Pengantin Gendruwo

Pengantin Gendruwo
Never Die


__ADS_3

Damian terus menstimulus Zakia, dia menciumi setiap inci tubuh Zakia dengan penuh kasih sayang, tatapan mata memuja yang tak ditutup-tutupi membuat Zakia merasa didambakan oleh Damian, kedua manusia itu saling meneriakkan nama mereka, saling mencari kepuasam yang tak mengenal rasa cukup, sesi bercinta yang dimulai dari balkon hotel yang menghadap kelaut hingga kini mereka saling bergumul diatas tempat tidur.


"Ah...ah...sudah Damian" Zakia mendongakkan badannya menghadap keatas dengan mata terpejam dan mulut yang tertutup rapat, tangannya mencengkeram kedua tangan Damian, mereka berdua telah mendapatkan pelepasannya yang kesekian kali hingga Damian ambruk disisi tubuh Zakia tersungkur, tubuh mereka masih menyatu dengan bermandikan peluh


"Beristirahatlah sayang, besok pagi kita akan menggelar akad nikah..." Damian merapikan anak-anak rambut Zakia yang berserakan dikening Zakia


"Apa?" Diantara keletihannya dengan segenap kekuatan yang tersisa Zakia berteriak histeris


"Ssttt, apa kamu mau aku kasih satu ronde lagi sayang" Damian menyahuti keterkejutan Zakia dengan berseloroh menggoda calon istrinya itu


"Apa otakmu sudah gesrek Damian, bagaimana bisa kau buat keputusan mendadak aeperti ini tanpa bicara dulu kepadaku? bukankah, bukankah kita sepakat dua minggu lagi akan mengadakan acara pernikahan" Zakia melotot kearah gendruwo yang terlihat masih santai mendekap tubuh mungilnya itu


"Dua minggu itu waktu yang sangat lama sayang, aku gak bisa harus menunggu begitu lama lagi, pak de mu juga sudah setuju aku majuin acaranya, sudah ayok tidur, karena besok pagi kamu akan menghabiskan waktumu untuk make up" Damian memeluk erat tubuh mungil Zakia yang masih telanjang yang hanya ditutupi oleh bed cover


"Apanya besok pagi? ini sudah jam 3 dini hari, kamu pasti ingin istrimu seperti pengantin zombie" Zakia berusaha memejamkan matanya sebisa mungkin hingga akhirnya mereka berdua terlelap dalam peraduan yang damai.


Diistana Brian dan Jenna sudah heboh untuk keberangkatan ke kediaman kelurga Leighton


"Sayang, kata Dave acaranya berpindah ke pantai dekat california, jika kita tak berangkat sekarang mungkin kita akan sedikit terlambat, Jenny sudah heboh ingin menjadi bride maide Kia" Jena membeo sambil meletakkan sepotong pancake ke piring Brian


"Darling, not now!! beri aku waktu satu jam untuk menyelesaikan urusan kantor ya, aku berjanji kita akan menghadiri undangan Zakia dan Dave tepat waktu, bukankah acara resepsi juga butuh bride maide? tolong kasih pengertian kepada putri cerdasmu" Brian mengecup kening Jenna sambil memotong sepotong pancake didepannya, dia beranjak pergi ke kantornya.


"Dasar kebiasaan buruk tak pernah sarapan dengan benar, Prankkk......!!!" Jenna tanpa sengaja menyenggol photo keluarga mereka ketika membereskan makanan di meja makan, perasaan Jenna menjadi tak enak "firasat macam apa ini? kenapa hatiku seperti diiris sembilu" Jenna bergegas membangunkan putri kecilanya guna mengusir semua perasaan buruk yang memghinggapinya,


"Mammi, kapan kita kerumah uncle Dave?" Tanya Jenny kepada maminya

__ADS_1


"Sayang, Dad harus kerja kekantor dulu nanti sepulang dari kantor, kita akan segera berangkat ketempat resepsi aunty dan uncle ya sayang" Jenna sedih melihat putrinya yang mulai mencebikkan mukannya sudah bersiap-siap ingin menyenandungkan rengekan khas anak kecil


Pagi itu juga di sebuah resort di pinggir pantai berubah menjadi kebun bunga yang indah,






Walau Zakia sedikit kecewa karena Brian dan Jenna tak bisa ikut hadir dalam akad nikah pagi ini, meskipun dia dengan keadaan yang sangat kurang istirahat semua berjalan lancar seperti yang dia inginkan, semua raut bahagia terpancar dari tamu yang hadir beserta kedua mempelai. Daren sangat bahagia, dia layaknya bocah dewasa yang menyapa semua tamu-tamu yang hadir. Dia bertingkah sangat manis bersama saudara-saudara Zakia.


"Mungkin Daren sudah siap jika kita kasih seorang adik sayang" Bisik Damian sambil berdansa didepan para tamu


Semua acara pagi ini ditutup dengan acara makan siang bersama dan mengizinkan kedua mempelai beristirahat kembali karena mengingat nanti malam adalah acara puncak dari pernikahan Dave dan Zakia, tak tanggung-tanggung Elizabeth sudah mengundang 15 ribu undangan dari berbagai penjuru dunia, dan tentu saja semua yang hadir bukanlah orang sembarangan, ada dari kalangan pejabat dan juga para pengusaha.


