
"God morning sweety" suara serak Brian membangunkan Zakia
"Gimana kita bisa ada disini"Zakia melihat kedalam selimutnya lalu kedua mengelus dadanya mwlihat pakaiannya masih lengkap,berarti tidak terjadi sesuatu yang tak diinginkan semalam.
" Gak terjadi apa-apa, kamu aman koq,Apa kamu berharap terjadi apa-apa"Goda Brian sambil menggesek-gesekkan hidungnya di pipi Zakia
"Minggir,aku mau bikin sarapan"Kia mendorong Brian agar menjauhinya secepat kilat dia meloncat dari ranjang dan ke dapur,wajah kia bersemu merah
"Kamu yakin bisa masak?"Brian sudah duduk dikursi mini bar yang ada di di dapur Zakia,dia memandang Zakia yang sedang memotong wortel sepertinya ingin membikin omlet,tapi Zakia tak menjawab pertanyaan Brian dia asyik memotong sayuran dan memasukkannya diteflon,Zakia membuat susu 2 gelas untuknya dan untuk Brian.
"Cih,kamu pikir aku anak TK jam segini kamu suruh minum susu,Aku mau cofee"Zakia hanya melotot dan membuang susu yang menjadi milik Brian dia menggantinya dengan secangkir kopi,masih tanpa suara,dia menata omlet di dua piring kecil buat Brian dan untuknya,dia duduk didepan Brian,menyantap omletnya yang lumayanlah dilidahnya gak terlalu buruk untuk ukuran anak gadis yang gak bisa masak sepertinya.
"Apa kamu mendadak jadi bisu?terserahlah,mungkin kamu tidak suka dengan kehadiranku,tapi mulai sekarang kamu harus membiasakan diri karena aku akan tinggal denganmu,satu lagi jauhi Damian,dia itu makhluk jahat"
Brang......Zakia membanting sendok ditangan nya dengan sangat keras,nafasnya menderu,manatap Brian seolah ingin menguliti laki-laki didepannya,
__ADS_1
"Mr.Brian anda sudah sangat kurang ajar kali ini,atas hak apa anda mau tinggal ditempat saya?siapa anda melarang saya untuk berteman dengan Mr.Damian,saya ingatkan sekali lagi anda tidak punya hak apa-apa atas hidup saya,tolong tinggalkan tempat ini setelah anda selesai sarapan.Zakia melangkah pergi begitu saja menuju kamarnya,dia ingin mandi rasanya biar tidak meledak syaraf-syaraf diotaknya,tapi tidak dengan Brian melihat Zakia membela Damian,api cemburu berkobar didadanya dia menyusul Zakia kekamarnya.saat Zakia mau membuka kamar mandi ditariknya tangan Zakia.
"Apa hebatnya makhluk itu daripada aku,apa dia bisa memuaskanmu?bagaimana dia mencumbumu?apa seperti ini ?Damian menarik dagu Zakia supaya dia bisa mendongak,Satu tangannya memegang badan gadis itu agar tidak roboh,dia mencium bibir Zakia secara brutal..
"Bagian tubuhmu mana yang dia sentuh?apa disini" Brian meremas pa**dar* ranum Zakia,dia merobek baju tidur Zakia hingga membuat gadis itu setengah telanjang.
Zakia bergetar hebat,air mata mengalir deras dari matanya,Dia merasa terhina,dilecehkan.tapi Brian sudah dikuasai amarah,tangisannya sudah tak membuat hati pria itu menghentikan aksinya,dia malah membuat kismark diseluruh tubuh Zakia.
"Tolong lepaskan aku,tolong...."Zakia berkata lirih hampir tak terdengar,Dia merasa seperti wanita menjijikkan,dengan tangan yang terikat diranjang,Dan brian sedang berada diantara kakinya,yang sedang mencumbu miliknya,sekuat tenaga Zakia menahan agar tak mengeluarkan desahan,tapi suara kepara* itu berkali-kali keluar dari mulutnya dengan sendirinya saat Zakia mencapai pencapaiannya berkali-kali karena ulah Brian.dengan lihai Brian memainkan jarinya disana,Tapi saat dia ingin memasukkan miliknya Zakia pingsan,badan gadis itu dingin sedingin salju,Brian panik,Dia baru sadar apa yang dia lakukan sudah keterlaluan dia memakaikan baju Zakia menggendongnya ke salah satu rumah sakit miliknya.
