Pengantin Gendruwo

Pengantin Gendruwo
Part 53 Kedok Marsha


__ADS_3

Rupanya Adegan romantis yang dilakukan Damian saat memberikan minuman kepada Marsha harus berakhir ketika Brian tiba-tiba masuk ke dalam ruangan rawat itu,Dia menatap Damian dengan mata membunuh lengkap membawa pedang yang tak kasat mata ya g digunakan Brian untuk membunuh bangsa Jin yang membuat Damian menelan ludahnya berkali-kali,pasalnya Damian saat ini sudah tak memiliki kekuatan apapun


"Dave,apa kekuatanmu untuk mendeteksi jin juga hilang?aku mencium aroma dan juga jejak dua ekor jin dikamar ini"Brian masih menatap tajam kearah Damian


"Bau jin?Aku tidak mencium apa-apa disini"Damian bernafas lega saat mendengar apa yang ditanyakan Brian padanya


"Kesepakatan apa yang kamu lakukan dengan mereka Marsha?batalkan apapun itu!kamu hanya dimanfaatkan oleh mereka Marsha"Brian melihat sorot mata berbeda saat Marsha menatapnya,ditubuhnya juga ada kabut hitam yang hanya dapat dilihat oleh mata Brian dan hanya dimiliki oleh para pemuja setan


"Kamu bicara apa Brian,Marsha baru sadar,kamu pasti salah liat,bagaimana mungkin menantuku yang lemah lembut ini menjalin kesepakatan bersama Jin?kamu kecapean Brian,lebih baik kamu pulang dan beristirahatlah lagian dirumah bukankah ada istrimu yang menunggumu"Elizabeth membela Marsha,dia beranggapan bahwaa Brian sedang kecapean,meskipun dihati kecil Eliza juga merasa ada yang tidak beres dengan menantunya,dia merasa tak nyaman jika berdekatan dengan Marsha,tak seperti biasanya


Pernah gak kalian merasakan sesuatu yang janggal dari seseoranh yang mungkin baru kalian kenal,dan seperti ada alarm bahaya,nah itulah yang dirasakan Elizabeth kepada menantu yang teramat disayanginya itu.


"Apa kamu meragukan kemampuanku Eliz?Pakailah ini dan ini untukmu Dave,mungkin karena kau telah kehilangan ingatan,kau juga kehilangan ketajaman intuisimu Dave,untuk sementara kalian bisa mengandalkan benda ini"Dua benda kalung dan cicin bermata rubi Brian keluarkan dari saku celananya lalu kalung itu dikalungkan kepada bibinya dan juga cincin ruby itu dia serahkan ke Damian

__ADS_1


"Bocah ini,walaupun dia jahat kepada bangsaku,tapi dia adalah sosok kakak yang menyayangi keluarganya,mungkin jika dia tak menyukai Zakia,mungkin kami bisa menjadi sahabat"Pikir Damian dalam diam lalu memakai cincin dijari manisnya sebelah kiri karena jari manisnya sebelah kanan sudah terisi cincin pernikahan yang dia perkirakan itu adalah cincin pernikahan Dave dan Marsha


"Kalau kamu berfikir karena ini masalah kita selesai bermimpilah Dave,aku hanya gak mau para jin itu memanfaatkan keadaan keluarga kita yang sedang kacau balau karena kecelakaanmu,apalagi aku tau maksud kedua jin itu hanya untuk membalas dendam pada kekasihku"Brian geram jika mengingat ulah adik sepupunya bersama Zakia


"Siapa yang barusan kau bilanh kekasih hah?Berani sekali kamu hah!"Damian mendorong pundak Brian


"Beraninya kamu kurang ajar padaku Dave!!!"Seru Brian sambil mencengkram kemeja Damian yang lebih tinggi darinya itu


"Ehem...ehemmm apa kalian lupa dimana kalian berada"Elizabeth berdehem menatap tajam kepada keponakannya dan anaknya yang seperti anak kecil


Sedangkan Damian menatap Marsha sudah seperti biasa tak ada rasa penasaran untuk mencicipin tubuh Marsha seperti tadi,pandangan yang datar dan dingin itu terasa menusuk di relung hati Marsha,ditambah pertenhkarang antara Brian dan Dave didepan matanya tadi sudah pasti mereka berdua sedang memperebutkan wanita,wanita itu pastilah Zakia,itu sangat menyakiti Marsha


"Sayang,kemarilah...!mendekatlah padaku,aku ingin bicara banyal denganmu"Marsha menyunggingkan senyuman manis yang dipaksakan demi menarik perhatian suaminya