Brian beserta keluarganya juga baru mulai perjalanan setelah makan siang, karena tak mendapatkan tiket pesawat Brian membawa mobil sendiri, keluarga Brian memang baru merintis usahanya sehingga dia tak mempunyai jet pribadi, padahal tadi Elizabeth sudah berkali-kali menawarkan untuk menjemput Brian dengan pesawat pribadinya, namun Brian dengan kekeras kepalaannya menolaknya. Akhirnya setelah matahari tak menampakkkan cahayanya mereka baru memasuki kawasan Inyo forest yang sudah tak jauh dari pantai dimana Zakia mengadakan pestanya.


Namun, ditengah-tengah hutan belantara itu mobil Brian tiba-tiba mati mendadak mesinnya, dia berusaha berkali-kali menghidupkan mesinnya, namun hasilnya nihil,


"Apa semua baik-baik saja sayang?" Jenna mengerutkan keningnya menatap suaminya yang nampak kebingungan


"Tunggu biar aku cek dulu ya, kamu jangan turun" Brian membawa senter untuk melihat kondisi mesin mobilnya, namun sebelum dia turun pintu mobilnya diketuk oleh beberapa orang dengan penutup kepala hitam dari sisi kanan dan kiri membuat Jenna dan Brian waspada

__ADS_1


"Dok...Dok...Dok....Turun kalian !!!Cepat Turun!!!" Suara teriakan dari luar yang menggema dimobil mereka disertai dengan dorongan-dorongan yang membuat mobil kecil Brian seperti digoncang-gongcang dari luar


"Mereka bukan manusia sayang, kita harus bagaimana? aku tak membawa peralatan perang sama sekali" Jenna berteriak sambil berpindah kebelakang memeluk Jenny yang mulai terbangun kebingungan


"Tenang sayang, kamu percaya padaku? Aku akan mengurus mereka semua, lindungi Jenny, Jika terjadi apa-apa denganku kamu harus bawa lari Jenny hingga kekediaman Damian, minta bantuan padannya"


"Tidak Brian, kau harus selamat, kau pelidung kami" Jenna berteriak histeris memegang Tangan Brian sebelum sauaminya itu keluar dengan membawa pedang naga yang selalu dia sembunyikan dibelakang pakaiannya.


"Wusss, Wusss....Enggghhhh" Dengan gagah berani Brian menumpas semua Jin yang lama kelamaan seperti selalu datang semakin banyak, lama-kelamaan tenaganya hampir terkuras habis hingga aura hitam yang pekat datang seperti gelapnya malam, aroma siluman yang sangat pekat mengelilingi bentuk hitam yang masih tak bisa tertangkap oleh mata Brian


"Heng...heh...heh Siapa kau? mau apa kau?"


"Halo uncle Brian? Apakah kau sudah melupakan keponakanmu sendiri" Perlahan bayangan hitam itu nampak begitu jelas, sorot mata yang merah membaara sangat kontras dengan warna jubah hitam yang dia kenakan namun wajah yang sangat mirip dengan Marsha tak mungkin dia bisa salah mengenali, namun bagaimana bisa Jordan sudah sedewasa ini,



"Kau...Kau...bagaimana kau bisa berada disini?" Brian berusaha setenang mungkin, dia ingin mengorek keterangan dari Jordan sebelum dia menghabisi keponakannya yang disinyalir telah bersekutu dengan iblis


"Tentu saja persis seperti apa yang ada dipikiran uncle, aku akan membalas dendam ibuku, aku ingin membawanya kemari dan merebut semua yang diakui oleh anak haram yang kini menduduki posisiku, namun sebelumnya aku harus membereskan istri gendruwo uncle dulu sebelum aku bisa menyelamatkan ibuku, karena hanya mustika yang berada pada tubuh bibi Jenna yang bisa membawaku ketempat ibuku berada, dan mustika itu bisa diambil jika bibi Jena telah tiada" Jordan berucap dengan mata tanpa berkedip sedikitpun menatap bengis kearah Brian


"Harusnya kau ikut bersama ibumu keneraka sekalian bersamanya, Bedebah!!! Hyaaa.....Hyaaa....hyaa" Brian melesat menyerang Jordan dengan membabi buta namun keanehan terjadi ketika Jordan seperti amoeba yang membelah diri menjadi 10,20,30,40,50 dan seterusnya


Jenna yang melihat suaminya terdesak hendak keluar dari mobilnya sebelum dia keluar dia menatap Jenny "Jenny jika sesuatu terjadi dengan mami dan papi Jenny berteriak sekuat tenaga panggil kak Darren ya, dia akan langsung datann kesini, ingat saat Jenny berteriak jangan sampai ada keraguan dihati Jenny"


"Iyah mami" Jawab Jenny sambil memeluk boneka teddy bearnya

__ADS_1


"Gadis baik" Jenna mencium pucuk kepala Jenny dan memeluk tubuh gadis kecilnya berkali-kali, dia seperti mendapat firasat ini adalah kali terakhir dia memeluk gadis kecilnya, dengan berurai air mata dia menguatkan hatinya meninggalkan Jenny sendiri didalam mobil.


__ADS_2