
Penerbangan jayapura ke london memakan waktu 1 hari 7jam tak membuat Zakia maupun Daren bosan,ibu dan anak itu asyik bercengkrama setelah cape,mereka selalu tertidur di pesawat jet pribadi dengan type Bombardier Global 7000 pesawat buatan rusia ini membuat para penumpangnya merasa nyaman dengan tempat tidur yang luas,sangat cocok untuk Zakia dan juga Daren,namun ada seseorang yang di pesawat itu merasa hampa,
"Apa Zakia tidak bosan berada didalma kamar terus semenjak kemarin Eliz?"
"Tentu saja tidak,pesawat ini sudah didesign dengan penuh kenyamanan,apalagi dikamarnya semua sudah ada,lagi pula ada Darren disana David,kamu tidak sedang menyukai Zakiakan David?"
"Te..tentu saja tidak,aku hanya sekedar bertanya Eliz,tenang saja dia bukan typeku"David menyeruput kopi paginya dipesawat,sebenarnya ada yang mengganjal dibenaknya,mungkin ini sedikit gila tapi dia ingin mencium Zakia untuk mengobati rasa penasarannya akan mimpinya tempo hari,selama perjalanan dia sangat gelisah,bahkan jika ada suara pramugari hendak mengantar makan dia buru-buru menoleh kearah pintu kamar Zakia yang tentunya selalu berujung kecewa karena yang membukakannya adalah nani baby Daren
"Baguslah,aku juga berfikir begitu,bukankah kau lebih menyukai type body seperti Khyle Jenner,itu kata mommymu"Elizabeth tertawa renyah ketika mengingat bagaimana antusiasnya sahabatnya saat menceritakan anak laki-lakinya yang sering bergonta ganti pasangan yang rata-rata cewek bule dengan body ala Khyle Jenner
"Uggh...aku lelaki muda Eliz,Come on kau harusnya lebih mengerti jika berpetualang itu sangat menyenangkan sebelum aku terjerat dalam ikatan pernikahan"David ikut terkekeh pelan mengingat setiap saat momynya mengomel jika dia berganti kekasih
"Sure,kali ini aku setuju denganmu David,tapi kamu harus mulai memikirkannya dari sekarang untuk berumah tangga David,kamu tidak inginkan saat istrimu melahirkan anak kalian usiamu sudah tak muda lagi alias kakek-kakek...hihihihi"Elizabeth berkata serius walau diiringi dengan gelak tawanya
__ADS_1
Saat Elizabeth mengucapkan istrinya melahirkan kelak bayangan David melayang liar mendeskripsikan jika istrinya nanti adalah Zakia,Zakia melahirkan anak-anaknya,mereka berbahagia dan bercengkrama penuh canda tawa hingga sudut bibir David tertarik keatas sedikit,lalu dia menguasai emosinya yang entah mengapa bisa meluap-luap tak terkendali hanya dengan membayangkan Zakia,"Bagaimana aku bisa segila ini jika tempo hari itu hanya mimpi,tidak-tidak aku harus mengontrol perasaanku,aku tak ingin menghancurkan banyak hubungan karena rasa yang salah ini,bukan,tentu bukan kesalahan mencintai seseorang,rasa ini hadir begitu saja,aku hanya akan menikmati rasa ini tanpa ada seorangpun yang tau"Raut wajah David yang tadinya berseri kini kembali datar,dia bahkan Enggan membalas perkataan Elizabeth,hingga pesawat mereka tiba di terminal kedatangan Heathrow London.
