
Setelah berpamitan pada Eliza dan Baby Darren dua sejoli itu berangkat ke bandara international Jhon F kneedy,sepanjang perjalanan Zakia hatinya meluap~luap penuh kebahagian,bukan karena perjalanannya bersama Dave namun karena dia berfikir jika dia ke Indonesia kemungkinan dia akan bertemu dengan anak juga suaminya semakin besar,bisa saja Damian memang sudah gak bisa bertemu dia disini bisa saja kalau di Indonesia bisa,Zakia tanpa sadar dia senyum-senyum sendiri,itu membuat Damian curiga karena dia sudah tidak bisa mendengar isi kepala Zakia
"Apa kamu sudah mulai tidak waras Zakia?siapa yang kamu bayangkan hingga kamu senyum-senyum sendiri seperti itu?"Damian berdecih kesal,sambil berjalan menuju ruang tunggu pesawat pribadinya
"Ah ya,aku sedang membayangkan seseorang yang sangat aku rindukan Dave,Apa kamu tahu membayangkannnya saja aku sudah sangat bahagia,mungkin....mungkin seperti kamu yang membayangkan istrimu"Zakia sedikit memiringkan wajahnya yang tersenyum menampilkan deretan gigi yang tertata rapi,dengan langkah cerianya dia berjalan beriringan dengan Damian,namun sikap ceria Zakia itu masih membuat dia mengganjal,entah siapa yang kini berada dalam fikiran Zakia.
"Apa kamu sedang memikirkan Brian"Tanya Damian curiga
"'Seriously?Tapi memang ada sedikit rasa penasaran sih,kemana sepupumu itu?dia tidak kamu buang ke luar angkasa bukan?harusnya kalaupun dia cuma kamu tugaskan ke luar negeri bukankah dia masih bisa menghubungi aku ya?Kenapa dia gak menghubungi aku sama sekali"'Zakia berhenti sebentar,dia termenung sebelum melanjutkan langkahnya lagi mengimbangi Damian,ucapannya tadi seperti membangunkan singa yang sedang tidur,Damian memendam semua amarah yang ada didadanya,diraihnya pergelangan tangan Zakia.
__ADS_1
"Jalan sedikit cepat,kau lamban sekali"Tanpa sadar Damian sedikit menyeret Zakia,rasa cemburunya membuatnya lupa daratan,ulahnya tentu saja dilihat oleh beberapa orang pramugari dan petugas bandara,walaupun mereka menggunakan jalur khusus yang membuat mereka terpisah dari gerombolan manusia yang banyak tetap saja disana ada beberapa pasang bola mata,selain itu Dave bukanlah orang sembarangan,dia sangat terkenal di New York bahkan dunia tentunya,tapi semua itu tak pernah diperhitungkan Damian,ya dia Damian bukanlah Dave yang selalu menjaga imagenya
"Dave ini sakit tau,lepasin....aku gak mau ikut kalau kek gini"Zakia meronta-ronta berusaha melepaskan tangannya
"Oke aku lepas..."'Drep.....,Damian membawa Zakia ke pundaknya seperti karung beras,membuat Zakia menendang sekenanya,memukul-mukul punggung keras lelaki itu,tapi semua itu tak membuat Damian melepaskannya,dia terus menggendong Zakia hingga kabin penumpang,mendudukkannya dan memasang seatbelt Zakia
"Kamu gak bisa berbuat semaumu Dave,Aku mau mengundurkan diri dari perusahaanmu sekarang juga"Zakia berteria lantang ke arah Damian dengan mata yang menyala menunjukkan betapa marahnya dia saat ini
''Kalau iya memang kenapa?Apa ada yang salah?Apa hakmu mencampuri urusan pribadiku Dave?"Seperti menuang minyak kedalam kobaran api,kata-kata Zakia seolah menyalakan genderang perang,namun pertikaian itu berhenti sejenak karena suara pramugari yang mengatakan jika pesawat hendak lepas landas,Damian mengurungkan niatnya untuk memberi pelajaran pada Zakia,mereka berdua larut dalam pikiran masing-masing.
