
Anak buah Brian menyeret Damian dengan paksa dan kasar keluar dari mobil,diseretnya Damian hingga bersimpuh didepan Brian,tiba-tiba dari tangan Damian mengeluarkan cahaya biru,Cahaya itu membentuk pedang yang berkilauan,Pedang itu mengayun kearah Damian,Mata Zakia dan Bela terpejam;
Namun disaat-saat genting datanglah 7 wanita Cantik diikuti banyak laki-laki yang gagah perkasa seperti keturunan dewa,Swaangg.....brak.....semua anak buah Brian terpental,wanita-wanita itu menyerang mereka menggunakan tenaga dalam sepertinya,
"Tristan,cepat bawa pulang paduka"Ucap wanita yang memimpin mereka keseorang laki-laki tampan seperti anak buahnya,dan dalam sekejap mata Pria itu membawa Damian entah kemana yang pasti mataku sudah mencari ke segala arah namun tak menemukannya,jalanan itu sudah seperti ladang perang.Brian masih sibuk membunuh satu persatu pasukan wanita tadi.Hingga ketujuh wanita itu merasa terdesak,anak buahnya sudah banyak yang terluka dan terbunuh,tiba-tiba pemimpin wanita itu berlari secepat kilat ke arahku,dan menarik leherku diarahkannya pedangnya keleherku dari belakang
"Brian,kamu hentikan kegilaanmu itu atau wanitamu ini akan mati ditanganku"teriak wanita yang menyandraku,kulihat Brian langsung membuang pedangnya begitu saja dan mengangkat tangannya.
"Ikat ikat mereka bertiga dan bawa mereka ke istana"perintah pemimpin wanita itu,dalam sekejap kami bertiga sudah diikat dalam satu tali,Bella sepertinya pingsan,dalam satu kedipan mata kami sudah berpindah dimensi,ruang dan waktu,jujur aku juga merasa ketakutan.kami berada disebuah bangunan bernuansa klasik,seperti kerajaan di indonesia namun banyak pelayan yang memakai baju pelayan modern seperti di telenovella yang pernah aku liat di televisi.
"Sudah sadar sekarang kalau kamu membahayakan dirimu sendiri Ki?"ucap Brian seraya mengggertakkan gigi-giginya
"Emang aku tau apa kalau akhirnya seperti ini,lagian mereka sepertinya gak jahat sama kita,kamu tu yang memang jahat sama mereka makanya kita disandra kaya gini"Zakia mengerucutkan bibirnya
"Kita dimana ini?apa kita sudah mati?aku merasa kita berada di tempat asing,hiksss...aku belum kawin lo.....mana kita diikat bertiga begini,aduh kasian mama papaku pasti mereka mencariku"Bela yang sadar dari pingsannya mulai merengek
"Tenang bell kita masih hidup,hanya saja......"Zakia menggantung kata-katanya dan dilanjutkan oleh Brian.
__ADS_1
"Hanya saja kita berpindah dimensi,dan sayangnya kita terjebak disini tanpa tau bagaimana keluar dari sini"terang Brian
"Apa...???Jadi kita akan terpenjara ditempat ini seumur hidup kita"Toeng....enn....Bela pingsan lagi.
"Bel...bel..bel....,bela bangun jangan pingsan lagi,Kia menggeser-geserkan tubuhnya biar memyentuh punggung bella,
"Ini semua gara-gara kamu,coba kamu gak mengagetkannya,pasti nie anak gak bakal pingsan lagi,lagian ni ya aku liat kamu tadi lebih unggul dari mereka,banyak pasukan mereka yang sudah terbunuh ditanganmu.aku rasa mereka juga gak jahatkan,mereka melawanmu sebagi bentuk perlindungan diri,karena kamu sudah jahat sama sahabat mereka yaitu "Damian"
"Otakmu kurasa memang ada yang luka,kamu selalu menempatkan aku sebagai tokoh antagonis disini hanya karena......."Brian tak melanjutkan kata-katanya dia tak mau mengingat kebodohannya yang membuat Kia takut dan membencinya,
"Yang jelas mereka berbeda sama kita Kia,kita harus terus waspada dan satu hal lagi kekuatanku tak bisa digunakan didunia mereka dan harus kamu tau kekuatan mereka berpuluh-puluh kali lipat dari yang kita lihat tadi bila mereka berada disarangnya"Brian mendengus kesal
"Kenapa?kamu sudah mulai takut"?Brian menggoda Zakia
"Siapa juga yang takut,aku gak takut sama sekali tuh"Zakia pura-pura menutupi ketakutannya,
tak berapa lama pintu kamar itu terbuka,wanita yang menjadi pemimpin dalam peperangan tadi masuk diikuti oleh laki-laki yang membawa Damian tadi.
