
Disebuah ruangan yang lembab dengan ventilasi udara yang kurang baik,seorang wanita cacat dengan wajah babak belur,ada beberapa sudutan rokok dibeberapa bagian tubuhnya yang sepertinya masih baru,tangan dirantai disisi kanan dan kirinya dengan sudut bibir kanan kiri yang masih mengucurkan darah terlihat sangat menyedihkan,rambutnya yang acak-acakkan tanda dia benar-benar mengalami hari yang sangat buruk diruangan itu setiap harinya,wajah cantiknya sudah tak terlihat lagi,angkuhnyapun telah menghilang
Damian tersenyum,tersenyum penuh ironi menatap wanita yang berada dilantai itu,anak buahnya langsung memberikan kursi,lalu dengan segera anak buah satunya memberikan cerutu rokok miliknya dan langsung menghidupkannya begitu Damian menerima cerutu itu,"Siram dia menggunakan air garam!!!"Perintah Damian yang langsung dilaksanakan anak buahnya dengan secepat kilat mencampur air dengan garam yang tadi mereka beli,setelah mendapat telephone dari Damian sendiri yang memintanya
"Byurr..."Satu ember besar dengan garam 40% mereka siramkan ketubuh Marsha yang langsung membuat wanita itu berteriak nyaring
"Aaaaaaa perih....happp......ammmpunn...perihhh.....periihhh....tolongg....Dave,akhirnya kamu datang sayang,aku tau kamu pasti akan menyelamatkanku,tolong aku Dave,mereka menyandraku,mereka menyiksaku,aku..aku.."Belum selesai Marsha meneruskan kata-katanya,dia terhenyak saat mendengar kata-kata Damian
__ADS_1
"Setelah ini congkel matanya,donasikan ke rumah sakit yang membutuhkan donor mata"Suaa dominan Damian menggelegar memenuhi ruangan itu,hanya tatapan keji yang terlihat dari matanya
"No,No....No Dave,kamu bercanda bukan,kamu ingat Daren,Daren adalah buah cinta kita,kita..kita harus mencurahkan perhatian kita kepadanya bu...bukan?meskipun kini kita beerrrpiisah?aakku...berrjanji,aku tak akan mengusik kehidupan barumu lagi,tapi kumohon Dave,ku mohon cabut perkataau barusan,maafkan aku...hiks...hikss..hikss"Marsha menangis pilu,dia masih berusaha memohon dengan suara yang terbata-bata,kali ini dia benar-benar merasa ketakutan,bahkan tak pernah dia bayangkan jika Dave akan berbuat sejauh ini,biasanya jika dia melakukan kesalahan Dave akan memaafkannya seberapa besarpun kesalahan itu,tapi kini,Marsha seperti tak mengenal suaminya ini
"Maaf katamu?Hahahahhahaha....apa aku tak salah dengar?harusnya kau membusuk di penjara wanita jala*g!!!dengan semua kebusukan yang telah kau lakukan,kau berkali-kali berusaha melenyapkan suamimu sendiri,dan kau adalah dalang dari pembantaian keluarga Zakia,aku masih berbaik hati padamu,aku ingin anggota tubuh siala*mu itu masih bisa berguna untuk manusia yang membutuhkannya,hari ini matamu yang akan dicongkel,sebelum mayatmu dimutilas* mereka akan membawa organ-organmu untuk didonorkan juga kepada rumah sakit yang memerlukan,bukankah dengan begitu kematianmu lebih bermanfaat daripada hidupmu yang menyusahkan orang seperti ini"Ejek Damian dengan memandang sebelah mata setengah jijik melihat kearah Marsha yang basah kuyup dengan bibir yang membiru karena kedinginan
Marsha seperti tersambar petir,bagaiman bisa Dave mengetahui tentang semua rencana busuknya,bukankah dia telah memastikan tak meninggalkan bukti ataupun jejak keterlibatannya atas semua rencana busuknya yang telah berjala mulus saat ini,dia telah membayar mahal para pembunuh bayaran itu untuk tutup mulut,"Kamu..kamu tau dari mana semua itu,itu fitnah Dave,apa wanita ja*ang itu yang telah mengatakan yang tidak-tidak padamu?kamu jangan mudah percaya begitu saja Dave,kamu mengenalku,kita telah hidup berumah tangga bertahun-tahun,mana mungkin aku tega melakukan semua itu"Marsha masih mencoba bersikap setenang mungkin,dia sangat berharap Dave yakin kepadanya