__ADS_1
"Dimana dan kapan Brian keparat itu menyentuh istriku,akan aku ledakkan kepalanya dan kujadikan tulang beserta anggota tubuhnya menjadi makanan hewan buas,tunggu saja pembalasanku Brian!!!!"Dengan nafas naik turun Damian bergumam lirih,tangannya mengepal membuat kuku-kuku tangannya memutih
"Dia fikir dia siapa bisa berbuat semaunya sama aku hah?pacar bukan,suami apalagi,dia memperlakukan aku seperti kekasihnya saja,dia seperti orang yang sedang cemburu,oh....oh..my God apa dia berfikir aku adalah sugar babynya?no...no..no...Dia jatuh cinta sama aku?Jangan-jangan dia berniat membuatku menjadi simpanannya,bukankah sering aku baca di novel tentan afair antara Bos dan secretarisnya,betapa malunya mamaku nanti,kemarin aku punya suami gendruwo,sekarang aku berpacaran dengan suami orang?engga-engga ini gak boleh terjadi"Tanpa sadar Zakia memejamkan matanya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya,dia membayangkan Marsha sadar dari koma lalu menjambak-jambak rambutnya,mommynya shock melihat berita anakanya yang mengganggu rumag tangga orang dan serangan jantung saat kehamilannya yang besar,lalu mama Zakia meninggal
"Tidak!!!"Berteriak lantang membuat Damian yang berada disebelahnya yang tenggelam dalam lamunannya sendiri kaget ,seketika dia menoleh kearah Zakia
"Ada apa Zakia?Kamu tidak sedang berkhayal kalau aku sedang menghabisi Brian bukan?tentu saja setelah urusan kita selesai aku akan melakukannya,wait and see okay!"Damian berkata datar nan menusuk,dia tak main-main dengan ucapannya itu,Zakia membaca keseriusan dalam setiap kata yang diucapkan oleh Damian.
"Dave wait,Sory jika kata-kataku tadi membuatmu marah,tapi Dave,diantara kita tidak ada hubungan yang special,kita hanya sebatas profesionalisme kerja saja antara bawahan dan atasan,stop untuk bertindak melebihi batas,sok insecure kepadaku,aku punya kehidupan pribadi,dan kamu gak berhak ikut campur didalamnya,berhenti berbuat seolah-olah kamu itu kekasihku atau apapun yang ada difikiranmu saat ini,itu membuat aku jijik,perlakuanmh membuat aku merasa jika aku adalah simpananmu,memikirkannya saja aku muak,terserah aku mau sama Brian,Paul atau siapapun nanti itu bukanlah urusanmu"Zakia mencoba berkata setenang mungkin,menjaga setiap perkataannya bisa dipahami oleh pria yang duduk disampingnya tersebut dengan baik,apesnya Zakia bukannya membuat Damian paham,malah emosi pria yang tadinya sudah mulai mereda seperti dikobarkan lagi,dia menyopot seatbelt yang membelenggunya supaya bisa bergerak bebas,karena pesawat sudah terbang dengan tenang,Dave memencet sebuah tombol dijet pribadinya,tak berapa lama ada sekat-sekat yang menutupi area dimana mereka berada,sekat-sekat itu adalah sekat-sekat kedap suara,kemudia dia mengubah kursi penumpang yang diduduki Zakia dan dia menjadi tempat tidur minimalis yang terhubung menjadi lebih luas,Zakia belum sadar sepenuhnya dengan apa yang akan dilakukan Damian,dia masih terpesona oleh kecanggihan tekhnologi yang biasanya dia hanya melihat dari layar kaca,kini dia merasakannya,melihatnya dengan mata kepalanya sendiri,pesawat dengan fitur camggih luar biasa itu benar-benar ada,dia sampai menganga terpana
__ADS_1
"Apa kamu mau pesawat seperti ini?aku bisa memberikannya padamu nanti"'Bisik Damian disamping telinga Zakia,membuat darah Zakia berdesir hebat