
Pesawat Damian landing lagi di Jakarta,dirinya dan Sofia langsung menuju ke salah satu universitas dimana dia diminta menjadi pembicara dalam seminar management,semua acara berjalan lancar seperti yang diagendakan hingga saat lunch tiba.
"Sir,anda ingin lunch diluar atau dihotel saja?"Tanya Sofia sambil mengikuti jalan Damian yang lumayan cepat menuju lobi,sebuah mobile velvire putih telah menunggu mereka lengkap dengan beberapa bodyguard Damian
"Terserah kau saja"Jawab Damian Singkat.dia lebih acuh dari biasanya,dilubuk hatinya dia berharap dari ribuan mahasiswa yang hadir tadi ada Zakia disana,namun harapan tinggalah harapan disana tak ada Zakia.
Melihat mood bosnya yang kurang bagus akhirnya Sofia meminta sopir mobil itu mengarahkan mereka ke kemang ,ada salah satu restoran yang tengah menyuguhkan live music.mereka mendatangi tempat tersebut,karena jam makan siang tempat itu full,apalagi tempat yang mereka datangi adalah salah satu tempat makan bintang lima,beruntungnya sang sopir sudah cekatan untuk reservasi meja vip untuk tamunya.ya,dia sopir hotel tempat mereka menginap.mereja mendapat tempat dilantai dua namun bisa melihat live music dengan leluasa.
Tak ada yang mencurigakan saat mereka duduk dan memesan menu hingga suara gaduh dari remaja yang menyoraki temennya terdengar di telinga mereka ada seorang gadis yang menaiki panggung karena kalah memainkan permainan Truth or Dare dia mengambil alih Microfon yang dipegang oleh penyanyi yang baru saja selesai menyanyikan sebuah lagu
__ADS_1
"Ayo ....Kia..Kia...Kia...Kia..."Suara sorakan temen-temennya itu membuat gadis yang ditengah panggung itu berdehem sebentar
"Jadi mohon maaf kakak,gue pinjam micnya sebentar ya,jadi gue ceritanya kalah main truth or dare bersama kawan-kawan gue nie and than sekarang gue harus menerima tantangan mereka untuk membaca puisi untuk seseorang yang aku cintai,simak ya.."Dan Zakia pun mulai membaca puisinya
Akhirnya aku merasakan betapa sepinya duniaku setelah aku melepasmu
Aku lupa caranya mengaggumi indahnya malam yang bertabur bintang saat senja menjelang
Lalu Zakia meneruskan langsung dengan menyannyikan lagu Jealous by labrint dengan begitu epicnya saat bait "But I always thought you'd come back,tell me all you found was,heartbreak and missery,It's hard for me to say,I'm Jealous of the way,you happy without me"Tangis Zakia pecah tak mampu membendung air mata yang terjun bebas dikedua pipinya hingga vocalis band yang standby disitu membantunya meneruskan lagu Zakia dan Zakia turub dari panggung,berlari tak tentu arah hingga dia berada disudut ruangan dia duduk jongkok dan tangisan yang dia tahan selama bertahun-tahun itu meledak.
__ADS_1
Zakia tak sadar jika seseorang dari semenjak pertama kali dia membuka suara tadi telah memperhatikannya,bahkan lelaki itu semakin mendekat perlahan kearahnya,Zakia tak menyadarinya,dia terus meenangis sesenggukan melepaskan beban yang ada dihatinya
"Maafkan aku kia,aku tak pernah mengira jika kepergianku membuatmu seperti ini,maafkan aku yang hanya datang menorehkan luka dihatimu begitu dalam,bahkan akupun lupa caraku untuk tersenyum,bahkan aku baru tau bahwa duniaku begitu gelap ketika aku meninggalkanmu"Suara bariton Damian terdengar dengan jelas ditelinga Zakia hingga dia menghentikan tangisnyaa
Dua manusia itu saling memandang tanpa ingin berkata apapun,seolah kedua mata mereka sudah cukup memberitahukan betapa besar kerinduan yang sama-sama mereka tahan tak berapa lama Damian mengangkat dagu Zakia,dia memberikan kecupan-kecupan kecil yang tak ditolak oleh Zakia,lama kelamaan ciuman mereka semakin dalam hingga mereka berdua kehabisan nafas akhirnya mereka melepaskan ciuman itu,tanpa mereka sadari seorang wanita memperhatikan kegiatan mereka berdua,wanita itu menitikan air mata dan kembali ketempatnya semula dengan hati yang sangat teramat hancur.
Damian mengusap bekas ciuman mereka disudut bibir Zakia dan menghapus air mata Zakia dia membantu mantan istrinya itu untuk bangun dan kemudian membawanya kepelukannya"'Aku sangat merindukanmu"Bisiknya parau sambil mengecup kepala Zakia
Zakia masih terdiam dia tak tau apa yang harus dia katakan,dia belum bisa menerjemahkan dengan baik semua perasaannya,saat ini dia hanya ingin dipelukan Damian,semua pergolakan batin yang tengah ia rasakan bwrcampur menjadi satu,dia sudah tau bagaimana akhir dari semuanya tapi,bisakah dia melepaskan Damian sekali lagi
__ADS_1