__ADS_1
"Tristan cepat buka ikatan mereka"laki-laki itu tanpa bersuara mendekati kami dan membuka tali yang mengikat badan kami,
"Rebahkan perempuan yang pingsan itu di tempat tidur"Tristan dengan cekatan menggendong Bella dan diletakkan perlahan ditempat tidur.lalu dia tersenyum sekilas mentapku.
"Tatapan ramah itu apa aku pernah mengenalnya"Zakia mencoba mengingat-ingat namun tak juga dia mengingatnya
"Selamat datang dikerajaan kami,Duke Brian...dan permaisuri Zakia,perkenalkan aku Jenna salah satu istri dari suami kita Damian"Jena memperkenalkan dirinya ke Zakia namun tatapan nakalnya melirik ke Brian
"What the hell,tunggu....tunggu...ada kesalah pahaman disini,aku dan Damian hanya berteman dan satu lagi dia adalah dosenku,kapan aku menjadi permaisuri?aku belum pernah menikah dengan siapapun" Zakia kini bersembunti dibalik tubuh tegap Brian dan memegangi kaos laki-laki itu"
"Ough sepertinya anda melupakan beberapa hal permaisuri,baiklah....kita tunggu yang mulia sadar dulu biar yang mulia yang menjelaskannya pada anda,sekarang anda harus pindah dari kamar ini ke kamar pribadi anda sendiri,saya tidak ingin tuanku Damian nanti marah karena saya membiarkan anda tinggal satu kamar bersama laki-laki lain"Jenna melirik ke Brian lagi,
"Gak mau,aku mau disini saja bersama teman-temanku"Zakia semakin mengeratkan badannya ke Brian,itu membuat jenna semakin tak menyukai Zakia.
"Berani sekali dia menempel pada kekasihku"ya jenna sangat mencintai Brian,Jenna dulu tinggal dikastil yang ditempati nenek Brian,dia juga berteman baik dengan Brian,namun semua hancur ketika kerajaan ayahnya ditakhlukan oleh Damian,Jenna dipanggil pulang paksa untuk dibawa oleh Damian sebagai selirnya.ya dulu Jenna selalu menjadi pelampiasan nafsu Brian muda,walau Brian hanya menganggap jenna sebagai jin pemuas nafsunya tapi jenna sangat menyukainya,dia adalah yang pertama mendapatkan Brian diatas ranjang,Brian adalah keturunan suci dari tetua di mexico,ada darah dewi didarahnya,dia menggunakannya untuk memburu hantu dan semua jenis jin,namun saat dia melihat jenna waktu itu dia terpesona,dia tak ingin membunuh jenna muda,dia membawanya kerumah neneknya.saat dia mabuk saat dia membutuhkan kebutuhan biologis jenna selalu ada buat dia,tapi entah kenapa tiba-tiba jena menghilang,kini mereka bertemu lagi,Brian sudah berpura-pura tak mengenalnya karena dia tau Jenna yang dia lohat sekarang sangat berbeda dengan jenna yang ditemuinya 5tahun yang lalu.
" Tristan bawa beberapa pelayan untuk membawa permaisuri kekamar pribadinya" Jenna memberi perintah dengan sedikit menggeram menahan emosinya untuk tidak meledak,bagaimanapun wanita ini adalah permaisuri Damian,kalau sampai dia terluka sedikit saja sudah pasti Damian akan menguburnya hidup-hidup bila pria itu sadar
__ADS_1
"Jenna,jangan bersikap berlebihan,biarkan Zakia tinggal disini bersamaku dan Bella,tidak akan terjadi apa-apa antara kami,aku yang menjaminnya,apa kamu tak percaya denganku"Brian berkata mantap sambil menatap mata jenna tajam
"Cih,bukannya anda juga hampir menodai gadis ini beberapa hari yang lalu duke" Jenna memberi pukulan telak pernyataan Brian,dan menatap Tristan seperti memberi kode,tristanpun memencet tombol seperti saklar lampu di tembok itu tak beberapa lama sepuluh pelayan wanita tiba dikamar itu.mereka menggiring Zakia kekamar pribadinya,Zakia mau ikut gara-gara jenna mengingatkannya pada kejadian buruk yang menimpanya,saat itu dia langsung melepaskan cengkramannya dari kaos Brian,Brian sangat sedih melihat Zakia yang kembali takut kepadanya dan tak mempercayainya.