__ADS_1


"Sorry aku harus kembali ke Mansion,tubuhku cape besok lagi aku kesini,aku merindukan Daren"Tanpa menunggu jawaban dari Marsha ataupun Elizabeth,bahkan jelas Damian tak berniat sama sekali memberikan sekedar ciuman selamat tinggal kepada istri Dave yang melihat kepergiannya dengan linangan air mata


"Apa semudah itu dia berpaling kepada wanita lain mama?sebegitu tak berartinya diriku ini dimata Dave ma...hikss....hikss...hikssss"Isakan yang tadinya lirih semakin mengeras menjadi raungan pilu Marsha,hatinya hancur tak terperi melihat sikap suaminya yang acuh,padahal beberapa saat yang lalu dia sempat berbunga karena Dave seperti terpesona olehnya


"Bersabarlah Marsha,saat ini Dave mengalami amnesia,wajar jika dia melupakanmu,nanti jika dia sudah sembuh,aku yakin jika ingatannya telah kembali dia akan menjadi Dave yang kita kenal"Eliza berusaha menenangkan menantunya itu dengan memegang lembut tangan Marsha


"Dan sakitnya Dave menjadi celah untuk jalan* murahan itu merebutnya dariku"Ucap Marsha dengan nafas menderu sambil menatap ke arah mertuanya


"Siapa yang kau sebut jala** murahan Marsha?Zakia adalah wanita yang telah banyak membantumu untuk mengurus anakmu Daren,dia rela tidur malamnya terganggu hanya untuk menenangkan anakmu yang sedang rewel,tak pantas kamu menyebutnya seperti itu,dan bukan Zakia yang mengejar-ngejar Dave,anakkulah yang tergila-gila padanya"Elizabeth membela Zakia,entah apa yang dia rasakan,sikap santun Zakia dan ketulusan Zakia membuatnya tersentuh,dengan cekatan dia mengurus baby Daren selama ini sebelum dia berangkat kekantor bersama Dave,dan pulang kerjapun meskipun capek Zakia selalu mnyempatkan untuk sekedar menggendong atau mengajak Daren berbicara meski bayi itu hanya bisa menjawab dengan celoteh bayi dan teriakan-teriakannya,baby Daren sangat bahagia dengan kehadiran Zakia


"Berani sekali mama mendekatkan jala** itu keanakku mama!!!bahkan mama sekarang mamapun membelanya!!!aku bersumpah akan membuat perhituangan kepada jala** itu jika sampai Dave bertindak lebih jauh lagi"Marsha seperti kesetanan dia meneriaki ibu mertuanya,ya seumur hidup inilah kali pertama Marsha berteriak kepada ibu mertuanya itu,entah setan mana yang telah mempengaruhinya atau ini semua dampak buruk dari pemuja setan?entahlah author juga bingung


"Jadi beginikah karaktermu yang sesungguhnya Marsha?sekarang aku tau kenapa Dave begitu mudahnya berpindah kelain hati,harusnya ikatan batin kalian sangatlah kuat meskipun Dave kehilangan memorinya dia akan lebih cepat dekat denganmu sama seperti kepadaku ataupun baby Daren,atau mungkin kamulah yang hanya berpura-pura selama ini?kamu membungkus kebusukanmu dengan kedok yang indah"Eliza sangat kecewa kepada menantu yang dikasihinya itu,bagaimana bisa dia setua ini diteriaki oleh wanita yang sudah dianggapnya seperti anak sendiri itu, ada luka yang menghujam begitu dalam dilubuk hati Eliza,Eliza menitikkan air mata lalu berdiri menjauh beberapa langkah menghapus air mata itu

__ADS_1


"Mama..mama maafkan aku,aku tidak berniat seperti itu kemama,aku hanya" Marsha tak dapat melanjutkan kata-katanya,karena mertuanya sudah berbalik dan berjalan lurus menuju pintu kamar rawat Marsha dan menghilang dibalik pintu tersebut


"Sial...sial bagaimana bisa aku meneriaki wanita tua itu barusan,rencanaku selama ini akan sia-sia jika wanita tua itu tak berpihak padaku,harusnya kecelakaan kemarin sudah bisa membunuh Dave tapi kenapa dia malah lolos dari kematian,malah aku yang menjadi korban seperti ini,tidak...tidak...aku harus bisa meyakinkan wanita tua itu untuk berpihak padaku karena aku sudah melahirkan pewaris untuknya,mereka tak mungkin membuangku begitu saja,kemana dua mahkluk tadi,mereka yang bisa aku manfaatkan untuk mencapai tujuanku"Marsha bermonolog sambil mencengkeram kuat seprei kamar rawat itu,tangannya yang telah pulih bisa memukul-mukul frustasi kasur itu juga dengan sorot mata mengerikan


__ADS_2