__ADS_1
"Baik bos,jika ada apa-apa diluar ada dua anak buah kita berjaga"Tukas salah satu anak buahnya sebelum dia dan beberapa orang yang berada diruangan itu
Damian lalu menarik ikat pinggang kulitnya hingga terlepas,dia tersenyum miring hingga sudut bibirnya keatas lalu berjalan mendekat ke arah Marsha yang diikat,wanita itu tampak ketakutan dengan posisi Damian yang semakin dekat dengan dirinya,Marsha terlihat berusaha menarik-narik tangannya untuk lepas dari ikatan rantai yang membelenggunya,bukannya lepas kedua rantai itu malah mulukai kedua tangannya
"Tidak Dave..Tidakk...Aaaaaaa..Plasssss"Tiga cambukan sekaligus telah mengenai punggung Marsha,
Damian lalu mengitari tempat dimana Marsha bersimpuh,meringis kesakitan,lalu dia jongkok didepan wanita yang sudah tak berdaya itu"Sekali lagi kamu berani memanggil Zakia Jala**,aku tak segan-segan menghabisimu sekarang juga,oh iya aku ingin memberitahukan satu rahasia sebelum kematian datang menjemputmu,supaya arwahmu tak penasaran dikemudian hari"Damian sengaja menjeda kalimatnya,dia melihat menikmati ekspresi kesakitan Marsha"Dave leighton telah mati bersama anakmu saat kecelakaan helikopter yang kamu rencanakan beberapa waktu lalu,dan yang dihadapanmu ini adalah Damian aku raja jin yang menguasai dunia jin,kau boleh tak percaya tapi ini adalah kenyataannya,dan Zakia wanita yang kau bantai keluarganya itu,dia adalah permaisuriku,kau tau wanita bod*h jika kau tak percaya perkataanku saat ini,setelah kau mati nanti anak buahku yang dialam jin akan menjemput arwahmu untuk penyiksaan selanjutnya,jadi jangan pernah berfikir kau bisa lari dariku,kau hidup akan aku siksa dan matipun juga sama"Setelah mengatakan itu Damian menjauh,dia tak perduli apa yang akan dipikirkan Marsha kepadanya,mungkin wanita itu kepadanya
__ADS_1
Marsha terdiam dia berusaha mencerna satu persatu informasi yang diberikan oleh Damian,lalu dia mencoba mengait-ngaitkan semua kejadian,namun dia tak bisa menemui titik temu,bisa saja apa yang dikatakan Damian itu benar,karna suatu hal yang sangat tidak mungkin jika Dave masih lolos dalam kecelakaan maut hely yang mereka tumpangi,namun ada yang membuatnya lebih resah jika dia mati dia juga akan disiksa selama-lamanya,kini Marsha sudah tak memiliki semangat lagi,seolah semua hanya akan berakhir sia-sia,dan benar adanya keesokan harinya dia kehilangan matanya tak beberapa lama kemudian dia telah pergi untuk selama-lamanya,dan seperti yang Damian katakan saat dia menghembuskan nafas terakhirnya,dia telah ditunggu kawanan jin yang akan membawanya ke penjara kerajaan Damian dibawah tanah dengan perintah Tristan yang sebelumnya telah mendapat perintah dari Damian lewat telepati
TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANNYA,DAN AUTHOR MENGHARGAI APA YANG KALIAN INGINKAN NAMUN BIARKAN KREATIFITAS AUTHOR BERKEMBANG YA,AKAN ADA MASANYA DAMIAN NANTI BERTEMU KEMBALI DENGAN ZAKIA,NAMUN DENGAN KEHIDUPAN MEREKA YANG SUDAH SAMA-SAMA BAHAGIA DENGAN KEHIDUPAN BARUNYA.BUKANKAH CINTA MEMANG TAK HARUS MEMILIKI.😉😉😉😉😉😉PELUK HANGAT AUTHOR UNTUK KALIAN SEMUA