Pengantin Gendruwo

Pengantin Gendruwo
Bachelor Party


__ADS_3

Zakia menutup mulutnya yang menganga melihat pemandangan didepannya, calon suaminya yang tak lain Damian yang baru saja bercumbu dengan wanita yang tak sengaja ditabraknya beberapa saat lalu, Damian sangat sadar dan bergidik ngeri melihat tatapan membunuh Zakia


"Apa yang kau lakukan Dave" Zakia setengah mati menahan amarahnya dengan tangan mengepal erat hingga kuku jari tangannya memutih


"Honey, aku bisa menjelaskan semuanya, ini tidak seperti yang kamu fikirkan, kamu jangan salah sangka dulu" Damian berusaha mendekati calon istrinya itu ditengah suara music yang menggema,


"Jangan dekati aku sebelum kau bersihkan mukamu yang menjijikkan itu Dave" Zakia bergidik jijik melihat bekas lipstik wanita hampir memenuhi wajah Damian, "Ayo kita berpesta kembang api David" Zakia memberi interupsi ke David yang masih terbengong melihat adegan didepannya sedangkan Damian mengacak rambutnya frustasi tanpa berani mengejar Zakia, namun dia sedikit lega sepertinya Zakia mau mendengarkan penjelasannya


Malam ini setelah menyelesaikan jamuan bersama investor disebuah lobi hotel tanpa sengaja dia bertemu dengan beberapa sahabat dari Dave Leighton yang mengajaknya berpesta bujang setelah mengetahui sebentar lagi Dave akan melepas masa dudanya, walau Damian sudah menolak secara halus namun sepertinya sahabat Dave bukan tipe manusia yang pantang menyerah sebelum keinginannya dikabulkan, akhirnya dengan berat hati dia mengikuti kemauan mereka. Mereka memboking sebuah villa tadi lengkap dengan beberapa penari striptis namun ketika sudah mulai mabuk mereka semua meminta berpindah ke club, wanita yang bersama Damian tadi adalah salah satu penari yang mereka pesan, Damian langsung kekamar mandi setelah Zakia menghilang dari hadapannya, dia bahkan tak ada keberanian untuk menanyakan kenapa calon istrinya itu berada ditempat ini bersama David,


"Shit...!! pantas saja Zakia tak mau aku dekati" Damian berdiri didepan wastafel kamar mandi VIP itu berusaha menghapus bekas lipstik dengan membasuh wajahnya dan digosoknya mukannya menggunakan tisu muka


Sedangkan ditempat lain David melirik Zakia yang tengah menyeka air matanya menggunakan tangannya. David meminggirkan kendaraannya lalu memberikan sebuah tisu ke Zakia


"Nich pakai, jangan berspekulasi macam-macam, bisa saja dia sedang menjamu relasi bisnisnya atau sedang melakukan pesta lajang bersama teman-temannya, dimeja tak jauh dari tempat Dave berdiri tadi aku melihat beberapa sahabat Dave juga tengah minum-minum" David berusaha menenangkan Zakia


"Pesta lajang? apa menurutmu dia melakukannya sekarang, atau memang dia ada hubungan dengan wanita yang bersamanya tadi" Zakia menerima tisu pemberian David dan menghapus air mata beserta ingusnya


"Ih..." David sedikit ilfeel ketika melihat Zakia mengeluarkan ingusnya dengab begitu kencang tanpa malu-malu "Aku rasa wanita seperti itu bukanlah tipe Dave" David berkata sambil melanjutkan perjalanannya menuju apartemennya


"Iyah kalau Dave tak mungkin bernafsu dengan wanita seperti itu tapi diakan bukan...." Zakia tak melanjutkan kata-katanya, dia hampir saja keceplosan kalau diteruskan, mana mungkin David percaya dengan omongannya jika menyebut Dave bukanlah Dave yang sesungguhnya, apalagi kalau dia berkata jika Dave adalah Damian sang king gendruwo, bisa saja David mengatai Zakia gila.

__ADS_1


"Bukan apa? sudah jangan terlalu banyak berfikir, lebih baik kita lanjutkan pesta kita sendiri, dan malam ini mari kita bersenang-senang, sepertinya dirumahku aku masih mempunyai beberapa minuman, mungkin hanya wine tapi not badlah untuk menemani kita melihat kembang api" David mempercepat laju mobilnya, meskipun hari telah larut, kota Manhattan bak kota yang tak pernah tidur, hiruk pikuk tempat hiburan malam di kanan kiri jalan lengkap dengan kendaraan yang berlalu lalang membuat kota itu tak pernah sepi.


