Pengantin Gendruwo

Pengantin Gendruwo
Fried rice with love


__ADS_3

Nasi goreng cinta ala Damian telah tersuguh dengan cantiknya dihadapan Zakai



Dengan senyuman yang merekah Damian mempersilahkan Zakia menikmatinya"Selamat makan sayang,aku yakin kali ini masakanku tak kalah dengan hidangan hotel bintang lima"Damian kali ini kelewat percaya diri


Zakia menoleh kedapur yang sudah seperti kapal pecah dengan cangkang telur dimana-mana,saus dan kecap yang bertebaran hingga ketembok-tembok membuatnya bergidik ngeri dia lalu menatap muka Damian yang memasang muka sangat konyol menurutnya"Hmmmm....dari penampilannya sih meyakinkan,aku coba ya"Kata Zakia saat menyuapkan satu sendok nasi goreng ke mulutnya yang langsung membuat raut mukanya berubah.Zakia terus menyuapkan semua tak berucap apapun hingga makanan itu tandas seketika lalu dia meminum segelas air disampingnya


"Bagaimana rasanya babe?enak bukan?sepertinya keluarga Leighton akan membuka satu restoran ternama dan chefnya aku sendiri"Ucap Damian percaya diri


"Sebaiknya kau mandi sayang,aku tidak mau tidur bersamamu dengan keadaanmu seperti itu"Zakia tak punya tenaga untuk menjawab bualan Damian,sekuat tenaga dia menahan untuk tidak memuntahkan makanan yang Damian buat,dia juga tak sampai hati membuat Damian sedih dengan mengatakan masakannya kali ini benar-benar gagal total,tidak seperti beberapa tahun yang lalu ketika Zakia menikmati steak buatannya.


"Apa aku sangat buruk?"Tanya Damian polos,namun ketika melihat Zakia memutar bola matanya dia akhirnya paham "Okay,tunggu disini sebentar ya,aku mandi dulu setelah ini aku punya kejutan untukmu"Kata Damian bergegas ngacir lari kekamar mandi yang berada dikamarnya.


Ketika Damian pergi,tiba-tiba perut Zakia kram sangat hebat,kepalanya serasa berputar-putar,Zakia mencoba berdiri namun kepalanya semakin pusing dan "Bruk...."Zakia jatuh ditangan Tristan yang memakai tubuh meringankan badan langsung cekatan menerima tubuh Kia,sehingga wanita cantik itu tak jatuh kelantai


"Kia"Tristan yang baru saja keluar dari kamarnya berteriak ketika melihat Zakia yang terhuyung-huyung"Cepat kesini bantu aku"Teriak Tristan kepada maide yang masih terbengong melihat adegan dimana Tristan dalam sekejap mata berpindah tempat


"Ah..i..iya tuan"Maide itu dengan langkah tergesa mendekat kearah Tristan


"Kau tau dimana rumah sakit terdekat dari sini?kau panggilkan sopir supaya mengantar kami kesana"Perintah Tristan kepada maide itu,sebenarnya dia bisa saja membawa Zakia berpindah tempat,namun dia hanya akan membuat maide didepannya ini curiga bukan.maka dari itu Tristan bersikap selayaknya manusia normal.


"Baik tuan"Maide itu langsung mengambil handphone yang selalu berada di dalam kantong bajunya,dan menelfon salah satu sopir untuk memberikan instruksi untuk menyiapkan mobil dipintu utama."Tuan,mobil sudah siap"Maide itu memberitahukan informasi kepada Tristan yang langsung menggendong Zakia ala bridal style menuju kepintu utama,disana telah ada Paul dengan mobil SUV berwarna hitam tengah membukakan pintu belakang supaya Tristan dengan mudah duduk bersama Zakia digendongannya.

__ADS_1


"Tolong jika Damian,emm........ maksudku Dave mencari Zakia,bilang padanya aku membawanya kerumah sakit bersaama sopir ini"Perintah Tristan menghadap Maide yang masih setia berada disamping mobil yang akan membawa Zakia dan Tristan kerumah sakit


"Baik Tuan"Jawab Maide itu singkat,


Setelah Tristan selesai bicara pintupun ditutup oleh Paul,karena tadi sekilas Paul melihat bibir Zakia mulai membiru dia mengendarai mobil yang dia gunakan dengan kecepatan penuh supaya segera sampai dirumah sakit


Zakia langsung mendapat penanganan diruang IGD tak beberapa lama seoranh dokter yang menangani Zakia keluar "Wali pasien Zakia?"Dokter itu mengedarkan pandangannya diruang tunggu yang berada didepan instalasi gawat darurat rumah sakit itu


"Iya dok,saya..saya wali dari Zakia?"Tristan berjalan tergesa mendekati dokter wanita itu


"Maaf Mr,apakah anda suami dari pasien?"Tanya dokter itu memastikan


"Bukan dok,saya Tristan kakaknya,bagaimana keadaan adik saya?"Tristan khawatir


"Jadi begini Mr.Tristan,adik anda sepertinya keracunan makanan,beruntung segera dibawa kesini,sehingga racun itu tak membahayakan janin yang berada dalam kandungannya"Terang dokter cantik itu


"Iya Mr.Tristan,mungkin adik anda belum memberi tahukan kabar gembira ini kepada anda,selamat untuk anda,karena sebentar lagi anda akan menjadi paman,dua atau tiga jam lagi setelah kondisi Mrs.Zakia sadar,dia sudah bisa dibawa pulang.saya permisi dulu"Pamit dokter cantik itu tersenyum sambil menatap raut muka kaget Tristan,dia mengira mungkin Zakia terkena pergaulan bebas seperti pasien-pasien muda yang sering dijumpainya makanya si kakak sangat kaget ketika mengetahui adiknya sedang hamil diluar nikah.


