
"Aaku gak begitu...aku hanya...hanya ..tau ah"Zakia berdiri hendak pergi namun Damian malah menarik gadis itu supaya duduk dipangkuannya."Damian,lepasin aku,aku malu"Kata Zakia meronta untuk dilepaskan yang malah dipeluk erat oleh Damian dengan tak tahu malunya
"Janji dulu,setelah aku lepasin kamu akan memberiku jatah sampai pagi malam ini"Bisik Damian parau
"Dasar gendruwo mesum"Tutur Zakia sambil berusaha lepas dari cengkraman Damian yang terasa mustahil buat badannya yang mungil itu lepas dari tangan kokoh Damian
Damian tak menghiraukan Zakia yang tengah meronta dia memberi kode salah satu pelayan restoran itu untuk mendekat,dia ingin membayar bill makanan mereka meskipun dia ragu uang apa yang beredar di dunia ini."Tolong bawkan billnya kemari,sepertinya istriku sudah tak tahan ingin segera mencari hotel terdekat dari sini"Kata Damian yang sungguh membuat Zakia rasanya ingin menceburkan diri kedalam lautan sekarang juga,pipi putihnya kini penuh dengan semburat mereah
Pelayan lelaki itu tersenyum melihat kedua pasangan muda yang tengah dimabuk kepayang dihadapannya dengan ramah dia menjawab"Maaf tuan,semua makanan dan minuman di Atlantis gratis,jadi ini sebagai bentuk pengabdian kami kepada negara ini,kalian nanti akan mendapat berbagai fasilitas gratis lainnya disini,seperti tempat tinggal dan bahan makanan,kalian tak perlu khawatir akan hal itu.semua disediakan dengan cuma-cuma"Terang pelayan itu panjang lebar
"Wow,bagaimana mereka membiayayai semua kebutuhan rakyat disini?apa mereka mempunyai segudang harta karun"Tanya berdecak kagum penuh dengan tanda tanya dimukanya
Tanpa mereka sadari seoramg lelaki tua memakai setelan hitam-hitam rapi mendekat ke arah tempat duduk mereka,pria itu tersenyum ketika matanya bertatapan dengan Damian.Dia mendekat kearah tempat duduk mereka dan menunduk hormat."Yang mulia Damian,perkenalkan saya Reynard,saya diutus oleh Ibunda anda untuk menjemput anda bersama Mrs.Zakia,mari ikut bersama saya ke mobil"Ucap pria paruh baya itu
"Bagaimana aku bisa mempercayaimu,mungkin saja kau hanya mengada-ngada dan ingin menjebak kami berdua?"Sahut Damian ketus,Ya semenjak kecil dia bahkan tak pernah tau bagaimana rupa ibunya,dalam keadaan seperti ini tiba-tiba ada yang mengaku suruhan ibunya,bisa jadi ini jebakan bukan
Lelaki itu lalu memberikan sebuah kertas pada Damian,dikertas itu jelas ada gambar ayahnya yang tengah menikah dengan seorang wanita,meski photo itu telah usang tapi Damian sangat mengenal dengan baik Ayahnya.ada beberapa lukisan Ayahnya yang dipajang diistananya
"Gambar ini diambil ribuan tahun yang lalu dan berupa photo bukan lukisan...apa..apa ibuku seorang...??"Wajah ibu Damian sangat mirip dengan wajah Damian yang dulu.maka dari itu dia tak meragukan pernyataan lelaku tua itu,dengan segera dia berdiri dan menggandeng Zakia untuk mengikutinya.mereka diarahkan keparkiran disana ada mobil roll royce phantom v berwarna putih
Zakia hanya melongo melihat mobil keluaran tahun 1968 itu,dia masuk dan duduk di kursi belakang disamping Damian,tangannya terus menelusuri isi mobil itu,dia merasa kembali ke puluhan tahun yang lalu"Apa kamu tau Damian,jika didunia kita mobil ini hanya bisa kita temui dimusium,dan sekarang aku merasakannya,dan ini rasanya saat mobil itu masih baru"Zakia tak bisa menghentikan bibirnya untuk memuji mobil tersebut