David memakirkan kendaraannya dibaseman apartementnya, dengan menggunakan lift mereka berdua sampai pada rooftop apartement


"Katanya mau ke apartementmu kenapa kita disini vid"


"Kamu lupa? bukankah kita akan bermain kembang api, kemarilah Kia, dari sini kau bisa melihat keindahan kota manhattan dengan jelas" David berdiri dipinggiran pagar pembatas yang tingginya hanya sepahanya, dia menoleh ke arah Zakia yang masih termenung didepan lift yang mereka naiki tadi


Tak lama Zakia berjalan perlahan kearah dimana David berdiri, dia tersenyum melihat betapa indahnya kota ini, benar apa yang dikatakan David, dari rooftop apartement ini mereka bisa dengan leluasa menikmati keindahan malam dikota Manhattan


"Ini sangat indah Vid, terimakasih sudah membuat moodku membaik" Zakia memiringkan kepalanya seraya tersenyum manis kearah David dengan menampakkan deretan giginya yang indah


"Tunggu senbetar" David merogoh remote yang berada di tangannya tak lama kemudian terdengar suara letusan kembang apo berwarna warni "Dour....door...dorr" Puluhan kali kembang api meluncur keatas, membuat Zakia berdecak kagum


"Ketika acara lamaranmu disiarkan langsung kemarin, aku melihat sorot matamu berbinar ketika melihat kembang api, andai yang kau memilihku untuk menjadi suamimu, mungkin aku akan membuatkanmu pabrik kembang api sebagai hadiah pernikahan kita"


"Gak sebegitunya juga kali" Zakia tak menanggapi serius bualan David yang menurutnya adalah sebuah candaan garing


"Andai kau tau Kia, aku rela menghabiskan seluruh uangku dan tenagaku asal itu bisa membuatmu bahagia" Kata David dalam dalam hati sedangkan kedua matanya lekat memandang mahkluk indah dihadapannya


"David, hey...David? apa kau tak mendengar perkataanku" Zakia setengah berteriak kearah David yang terlihat seperti orang yang tengah asyik dalam lamunannya

__ADS_1


"Ah ya Kia, bisa ulangi lagi?" David sedikit tergagap


"Jadi kamu kapan mau nyusul merid?"


"Entahlah, mungkin aku harus menunggumu menjanda dulu" Kelakar David yang langsung mendapat tonjokan dari Zakia, bukan tonjokan yang menyakitkan tentunya


"Jangan asal ngomong deh, di dunia ini ada ribuan wanita yang lebih cantik dan tentunya lebih baik dari aku Vid, comeon!!! kau adalah sosok idaman para wanita diluar sana, cobalah membuka hatimu untuk mereka" Zakia menepuk bahu David


" Ah ya, tentu " David tersenyum masam dalam hatinya berkata "Kau tak tau saja Kia, sudah berapa banyak wanita yang sudah aku coba ajak naik keranjangku, namun semuanya tak mampu membuat gairah dan hasratku sebagai lelaki bangkit, namun ketika aku berada didekatmu bahkan hanya melihat senyuman manismu walau aku tau itu bukanlah untukku darahku seperti terbakar, bagaimana aku bisa segila ini hanya dengan memandang wajahmu"


Handphone Zakia terus bergetar disakunya, dia melihat sekilas ada puluhan panggilan tak terjawab dari siapa lagi selain dari calon suaminya yang tak tau diri tadi


"Dave mencarimu? sebaiknya kita urungkan niat kita untuk minum, ayo biar kuantarkan kau kemansionmu, malam juga semakin dingin" Tawar David


"Tak perlu Vid, dia sudah berada di loby apartement ini" Zakia tersenyum tak enak


"Bagaimana bisa dia menemukan kita, padahal ini apartement baru aku beli beberapa hari yang lalu" David mengerutkan keningnya bingung


"Ah tak usah difikirin, mungkin dia memasamg gps pada salah satu perhiasanku" Sanggah Zakia sambil menggidikkan bahunya menatap kearah David, Zakia berjalan kembali ke arah lift yang membawanya tadi, diikuti David dibelakangnya


__ADS_1


babang David cakep beud...malam ini 😂😘😘


__ADS_2