yang sudah ditunggu oleh beberapa pengawalnya "Jangan ada yang menhentikan mereka,jika bisa mudahkanlah jalan mereka untuk mencapai tempat ini.aku akan menggunakan mereka untuk membuat wanita jala** itu menyerahkan dirinya dengan sukarela kepadaku"Senyum smirk langsung menghiasi wajah Andrew
"Baik paduka"Kata 5 pengawal istananya serempak,karena hanya pengawal itu yang Andrew punya,dia tak membutuhkan banyak pengawal seperti halnya istana Damian maupun Lucyfer,dia hanya memiliki 5 orang pengawal yang setiap pengawal mempunyai kekuatan setara 1000x kekuatan harimau.
Disisi lain Tristan mulai banyak bicara."Kalau masuknya saja mudah seperti ini aku rasa kau tak perlu bantuan kami Dave"Katanya sambil tersenyum penuh makna manatap Damian yang selalu waspada melihat kanan dan kiri
"Jangan terkecoh dengan ketenangan air,bukankah yang berbahaya adalah ketika air itu tenang"Jawab Damian
__ADS_1
"Benar katamu nak,dia memang sengaja mempermudah jalan kita karena dia ingin membuat kita masuk dalam perangkapnya dan tak bisa keluar dari sini selamanya"Sambung Lucyfer
"Sebenarnya aku punya banyak pertanyaan untukmu Dave,bagaimana bisa kau kenal dengan orang-orang ini,lalu anjing peliharaaan raja gendruwo ini bagaimana dia bisa ikut membantumu?apa dia punya hutang padamu?"Saut Brian dengan terus berjalan waspada tangan kanannya menenteng pedang dan tangan kirinya menggandeng Jenna
"Nanti saja,setelah Zakia berhasil kita selamatkan,aku akan menceritakan semuanya padamu,banyak hal yang telah kau lewatkan,untuk saat ini kita focus dulu dalam peperangan ini,itu didepan pintu istana ini,aku rasa benar kata Lucy,dia tengah memunggu kita.Pintu istana ini bahkan dibuka lebar tanpa ada penjaga sama sekali"Damian melangkah mantap bersama teamnya hingga masuk kedalam istana.mereka menatap sekeliling yang terlihat sepi hingga siluet biru datang seperti bayangan memberikan pukulan tak kasat mata kepada mereka yang membuat kelima jin itu jatuh terjengkang dilantai.lalu siluet biru yang berjalan bergerak sangat cepat itu kembali ketempatnya,dia berdiri dengan senyum merekah dibibirnya melihat kelima jin itu terjatuh begitu mudah
"Anggap saja itu adalah sambutan selamat datang dari pengawalku,aku tak tau kenapa mereka begitu padahal tadi sudah aku peringatkan untuk mempermudah jalan kalian"Suara lelaki dari balik pilar menggema diruangan itu,semua mata tertuju padanya
Mata Andrew menatap Damian tak suka dan dengan matanya dia melempar Damian hingga dia menatap ketembok berkali-kali dia tarik dan hempaskan hingga mulut Damian mengeluarkan darah segar,darah segar manusia"Cih,sungguh anak lelakimu ini tak tau malu Lucyfer,padahal aku sudah berusaha sabar kepada kalian,aku ingin menyambut kalian dengan semanis mungkin,aku juga ingin memberikan kematian yang indah buat kalian,tapi kalian lebih suka kalau aku bersikap kejam rupanya"Tangan Andrew memanjang dan mencengkeram leher Damian hingga Damian tercekik
"Wushhh...Duarr...."Jenna dan Brian berusaha menyelamatkan Damjan dengan menggabungkan kekuatannya unthk menyerang Andrew namun saat mata Andrew menatapnya serangan itu berbalik arah kepada mereka membuat mereka tang tak siap terpelanting dengan luka dalam yang serius.
__ADS_1
Lucyfer dan Tristan segera membantu mereka berdiri lagi namun disaat yang beraamaan pengawal Damian langsung memegangi keempat jin itu dan ditali menggunakan mantra.mereka berlima termasuk Damian diseret ke sebuah ruangan lalu diikat dengan menggantung diatas.dibawah mereka seperti air yan mendiih mengeluarkan uap,tak hanya itu mereka terpampang hanya berbatas dengan kaca kamar yang didominasai warna gelap yang diperkirakan milik Andrew.tak berapa lama seorang wanita yang sangat Damian kenalin datang kekamar itu.Zakia telah berganti dengan lingere sangat sexy dengan punggung terbuka bagian depan menampilkan setengah dari buah dadanya lengkap dengan penutup mata.membuat amarah Damian membuncah ketika dia melihat Andrew muncul dibelakangnya
Andrew membuka penutup mata Zakia perlahan."Lihatlah orang-orang yang kau cintai kini berada dalam bahaya,nyawa mereka tergantung dengan caramu memuaskanku.bagaimana kalau kita mulai penyiksaan ini dari yang paling ujung,tentu ini akan sangat membuatku semakin bergairah"Bisiknya parau didekat telinga Zakia
"Tidak,tidak...Damian,Tristan,Brian,Jenna,Lucy,kau tak boleh menyakiti mereka,aku akan melakukan semua yang kau perintahkan.aku akan melayanimu dengan senang hati.tolong-tolong jangan siksa mereka...hiks..hikss...hiksss"Zakia menangis mendekati dinding kaca yang menjadi pemisah antara dirinya dan tawanan Andrew,dia melihat dibawah mereka air yang sangat mendidih,jika sedikit saja Zakia membangkang.Iblis disampingnya ini pasti tak segan untuk melenyapkan mereka.kali ini yang bisa dilakukan Zakia hanyalah mengulur waktu hingga Damian bisa terlepas dari ikatan itu dan menyelamatkannya
"Jadi sekarang berbaliklah cium aku dengan ciuman yang membuat gendruwo itu tergila-gila padamu"Andrew membalik tubuh Zakia dia menarik dagu Zakia supaya mendekat kearah bibirnya,karena perawakan Andrew terlampau tinggi Zakia harus sedikit berjinjit karena dagunya ditarik dengan sangat kasar oleh Andrew.mata Zakia terpejam ketika Andrew menikmati ciuman mereka,lidah Andrew menari dengan kasar didalam mulut Zakia,air mata Zakia menetes dengan sangat deras ketika satu tangan Andrew mulai menelusup menggapai benda kenyal yang selalu menjadi kesukaan Damian
Tangan Zakia mencengkeram sweeter milik Andrew,menahan dengan sangat keras supaya bibirnya tak mengeluarkan suara horor yang biasa dia keluarkan ketika melakukan ini dengan Damian,"Eenghhhhh...."Suara tertahan itu keluar tanpa Zakia sadari,membuat Andrew tersenyum penuh kemenangan
Diseberang sana Damian dengan segala kemarahannya mampu mengeluarkan sayap hitam nan panjang dari kedua bahunya membuat semua orang yang terikat menatap kearahnya"Brakkk...."Sayap dengan lebar 15 meter kekanan dan kekiri dilengkapi dengan bulu-bulu lembut berwarna hitam itu mengepak begitu indah,air yang tadinya mendidih berubah menjadi es.waktupun terhenti seketika.
__ADS_1