Tak jauh dari tempat Tristan masih terkejut oleh berita yang disampaikan dokter itu,Damian berdiri mematung mencengkeram cincin yang akan dia gunakan untuk melamar Zakia kembali,sebenarnya beberapa saat lalu,ketika Damian sedang memasak dia terbesit ingin segera menikahi Zakia kembali,dia ingin malam itu juga melamar Zakia,setelah melakukan ritual mandi,Damian mencari cincin yang dia beli dari beberapa bulan yang lalu ketika dia melakukan kunjungan kerja di abu dhabi dia melihat pameran perhiasan,saat itu matanya tertuju pada sebuah cincin blue saphire yang sangat cantik,tak perlu berbikir panjang Damian langsung membelinya,dia berniat jika suatu saat nanti dia dipertemukan dengan Zakia lagi,maka dia akan melamar kembaki Zakia menggunakan cincin itu.Sialnya ketika dia baru saja menuruni tangga ingin mencari keberadaan Zakia.Seorang maide memberitahukan jika Zakia dibawa Tristan ke rumah sakit karena pingsan,Saat itu juga Damian menyusul setelah sebelumnya dia menanyakan keberadaan Zakia ke Paul.Sopir yang mengantarjan Zakia dan Tristan ke rumah sakit.



Damian berjalan gontai kearah Tristan yang masih belum menyadari kehadirannya "Siapa yang menghamili Zakia?"Bariton suara Damian mengaggetkan Tristan dari lamunannya

__ADS_1


"Aku..aku"Tristan bingung bagaimana menjawabnya


"Katakan,Siapa yang menghamili Zakia"Damian berteriak sambil memcengkeram kerah Tristan,semua mata manusia yang berada diruang tunggu itu memandang kearah kedua jin itu


"Damian,pelanin suaramu!kau hanya akan membuat keributan disini,kau sendiri yang menyuruhku untuk tidak mengikuti Zakia lagi setelah perpisahan kalian bukan?lalu bagaimana aku tau siapa yang telah menghamilinya,akupun juga sama bingungnya sepertimu"Tristan menjawab Damian dengan suara yang dia pelankan supaya percakapan itu tak terdengar oleh orang lain


"Shit..."Bug..krak..krak...Umpat Damian setelah melepaskan cengramannya dikerah Tristan dia meninju dinding disebelahnya hingga retak dan hampir saja roboh rumah sakit itu,untunglah Tristan berada disampingnya,tangan Tristan langsung memegang tembok yang telah retak itu da berubah menjadi seperti sedia kala lagi.


Damian berlalu pergi tanpa sepatah katapun setelahnya,dia juga tak melihat keadaan Zakia dulu,mungkin dia butuh waktu untuk menjernihkan pikirannya,maka dari itu Tristan tak mencegahnya.Tristan kembali duduk diruang tunggu itu,dia berfikir bagaimana caranya menanyakan siapa ayah dari bayi yang Zakia kandung.ditengah kemelut pikirannya sekarang seorang suster menghampirinya memberitahukan jika Zakia telah siuman dan boleh dibawa pulang,sebelum dia menghampiri Zakia diruang IGD dan membawanya pulang atas saran suster itu dia menebus obat-obatan yang telah diresepkan oleh dokter diapotek rumah sakit itu,dan benar saja ada resep vitamin untuk ibu hamil didalam resep Zakia,setelah semua beres Tristan menghampiri Zakia ke IGD lagi


"Tristan?kau yang membawaku kesini?Damian mana?"Zakia mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan Damian namun dia harus menelan pil kekecewaan,sepertinya Damian tak bersama Tristan


"Aku mengantarmu kesini bersama Paul,lebih baik Damian tak mengetahui jika kau keracunan makanannnya"Kata Tristan sambil tersenyum kearah Zakia


"Pfffffttt...apa katamu?jadi aku keracunan nasi goreng buatan Damian?'hahhahahha"Tawa Zakia pecah seketika membayangkan betapa menderitanya dia beberapa saat yang lalu ketika susah payah menelan makanan yang Damian siapkan dengan penuh rasa percaya diri


"Sudah selesai,setelah ini saya harap anda menjaga kesehatan anda Mrs"Kata suster yang membantu Zakia melepas infus ditangan kanananya dengan ramah dan penuh penghormatan


"Terimakasih sus"Ucap Zakia dan Tristan bersamaan


"Sudah menjadi tugas saya"Jawab suster itu lagi sambil tersenyum kearah pasiennya


"Mau aku bantu atau bisa jalan sendiri?atau mau kupinjamkan kursi roda"Tawar Tristan khawatir

__ADS_1


"Tidak perlu,aku bisa jalan sendiri,aku cuma keracunan sedikit karena makan pedas saat perutku kosong bukan hamil muda,ngapain harus repot-repot pakai kursi roda"Zakia berseloroh yang malah membuat Tristan semakin kikuk


Tristan ingin menanyakannya langsung ke Zakia namun dia urungkan,sepertinya dia harus menunggu saat yang tepat untuk menanyakan hal serius ini.


__ADS_2