
Mata Damian menatap lurus kearah pintu lift yang akan dilalui Zakia, ketika instuisinya merasakan Zakia telah masuki lift tersebut diatas sana, dia berjalan dengan mantab mendekati lift tersebut tak ayal beberapa menit berlalu hingga suara denting lift terbuka
"Ting" Terlihat Zakia masih dengan tawa renyahnya terlihat sedang bersenda gurau dengan David, sorot mata Damian diliputi kabut cemburu yang kuat
"Sudah bercandanya? sekarang ikut aku" Damian sepertinya sudah kehilangan akalnya, bahkan sekedar untuk menyapa David saja bibirnya terasa kelu, dia menuntun tangan Zakia supaya berjalan mengikutinya
"Apa-apaan? apa begini caramu meminta maaf" Zakia berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Damian namun hasilnya nihil, Damian tak menggubris perkataan Zakia dia tetap berjalan maju hingga didepan pintu lobby apartement, dimana mobilnya terparkir
"Masuk!!!" Perintah Damian seraya membukakan pintu mobil lamborgini aventadornya
Zakia seperti kelinci yang bertemu dengan serigala yang tengah kelaparan, dia hanya diam dan menuruti semua perintah Damian, dia duduk di kursi penumpang dengan anteng, sementara Damian setelah menutup pintu mobil tempat dimana Zakia duduk, ia langsung berlari kecil ke kursi pengemudi, sebelum dia melajukan kendaraannya dia juga memasangkan sabuk pengaman Zakia, ketika wajahnya mendekati Zakia, Zakia memalingkan wajahnya kesamping, semua itu membuat Damian semakin merasa cemburu, otaknya sudah terkontaminasi alcohol beserta pikiran-pikiran buruknya sendiri.
Cuaca Dingin dikota Manhattan sepertinya masih kalah jika dibandingkan perang dingin kedua manusia ini. Hening, sunyi dan sepi seolah bersatu untuk membuat dinding pertahanan antara keduanya, Damian merasa marah karena Zakia pergi bersama David tanpa izin dulu kepadanya, sedangkan Zakia kecewa akan tingkah Damian yang keterlaluan bersama wanita lain. Suasana sunyi itu tetap berlangsung hingga mereka hampir sampai gerbang mansion Damian, namun ketika mobil itu kurang beberapa meter dari gerbang, Damian memutar balik mobilnya menuju jalan utama lagi hingga mobil itu berdecit sangat keras
"Chitttt.......Ngung....Ngung....Ngung......." Suara mobil yang berbelok sangat kencang dan langsung tancap gas dengan kecepatan penuh membuat Zakia berteriak histeris
"Aaaaaaa.....aaaaa, Apa kau mau membawaku keneraka sekarang Damian? Hah? Apa kau mau membuat Daren tak mempunyai ibu? Dasar gendruwo play boy gak tau diri!!!"
Damian tak menyahuti semua perkataan Zakia, hanya sudut bibirnya terangkat sedikit sambil sekilas melirik kearah Zakia kemudian menatap lurus kearah jalanan didepannya
"Apa kamu bisu? kita mau kemana? pelankan mobilnya Damian!!! atau aku akan lompat dari mobil ini sekarang sebelum aku mati konyol bersamamu" Zakia terus mengomel seperti burung beo
__ADS_1
"Chit....." Damian menepikan mobilnya dan berhenti mendadak
"Apa kau akan menurunkan aku disini? ini sepi sekali Damian, apa kau sudah gila?" Zakia melirik kekanan dan kekiri, ini sudah dini hari, entah berapa mil Damian membawanya menjauh dari kota manhattan, kini mereka berada di pinggiran kota yang masih sepi penduduk
