
Sesampai dimansion Dave,Zakia langsung menuju kamarnya untuk beristirahat,sedangkan Dave ingin kembali kekamarnya tapi dia gak tau mana kamarnya,karena mansion itu terdapat kamar begitu banyak sekali saat dia melewati ruang makan tiba-tiba ada yang menyalakan lampu
"Dave,apa kamu baik-baik saja"Elizabet sempat mengira ada penyusup dirumahnya dia membawa pemukul kasti hendak memukul kepala penyusup itu,untunglah lampu ada disebelahnya,dia terperanjat kaget saat melihat putranya yang kemarin menderita patah tulang sekarang sudah sehat bugar
"Mama....sedang apa mama disini sambil bawa tongkat itu"Dave melihat Eliza tak kalah kagetnya
"Mama fikir kamu tadi penyusup atau maling jadi mau mama hajar,but the way apa kekuatanmu sudah kembali Dave,saat kamu koma kemarin mama berfikir kamu sudah kehilangan keluatanmu,Mama sangat khawatir padamu nak,biasanya separah apapun lukamu,kamu selalu bertahan dan menyembuhkan lukamu sendiri dengan segera"Eliza nyengir kuda didepan anak semata wayangnya itu
"Ehemm....Untung saja aku ketemu saklar lampu kalau tidak sudah babak bonyok ni muka...huftt"Dave membuang nafas panjang
"Dave,kali ini mama tanya serius,Darimana saja kamu dan Zakia sampai pulang selarut ini,jangan bilang kamu suka sama Zakia ya Dave!dirumah sakit istrimu sedang berjuang melawan maut"Eliza sedikit curiga dengan anaknya,
"Mama terlalu banyak berfikir,mana mungkin aku tertarik dengan wanita seperti itu"Dave menggidikkan bahunya
"Jadi begini ya rasanya berbohong pada mama,walau dia bukan mamaku tapi ada rasa bersalah didasar hatiku"Gumam Dave dalam hati
"Baguslah kalau kamu sadar,aku gak mau kamu melukai perasaan istrimu,dia wanita yang baik,ingat dia hanya mempunyai kita Dave,jika suatu saaat nanti dia bangun dan mendapatkan kamu dengan wanita lain,mama tak bisa membayangkan betapa hancurnya dia,mama gak mendidikmu sebagai lelaki yang egois dan jahat"Eliza menepuk lengan anaknya lembut,sentuhan Eliza itu menghangatkan hati Dave
"Tenang mam,aku gak akan mengecewakan mama"Dave memeluk Eliza lembut,dia meneteskan air mata,pelukan yang selama ini dia impikan dia mendapatkannya dari seorang Eliza
"Dave,Oh iya tadi Brian mengeluh katanya kamu kirim ke jepang untuk 2minggu,benarkah?"Eliza sesaat menepuk punggung Dave namun beberapa detik kemudian dia menjauhkannya teringat bagaimana keponakannya tadi menelfonnya bingung mencari Dave dan mengadukan masalah jadwal kunjungan kerja yang mendadak ke jepang.
__ADS_1
"Ah...itu..ehemm....itu biar dia belajar banyak tentang bisnis mam aku ingin memberinya jabatan di perusahaanku setelah ini ya harusnya itu tidak instan bukan,dia harus banyak memahami strategi bisnis,ya...walaupun aku tau Brian pasti punya segudang prestasi tapi prestasi diakan dalam menangkap hantu atau mengusir roh halus"Dave mengambil gelas dan menuangkan air minum,entah kenapa dia jadi terus kecanduan berbohong seperti ini,berbohong membuat dia semakin grogi didepan Eliza
"Hahahhaa,betul katamu Dave,Brian memang memiliki banyak uang dan usahanya masih sekitar penangkapan hantu"Eliza setuju dengan ucapan Dave,dan itu membuat Dave bernafas lega,mungkin jika sekali lagi dia berbohong dia akan ketahuan..wajah Dave sudah sangat tegang tadi
Setelah diskusi tadi mereka berdua kembali kekamar masing-masing untuk beristirahat,sebelum tidur Dave telah menghubungi Angela untuk menyiapkan sebuah mobil Bugatty terbaru buat hadia Zakia esok hari.tubuh Dave yang ditempati Damian memang butuh istirahat seperti manusia pada umumnya,hanya kekuatan saat bercinta saja yang masih tersisa dalam diri Damian
Pagi hari mansion mewah itu sudah ramai oleh para pegawai yang membicarakan mobil keren didepan rumah,walau sudah terbiasa mereka melihat pemandangan seperti itu namun tetap saja mulut perempuan selalu suka bergosib bukan,banyak desas desus jika Tuan Dave membelikan itu untuk Zakia.dia menyukai Zakia dll.tanpa mereka menyadari Zakia telah turun dari kamarnya sudah memakai blouse bunga-bunga berwarna putih san pink,senyumnya merekah seperti bunga mawar yang tengah mekar
"Good Morning Zakia,Sepertinya putraku telah bertaruh sangat banyak denganmu kemarin,mungkin kini dia sedang menangisi nasibnya,makanya belum terlihat batang hidungnya"Eliza menyapa Zakia dengan candaan yang renyah
"Morning Aunty sepertinya memang begitu,dan hadiah saya tentunya sudah berada didepan bukan?ayo kita liat"Zakia tersenyum penuh kemenangan
"Apa kalian sedang membicarakanku?"Dave membawa baby Daren digendongannya,mata birunya tak lepas dari bayi tampan yang terus tersenyum dalam tidurnya.