"Nanti di istana tuan putri akan melihat barang-barang yang lebih antik lagi dari ini,pasti anda akan sangat menyukainya"Ucap pria tua itu sambil menyetir,dia melihat Zakia seperti tertarik dengan design mobil yang mereka gunakan dan Damian masih terlihat diam dan waspada
__ADS_1
"Panggil aku Kia saja pak,aku hanyalah rakyak biasa,terlalu berlebihan jika bapak memanggilku tuan putri"Kata Zakia sambil mengedarkan pandangannya kejalanan diluar
Kota Atlantis lebih mirip di pedeaan inggris,jalannya lengang bersih dan tertata rapi,bangunan-bangunan rumah bagus dan hampir sama satu dengan yang lain berjauh-jauhan dengan taman bunga berbagai jenis tanaman tumbuh diantara bangunan-bangunan rumah itu,sepanjang jalan Zakia juga disuguhkan pohon sakura dikiri san kanan jalan itu menambah cantik kota antah berantah itu,Zakia merasa jika dia sedang bermimpi masuk kedalam dunia imaginasi dan dia tak ingin terbangun dari imaginasi liarnya jika ini memang hanya imaginasinya.tak beberapa lama mobil mereka tumpangi telah memasuki sebuah bangunan kastil yang bergaya eropa kuno nan cantik,ada uda penjaga yang membukakan pintu gerbang castil cantik itu
Kali inu Zakia kian berdecak kagum,Kastil berdiri begitu megahnya di kota terpencil ini,lain halnya dengan Damian,Damian seperti melihat beberapa simbol dibangunan itu,hati Damian mulai sedikit kurang nyaman,untuk pertama kalinya Damian merasakan sedikit was-was.terutama saat dia melihat ada simbol besar mata satu diukiran pintu gerbang castil tersebut.
"Damian,apa semua baik-baik saja?daritadi kulihat kamu banyak diam bahkan mengacuhkanku,apa aku berbuat salah padamu?"Tanya Zakia sambil menatap lekat manik biru Damian
"Tidak,tidak ada yang salah denganmu sayang,aku hanya....,hanya merasa sedikit nervous mayb,karena ini kali pertamanya aku akan bertemu dengan ibu yang telah melahirkanku"Ucap Damian bohong,ya mungkin ada rasa nervous itu namun ada yang lebih dia takutkan untuk saat ini
"Hey maafkan aku,aku bahkan melupakan hal itu sejenak karena terlalu terbuai pesona kota ini,ini adalah hari bersejarah dalam hidupmu Damian,aku yakin mamamu pasti sama baiknya sepertimu,dan dia pasti punya alasan kuat kenapa dia meninggalkanmu dulu"Zakia memeluk Damian untuk memberi kekuatan pada mantan suaminya itu
"Silahkan yang mulia"Ucap pria tua itu membukakan pintunya
Damian keluar diikuti oleh Zakia,dia menggandeng erat pinggang Zakia dan berbisik."Apapun yang terjadi,jangan pernah jauh dari aku"Katanya sambil mencium pucuk Zakia
"Selamat datang tuan muda dan nona muda"Kata barisan maide itu serempak.
Damian tak menjawabnya dia terus merangsek masuk kedalam kastil indah itu,yang langsung dipandu oleh pria tua tadi.mereka memasuki ruangan dimana seorang wanita tua namun masih sangat cantik terlihat tersenyum melihat kedatangan mereka,wanita tua itu duduk diatas kursi roda.wanita yang memiliki paras bak pinang dibelah dua dengan Damian itu merentangkan kedua tangannya
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Mau tau cara mendukung author supaya semangat klik tombol like gratis kalian disetiap episode yang author upload,kalian bisa liat views novel ini ratusan ribu,yang mencet tombol like or vote hanya sekitar 60an..huhuhuhuðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜sedih kali aku ini.belajar menikmati dan memberi apresiasi ya kak🤩🤩🤩happy reading😘😘😘
__ADS_1