Zakia berada diruangan VVIP,setelah mendapatkan perawatan oleh dokter,gadis itu mengalami shock tertekan,dan ketakutan.jadi dokter menyarankan agar Zakia dirawat dulu dirumah sakit untuk beberapa hari.
"I'm sory sweety,aku sangat menginginkanmu,aku tak bisa mendengarmu membela laki-laki lain didepanku,itu sangat menyakitiku"Brian memegang tangan Zakia lembut..menciuminya berkali-kali,sesekali dia mengelus rambut Zakia.
"Air...."Zakia terbangun meminta air,dengan cekatan Brian mengambilkannya,tapi ditolak Zakia,Zakia malah memencet bel sebelah tempat tidurnya untuk memanggil perawat saat perawat datang dia baru minta minum ke perawatnya,dia bahkan tidak sudi melihat wajah Brian.
__ADS_1
"Sus bolehkah saya meminjam hp suster,aku hanya ingin menghubungi orang tuaku sus?"
"tentu saja mrs Zakia,silahkan"suster itu menyodorkan smartphonenya ke Zakia.Zakia menghubungi papinya untuk menanyakan atm pribadinya yang berisi uang dari penjualan emasnya,dia ingin pergi jauh dari kota ini,dia gak menyangka bila harus menghadapi orang sakit jiwa seperti Brian,Zakia yakin Brian punya gangguan kepribadian ganda,saat dia senang dia tampak normal,tapi bila ada yang melukainya dia seperti monster.
Zakia tak ingin memberitahu orang tuanya dulu,dia tak ingin mamanya yang sedang hamil ikut stress bila mendengar masalah ini,dia hanya mengatakan ke papinya kalau dia boring disini,setelah menelfon papinya Zakia berusah bangun dan keluar dari rumah sakit itu diam-diam,Brian tau mengenai itu,tapi dia tak punya nyali menghentikan Zakia,bila dia nekad menghentikan Zakia itu hanya akan membuat Zakia semakin membencinya.dia melihat kepergian Zakia dengan muka sedih.
Zakia mengemasi pakaiannya,dia sedih sebenarnya dia sangat menyukai tempat ini tapi trauma yang diciptakan Brian lebih menyakitkan,Dia ingin menghubungi Bella namun dia urungkan,nanti saja kalau dia sudah merasa aman baru dia bercerita ke Bella,dia hanya ingin sendiri
"Tapi sepertinya aku harus pamit sama Damian,dia ada dikampus apa di apartementnya ya,Coba aku samperin,bagaimanapun dia sudah membantuku kemarin"
Zakia berkali-kali memencet bel,pintu Damian tapi tak ada respon atau sautan dari dalam,akhirnya Kia menyerah,saat gadis itu berbalik beranjak pergi,"Klek..."pintu Damian terbuka dengan sendirinya(ya tentu itu karena Damian yang membukanya dengan kekuatannya,karena dia terkapar tak berdaya diatas tempat tidur)
"Mr.Damian......,hallooo....,Damian.....Damian...apakah loe ada didalem?"Zakia masuk dan menyalakan lampu diruangan tamu damian yang didominasi warna putih gading itu,saat dia tak mendapat jawaban dia masuk terus ke arah kamar,pintu kamar satu dia buka tidak ada siapa-siapa,pintu kamar kedua tidak ada siapa-siapa,akhirnya Zakia naik ke lantai 3 yang hanya ada satu kamar dan tempat Fitnes disana dia membuka pelan-pelan kamar itu dia mencari saklar lampu,saat lampu menyala.Alangkah terkejutnya dia melihat Damian seperti mayat hidup dengan tubuh menggiggil,Zakia menelfon ambulance untuk membawa Damian kerumah sakit,Nah dirumah sakit terjadilah kekacauan yang sangat konyol.to be continue.
MOHON MAAF BILA BANYAK TYPO BERTEBARAN YA,JANGAN SERIUS BACANYA INI HANYA UNTUK HIBURAN SEMATA,INI HANYA IMAJINASI AUTHOR🍉🍉🍕🍕🍕
__ADS_1