Pengantin Gendruwo

Pengantin Gendruwo
Part 20 Malam pengantin yang tertunda


__ADS_3

"Rupanya kau ada disini permaisuriku,aku sudah mencarimu dibernagai tempat,ayaok kembali kekamarmu,kamu masih punya tugas wajib yang harus kamu laksanakan sebagai seorang permaisuri"Damian berkata dengan suara bassnya masuk ke kamar Bella,membuat semua yang ada disana menoleh kearahnya.


"Apakah disini kita juga harus berpura-pura cih,Dasar buaya purba,ngapain loe nyari gue,loe datengin aja tuh selir-selir loe"


"Cie ada yang cemburu nie ye?Koq buaya purba?Damian tak mengerti maksud perkataan Zakia


"Dih ogah banget cemburu ama gendruwo,Ya iyalah buaya purba,kalau buaya daratkan usianya wajar seperti manusia,lah elu...,gue yakin usia loe udah ratusan ribu tahun,udah merinding duluan gue"Kia bergidik ngeri


"Padahal belum gue apa-apain sudah merinding saja nie permaisuriku,hmmmm gak sekalian aja kasih tau kalau gue lahir sebelum masehi,sebelum ada beradaban,teman-teman sory gue izin bawa permaisuri dulu ya,sepertinya dia sudah gak tahan ingin dihajar sama buaya purba,atau ingin tau betapa mengerikannya buaya gue"Tanpa menunggu persetujuan dari Tristan dan Bella,Damian mengangkat Bella layaknya karung beras,dalam sekerjap mata mereka menghilang dari pandangan,membuat bella terbengong dengan paha ayam yang masih ada dimulutnya,dia beegidik ngeri.


"Kamu gak boleh kemana-mana,kamu harus temani aku tidur disini,hanya kamu manusia yang aku percaya bahkan si kepara* Brian pasti sudah berbuat mesum dengan jin wanita itu"Ucap Bella bersungut-sungut.


"Oh ya tentu saja aku harus menemanimu,kamukan sahabat dari temanku Zakia,aku pasti akan menjagamu,aku akan mengusir jin-jin yang akan mengganggumu dan yang pasti aku akan membawakan makanan MCD,BURGER KING bahkan KFC untukmu,kalau perlu setoko-tokonya aku bawa kemari"Jawab Tristan meyakinkan gadis polos yang ada didepannya,sambil menahan tawa

__ADS_1


"Wow,Apa kamu keturunan sultan?cukup belikan saja apa yang aku mau makan udh cukup gitu aja"Bella melanjutkan makannya dengan lahap,


Dikamar Zakia;


Damian meletakkan Zakia diatas tempat tidurnya perlahan,setelah dipukuli punggungnya oleh gadis itu.


"Dih kenapa muka lo merah permaisuriku?Ckckckkc apa lo bisa malu sama gue hmmmm?"Damian berucap dengan masih memakai tuxedo lengkap menindih Zakia dengan kedua tangannya masih berusaha menopang badannya agar tak ambruk ke Zakia sepenuhnya,


"Minggir....,Gue masih butuh penjelasan,bagaimana gue bisa menjadi permaisuri loe,sedangkan gue tak mengingat sama sekali kapan gue nikah sama loe"Lalu tiba-tiba televisi dikamar itu menyala menayangkan seorang laki-laki tua seperti kyai gt ssedang melaksanakan ijab qobul bersama Damian,yang membuat Zakia tersentak disana ada dirinya,


"Bisakah..bisakah kita berbicara layaknya orang normal Damian,gue....eeehmmmm...aaah......"Damian mencium leher gadis itu dia bermain-main ditelinga Zakia,Ya..Damian sangat mengerti dimana area sensitif Zakia,Zaka mencengram tuxedo yang dikenakan Damian,Yang membuat Damkan tersenyum,Dan melepaskan gadis itu,Dia Berdiri dan melepaskan tuxedonya,sambil melihat muka Zakia yang seperti tomat busuk.