"Tante,biar aku naik taxi saja dari sini kerumah,beri aku sedikit waktu untuk berbicara terlebih dahulu dengan kedua orang tuaku,pemberitaan akhir-akhir ini pasti sedikit banyak mengganggu mereka,aku harus menjelaskan semuanya"Zakia menyerahkan Baby Daren ke naninya
"Tentu sayang tapi kamu gak bisa pergi sendiri,tunggu sebentar lagi seseorang akan mengantarmu dan membantumu menjelaskan semuanya kepada orang tuamu"Elizabeth membelai rambut hitam legam,menatap teduh kedua bola mata Zakia yang teduh,dia kini tau kenapa anaknya bisa tergila-gila dengan wanita mungil dihadapannya itu,tatap Zakia meneduhkan semua yang melihatnya
"Maaf aku sedikit terlambat,tadi aku harus menunggu Angeline yang sedikit lama berdandannya"SuaraDamian langsung mengalihkan pandangan Zakia yang awalnya sedang menatap Elizabeth,betapa gagahnya suaminya itu dia menggunakan setelan kemeja lengan pendek berwarna navy dengan celana jeans panjang senada,tak lupa dia menggunakan sunglases hitam,aura dominan menguar langsung diruangan tunggu bandara itu
"Dave,kemarilah nak,apa kamu sudah menyiapkan semuanya untuk prosesi lamaran sama persis seperti adat orang indonesia?dimana Angeline?"Tanya Elizabeth sambil merentangkan kedua tanganya menatap anak semata wayangnya yang tampannya dan disambut pelukan sayang oleh Damian,
"Apa kamu tak ingin memelukku juga sayang?"Goda Damian dengan kedua alis diangkat naik turun lengkap dengan tatapan nakalnya yang berhasil membuat muka Zakia meram padam karena malu
"Aaa...aaku jalan duluan tante,Daren,mommy pergi dulu sebentar ya,besok mommy janji kita akan menghabiskan waktu bersama lagi"Zakia mengalihkan padangannya ke anaknya yang tadinya ke arah suaminya yang tak tau malu itu lalu dia beranjak pergi menjauh dari tempat Elizabeth yang masig tersenyum melihat salting Zakia,
__ADS_1
"Mam,aku kejar dia dulu sebelum calon istriku yang masih seperti abg itu"Bisik Damian ke mamanya dan mengelus pipi gembul baby Daren yang tertidur pulas,sebelum beranjak pergi setelah mendapat anggukan dari Elizabeth,
Damian sedikit berlari untuk mengejar Zakia yang berjalan cepat,hingga dia akhirnya mencapai tubuh Zakia,dia memeluk istrinya itu dari belakang yang membuat Zakia berhenti seperti patung,orang-orang sekitar melihat pemandangan romantis itu"Aku sangat merindukanmu sayang"Nafas Damian menyapu leher Zakia,membuat wanita itu tak berkutik
"Apa kamu sebegitu tak tau malunya Damian,ini ditempat umum,lepaskan pelukanmu,la...lagi pula aku tak merindukanmu,kamu jahat Damian,kamu bahkan tak pernah mengabariku selama berbulan-bulan kita terpisah,apa kamu begitu sibuk dengan istri Dave"Tuduhan yang bercampur rasa cemburu yang kental itu akhirnya mampu Zakia keluarkan dengan diiringi air mata yang turun dengan derasnya,buliran-buliran bening itu jatuh begitu saja mengenai tangan Damian yang membuat Damian langsung melepaskan pelukannya,Damian lalu secepat kilat memutar Zakia supaya menghadap kearahnya,dan benar saja tangisan Zakia kini menjadi isakan kecil
"Hey babe,sayang....maafkan aku,bukan aku tidak ingin mengabarimu,tapi proses perceraian dan juga keadaan Jenna yang membuat Brian tak bisa pergi kekantor membuat pekerjaanku sedikit terganggu,rapat yang harusnya Brian yang datang harus aku sendiri yang handle..cup..cup...jangan menangis lagi ya,maaf kan aku" Damian kini membawa Zakia kembali kepelukannya,setelahmenghapus setiap air mata yang menetes dipipi gadis cantiknya itu
"Tunggu..apa katamu tadi?Jenna?apa jenna ada disini?dimana dia?dan kenapa dia?"Rentetan pertanyaan langsung keluar dari bibir Zakia,bahkan dia lupa jika sesaat yang lalu dia menangis
"Ya,Jenna sedang terluka parah karena tak sengaja tertusuk pedang Anna mantan selirku tentu kamu ingat bukan?parahnya lagi Jenna sedang hamil tapi bersyukur anaknya selamat,dia mempunyai anak perempuan yang sangat cantik,Jenna mendapat hukumannya sama sepertiku tapi dia lebih beruntung,dia tak perlu kehilangan seluruh kekuatannya,sekarang kondisinya sudah membaik,kata Brian sebentar lagi mereka akan melangsungkan upacara pernikahan secara manusia"Damian menjelaskan sekilas dia tak mau membuat Zakia cemas
"Jadi apa Brian sudah tau siapa kamu sebenarnya?Oh kasian Jenna,lalu bagaimana dengan Anna apa dia sudah mendapat hukuman atas perbuatannya?"
__ADS_1
"Aku rasa belum,Brian belum mengetahui siapa aku sebenarnya karena aku sudah berpesan pada Jenna sebelumnya jika harus merahasiakan kebenaran ini,dan lupakanlah mengenai Anna aku yakin dia tak akan berani menampilkan mukanya lagi karena Brian seperti kesetanan mengejarnya,jika sudah mari kita segera kerumahmu,aku akan mendampingimu menemui ayahmu"Setelah percakapan itu mereka berdua langsung menuju iring-iringan mobil yang menunggu mereka,iring-iringan mobil mewah itu bukan hanya berisi beberapa bodyguard yang menjaga keamanan Damian dan Zakia tapi juga membawa seserahan mewah ala indonesia