"Ah ya,kami sedang membicarakan berapa banyak kamu merogoh kantongmu untuk mobil limited edition didepan itu Dave...hahhahah"Zakia tertawa terbahak-bahak
"Tenang Zakia,satu mobil iti tak akan membuatku miskin"Dave memasang muka tengil dan sombongnya,sebenarnya dia ingin sekali menggoda Zakia namun dia urungkan,dia takut semua itunakaj mengundang kecurigaan Eliza
__ADS_1
"Hey baby Daren,kenapa aku sangat merindukanmu ya,sini Aunty peluk sebentar,sebelum aunty pergi kerja bersama Dadmu"Zakia langsung merebut baby Daren dari gendongan Dave
Mereka berempat langsung keruang makan untuk sarapan pagi,Zakia seperri seorang Mommy muda yang sarapanpun sambil menggendong bayi,keluarga itu nampak seperti keluarga yang harmonis,itu menciptakan kehangatan tersendri dihati mereka,
"Zakia,seandainya tante punya anak laki-laki satu lagi pasti kamu sudah menjadi menantu dirumah ini,Tante suka dengan wanita yang mempunyai Jiwa keibuan yang tinggi seperti dirimu,dengan Daren yang bukan siapa-siapamu saja kamu bisa sedekat ini,apalagi jika dengan keluargamu,pasti keluargamu sangat beruntung memilikimu"Eliza memberi pujian dengan tulusnya,tapi Eliza tak tau itu membuat Zakia dan Damian bersedih
"Seandainya tante tau,betapa malangnya suami dan anakku saat ini,mungkin tante mencabut sanjungan yang tante berikan barusan,aku hanyalah seorang ibu dan istri yang tak bertanggung jawab,bahkan aku tak tau bagaimana kabar suami serta anakku saat ini,bisa saja anakku saat ini sedang kelaparan atau kehausan karena gak ada susu formula yang cocok dengannya,atau dia sedang sakit dan menangis karena merindukanku"Air mata Zakia tak sengaja menetes dan buru-buru dia menghapusnya,tentu saja semua itu tak lepas dari pengamatan Damian.
"Bagaimana kalau kita berangkat sekarang saja Zakia,kata Angela,pagi ini ada meeting penting"Damian berusaha mengalihkan perhatiannya
"Ah iya tentu saja Dave,Maaf tante ini baby Darren "Zakia mengecup pipi gembul baby Daren sebelum dia pergi meninggalkan bayi menggemaskan itu
Mereka Berdua menaiki Bugatty pemberian Dave,tanpa sopir tentunya,Dave yang menyetir
"Emm Angela sudah mengurus izin mengemudimu,mungkin besok kamu bisa mengemudi sendiri ke kantor"Damian berkata sambil terus menyetir
"Thanks Dave,terimakasih juga mobilnya,aku sangat menyukainya"Ucap Zakia malu-malu
Sssttttttt......Damian menghentikan mobilnya,dia menepikan mobil bugatty itu dipinggir jalan dan menatap Zakia dengan intens
"Eh,kenapa berhenti Dave,bukannya kantor masih jauh"Tanya Zakia polos
__ADS_1