"Tubuhmu masih amatir saja sayang,Dan aku sangat menyukainya"Damian membuka celananya dan sepatunya hanya meninggalkan boxer dan kaos dalam

__ADS_1


"Loe mau apa?jangan macam-macam sama.gue,lagian gue belum percaya sepenuhnya dengan vidio yang gue lihat,bii...biisa ajakan loe merekayasanya"Damian awalnya hanya ingin mandi,tapi melihat reaksi Zakia rasanya dia harus memberi pelajaran gadis itu,biar dia tidak bicara sembarangan.


"Gue,mau menuntut hak gue sebagai suami loelah"Damian langsung mencium bibir dan ******* bibir Zakia,Zakia masih berusaha melepaskannya tapi tangan Damian mencengkram dagunya,lalu sedikit menggiggit bibir bawah Zakia supaya gadis itu membuka mulutnya,akhirnya Zakia pasrah membuka mulutnya dengan leluasa lidah Damian mengabsen satu persatu gigi milik Zakia,saat lidah mereka bertautan tangan Damian sudah menarik baju Zakia hingga terlepas,tangannya meremas gunung kembar Zakia yang pas ditangannya,ciumannya turun keleher dia membuat tanda-tanda kepemilikannya disana,saat itu Zakia sudah dikuasai hasratnya,dia menjambak rambut Damian,bibirnya terus meracau tak karuan oleh ulah suaminya itu,mata mereka berdua sudah dikuasai kabut hasrat tak tertahankan lagi,namun memang dewi fortuna tak berpihak kepada Damian,tentu saja author tak membiarkan mereka secepat ini bisa merasakan nikmatnya bercinta bukan,hehehhehe....tidak semudah itu ferguso,


Brak......suara pintu ditendang,Brian merangsek masuk kekamar Zakia tanpa diduga-duga,tadi dia sedang berjalan menuju kamar Jenna bersama Jenna,saat melewati kamar Zakia,ada suara desahan yang sangat familiar ditelinganya,ya dia tak pernah salah,karena dia hafal betul baru beberapa hari suara desahan sensual itu berada dibawahnya,mungkin karena Damian tadi membawa Zakia menggunakan ilmu berpindah tempat jadi dia tak memperhatikan bila pintu kamar Zakia tak tertutup dengan sempurna.


"Beraninya kau ya.....Dasar ********.....,lancang sekali kamu masuk ke kamar pribadi kami"Damian matanya yang tadi berkabut hasrat langsung berubah merah menyala,kobaran emosi tak terkendalikan lagi,dengan kekuatannya dia menhedipkan mata untuk menutup rapat tubuh Zakia dengan bed cover,dan membuat Brian tetap berdiri kaku ditempat dia masuk tadi,dia turun dari ranjang menghampiri Brian,


"Lepaskan aku keparat...!!!Jangan berani-berani menyentuh gadisku dengan tangan dan mulut menjijikkanmu itu,brengsek"Brian terus berusaha berontak dan mengoceh.


"Kalau bukan karena Jenna sudah kuhabisi kamu dari kemarin,dasar manusia bodoh"Bug....Damian meninju muka Brian,Hingga darah segar mengucur dari hidung dan bibirnya,Namun Brian tak bisa melawan karena kaki dan tangannya kaku diam ditempat.


"Pengawal,bawa manusia bodoh ini ke penjara bawah tanah!!!"Teriak Damian kepada para pengawalnya,beberapa pengawal langsung berlari kedalam dan membawa Brian pergi dari kamar permaisurinya,Zakia tak bisa berbuat apa-apa karena dia tau betul keadaannya sangat kacau,dia tak bisa turun dari tempat tidur,sedangkan Jenna dia hanya mampu menangis dalam diamnya ditengah pintu melihat kebodohan pria yang dia cintai,tentu saja dia tak mau berbuat bodoh untuk membelanya saat ini,karena amarah Damian sudah mampu meledakkan apa saja saat ini,bukan waktu yang pas untuk membuat masalah baru dengannya kali ini.

__ADS_1


"Kamu mandi dan tidurlah duluan,ada yang harus aku lakukan sebentar"Damian memasang celananya dan kemejanya lagi"


"Damian,gue.....gueee mau loe ada disini jangan kemana-mana!"Zakia merasa tak baik bila membiarkan Damian saat ini pergi,bisa saja dia membunuh Brian."Zakia berucap dengan lembut dengan memasang puppy eyes sungguh sangat menggemaskan bagi Damian.


__ADS_2