Damian membuka sabuk pengamannnya, lalu menundukkan tubuhnya mengejar bibir imut yang sedari tadi mengomel, memarahi dan memakinya sepanjang jalan, dia mendaratkan ciuman sangat lembut kebibir Zakia, sementara Zakia yang mendapat ciuman spontan hanya mampu pasrah dengan mata melotot tanpa ingin membalas ciuman maut Damian tersebut, ketika dirasa sudah cukup Damian menjauhkan bibirnya namun masih pada posisi wajahnya berada sangat dekat dengan wajah milik Zakia, Damian mengelap bibir gembil milik Zakia menggunakan ibu jarinya dengan suara parau yang bercampur hasrat yang berusaha dia bendung, Akhirnya Damian membuka suaranya "Apakah seburuk itu aku dimatamu? Duduklah dengan manis, setengah jam lagi kita sampai, disana nanti aku akan menjelaskan semuanya" Setelah berucap demikian Damian merapikan anak-anak rambut milik Zakia, kemudian dia mengambil posisi kemudi seperti semula, dan mobilpun berjalan seperti sedia kala, Damian sedikit memelankan laju mobilnya supaya Zakia tidak ketakutan lagi
Pipi Zakia merona merah, mungkin karena dia sudah lama tak pernah seintim ini bersama Damian, yah kalian tentu tahu bukan Darren selalu melarang Damian mendekati Zakia selama Damian belum melamar Zakia secara resmi
Zakia sampai tertidur hingga dia terbangun ketika tubuhnya merasa menemukan sebuah tempat tidur yang empuk, matanya perlahan terbuka melihat siluet matahari yang terasa menyilaukan matanya, dia mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan yang asing baginya, terlihat Damian sedang berdiri dengan gagahnya dibalkon kamar itu tengah menatap lurus kedepan, Zakia yang penasaran perlahan turun dari tempat tidurnya karena penasaran dengan apa yang menarik perhatian Damian, dengan langkah hati-hati dia mendekati Damian
"Cuci muka atau mandi dulu sana, percuma matahari sudah tinggi, tadi aku berencana melihat sunrise bersamamu" Suara Damian membuat langkah Zakia terhenti
"Salah sendiri gak mau bilang daritadi kalau mau liat sunrise" Zakia mencebikkan pipinya kemudian melanjutkan langkahnya menuju balkon dimana Damian berdiri, dia berdiri tepat disamping Damian berdiri
"Jadi, dengan alasan itu kamu merasa tidak bersalah telah bercumbu dengan perempuan lain hah?" Emosi Zakia meninggi lagi ketika ingatannya berputar pada kejadian dimana Damian mencumbu perempuan lain tepat dihadapannya dengan penuh nafsu
"Aku normal sayang, kau tentu tahu berapa lama aku menahan hasratku untuk tidak menyentuhmu, lalu sialnya aku semalam sedikit mabuk kemudian wanita itu terus menggodaku" Damian memasang mimik muka sedikit menyesal
"Dasar gendruwo gak ada akhlak!!!" Zakia kesal setengah mati mendengar penjelasan Damian yang tanpa rasa bersalah sama sekali itu, dia hendak pergi ke kamar mandi namun langkahnya terhenti ketika Damian menarik tangannya hingga membuatnya berada dalam dekapan Damian dan tak bisa berkutik lagi
"Lepasin, aku mau mandi" Teriak Zakia
__ADS_1
"Maafkan aku sayang, maafkan gendruwomu yang brengsek dan gak ada akhlak ini, kami memang terlahir dengan hasrat diatas manusia normal, aku berjanji kejadian seperti semalam tak akan terulang lagi" Damian menarik dagu Zakia secara paksa supaya wajah Zakia yang menunduk itu bisa menghadap ke wajahnya dan again, satu ciuman panas mendarat kebibir Zakia, Damian ******* bibir ranum Zakia dengan sangat lembut, dengan perlahan dia membimbing Zakia supaya membalas ciumannya, yang awalnya Zakia hanya diam karena dia juga merasakan rindu yang teramat sangat akan sentuhan Damian, Zakiapun membalas ciuman itu, mereka seperti dua medan magnet yang bertemu, ciuman itu semakin memanas dan kian dalam, sejenak Damian melepaskan ciumannya ketika melihat wajah Zakia memerah karena kehabisan nafas...lalu.......
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Likenya mana Likenya ππππmau lanjut like dan share jangan lupa vote, cause episode selanjutnya adegan 18+ tolong yang masih dibawah umur untuk melewatkannya yaπ€π€π€π€πππππthx you. jangan lupa ikuti IGku ya